Ini season ke 2 dari Istri manja tuan Kusuma. Menceritakan anak kembar mereka, Biru dan Jingga yang telah dewasa.
Biru adalah pengusaha muda berbakat yang bersifat dingin. Tapi dia sangat hangat dan baik kepada saudara kembarnya, Jingga.
Jingga adalah gadis muda yang berusaha mewujudkan mimpinya menjadi model terkenal. Dia terlihat dingin dan acuh tak acuh, tapi sangat manja terhadap sang kakak, Biru.
Mereka selalu saling melindungi tanpa menyebar luaskan identitas mereka sebagai anak dari konglomerat.
Akankah mereka menemukan cinta yang membuat mereka menunjukkan sikap hangatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dingin terhadap orang luar, tapi bisa begitu manja saat bersama keluarganya
Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ke parkiran mobil
" Pih, pulang ke apartemen ku ya? "
Kata Ji dengan tatapan memohon, dia saat ini duduk di kursi roda dengan di Edward yang mendorongnya dari belakang
" Tidak, kamu akan pulang kerumah ku! "
Belum juga Yudha menjawab, Biru sudah menyela terlebih dahulu
" Ich, sejak kapan kamu suka mengaturku? "
Ji berkata dengan sinis
" Memangnya kamu pikir aku akan biarkan kamu sendiri? Giliran kamu sehat selalu saja pulang kerumahku, tapi disaat keadaanmu seperti ini. kamu malah ingin pulang ke apartemen mu. Dasar gila! "
Bi yang kesal berkata dengan ketus kepada Ji
" Ich, nyebelin! "
" Kak Bi dan kak Ji ini bagaimana sich?
Dihadapan orang lain kalian bersikap dingin dan cuek. Ketika berdua, kalian menunjukkan perhatian yang tak lazim begini. Apa susahnya jika kalian saling memberi perhatian dengan lembut? "
Vio mengomentari mereka berdua, tapi Bi dan Ji hanya mengeluarkan satu kalimat singkat kepadanya
" Diam kamu bocah! "
Bi dan Ji mengatakannya dengan serempak. Membuat Yudha, Gina dan Edward tersenyum tapi Vio malah cemberut
" O iya Ji, kamu sudah lihat berita bagusnya belum? "
kata Biru dengan nada yang membuat Ji penasaran
" Berita apa? "
" Lihatlah! "Biru membuka ponselnya dan mencari berita hot mengenai Alisa, lalu menunjukkannya kepada Ji
" Hah, apa? Kamu melakukan ini? "
Ji tak percaya dengan berita tersebut
" Kemarin aku bertemu dengannya dan semuanya sudah berakhir. hahaha"
Biru tertawa puas, membayangkan wajah Alisa kemarin
" Kenapa kamu bermain sendiri? aku juga kan mau lihat bagaimana wajahnya yang pucat dan terkejut saat melihatmu . Aku bisa membayangkan kalau dia berusaha keras untuk merayumu " Mata Ji seperti sedang membayangkan sesuatu sehingga dia senyum - senyum sendiri
" Ternyata dia adalah orang yang seperti ini. Dingin terhadap orang luar, tapi bisa begitu manja saat bersama keluarganya. Sungguh menggemaskan saat melihat dia dengan ekspresi seperti itu "
Pikir Ed sambil tersenyum dan terus menatap Ji.
" Bagimana kamu tahu tentang itu Ji?
Dia benar - benar model yang tak tertolong. Dia rela melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan "
" Kalian harus belajar dari itu. Meskipun kalian memiliki ambisi, kalian hanya butuh kerja keras untuk mendapatkannya " Kata Yudha dengan tenang disela perbincangan anaknya
" Baik papi! "
Kata Bi, Ji dan Vio serempak. Mereka akhirnya tiba di parkiran mobil.
"Om, apa boleh Ji naik mobil ku? "
Edward bertanya dengan penuh rasa hormat
" Tentu saja boleh! "
" Papi! "
Wajah Ji seketika berubah merah bagaikan ceri karena malu
" Memangnya kenapa? Kita hanya pisah mobil, lagi pula dia tidak akan menculikmu. Karena ada banyak mobil pengawal dibelakang kita "
Kata Bi dengan nada mengejek adiknya
" Vi kamu sama kak Bi aja ya, biar saja papi dan mami " Sambungnya lagi
" Hei, itu lebih bagus. Karena papi bisa berdua saja dengan mami. Ayo sayang! "
Yudha melingkarkan tangannya di pinggang Gina dan langsung mendapat cubitan di pinggangnya
" Au, sakit sayang! " Yudha meringis kesakitan
" Lagian kamu nakal. Sudah tua masih saja genit. Dasar bos dingin mesum " Gina berpaling dan meninggalkan Yudha masuk ke dalam mobil. Yudha hanya tersenyum melihat istrinya
" Ich papi ni ya. Papi tidak lihat kalau disini masih ada kami? Lihat tuch kak Bi kak Ji, Bagaimana kelakuan papi" Vio mengerutkan bibir pada Yudha
"Biarkan saja! " Jawab Bi dan Ji serempak. Itu membuat Vio semakin kesal. Dia mempercepat jalannya dan masuk ke dalam mobil
Edward mengerutkan dahi melihat kelakuan keluarga ini.
" Apa ini tidak aneh ya? Bukannya keluarga ini selalu serius dan berhati dingin. Kalau seperti ini sih apanya yang berhati dingin? "
Pikir Ed sambil menggelengkan kepala. Dia pun membantu Ji untuk masuk ke dalam mobil. Mereka mulai berkendara, Ji dan Edward sama sekali tidak saling bicara
" Kenapa kamu datang kemari? "
Tanya Ji to the point dan mencoba mencairkan suasana
" Hmn,, karena ingin bertemu denganmu! "
Jawab Ed dengan tenang sambil mengemudi
" Iya, alasan mau bertemu itu apa? Aku sudah berterimakasih padamu. Apa kamu membutuhkan imbalan uang dari papi "
" Hei, aku punya pekerjaan sendiri ya. Tidak perlu bagiku mengambil uang om Yudha "
Cara bicaranya sedikit sombong
" Lantas untuk apa kamu datang kemari? Sampai harus minta cuti segala! "
" Untuk menemuimu, karena aku ingin mengenal lebih jauh lagi tentangmu "
Deg deg deg
Seketika jantung Ji berdetak cepat seakan - akan jantungnya hendak melompat keluar.
" Tenanglah Ji, dia hanya gombal seperti laki - laki kebanyakan
" Kenapa begitu, kita baru kenal, Kenapa harus kenal lebih jauh lagi?
" Justru itu, karena kita baru kenal, jadi aku ingin lebih banyak tahu tentangmu " Ed menampilkan senyumnya yang begitu memikat
Sedangkan Ji, hanya mengernyitkan alis mendengarnya