NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Hari Kiamat / Zombie
Popularitas:485
Nilai: 5
Nama Author: Jumarlin

Kiamat zombie mungkin itu hanya cerita film dan dalam buku. Tapi bagaimana jadinya jika itu terjadi?

Itu yang dirasakan oleh Hayden Vihaan pria berusia dua puluh lima tahun yang terjebak dalam kiamat zombie. Dia yang dari dulu di rawat oleh kakeknya seorang ilmuan sudah memang mempersiapkan semuanya. Kendaraan yang bisa di tumpangi enam orang di sulap menjadi mobil ajaib yang memiliki sistem pertahanan yang kuat. Tidak hanya mobilnya tapi villa yang memiliki bangker dan pertahanan sama kuatnya.

Bagaimana cerita selanjutnya yuk simak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumarlin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Badan Fiora bergetar hebat di atas ranjang medis. Peluh dingin membasahi rambutnya yang lepek, bertarung dengan rasa sakit luar biasa yang mencabik tubuhnya selama belasan jam terakhir. Di dalam ruang steril fasilitas riset Sektor Utara, bau alkohol dan antiseptik menyeruak tajam. Suara dengung monitor detak jantung memecah ketegangan malam yang kian larut.

Hayden berdiri kokoh di samping ranjang, menggenggam erat tangan Fiora. Jemari pria itu yang kasar dan dipenuhi bekas luka pertempuran tak segan membiarkan kuku Fiora menancap dalam-dalam ke kulitnya demi menyalurkan rasa sakit. Di balik ketenangannya, dada Hayden bergemuruh. Racun *Virus Genesis-X* dalam alirannya sempat bereaksi tipis terhadap lonjakan adrenalinnya, membuat garis kekuningan berpendarnya berkilat samar di bawah kulit leher, sebelum ia tekan kembali dengan tekad murni seorang suami.

"Satu dorongan kuat lagi, Fiora! Kepala bayinya sudah terlihat!" seru Dr. Helena dengan suara tegas namun sarat dengan kecemasan yang tertahan. Tangannya yang terbungkus sarung steril bergerak cepat dan presisi.

"Aagghh!" Fiora menjerit, memusatkan seluruh sisa kehidupan dan cintanya dalam satu helaan napas terakhir.

*OEK! OEK! OEK!*

Tangisan melengking yang jernih memecah keheningan malam. Tangisan itu bergema menembus dinding beton fasilitas riset, mengalir hingga ke lorong luar tempat Dion, Leo, dan Maya menunggu dalam cemas.

Helena dengan sigap memotong tali pusar, mengangkat bayi kecil yang merah dan masih berselimutkan cairan ketuban. Bayi perempuan itu menangis kencang, menendang-nendang udara malam yang dingin.

Airmata Fiora menetes perlahan melintasi pipinya yang pucat. Rasa lelah yang teramat sangat seolah menguap begitu mendengar suara kehidupannya yang baru. "Hayden... anak kita..." bisiknya parau.

Hayden mencium kening Fiora berulang kali, lalu mengusap air matanya sendiri. "Ya, Fiora. Dia sudah lahir. Dia selamat."

Helena membersihkan sang bayi dengan cekatan dan menyelimutinya dengan kain katun hangat, sebelum menyerahkannya ke dalam dekapan Fiora. Pria dan wanita itu menatap lekat paras mungil di hadapan mereka. Jemari bayi itu yang kecil memeluk erat jari kelingking Hayden.

"Hayra..." desah Fiora lembut dengan bibir mengukir senyum paling indah yang pernah Hayden lihat. "Hayra Aurora... cahaya harapan kita."

Hayden menatap bayinya dengan tatapan yang begitu teduh. Nama itu melambangkan awal baru yang murni dari tengah kehancuran peradaban.

---

Kehangatan menyelimuti pos riset selama beberapa jam berikutnya. Leo dan Maya diizinkan masuk secara bergantian. Maya berjingkat di tepi ranjang, menatap adik barunya dengan mata bulat berbinar-binar, sementara Leo tersenyum bangga seraya berjanji di depan Hayden bahwa ia akan menjadi pelindung terbaik bagi Hayra.

Namun, di balik kegembiraan itu, Dr. Helena berdiri mematung di balik kaca tebal laboratorium analisis.

Wajah ilmuwan wanita itu pucat pasi. Tangannya yang memegang tabung sampel darah tali pusar Hayra gemetar hebat. Di atas layar mikroskop elektron beresolusi tinggi, tampak simulasi rantai DNA sang bayi yang sedang berinteraksi dengan sampel cairan reagen.

"Tidak... ini tidak mungkin..." bisik Helena pada dirinya sendiri, suaranya nyaris tenggelam oleh ketakutan murni.

Di dalam mikroskop, alih-alih menemukan rantai antibodi murni yang seharusnya menolak segala bentuk infeksi, Helena justru melihat pemandangan yang mengerikan. *Virus Genesis-X*—varian mutasi laten yang selama ini mengendap di tubuh Hayden—tidak terbunuh oleh antibodi Fiora.

Sebaliknya, virus itu telah menyatu secara sempurna di tingkat kromosom embrionik.

Virus itu tidak menghancurkan sel Hayra, melainkan berevolusi menjadi bentuk baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebuah mutasi tersembunyi yang bersembunyi rapi di balik sel-sel imun sang bayi. Hayra lahir bukan hanya sebagai pembawa *carrier* laten dari virus tersebut, namun tubuh bayi itu berfungsi bagaikan pabrik biologis alami yang terus mereplikasi varian *Genesis-X* yang lebih stabil, lebih tak terlihat, dan berpotensi jauh lebih mematikan jika terpicu oleh lingkungan exterior.

Pintu kaca laboratorium bergeser terbuka. Hayden melangkah masuk, menyadari perubahan aura dan sikap Helena sejak sejam yang lalu.

"Helena?" panggil Hayden berat. "Ada apa? Ada yang salah dengan analisis penawar absolutnya?"

Helena tersentak, cepat-cepat mematikan layar proyeksi utama, namun reaksi paniknya tidak lolos dari pengamatan seorang mantan prajurit taktis seperti Hayden.

"Helena, katakan padaku. Jangan sembunyikan apa pun," desak Hayden dengan intonasi menuntut, melangkah mendekati meja analisis.

Helena menutup mukanya dengan kedua telapak tangan, menghela napas panjang yang sarat akan keputusasaan sebelum menatap mata Hayden.

"Hayden... penawar absolut yang kita rancang... gagal," ujar Helena dengan suara bergetar. "Katalis alami dari janin Fiora tidak menghancurkan virus di dalam tubuhmu. Yang terjadi selama sembilan bulan terakhir adalah... virus Genesis-X itu menyerap kekebalan Fiora dan berpindah, beradaptasi, serta memusatkan evolusinya di dalam diri Hayra."

Jantung Hayden seolah berhenti berdetak seketika. "Apa maksudmu? Hayra terinfeksi?!"

"Bukan sekadar terinfeksi, Hayden!" tangis Helena pecah, merendahkan suaranya agar tidak terdengar sampai ke ruang perawatan Fiora. "Anakmu... Hayra membawa varian baru dari Virus Genesis-X di dalam setiap tetes darahnya. Virus itu tidur di dalam sistem sarafnya. Selama dia bayi, virus itu tampak tidak aktif karena mendapat proteksi dari ASI Fiora. Tapi begitu dia tumbuh dewasa, atau jika supresan alami dalam tubuhnya habis..."

Helena menunjuk ke arah grafik mutasi tersembunyi di layar komputer sekunder.

"Virus ini tidak akan membuatnya menjadi Zombie Muatan lambat seperti dulu. Ini adalah evolusi sempurna. Hayra bisa menjadi inang dari mutasi biologis tingkat lanjut—sebuah patogen hidup yang jika menyebar, tidak akan bisa dinetralisir oleh Vaksin Genesis yang ada di seluruh dunia saat ini."

Hayden terpaku membisu. Ruangan steril itu mendadak terasa begitu menyempit dan menyiksanya. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Ketakutan paling mengerikan yang selama ini membayangi hidupnya kini bertransformasi menjadi kenyataan terburuk: ancaman musnahnya kemanusiaan tidak lagi berasal dari Aegis Corporation, melainkan mengalir tenang di dalam darah putri kandungnya sendiri.

"Apakah... apakah Fiora tahu?" tanya Hayden dengan suara tercekik.

"Belum. Tubuhnya masih terlalu lemah," jawab Helena seraya menggeleng cepat. "Aku tidak sanggup mengatakannya, Hayden. Bayi itu adalah segalanya bagi Fiora."

Hayden mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia berjalan pelan menuju jendela kaca yang menembus ke ruang perawatan. Di sana, Fiora tampak tertidur lelap dengan wajah damai, sementara Hayra kecil terbuai tenang dalam keranjang bayi di sampingnya.

Kehangatan dan kebahagiaan yang baru beberapa jam lalu mengisi hatinya kini terkikis habis oleh beban kegelapan yang amat berat. Hayden menatap jemari kecil Hayra yang bergerak perlahan dalam tidurnya.

"Kita tidak akan membunuhnya, Helena. Dan kita tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya," tegas Hayden dengan nada dingin yang teramat mantap, menoleh ke arah Dr. Helena.

"Aku tahu!" sahut Helena. "Tapi kita hidup di atas bom waktu, Hayden. Kita harus mengisolasi riset ini. Jangan sampai ada laboratorium lain atau sisa-sisa pengikut Aegis yang mengendus keberadaan Hayra. Jika mereka tahu apa yang ada di dalam darah bayi itu... perang dunia yang baru akan pecah hanya untuk memperebutkan anakmu."

Hayden menatap ke luar jendela fasilitas, mengamati kegelapan malam Sektor Utara yang terbentang luas. Dunia di luar sana mungkin baru saja merayakan kesembuhan dari wabah zombie, namun di dalam benteng kecil ini, perjuangan Hayden untuk melindungi keluarga dan menyelamatkan jiwa putrinya dari kutukan *Genesis-X* baru saja dimulai kembali.

1
Coco
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!