NovelToon NovelToon
KARMA

KARMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Balas Dendam / Balas dendam. / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Tamat
Popularitas:130.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

KARMA

Sebelum membaca karya ini alangkah baiknya jika membaca karya pertamaku yang berjudul Aku Bukan Pelakor, agar bisa mengikuti jalan ceritanya.

Karya KARMA ini menceritakan tentang pembalasan pengkhianatan yang di lakukan julio kepada istri dan anak-anaknya.

Julio bukan hanya mengkhianati istrinya namun ia membohongi ana dengan mengaku lajang untuk mendapatkan hati dan tubuh ana, selain itu ia juga di duga menggelapkan dana perusahaan tempatnya bekerja serta perusahaan milik istrinya.


Lalu apa sajakah KARMA yang akan di terima oleh julio?

Semuanya akan di ceritakan di Novel ini.

Terima kasih, selamat membaca😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Diperjalanan menuju villa, cakra meminta adiknya untuk mencarikan tiket pesawat penerbangan malam itu juga, sementara dirinya tetap berkonsentrasi mengemudi sambil menenangkan Rangga yang duduk di sebelahnya bersama dengan Retno.

"Nanti uncle akan hubungi teman uncle untuk menanyakan kondisi Uti ya" Cakra mengelus kepala Rangga dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya tetap memagang stir kemudi.

Tiba di villa cakra menepati janjinya, ia mencoba menghubungi dokter yang menangani ibu mertua retno untuk mengetahui detail kondisi ibu mertua retno saat ini.

Setelah mendapatkan informasi yang akurat, dengan berat hati cakra memyampaikan jika ibu mertuanya sedang berada di ruang ICU dalam kondisi kritis.

"Uti.. hiks.."Rangga menangis histeris sambil memeluk erat uminya.

"Uti pasti sembuh, Rangga bantu doakan ya." Cakra kembali menenangkan Rangga, dengan mengelus punggung bocah itu dengan lembut kemudian ia mengambil Rangga dari pelukan Retno dan memangkunya "Saat ini Uti butuh doa dari Rangga, jadi Rangga bantu doakan Uti ya" Cakra menghapus linangan air mata rangga yang membasahi wajahnya.

Secara perlahan Rangga berangsur tenang, kemudian Cakra mengembalikan rangga pada Retno "Kamu temani Rangga saja dulu, biar aku bantu kamu merapihkan barang-barangnya." ucap cakra kepada retno.

"Tapi mas..."

"Sudah tidak apa-apa, kamu duduk saja di sini bersama Rangga" Cakra melangkahkan kakinya menuju kamar Rangga dan Retno

Dengan dibantu baby sitter Rama dan juga Lentera semuanya bahu membahu membereskan barang-barang dan bersiap untuk berangkat menuju bandara.

Bukan perkara yang mudah membawa dua orang anak dalam perjalanan yang cukup jauh, jadi bisa di pastikan jika barang bawaan mereka sangat banyak.

"Oke semuanya beres." ucap cakra setelah menaruh semua koper kedalam mobil.

"Yuk sama uncle!" Rangga menggendong rangga dan memangkunya duduk di depan bersamanya di sebelah supir.

"Uti akan baik-baik saja, teman uncle yang sedang menangani uti adalah dokter yang sangat hebat" Cakra mengelus kepala rangga dengan lembut, ia juga mengecup kepala rangga.

"Jangan sedih lagi ya!" Cakra menghapus sisa air mata di sudut mata rangga, rangga menganggukan kepalanya.

Cakra mengambil tabnya kemudian mengajak rangga bermain game super mario, tak butuh waktu lama, tawa ceria rangga kembali lagi ketika ia memenangkan permainan.

Dari bangku belakang, retno tersenyum melihat tawa ceria putra sulungnya. Ia sangat berterima kasih kepada cakra yang selalu ada dan membantunya di saat-saat terberat dalam hidupnya.

Tiba di bandara mereka langsung bergegas untuk check in karena waktu penerbangan sudah sangat mepet.

Butuh waktu 1jam 10 menit untuk bisa tiba di Yogyakarta International Airport. Malam semakin larut cakra meminta adiknya untuk mengantar rangga dan rama pulang ke rumah bersama dengan baby sitternya, sementara dirinya mengantar retno ke rumah sakit untuk melihat ibu ratih, mertua retno.

Awalnya rangga menolak untuk pulang, ia ingin ikut bersama uminya menjenguk utinya, namun baik cakra maupun retno sama-sama memberi pengertian kepada rangga agar rangga mengerti.

"Uncle ke rumah sakit untuk memeriksa uti, sedangkan umi ke rumah sakit untuk mengurus administrasi. Jam besuk di rumah sakit sudah selesai, jadi tidak ada lagi yang datang untuk membesuk" Ucap cakra sambil mengelus kepala rangga.

"Benar apa yang di katakan uncle, lagi pula jika mas ke rumah sakit adek di sendirian, nanti adek pasti cari mas rangga. Mas rangga ke rumah sakitnya nanti pagi saja sama adek, nanti umi jemput." Sambung retno.

"Baik umi." Rangga mencium tangan retno dan cakra secara bergantian kemudian ia masuk ke dalam taxi bersama dengan lentera.

"Titip anak-anak ya, ra." Ucap retno.

"Ia mba, aku pulang dulu ya." Lentera pun masuk ke dalam taxi, kemudian menyuruh supir taxi tersebut mengantar ke alamat yang ia berikan.

Setelah taxi tersebut tak terlihat lagi, barulah cakra dan retno bergegas pergi ke rumah sakit, dalam perjalanannya menuju rumah sakit retno tak dapat lagi menyembunyikan wajah cemasnya.

"Minumlah, agar kamu lebih tenang." Cakra memberikan sebotol air mineral kepada retno.

Perlahan cakra mendengar isak tangis keluar dari mulut retno, jika tadi di hadapan rangga retno berusaha untuk tegar namun kini air matanya tak dapat lagi ia tahan. Cobaan demi cobaan terus datang bertubi-tubi kepadanya, membuatnya terkadang merasa hidupnya begitu tidak adil.

"Menangislah, samapai kamu merasa puas." Cakra memberikan tisu untuk retno mengelap air matanya, ingin rasanya ia memeluk wanita yang berada di hadapannya untuk menenagkan hatinya, namun ia sadar akan kapasitasnya yang hanya seorang teman.

"Percayalah, semuanya akan baik-baik saja, aku akan selalu di sampingmu"

"Terima kasih mas cakra"

Setelah tangisan retno mulai reda, cakra mengajak retno masuk ke dalam rumah sakit, keduanya langsung bergegas menuju ruang ICU.

Daru kejauhan Retno melihat ibundanya bersama dengan ajeng sedang menunggu di depan ruang ICU, ajeng merupakan saudara sepupu retno sekaligus staff marketingnya di kantornya.

"Bagaimana kondisi ibu?" tanya retno.

"Masih belum ada perubahan."Jawab ajeng sambil menundukan kepalanya.

"Mas cakra, aku boleh masuk jenguk ibu?" Retno beralih ke cakra.

"Aku konfirmasi dulu untuk meminta izin dokter yang berjaga di dalam, karena jam besuknya sudah habis, takut mengganggu pasien" Ucap cakra, retno menganggukan kepalanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa jantung ibu bisa kumat?" tanya Retno.

"Maafkan aku Retno, semua ini salahku." ucap Ajeng dengan raut wajah ketakutan.

"Maksud kamu?"

"Aku dapat kabar dari HRD jika minggu ini akan ada banyak pengurangan karyawan, lalu aku menanyakannya pada tia. Awalnya tia tak mau menceritakan, namun aku terus memaksanya, akhirnya tia menjelaskan jika ada masalah dengan kondisi keuangan kantor yang di sebabkan oleh pengambilan dana perusahaan yang di lakukan oleh suamimu, dan kamu juga menjual beberapa asset perusahan untuk membantu persoalan kasus suamimu."Ajeng menjeda kalimatnya sesaat.

"Aku tidak percaya dengan semua yang di katakan oleh tia, makanya aku bertanya kepada ibumu, saat kami sedang mengobrol hiks..." Ajeng tidak dapat menahan airmatanya, ia benar-benar merasa bersalah.

"Kami mendengar gelas jatuh, ternyata bu ratih mendengar semua percakapan kami dan tak lama bu ratih pingsan. Maafkan aku retno." Ajeng memeluk retno dan meminta maaf kepadanya.

"Retno masuklah, ibu memanggilmu!" ucap cakra dari balik pintu ICU, cakra sudah mengenakan pakaian dokternya lengkap.

Retno pun langsung masuk kedalam ruang ICU, namun sebelum menemui ibu mertuanya, cakra meminta retno untuk mengenakan pakaian khusus dan mengingatkan retno untuk tetap tenang agar tidak mengganggu pasien lainnya.

"Ia mas." Retno mengikuti cakra dari belakang menghampiri ibu mertuanya yang terbaring lemah di atas tempat tidur dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya.

"Re-tno..." ucap bu ratih dengan terbata-bata.

"Ia bu." Retno menggenggam erat tangan ibu mertuanya.

"Ma-mafkan ibu, ma-maaf"

"Enggak bu, Ibu enggak salah. Ibu tidak perlu memikirkan apa-apa, ibu harus sembuh" buliran-buliran bening perlahan jatuh di wajah Retno.

"Maafkan Ibu, Nak. Lailahailallah." ucap Bu Ratih di hela nafas terakhirnya.

"Bu... ibu... ibu bangun bu..." Seketika retno pun panik melihat garis lurus di layar monitor.

"Retno tolong kamu keluar sebentar, aku dan dokter spesialis akan memeriksa ibu ratih" Cakra meminta retno untuk menunggu di luar.

Dengan wajah penuh rasa khawatir Retno pun menuruti ucapan Cakra, perlahan ia keluar dari ruang ICU memasrahkan kondisi ibu mertuanya pada Allah dan juga pada Cakra serta tim medisnya.

Tepat pukul 00.20 dini hari Ibunda Julio berpulang ke rahmatullah.

1
Indri Yani
Kykny Retno akan berjodoh dgn Cakra nie
Serli Ati
o...anton itu suruhan papanya ana ya jadi kasusnya bunuh diri ya, itu karma julio yg telah membunuh janin si ana.
Serli Ati
waduh ini kah akhir dari kehidupan julio thor?
Serli Ati
waduh kesalahan lama aja belum kamu selesaikan ini kesalahan baru pun kamu lakukan lagi, menambah hukuman lagi dech...kok julio tidak berfikir akibat dari tindakannya.
Serli Ati
aq kasihan dengan julio tapi aq penasaran apa dipenjara kehidupan orang begitu ya saling menyakiti dan siapa yg kuat itu yg berkuasa, setiap aq baca cerita baik novel atau cerpen orang baru pasti diperlukan tidak manusiawi, apa benar begitu?atau hanya sekedar cerita aja?
Serli Ati
waduh....kasihan banget, itu tertular dari julio yg selalu berganti pasangan apalagi dia berhubungan dengan angel
Serli Ati
kenapa nyesel ya julio, percuma udah jalani aja yg terjadi pada diri kamu semua yg terjadi adalah hasil dari perbuatan kamu.
Serli Ati
innalillahi wa innalillahi rojiun, yg tabah ya retno badai yg kamu alami pasti akan berlalu
Serli Ati
wah...gagal liburan nich..
Serli Ati
bagus retno harus tegas menghadapi orang seperti julio, klu bisa gak usah dibantu lagi biarkan aja.
Serli Ati
udah retno jangan di bantu si julio manusia yg tak tau balas budi, biarkan aja dia dipenjara biar kapok.
Serli Ati
sungguh mulia hatimu retno, tapi sayang kebaikan mu dibalas jahat oleh suami mu, air susu dibalas dengan racun tu...
Serli Ati
jangan percaya retno dia mau bunuh rio karna dekat dengan ana jadi kamu harus hati-hati sama julio bahkan dia sudah ambil uang perusahaan 500, utk berjudi dan bermain wanita.
Serli Ati
suka aq jalan ceritanya bagus drama banget bikin meleleh 😃😃😃
Serli Ati
syukurin penjarakan aja klu bisa siksa dulu biar kapok di cerai deh sama retno, 😃😃😃 seneng banget aq julio sengsara.
Serli Ati
rasain kamu julio manusia yg tak balas budi, kacang lupa sama kulitnya, uh sebel...
Serli Ati
emang dasar julio lelaki yg tidak bertanggung jawab, egois banget, kasihan siretno demi anak dia tepis rasa sakitnya, kurang baik bagaimana retno pada julio dari yg bukan siapa-siapa kamu julio sekarang jadi orang yg berhasil minimal kamu tau diri lah.
Serli Ati
sungguh licik ya julio dia mau buat perusahaan retno bangkrut ambil uang 500 juta utk bersenang-senang dengan angel alasan aja mau jual apartemen, orang apartemennya udah dibayar lunas sama rio, dan uangnya pun udah habis di singapura utk berjudi.
Leny Hui
a very great novel and there are many lessons that we can learn, highly recommended novels from the author
sungguh menguras air mata, tapi sangat puas n byk pelajaran yg bisa diambil dlm cerita ini
sungguh sangat terharu dgn novel ini
.
izin mammpir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!