NovelToon NovelToon
DIA DARI MASA LALUKU

DIA DARI MASA LALUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Selingkuh / Obsesi
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: yavarnie

Sana hanya ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya sekaligus ibu yang baik baik anak tirinya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa pernikahan itu akan mempertemukannya kembali dengan seseorang dari masa lalunya.

Seseorang yang ternyata belum benar-benar melupakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yavarnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa yang udah dia kasih?

...•••...

“Lo beneran cinta sama Papa?” tanya Jay kembali menegakkan tubuhnya. Menatap perempuan itu dengan tatapan menuntut.

Mulut perempuan itu sudah terbuka, hendak mengatakan sesuatu, tapi seorang pekerja menghentikan.

“Nyonya.”

Sontak Jay dan perempuan itu menoleh ke arah pekerja wanita.

“Tadi Tuan telpon. Katanya Tuan mau nyonya datang ke kantor untuk makan siang bersama. Sekalian hp nya dinyalakan,” katanya.

“Oh, iya, Bi.” Jawab perempuan itu sambil menganggukkan kepala.

Setelah kepergian pekerja itu, Jay kembali menatap perempuan di hadapannya.

“Jangan pergi sebelum lo ngejelasin semuanya!” serunya sembari mencengkeram pergelangan tangan perempuan itu.

“Atau… lo nikahin Papa karena hartanya?”

Perempuan itu mendengus, lalu menyentakkan tangannya dengan kasar hingga terlepas dari cengkeraman Jay. “Kalau kamu punya asumsi sendiri, ya, terserah.”

Rahang Jay mengeras. Ia menatap perempuan itu dengan sorot mata tajam, berusaha menahan amarah yang kian mendesak keluar.

“Gue punya asumsi sendiri karena gue nggak tahu fakta yang sebenarnya! Makannya lo ngomong! Jelasin semuanya!” Suara Jay meninggi. “Jangan bikin gue ngerasa jadi orang dongo!”

Kesabarannya benar-benar habis. Ada begitu banyak hal yang ingin ia tanyakan, tetapi perempuan itu justru terus menghindar, seolah-olah Jay tak berhak mengetahui apa pun.

Perempuan itu sama sekali tak menggubrisnya. Ia berbalik dan melangkah meninggalkan dapur, membiarkan Jay berdiri sendirian bersama pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung terjawab.

Jay mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Urat-urat di punggung tangannya menonjol, sementara rahangnya mengatup kuat hingga giginya beradu. Napasnya memburu. Dadanya terasa sesak oleh amarah yang tak tahu harus dilampiaskan ke mana.

Sialan.

Ia bahkan tak tahu mana yang lebih membuatnya murka, kenyataan bahwa perempuan itu mungkin menikahi ayahnya demi harta atau sikapnya yang seolah tak peduli betapa kacau pikirannya saat ini.

Yang jelas, Jay muak diperlakukan seolah-olah dirinya tak lebih dari orang bodoh yang tak pantas mendapat penjelasan.

Jay melangkah meninggalkan dapur dengan langkah tegap. Ia berjalan menuju pintu rumah, berniat mencari udara segar sekaligus menjernihkan pikirannya yang terlanjur kacau.

Apa susahnya mengatakan yang sebenarnya?

Pertanyaan itu terus berputar di benaknya. Mengapa perempuan itu selalu memilih menghindar, seolah-olah menjelaskan sesuatu kepadanya merupakan perkara yang begitu sulit?

“Nih. Rokok yang lo minta.”

Begitu membuka pintu rumahnya, ia langsung disuguhi sahabatnya yang sedang mengulurkan sebungkus rokok.

“Thanks.”

Jay menyambar bungkus rokok itu, lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Sian, dipisahkan oleh sebuah meja kayu jati bundar.

“Koreknya—”

“Nih.” Sian lebih dulu menyodorkan korek api kepadanya.

Jay menyunggingkan senyum lebar. “Perhatian banget,” kekehnya.

Ia menyelipkan sebatang rokok di antara bibir, lalu menyalakan korek api. Setelah mengisapnya dalam-dalam, Jay mengembuskan asap ke udara. Merasa sedang diperhatikan, ia melirik Sian yang duduk di seberangnya.

“Kenapa? Demen lo sama gue? Sorry ye gue masih demen melon.”

“Fuck!” Sian mengangkat kedua tangannya dan mengacungkan jari tengahnya dengan ekspresi datar.

Jay hanya terkekeh. Kembali mengisap rokoknya.

“Sebenarnya, lo capek nggak sih hidup kayak gini terus?” tanya Sian dengan nada serius.

“Bukan tentang hidup lo yang serba berkecukupan itu,” lanjut Sian. “Tapi tentang perasaan lo sama orang yang katanya lo cintai.”

Jay mengembuskan asap rokoknya perlahan. Ia menatap Sian dengan ekspresi heran, seolah-olah belum menangkap arah pembicaraan itu. “Maksud?”

“Jangan pura-pura bego!”

“Gue emang nggak ngerti.”

“Ck!” Sian berdecak, tampak kehilangan kesabaran menghadapi kebodohan yang menurutnya dibuat-buat itu. “Sebenarnya, dulu tuh dia suka sama lo nggak sih? Kenapa lo sampai segitunya ngejar dia? Emang apa yang udah dia kasih ke lo?”

...[...]...

#•• masa lalu

••• masa sekarang

1
tak tahu
jadi laki emang harus gentle
tak tahu
baju hitam gak buat cuma berduka aja kali🙄
Yavarnie: nahh bener tuh
total 1 replies
tak tahu
keren2 kak
Yavarnie: makasih banyakkk
total 1 replies
Yavarnie
INI ADA YANG BACA NGGAK SIH?
SAY HI, DONGGG
Yavarnie: huhu thank you udah bacaa
total 2 replies
senjani jingga
semangat thor!, kalau berkenan mampir juga ya di novel baruku😁
senjani jingga: terimakasihhh❤️❤️
total 2 replies
Yavarnie
aneh, ya, datang ke gereja bukannya ibadah, malah buat nemuin seseorang wkwk
tak tahu: si jay emang aneh2 ja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!