menjadi wanita penggoda ataupun mendapatkan gelar Pelakor bukanlah keinginan Anita. tapi karna keadaan ia terpaksa menjual diri dan kesuciannyanyang sudah ia jaga selama 18 tahun kepada seorang pria yang umurnya 10 tahun lebih tua dari Anita.
Anita tak tahu menahu jika seorang pria yang membeli dirinya telah menikah, Namun yang pasti Anita hanya tahu bahwa dia dan dirinya saling membutuhkan. Pria itu membutuhkan Kepuasan dan Anita membutuhkan Uang untuk Biaya operasi sang ibu.
karna merasa tertarik laki-laki itu pun menawarkan uang yang banyak dan segala kebutuhan Anita akan ia tanggung. barang mewah dan perhiasan tentu kebutuhan yang setiap harinya akan dipenuhi juga. Anita tentu tergiur dengan tawaran itu, akan tetapi apakah Anita akan menerima tawaran itu? Lalu bagaimana dengan istri pertama dari pria yang sudah tidur dengannya? Apakah Anita memilih mendapatkan Gelar predikat "Wanita Penggoda?"
Baca Kisah Kelanjutan Anita di cerita novel "Aku Wanita Penggoda".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Ada apa ini?!!!!" ucap seseorang dengan tegas.
Deg!!! Anita menoleh dan terkejut melihat siapa yang datang.
"Apa yang terjadi?" Tanya Rey pada Anita.
"Aku.. aku tidak sengaja menabrak nya dengan troli yang berat ini." Jujur anita
"Terus?" Tanya Rey kembali. " Dia.. dia meminta ganti rugi untuk perawatan kulitnya yang katanya lecet!" Jawab Anita kembali .
"Oh ya?? Berapa?" Tanya Rey santai.
"300 juta!" Ketus Anjani .
"300 juta? Murah sekali nyonya! Berikan no rekeningmu biar saya ganti rugi,dan saya akan memberinya lebih!" Ucap Rey menantang dengan nada sombong.
"Hahaha siapa anda??? Ini urusan saya dengan gadis miskin ini tuan!" Imbuh Anjani yang membuat Rey geram.
"Gadis miskin?? Oh ya? Memangnya kenapa jika dia gadis miskin? Dan apa kau wanita kaya?" Tanya Rey kembali dengan senyum sinis.
"Tentu saja,perusahaan ku perusahaan terbesar di negara ini!" Kata Anjani dengan percaya diri.
"Jika kau benar-benar kaya,kau tidak mungkin meminta ganti rugi pada gadis miskin yang jelas anda sudah tau kondisinya bukan? Dan ya berikan nomer rekeningmu sekarang juga!!" Ucao Rey dengan nada cool.
"Dengan senang hati!" Ujar anjani dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"TRINGG!!" bunyi ponsel Anjani pertanda notifikasi transferan uang sebesar 500 juta dari Rey yang sebenarnya Anjani tak mengetahui siapa pria yang berani bertanggung jawab pada Anita.
"Sudah?kalo begitu kami permisi nyonya Kaya Raya!" Ujar Rey penuh tekanan. Anita dan Rey pun berlalu pergi membawa troli belanjaannya untuk segera melakukan transaksi pembayaran di kasir.
Anjani dirundung amarah,kesal. Ia pun bertanya siapa pria yang begitu memakai pakaian tertutup yang bersama dengan Anita itu. Anjani terus menatap punggung keduanya dan kemudian Anjani segera berlalu pergi dari mall tersebut untuk pulang.
Sementara Anita,sedari tadi ia hanya terus diam saja. Ia takut jika Anjani akan bertanya-tanya dan mencari informasi tentang dirinya. Pasalnya Anita tau jika Anjani adalah orang yang ambisius ia tidak akan menyerah sebelum orang yang ia benci benar-benar menderita.
Sebenarnya pula Anita bertanya-tanya, apa penyebab Anjani begitu membenci dia dan ibunya. Terlebih Anita baru mengenal dia ketika ia sudah jelas merebut ayahnya dari ibu Anita.
Rey yang menyadari sikap Anita yang hanya diam sedari tadi pun merasa ada yang salah dengannya. Rey pun segera mempercepat pembayarannya setelah selesai ia mengajak Anita duduk di kursi yang ada didekat kasir tersebut.
"Hey! Kenapa? Siapa dia? Apa kau mengenalnya?" Tanya Rey dengan suara yang lembut.
"Dia..aku tidak mengenalnya." Ujar Anita berbohong karna tidak mau orang lain mengetahui kisah kehidupannya dibawah bahtera rumah tangga orangtuanya yang hancur.
Rey yang tau Anita berbohong hanya tersenyum , sebenarnya Rey tau jika wanita tadi adalah orang yang merebut ayah Anita. Ya, jangan lupa dia adalah Rey Agatha pengusaha sukses yang tau akan banyak hal tentang Anita. Memang sebelum menikahinya Rey tentu saja sudah mencari seluruh data dan asal muasal keluarga Anita secara diam-diam lewat asisten pribadinya yaitu Zoy.
"Yasudah,jangan dipikirkan lagi. Ini hari berdua kita jadi ayo nikmati" ajak Rey sambil mengelus punggung Anita. Anita yang diperlakukan lembut oleh Rey ia hanya menitikan air mata dalam diam kemudian segera menghapusnya. Ia tak mau membuat Rey khawatir akan dirinya.
Jujur saja, Anita sangat senang diperlakukan seperti itu dan entah mengapa seberat apapun masalah yang menerpanya jika ia berada di dekat Rey, Anita jauh lebih tenang. Pikir Anita, akankah Rey mampu menjadi sosok manusia pelindung abgi dirinya hingga kelak. Namun segera Anita menepis pikirannya itu,ia tau bahwa itu hanya angan belaka. Anita tak mau berharap lebih pada Rey,takut jika harapannya akan membuat dirinya semakin sakit dan terluka.dan untuk sekarang Anita hanya mampu berterimakasih pada Rey,karna sudah membantu dirinya dari masa kesulitan.
"Oh ya,sebelum pulang apa kamu mau membeli sesuatu dulu?" Tanya Rey .
"Aku?? Aku ingin eskrim jumbo rasa coklat" ujar Anita yang tiba-tiba saja ingin eskrim rasa coklat itu.
"Jumbo???" Tanya Rey yang dijawab dengan anggukan.
"Baiklah aku pergi mencari dulu sebentar dan kamu tunggulah disini dengan belanjaannya!" Ucap Rey yang sudah beranjak berdiri.
"Ok suamiku hehehe" ucap Anita dengan mata berbinar.
Rey pun segera mencari eskrim yang diinginkan Anita. Rey mencari kesana kemari namun rasa coklat ternyata sudah habis. Akhirnya setelah mencari cukup lama,Rey pun menemukannya. Ia pun segera menghampiri Anita yang kini sedang duduk dan keringat yang menghiasi kening nya.
"Nih!" Ujar Rey menyodorkan eskrim jumbo rasa coklat.
"Ahhhhh kau mendapatkannya , tapi ko lama?" Tanya Anita sambil menjilat eskrimnya.
"Aku mencarinya dulu ,eskrim rasa coklat habis stok dibeberapa toko yang ku temui" ujar Rey sambil mengangkat belanjaannya dan berdiri.
"Ayo pulang ." Ajak Rey, tapi Anita tak menjawab ia hanya diam .
"Kenapa? Apa ada sesuatu yang harus dibeli lagi?" Tanya Rey yang segera dijawab kilat oleh Anita.
"Tidak!! Mmm ada eh!!" Ucap Anita kikuk.
"Apa? Katakan saja!"
"Boleh tidak,aku itu..mmm aku ya itu mm.."
"Apa?" Tanya Rey kembali penasaran .
"Aku ingin berfoto denganmu untuk dijadikan kenang-kenangan hehe" ujar Anita jujur.
"Itu saja? Hahahaha kau ini kenapa lama sekali bicara seperti itu saja! Ayo sini mendekat! Ucap Rey yang sudah merogoh ponselnya di saku celana. Anita pun dengan senang ia segera mendekat bahkan merengkuh pinggang Rey dan melakukan beberapa pose yang lucu dengan Rey. Anita merasa senang sedangkan orang lain yang melihat tingkah 2 sejoli itu hanya geleng-geleng kepala.
"Terimakasih mas,ayo pulang !" Ajak Anita.
"Sama-sama, nanti aku kirim fotonya ke ponselmu!" Ujar Rey tersenyum.
"Ok boss!!" Ujar Anita dengan tangan yang memberi hormat pada Rey. Sedangkan Rey hanya tersenyum gemas karna tingkah Anita yang menurutnya lucu.
Anita dan Rey pun segera pulang. Lembayung senja yang mulai muncul menghiasi langit ibu kota. Memberi keindahan bagi setiap manusia yang ada dibawahnya,tak terkecuali dengan Rey dan Anita. Anita yang sudah terlelap mungkin karna kelelahan dan Rey yang sedang mengemudi.
Sesampainya diappartment Rey pun membopong tubuh Anita yang sedang terlelap tidur. Kemudian barang belanjaan nya dibawa oleh pelayan disana yang sengaja Rey panggil. Setelah menidurkan Anita,Rey pun segera menyusun barang belanjaannya didapur tak lupa ia juga mencium kening Anita yang matanya sedang terlelap sangat tenang.kemudian setelah selesai ia berlalu pergi untuk segera pulang. Ia yakin istrinya Maria sudah menunggunya untuk makan malam bersama.
...Bersambung.......
kok gak ada kelanjutannya
aku udh lma bngetttt lho nunggunya ini tp blum di up kembaliiii
pas anita hamil rey udh mulai jarang nengokin anita pdhl anita lg hamil..si rey blm tau aja.. anita hnya butuh prhatian.. sedih dah pkoknya
ini udah ganti tahun loh thor
haduhhh
si anita jg gw rsa hamil..