Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Di Restoran.
Seperti biasa Aryan sedang duduk menunggu sang pujaan hati, untuk makan siang bersama, dia terus memandangi jam yang ada di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukan pukul 12.00 tapi Calista tak kunjung datang.
"Huhh apa dia tidak datang ya". gumam aryan.
Di sisi lain keluarga mahendra dan wijaya yang sedang berjalan, sudah hampir dekat dengan restoran.Aryan langsung mengalihkan pandangannya kepada mereka dan dia sangat terkejut. "Hahhh itu kan papah, dan ituu papahnya calista?. aduh gawat ini".
Aryan langsung berdiri dari duduknya,kemudian berlari menuju ke dapur.
"Jery!!". Aryan memanggil Jery dengan paniknya.
Jery langsung menghampiri Aryan. "Ada apa tuan?, kok panik begitu".
"I-itu ada papah saya sama papahnya calista, nanti kalo papah saya tanya bilang aja saya gak ada disini, bilang saya lagi meeting ya". Aryan langsung berlari keluar dengan sedikit membungkukan badanya, agar tidak terlihat.
Pak Bram yang sudah sampai di Restoran, kemudian tidak sengaja melihat Aryan yang berlari.
"Aryann!!" teriak papah, tapi Aryan tidak berhenti dia terus berlari.
"Aryan??, seperti nama pelayan itu, ahhh tapi nama aryan kan banyak" gumam pak Mahendra dalam hati.
Ia pun bertanya pada Bram. "Siapa Bram?".
"Sepertinya anak saya tadi, tapi kenapa dia lari ya?".
Jery langsung keluar dan menyambut mereka. "Selamat siang tuan nyonya, silahkan duduk".
Mereka pun duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan.
"Silahkan tuan nyonya mau pesan apa?" ucap Jery sambil memberikan buku menu pada mereka.
"Apakah Aryan ada disini?" tanya pak Bram pada Jery.
"Mmm gak ada tuan, katanya dia sedang meeting di kantor". Jawab Jery.
"Lohh tadi katanya gak ada meeting, Aryan gimana sih" gumam pak Bram dalam hati.
Akhirnya mereka pun memesan beberapa menu di restoran tersebut. Jery langsung segera membuatkan pesanan mereka.
Sambil menunggu pesanan datang mereka ngobrol ngobrol.
"Jadi restoran ini punya anak kamu Bram?" tanya pak Mahendra.
"Iya, kebetulan dia baru buka cabang disini. ya sudah lumayan banyak cabangnya." Ucap pak Bram.
"Terus perusahaan kamu gimana, apa masih kamu yang mengurusnya?".
"Anak saya yang mengurusnya, maklum lah saya ini udah mulai tua, tapi ya terkadang saya masih sering berkunjung ke perusahaan saya, paling kalo ada meeting yang sangat penting, tapi selebihnya anak saya yang meng handle semua".
"Wahhh hebat anak kamu itu ya, bisa ngurus perusahaan sama restoran".
"Ohh iya mahendra kamu masih inget kan, perjanjian kita saat anak kita masih kecil loh, kita kan berjanji akan menjodohkan mereka kalo besar nanti". Ucap pak Bram
"Hahaha kamu masih inget aja, saya juga sudah lupa, ya saya pikir kamu kan cuman bercanda". Jawab pak Mahendra sambil tertawa kecil.
"Tidak lah Saya serius, lagian anak saya itu sudah besar dan sudah pantas untuk menikah". Ucap pak Bram.
Pak Mahendra pun sangat senang dengan tawaran pak Bram untuk menjodohkan anaknya.
Pak Mahendra juga sempat bercerita kepada pak Bram soal kedekatan calista dengan seorang pelayan, tapi dia menjelaskan bahwa mereka hnya berteman karena mahendra juga tidak setuju dengan hubungan mereka, dan dia juga menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud matre atau apapun itu, karena mahendra ingin melihat Calista hidup bahagia.
Flash back on
Dulu Calista mempunyai seorang kekasih yang sangat kaya dan sukses, mereka berdua juga sudah berencana untuk melaksanakan acara pertunangan, tapi di saat itu juga calista telah mengetahui bahwa kekasihnya telah berumah tangga, dan kekayaan dia ternyata harta dari istrinya. Calista sangat terpukul dengan kejadian itu, dia juga sempat terauma, dari kejadian itu lah calista memilih untuk mencari orang yang biasa saja. karena baginya harta tidak menjamin sebuah cinta.
Flash back off
Pesanan telah siap semua, Jery langsung mengantarkan pesanan mereka.
Saat Jery sedang menyiapkan makanannya di meja, dia tidak sengaja mendengar obrolan mereka.
"Saya tuh gak bermaksud matre Bram, tapi kalo di lihat dari penampilan lelaki itu bukan laki laki yang baik, motornya butut lagi" ucap pak Mahendra.
"Huss papah, jangan gitu dong pah" ucap bu Yunita.
"Hahaha, iya iya saya tau kok setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya" ucap pak Bram.
"Wahh kayanya yang di omongin motor aku, sembarangan aja kalo ngomong om ini, gitu gitu juga itu kan motor peninggalan bapaku". Gumam Jery dalam hati.
Mereka pun menyantap makan siangnya, tiba tiba ketika mereka sedang makan siang. Pak bram melihat Thomas yang baru saja keluar dari ruangan Aryan.
"Thomas!" panggil pak Bram.
Thomas pun langsung menghampiri nya. "Tuan Wijaya?".
"Lohhh katanya Aryan lagi meeting kok kamu malah disini?".
Thomas kebingungan dan tidak tahu apa apa. "Tuan ngapain lagi sih, mau sandiwara kaya gini kok gak bilang bilang" gumamnya dalam hati.
"Hemmm iya tuan, ini juga saya mau menyusul kok, permisi tuan". Thomas langsung bergegas pergi.
"Huhh aneh sekali mereka ya" gumam pak Bram dalam hati.
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka.