NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Jax?

"aku yakin itu dia, anak yang selalu mengikutimu 17 tahun lalu," ucap Liam.

Mendengar fakta yang bertubi-tubi itu menyerang sakit di kepalanya. Dania tak mengira sahabatnya itu akan mengingat Jax.

Inilah yang menjadi kekhawatiran Dania selama ini. Alasan itu juga yang membuat ia memilih untuk meninggalkan Liam yang sudah seperti saudara baginya. Karena memang ia lah satu-satunya orang yang mengetahui rahasianya setelah nenek Jax.

Sebenarnya ada lagi orang yang tahu, tapi sebertinya orang itu tidak mengenal Dania yang sudah dewasa, jadi ia tidak begitu menghiraukannya.

Tapi Liam?

Memang Liam bukan ciri pria yang suka mencampuri urusan orang lain. Tapi Dania tak ingin mengambil resiko, makanya ia memilih untuk menjauh.

Sekarang Liam sudah tahu, lalu apa yang harus Fania lakukan? Berbohong atau jujur? Apapun pilihannya hasilnya akan tetap sama, ia tak bisa selamanya serakah untuk memiliki cinta Jax seutuhnya.

"Ehem, anak yang mana? Aku tidak paham." Dania memilih berbohong meskipun ia tahu kalau Liam tidak mudah untuk dibodohi.

"Itu, anak yang di Panti Asuhan kan? Dia selalu mengikutimu kemana-mana sampai orang tuanya tidak enak kepadamu."

Saat Liam membahas orang tua Jax, dada Dania terasa sakit, panas, dan berat seperti sedang dipanah ribuan kali.

"Ada apa?"

Liam terkejut karena tiba-tiba Dania merunduk dan menggenggam erat dadanya.

"Dan?" Tangannya otomatis terulur untuk membantu Dania duduk dengan tegak.

Tiba-tiba...

"Bu?"

Datang orang yang menjadi buah bibir.

Jax yang sudah tidak bisa menahan kemarahannya, memilih untuk merusak suasana penuh kasih diantara mereka berdua.

"Bu Dania, Anda ada jadwal di rombel kami," ucap Jax namun tatapan matanya tidak lepas dari Liam yang juga menatapnya tajam.

"Oh ya, sebentar."

Dania berusaha menyembunyikan sakitnya di depan Jax. Mau tidak mau, ia harus menahannya kalau masih ingin tetap bersama Jax.

"Bu Dania tidak apa-apa? Mari saya bantu berdiri."

Dengan sigap Jax memegang kedua lengan Dania dan membantu memapahnya, menyisakan amarah yang membuncah yang kini berbalik menyerang Liam yang hanya diam menyaksikan pertunjukan Jax.

"Dania, apa yang sebenarnya--"

"It's okey..." Dania mengangguk ke Liam, mengisyaratkan kalau Liam tidak boleh beranjak lebih jauh lagi.

Sementara Jax menyunggingkan senyum penuh kemenangan kearah Dosen baru itu, memberikan kode kalau Dania adalah miliknya dan dia hanya orang luar yang tidak diundang.

"Kamu bisa melepaskanku sekarang," ucap Dania saat keduanya sudah keluar dari Ruang Dosen.

"Nggak mau!"

"Nanti ada yang lihat."

"Biarin!"

"Jax..." Lirih Dania karena sudah kehabisan tenaga hanya untuk sekedar berbicara.

"Oke deh."

Jax melepaskan Dania, langkahnya memelan mengikuti pace langkah Dania yang sangat pelan. Sangat pelan sampai membuat Jax khawatir istrinya tidak bisa meneruskan langkahnya.

"Mending kamu izin pulang deh, Dan. Kamu masih sakit."

"I'm Dania, I'm okey."

Jax terkejut mendengarnya, sepertinya istri tercintanya itu sudah mulai mengigau.

"Wah, Parah! Ayo, Aku antar pulang."

"Jax, I'm Okey," matanya melotot seolah menegaskan keadaan tubuhnya. Namun Jax yang melihatnya malah teringat pada karakter cewek yang darahnya terisap habis oleh vampir.

"Apanya yang baik-baik aja, itu lihat jalanmu udah kayak siput. Tanganku pengen banget gendong, tapi banyak yang lihat."

Dania sama sekali tak merespon rengekan suaminya. Meski dengan terseok-seok, ia masih melanjutkan langkah siputnya.

"Btw, kenapa kamu begitu? Kamu cemburu?" Tanyanya menggoda Jax.

"Ya iyalah, masa masih nanya. Dia siapa sih? Seenaknya mau nyentuh-nyentuh kamu. Untung aja tadi aku lewat, kalau nggak udah habis kamu diapa-apain."

Iringan langkah keduanya selaras, meski Jax harus melambatkan jangkah kaki panjangnya. Membuat mereka berdua terlihat seperti sedang menikmati momen bersama.

"Nggak mungkin, dia nggak seperti kamu. Liam itu cowok yang alim dan selalu jaga jarak dengan wanita."

Melihat senyum Dania yang menjengkelkan itu, membuat kening Jax berkerut tajam.

"Oke lah, aku emang brengsek. Tapi kamu nggak boleh muji pria lain di depanku. Nggak etis tau!" Gerutunya.

"Ulu ulu ulu, lucunya kalau cemburu. Kali ini gantian, jadi jangan banyak mengeluh, oke!."

Setelah melontarkan kejahilan, Dania berjalan cepat sambil mengibaskan rambutnya seperti mendadak tubuhnya sehat wal afiat, padahal sebelumnya dia sudah mau ambruk.

Sementara Jax yang tertinggal, melongo penuh kekaguman.

"Apa itu tadi? Aku baru tahu dia bisa sangat menawan. Wah!!!!"

Jax menyentuh dadanya dengan kedua tangannya seolah telah tertembak panah asmara yang ujungnya berbentuk hati berwarna merah muda.

.

.

.

Di tengah presentasi kelompok, Dania mengecek HP-nya untuk sekedar memeriksa pesan, kalau-kalau ada chat dari atasan atau senior.

Senyumnya terganggu ketika mendapati pesan dari Liam yang lagi-lagi menanyakan hal yang sama tentang suaminya.

Aku tahu itu dia, yakin 100%. Apa kamu tidak mengenalnya? Tapi itu tidak mungkin. Atau dia yang tidak ingat? Please... Jangan berususan lagi dengan dia, Dania.

Ia memejamkan matanya setelah membaca pesan Liam, membuat Jax yang selalu memperhatikannya itu kebingungan. Jax mengira istrinya masih belum sehat. Ya siapa yang tidak mengira begitu, baru sehari Dania pulang dari Rumah sakit, bisa masuk kerja saja sudah bagus banget.

Ingin sekali Jax memaksa Dania untuk pulang saja, membuatnya rebahan, dan memijit kakinya. Namun, Dania yang keras kepala pasti tidak akan menurutinya begitu saja.

"Oke, kuliah hari ini kita akhiri. Selamat pulang dan hati-hati di jalan."

"Terimakasih, Bu."

Dengan senyum yang dipaksakan Dania berusaha terlihat baik-baik saja di depan Mahasiswanya, sampai mereka semua meninggalkan kelas dengan satu orang yang tertinggal.

"Kamu nggak apa-apa? Ayo kita pulang, aku yang nyetir."

"Tapi nanti kalau ada yang lihat?"

"Jam segini udah sepi orang-orang. Lagian kamu mau nyetir sendiri dengan kondisi seperti ini? Nggak kan?"

"Tapi Jax..."

Sesuai prediksi Jax, Dania pasti menolak ajakannya.

"Ssttt....nggak usah banyak tapi. Nanti biar si Bob diambil sama James, rumahnya dekat sini. Ayo!"

Kali ini Dania tak punya alasan lagi untuk menolak karena jujur saja, jauh di lubuk hatinya ia berharap bisa pulang dengan suaminya. Dalam diamnya, ia sangat senang dengan perhatian kecil dari Jax, yang mengingatkannya pada momen indah nan cemerlang itu.

Momen yang bersinar melebihi cahaya matahari yang berkilau. Momen dimana ia merasakan kebebasan untuk pertama kali dalam hidupnya, setelah mendapatkan semua perlakuan buruk dari ayahnya. Perlakuan yang masih menghantuinya sampai dewasa. Sampai tubuhnya otomatis gemetar ketakutan setiap kali ada laki-laki yang mendekatinya.

.

.

1
Xlyzy
ternyata itu yg ada dalam fikiran nya jax
Xlyzy
ini si jax mau ngapain mau bundir ya
Myz Pena
kenapa.daniaah ? apa sebenarnya terjadi dengan mu saat dulu ? 🤧
Myz Pena
aku makin penasaran.apa.yang sebenarnya terjadi
Myz Pena
jax mode lagi puber 🤭🤣
Myz Pena
liam meskipun kamu tahu sesuatu di kehdiupan pribadi daniah . please stop mencari dan mengorek luka lama itu 🤧
Myz Pena
hmmmmmm jadi jax dari panti asuhan 🫣
Myz Pena
apa yanb sebenarnya terjadi penasaran
Myz Pena
rahasia apa itu daniah ?? 🫣
Myz Pena
berarti liam ini juga tahu 🫣
Myz Pena
aduh bocah berarti emang brondong yang dinikahi daniah ini🫣
Myz Pena
kasihan liam... aduuh andaikan daniah bersama liam tapi apalah daya author tidak merestui hubungan mereka 🤭
Myz Pena
wkwkwk cembukor kau rupanya 🤣
Myz Pena
aduhai pikiran kalian ternyata sama.. semoga di mudahkan malam pertamanya 🤣
Myz Pena
apakah itu daniah ?? penasaran
Myz Pena
ya lah.. predikat mu itu loh buaya darat cap kuda 🫣
Myz Pena
jason kenal betul.jax.. wkwkwk nggak heran buruk terus lrasangkanya mereka setial jax dekat cewek 🤣
Myz Pena
wkwkkwkwkw kamu di tipu jax.dia bohonh 🤣
Myz Pena
maafkan aku jason aku sudah tidak mendukung mu 👍
Myz Pena
ya benar mungkin karena kau sering merokok.. 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!