Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 - Beradu acting
...Chapter 20...
...----------------...
Clarissa menatap meja riasnya, Pagi ini...ia libur karna hari weekend. Ia tersenyum mengingat sesuatu...
"Nona Clarissa, Hari ini anda ingin pergi ke mana?" Tanya Sera tersenyum sambil menyisir rambut Clarissa.
"Aku ingin jalan-jalan ke mall, Tolong bilang pada Robert untuk ikut bersamaku." Ucap Clarissa, Sera menatap bingung nonanya.
Sejak sebulan yang lalu, Robert dan nonanya itu sudah menjauh layaknya orang asing, Kini Clarissa malah ingin bersama Robert lagi, Bagaimana jika tuan muda Axion tau?
"Nona apa anda tidak salah?" Tanya Sera tidak percaya.
"Tentu saja, Sejujurnya aku ingin bertunangan dengan Robert, Tetapi...mommy pasti tak setuju." Ucap Clarissa cemberut.
"Nona jangan berbicara seperti itu, Nyonya amrita akan marah bila mendengar hal itu." Ucap Sera khawatir.
"Sera, Dengarkan aku. Mulai sekarang...jangan lagi membahas Axion lagi di hadapanku." Ucap Clarissa, Sera terkejut mendengarnya. Padahal baru tadi malam keduanya terlihat sangat harmonis.
"Aku membenci Axion." Ucap Clarissa dengan dingin, Sera pun memilih diam dan pergi memanggil Robert. Pada akhirnya semua ketakutan nyonya amrita akan jadi kenyataan.
"Clarissa, Mari kita lakukan hal yang seharusnya terjadi, Namun...dengan ending yang berbeda."
Clarissa menatap Axion bingung, Tatapannya berbeda sekali. Sangat tajam dan menakutkan.
"Maksudmu?"
"Clarissa, Mari kita hancurkan mereka seperti mereka menghancurkan kita. Apa kau bersedia berkerja sama denganku?"
"Aku...aku percaya dengan apapun pilihanmu."Ucap Clarissa, Axion pun memeluk Clarissa dengan erat.
Clarissa tersenyum sambil memutar gelangnya, Ia menatap cermin sambil mengingat rencananya bersama Axion.
"Clarissa, Kau ingin mengajak-ku pergi?" Robert datang dengan senyuman lebarnya, Clarissa bangkit dan menatap Robert dengan wajah bahagia.
"Robert, Aku merindukanmu." Ucap Clarissa memeluk Robert, Robert terkejut sekaligus senang.
"Ada apa Clarissa, Bukankah...bukankah kau sudah tidak menginginkanku lagi?" Tanya Robert cemberut.
"Kemarin, Aku hanya ingin menenangkan mommy dan Daddy, Jika mereka sudah tenang, Aku akan segera menjadikanmu tunanganku."Ucap Clarissa membujuk Robert, Diam-diam Robert tersenyum senang, Padahal ia pikir Clarissa benar-benar tak menginginkannya lagi, Ternyata semuanya hanyalah sandiwara Clarissa untuknya.
"Aku tau kau paling mencintaiku, Clarissa." Ucap Robert memeluk Clarissa tak kalah erat.
...--------------------------------...
Nadia baru saja pulang menjemput ibunya yang sudah keluar dari rumah sakit, Kini ia menggantikan ibunya untuk berkerja, Lantaran ibunya sudah tidak bisa berkerja lagi.
"Kau sudah mencuci baju, Jangan sampai nyonya dayanti mengeluhkan soal kinerjamu." Ucap Irfan menatap putrinya yang sedang mencuci baju.
"Aku juga sedang berkerja, Ayah!" Teriak Nadia dengan kesal, Tangannya terasa kebas dan keriput, Pakaian di rumah ini terlalu banyak, Butuh 5 pelayan untuk mengerjakannya.
"Kau tidak perlu mencuci baju." Ucap seseorang, Nadia menoleh dan menemukan Axion yang sedang menatapnya dengan senyuman manis. Wajah ramah dan bersahabat yang selalu pemuda itu berikan untuknya.
"Kak Axion!" Senyum gadis itu, Beberapa detik kemudian ia langsung kembali murung, Tidak! Axion sudah tidak menginginkannya lagi.
"Ada apa? Apa kau marah dengan sifat dinginku beberapa hari yang lalu?" Tanya Axion berjalan mendekat dan melihat kedua tangan Nadia.
"Bukankah anda hanya mencintai nona Clarissa, Anda kan sudah mau bertunangan dengannya."Ucap Nadia memalingkan wajahnya, Walaupun ia cukup senang melihat Axion kembali berbicara padanya.
"Nadia, Aku melakukan ini untukmu. Mommy tidak menyukaimu, Itu sebabnya aku mendekati Clarissa, Supaya mommy tidak mempersulit-mu dan ibumu." Ucap Axion membujuk Nadia.
"Benarkah!?" Gadis itu berbinar senang, Jadi Axion masih menyukainya.
"Yaa...Kau meragukan-ku?" Tanya Axion dengan cemberut, Nadia tersenyum dan menggenggam tangan pemuda itu.
"Aku tau kau hanya mencintaiku." Ucap Nadia memeluk Axion, Axion memeluk gadis itu tipis,
"Jika semua orang tau, Aku bisa membalas mempermalukan nona Clarissa."Batin Nadia.
"Kalau begitu, Kau bersiaplah untuk pergi, Aku ingin mengajakmu berbelanja." Ucap Axion tersenyum, Nadia pun berjingkrak girang.
"Tunggu aku!" Teriak gadis itu tanpa menghiraukan pekerjaannya, Ia bergegas mengganti baju.
...--------------------------------...
Robert tersenyum senang melihat Clarissa kembali menggenggam tangannya, Seperti yang mereka lakukan sejak kecil.
"Tolong bungkus jas ini dan sepatu itu yaa."Ucap Clarissa pada seorang pelayan toko, Ia membelikan Robert beberapa jas dan baju mahal.
"Apa kau senang?" Tanya Clarissa, Robert mengangguk.
"Aku sangat senang, Seharusnya kau bilang padaku jika sudah membuat rencana untukku, Kemarin aku sempat berpikir kau tidak membutuhkan ku lagi."Ucap Robert cemberut.
"Iya, Maafkan aku Robert. Aku melakukan semua ini hanya untukmu, Kalau aku bilang padamu, Aku takut kau menjadi kepikiran."Ucap Clarissa.
"Yasudah tidak apa-apa, Lagipula kau sudah tidak berpura-pura lagi." Ucap Robert tersenyum,
"Jika tuan muda Axion tau, Dia pasti akan sangat marah." Batin Robert.
"Semuanya sudah di kemas, Silahkan di bayar nona." Ucap pelayan itu, Clarissa pun mengeluarkan kartu hitamnya. Ia membayar tanpa ragu.
"Ayo kita makan."Ucap Clarissa mengajak Robert menuju sebuah restoran cepat saji, Dulu ini salah satu kebiasaan mereka.
Clarissa memesan menu seperti hamburger, Pizza dan minuman soda. Setelah memesan mereka menunggu sambil mengobrol.
"Robert, Apa kau benar-benar menyukai Nadia, Aku sangat cemburu saat kau bersamanya." Ucap Clarissa dengan wajah sedih,
"Aku dan Nadia itu hanya teman satu sekolah, Kami dekat hanya karna dia dan aku bernasib sama."Ucap Robert menggenggam tangan Clarissa yang berada di meja.
"Benarkah?" Clarissa menggenggam tangan Robert juga.
"Clarissa, Kamu itu cantik dan baik. Mana bisa di bandingkan dengan Nadia yang memiliki sifat buruk."Ucap Robert menenangkan Clarissa.
"Nona Nadia?!" Robert menatap ke belakang, Nadia tepat berada di belakangnya dengan wajah marah, Clarissa menutup mulutnya dengan cepat.
"Kalian....kenapa kalian bersama?!" Clarissa terkejut menatap kehadiran Axion, Nadia pun bergelayut manja di tangan Axion.
"Nona Clarissa, Kak Axion hanya mengajak-ku jalan-jalan, Kau tidak marah-kan?" Tanya Nadia tersenyum puas.
"Kau juga sedang apa kau bersama dengannya!" Bentak Axion melihat Robert dan Clarissa.
"Sejak kecil memang kami selalu bersama, Anda itu orang baru di kehidupan nona Clarissa!" Teriak Robert.
"Nona Clarissa, Saya ingin berbicara berdua dengan anda." Ucap Axion dengan dingin menarik kasar Clarissa.
Robert dan Nadia tersenyum puas melihat kedua orang itu menjadi tak akur, Setelah keduanya hilang dari pandangan, Robert dan Nadia saling memandang dengan tajam.
"Kau bilang kau hanya memanfaatkannya, Tapi ternyata kau juga menyukainya kan?!" Tanya Nadia berkaca-kaca.
"Lalu bagaimana denganmu? Kau juga kembali dengan tuan muda Axion."Ucap Robert bertanya balik.
"Tentu saja, Kak Axion tidak berbicara buruk tentangku, Sedangkan kau...Kau bilang nona Clarissa lebih baik dariku."Ucap Nadia menangis.
"Clarissa mendekati Axion hanya untuk melindungi ku dari keluarganya sedangkan kau, Kau menempel pada axion padahal kau mengatakan mencintaiku."Ucap Robert.
"Aku memang mencintaimu, Tetapi aku butuh kak Axion untuk di lihat semua orang, Sejak kapan kau meragukan-ku?"Tanya Nadia menatap Robert tak percaya.
"Aku juga sama denganmu, Lalu mengapa kau merasa marah hari ini, Seharusnya kau tak marah kan, Jika kau percaya padaku?" Tanya Robert
"Aku selalu percaya padamu, Tetapi nona Clarissa, Dia perempuan licik." Ucap Nadia.
"Cukup! Kau selalu mengatakan Clarissa licik, Padahal kemarin kau yang mendorongnya hingga dia terluka, Atau jangan-jangan, Kemarin kau mendorongnya karna kau cemburu padanya karna axion?!" Tanya Robert.
"Kau salah, Aku mendorongnya karna hal lain, Bukan karna Axion!" Ucap Nadia.
"Lalu karna apa?!"
"Aku tidak bisa mengatakannya." Ucap Nadia menangis, Robert memundurkan langkahnya, Nafasnya tak beraturan saking marahnya.
"Baiklah, Aku tidak akan memaksamu. Mulai sekarang kita kerjakan urusan kita masing-masing." Ucap Robert final.
"Robert, Kau bilang kau mencintaiku? Apa karna hari ini nona Clarissa baik padamu lagi, Kau mengacuhkan ku?" Tanya Nadia bersimpuh, Tubuhnya tak sanggup berdiri tegap.
"Aku juga mencintaimu, Tetapi kau selalu bersikap seenaknya. "Ucap Robert,
Clarissa datang dengan derai air mata, Robert menatapnya dengan khawatir. Axion juga datang dengan wajah emosi.
"Kau gadis sombong, Sejak awal sudah sepantasnya kau ku hindari!" Makinya pada Clarissa.
"Robert, Memangnya salah bila aku memilihmu, Dia marah padaku." Ucap Clarissa menangis, Hati Robert menjadi tak tega.
"Tuan muda Axion, Anda tidak berhak menghina Clarissa seperti ini!" Bentak Robert.
"Berani sekali kau membuat Nadia menangis, Aku akan menghancurkan keluargamu!" Teriak Axion menghapus air mata nadia. Nadia menatap Axion yang mencoba melindunginya dengan derai air mata, ia sadar sekarang di bandingkan Robert, Cinta Axion lebih besar untuknya.
"Jangan coba-coba menyentuh Robert, Aku tidak akan tinggal diam!" Teriak Clarissa. Robert tersenyum senang, Clarissa-nya membelanya lagi. Ia sadar bahwa di bandingkan Nadia, Clarissa lah gadis yang terbaik untuknya.
"Acting gadisku memang keren." Batin axion menatap Clarissa.
"Aku tidak perlu mengajari acting antagonis priaku lagi."batin Clarissa menatap Axion.
TBC
Like dan komen.