NovelToon NovelToon
ARANA

ARANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Romansa-Teen school
Popularitas:77.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aniya Dewi

Gadis lugu yang pandai menyembunyikan luka dihati nya, ceria itulah dia, namun siapa sangka Arana yang dikenal ceria itu sering menyendiri, memendam perasaan nya sendiri.

Ia yang sering memperdulikan orang lain dibanding dirinya sendiri. Kebahagian nya ia anggap belakangan.

Hujan. Ara sangat suka, disaat ia suka menyendiri, rintik rintik nya menemani dirinya, hingga ia berpikir akan mencari sosok pelangi untuk nya.

Mampukah ia mencar pelangi tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-24

Hari mulai sore, sedangkan Ara masih didalam gudang sendirian, ponsel nya lowbat ia tidak bisa memberi tahu siapapun, ia bertekuk lutut dengan wajah nya yang tertutup oleh rambut nya.

Semilir angin menghembus rambut nya, Ara mengeratkan pelukan di lututnya, takut yang ia rasakan. Dalam hati ia terus berdoa agar ada yang menolong nya.

Namun kemungkinan itu tidak bisa terjadi, siapa yang disekolah sore hari? Terlintas dibenak nya seseorang yang selalu bersama nya, Lion.

Tapi.. mana mungkin Lion bisa menolong nya? Lion sedang sakit, lalu Ori dan Gusti? Bagaimana bisa mereka menemukan dirinya?

"Hiks ..." Ara menangis.

Disaat seperti ini ia merasa tidak ada seseorang yang bersama nya, kali ini ia benar-benar sendirian.

Tapi mengapa hati nya selalu berharap Lion akan menolong nya..

"Lion.. hiks, tolong Ara" lirih nya menangis.

"Tolong.. hiks"

Klek klek.. klek klek

Suara kenop pintu di tarik-ulur, Ara terdiam. Siapa diluar?

Siapa yang disekolah larut sore? Apa mungkin.. hantu?

Tubuh Ara merinding seketika, ia lebih mempererat pelukannya pada lutut nya. Hingga suara dobrakan pintu membuat nya terperanjat.

Brak!!

Ara ingin melihat siapa itu, tetapi rasa takut sudah merubungi dirinya. Ara melihat sosok bayangan mendekat ke arah nya, nafas Ara memburu, jantung nya berpacu lebih cepat.

"Ara mohon.. jangan"

"Ara..?" tubuh Ara menegang mendengar

suara seseorang itu. Suara itu Ara kenal. Ara mendonggak dan melihat wajah orang itu.

Mengetahui siapa seseorang itu, Ara bangun dan langsung memeluknya.

"Albar.."

Ara mempererat pelukannya takut nya sudah tidak terasa karna Albar datang dan menolong nya.

"Bawa Ara pergi dari sini Bar.. Ara takut.." lirih Ara, sesaat Albar ingin membalas pelukan nya tetapi ia teringat Ara yang mencelakai Selin.

Ara melepas pelukan nya, ia menunduk dengan berurai air mata, ia takut. Sungguh.

"Jangan takut gue ada disini" Albar melepas jaket yang melekat ditubuh nya dan memakaikan nya ke Ara.

"Ayo" Albar menggenggam erat tangan Ara membawa nya keluar dari gudang itu. Ara menghapus air mata nya melihat sekolah yang sudah sepi karna sudah lebih dari jam sekolah, tetapi Albar? Kenapa Albar masih disekolah?

Sampai diparkiran Albar berhenti begitupula dengan Ara.

"Lo tunggu sini, gue ngambil motor dulu" ucap Albar, Ara mengangguk.

Albar berjalan ke arah motor nya diparkir, sampai nya ia diparkiran motor nya ia terkejut ketika melihat ban nya yang kempes.

Albar mendengus kesal, lalu berjalan kembali menghampiri Ara.

"Motor gue ban nya kempes. Angkot jam segini gak bakal dateng, enggak jauh dari sini ada halte bis bentar lagi bis nyampe disana, lo masih bisa jalankan?" Albar bertanya, Ara mengangguk arti ia masih bisa berjalan walau kaki nya gemetar.

Keduanya berjalan berdampingan suasana hening mereka tidak berbicara apapun. Sampai Albar bertanya kepada Ara.

"Lo gak papa?" tanya nya.

"Kenapa harus Albar?" Albar mengernyitkan dahi nya, ia tak mengerti dengan jawaban Ara.

"Maksud lo?"

"Ara tau Albar benci sama Ara, seharusnya Albar ngebiarin Ara digudang sendirian, tapi kenapa Albar nolong Ara?" kini keduanya berbicara sehadapan.

"Sebenci-benci nya gue sama lo, gue juga masih punya belas kasihan" jawab Albar. Ara membuang nafas nya pedih, ia memejamkan mata nya karna jawaban Albar.

"Ara gak butuh belas kasihan Albar, tapi Ara ngucap makasih karna Albar udah nolong Ara walau itu pake belas kasihan" ucap Ara melepas jaket Albar dari tubuh nya dan memberikan nya kembali ke Albar.

Lalu Ara kembali berjalan meninggalkan Albar, Albar menyusul nya suasana pun kembali hening beberapa saat, lalu Albar kembali berbicara.

"Lo ngapain digudang sendirian?" tanya nya.

Dalam hati Ara membatin, jika ia menjawab jika ia dikunci dari luar dari Selin, Albar pasti tidak akan percaya.

"Kalo Ara bilang apa Albar bakal percaya?" tanya Ara balik

"Tergantung" jawab Albar.

"Selin ngunci Ara dari luar" seketika langkah kaki Albar terhenti, jarak langkah kaki mereka

satu langkah karna Albar yang berhenti.

"Lo gak merasa bersalah? Setelah lo nyelakain Selin, lo sekarang nuduh dia?" ucap Albar.

Ara berbalik dan menatap Albar.

"Udah Ara bilang, Albar gak akan percaya. Jadi stop untuk nanya sama Ara kalau ujung-ujungnya Albar gak akan percaya" Ara kembali berbalik menghadap depan. Albar berjalan dan menghadapkan Ara ke hadapan nya

"Lo salah Ra, bukan gini cara nya. Lo suka sama gue bukan gini cara nya, dengan lo nyelakain Selin apa lo ngedapetin gue? Dia sahabat lo sendiri Ra" ujar Albar.

"Selin juga salah Albar. Ara mohon liat dengan kedua sisi, cari kebenaran nya. Dengan Albar ngedenger dari mulut satu aja Albar langsung percaya?" kata kata Ara membuat Albar terdiam.

"Cari kebenaran nya Albar"

***

"Lo.. kok ke rumah Lion?" Albar mengernyit ketika Ara berhenti dirumah Lion.

"Ara tinggal sama Lion" jawab Ara memasuki gerbang rumah Lion dengan diikuti Albar.

"Lo tinggal sama Lion berdua?" Ara mengangguk.

"Ra, kalo ketauan warga sini, bakal jadi fitnah" jelas Albar.

"Warga sini gak pernah ikut campur Albar, seharusnya Albar juga gitu. Jangan ikut campur, tanya sama diri Albar. Albar siapa?"

balasan Ara membuat Albar bungkam.

Sedangkan disisi lain, Lion frustasi karna jawaban Gusti dan Ori yang belum menemukan keberadaan Ara sampai sekarang mereka masih berada disekitar sekolah untuk mencari Ara. Lion pun sudah menghubungi rumah Ara, namun tidak ada yang menjawab.

Lion yang emosi bangun dari sofa memberantakan benda dimeja dan menendang meja tersebut, vas vas disamping nya ia hancurkan. Hingga rumah nya pun berantakan.

Belum selesai dengan itu Lion meninju-ninju tembok, ia merasa tak berguna pikiran nya bimbang jika ia pergi juga untuk mencari Ara lalu Ara melihat ia yang sudah sembuh apakah Ara akan pergi dari rumah nya?

Tidak, Lion tidak mau. Tetapi jika ia terus berdiam dirumah, Ara tidak akan ditemukan. Lion harus bagaimana ia tidak tahu harus apa.

"AAAAAAH!" Lion berteriak frustasi.

ia melihat vas kaca yang berada di sebelah nya, Lion pun mengambil vas tersebut dan hendak memecahkan nya sebelum suara seseorang menghentikan dirinya.

"Lion stop!" itu adalah suara yang ia nantikan sejak tadi.

Ara.

Lion mendonggak melihat Ara yang berjalan menghampiri nya dengan tergesa-gesa, sampai nya dihadapan Lion, Ara langsung mengambil alih vas yang berada ditangan nya dan menepatkan nya ketempat semula.

"Lion ngapain?? Nanti kalo terjadi apa apa

sama Lion gimana??? Seharusnya Lion pikir dulu! Liat tuhkan tangan Lion--" belum sempat menyelesaikan ucapan nya Ara dikagetkan dengan Lion yang memeluk nya tiba-tiba.

"Lo dari mana.. gue khawatir" lirih Lion. Ara

tersenyum lalu mengelus punggung Lion.

"Ara gak apa apa Lion.."

Sedangkan seseorang yang sejak tadi berada dipintu itu mematung melihat kedekatan Ara dan Lion, seseorang itu Albar.

Entah kenapa Albar merasa sedikit tak suka ketika Lion memeluk Ara sekhawatir itu, karna itu Albar langsung pergi dari rumah Lion meninggalkan kedua orang itu yang sampai sekarang belum melepas pelukan nya.

"Lo gak papa? Lo ada yang luka?" Lion

melepas pelukan nya namun ia memegang kedua pundak Ara melihat jika Ara luka atau tidak nya.

"Ara gak kenapa-kenapa Lion.." jawab Ara, terlihat jelas Lion sangat khawatir kepada nya.

"Terus kenapa lo pulang telat?" tanya Lion.

"Itu ... Itu Ara ada tugas jadi Ara kerjain dulu" ucap Ara berbohong.

"Terus lo kenapa gak telefon gua? Lo gak bisa kasih kabar ke gua?" cerca Lion.

"Maaf.., hp Ara lowbat Lion jadi gak sempet bilang ke Lion" itu benar, jika ponsel nya hidup ia pasti langsung memberi tahu Lion jika ia dikunci digudang.

"Tapi.. kok..??" Ara melihat Lion dari bawah sampai atas.

"Lion udah bisa jalan?????!! Lion udah sembuh?????" tanya Ara dengan wajah semangat. Lion blak-blakan, ia langsung berakting kesakitan memegang pundak Ara supaya ia tak jatuh, Ara langsung membantu nya.

"Belum lah, gue tadi reflek berdiri" jawab Lion asal, bodoh nya Ara mengangguk angguk.

"Uhm.. kira Ara Lion udah sembuh, yaudah Lion jangan banyak-banyak berdiri ayo Ara anter ke kamar" ucap Ara mengambil tangan Lion dan mengalungkan lengan nya di belakang kepala nya, membantu Lion untuk kekamar nya.

"Astaga... " Ara melihat berantakan dimana-mana, lalu ia melihat Lion yang melihat ke arah lain seakan ia tak ingin disalahi.

"Lion jadi singa garong" ucap Ara terkekeh menggelengkan kepala nya.

Diam-diam Lion tersenyum.

***

"Sini.. ya.." Ara membantu membaringkan Lion diranjang nya ketika mereka sudah sampai dikamar.

"Lion Ara obatin tangan nya dulu ya..." Ara memegang tangan Lion melihat merah nya tangan Lion dengan beberapa kulit mengelupas.

"Gak usah, merah doang" jawab Lion sambil memainkan handphone nya dengan tangan nya yang lain.

"Iiih gak bisa gitu, tunggu bentar" Ara bangkit dan mengambil kotak p3k.

Kembali nya ia dengan kotak p3k ditangan nya.

"Sini tangan nya" Ara menarik tangan Lion, menaruh nya dipaha nya. Ara mulai membersihkan luka Lion dan memberikan nya salep.

Sedangkan Lion memperhatikan Ara yang sedang mengobati tangan nya.

"Lion tau dulu waktu kecil Ara pernah mikir gini.." Ara mengobati sambil bercerita.

"Kok tangan Ara bisa digerakin ya?" suasana hening, Lion belum paham.

"Iya bener Lion, dulu Ara pernah mikir gitu. Kok tangan Ara bisa gerak, terus kok bisa digitu gituin" ceritanya.

"Tapi sampe sekarang Ara masih mikir gitu" lanjutnya.

"Lion" panggil Ara setelah selesai mengobati. Lion menatap Ara.

"Hm?" Lion menjawab berdehem.

"Kok tangan Ara bisa digerakin ya?"

"Tuh liat tuh" Ara menggerakkan tangan nya.

"Huweee liat tuh, tuh tangan Ara bisa Ara

bengkokin, huahuahua Lion kok bisa huweee"

Ara mengibas-ibaskan tangan nya, berbentuk-bentuk berbeda, dengan ekspresi menangis nan kecewa.

1
Ika Kediri
GK up lagi kh Thor???
auliaaa
bgs
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Ini kenapa ga d lanjut lagi sih nel buset dah padahal rame bener
Silvi Rahmadani
next thor
Yessi Widya
next kpn?
×¢∆s∆}w{✓™e®[`e¶{✓t™£]y
kaget aku, selama itu ceritanya nggak dilanjutin.
up ya kak, karyanya bagus🐣
Maulana Yusup: iya wkwk
total 1 replies
Risa
up dong thor
Fitri Yani
ayo update kak
Fitri Yani
ayo kak udah kek banget sma cerita nya
Fitri Yani
kak ayok apdet lagii
Fitri Yani
kok beda sama yg di wp ya kak?
Fauziyatut Tamami
kpn up nya...lamanya..
Shaza
lanjut lagi thor
Tri Retno
ayo Thor up lagi
jangan lama"y😉😉
Fauziyatut Tamami
kpn ini up nya ya...
Dianherlina Siswoyo
di tunggu up nya thor
Dianherlina Siswoyo
jangan² si Ara anak nya mantan nya si Arkan dulu nih yg membuat Arkan trauma makanya dia sebel sama ara
Biancha Da Silva
kapan up lagi Thor ?
Fauziyatut Tamami
ayolah thor...kpn ini up nya..balak balik cek belum ada up...
Piet Mayong
lagi srru serunya kok gak up lagi ya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!