Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Sebuah permintaan
Besoknya di sekolah Beel dan kawan-kawannya sedang berada di kantin,mereka sedang makan bersama.
"gua sama Irma udah daftar di kelas taekwondo, nanti sore kita udah mulai berlatih" jelas Lena sambil makan.
Fajar pun melihat mereka berdua
"benarkah? itu hal yang bagus" ungkap Fajar.
Bayu menyenggol lengan Fajar
"mereka udah mulai, gimana dengan kita jar?" tanya Bayu.
"ya kalau begitu kita juga bakal mulai latihan sekarang" jawab Fajar.
Felicia lalu menatap Jason
"lu gimana, Jason?" tanya Felicia ke Jason.
Jason berpikir
"gua latihan apa ya yang cocok.." ujar Jason bertanya-tanya.
"Sumo aja" celetuk Beel santai
Christi yang duduk disebelah Beel pun tertawa
"aku jadi membayangkan Jason berpenampilan seperti sumo.." sambung Christi.
Mendengar itu yang lain lalu menatap Jason dari kepala hingga kaki, lalu Jason melihat teman-temannya menatapnya bersama
"apa?" tanya Jason pada yang lain sambil menatap nya satu persatu
Lalu mereka semua pun tertawa karena membayangkan Jason berpenampilan seperti sumo.
Tak lama seorang 'pemimpin' bernama Mike masuk ke dalam kantin dan mendatangi kelompok-kelompok yang ada di kantin untuk meminta uang.
Anak buah Mike lalu berkeliling, sementara Mike mendatangi meja Beel dan kawan-kawannya,
Mike menatap Beel yang juga menatap dirinya
"oh aku mengenalmu.." ujar Mike sambil menatap Beel.
"Bos, apa mereka juga kita mintai?" tanya anak buah Mike.
Mike menggelengkan kepalanya
"Monic bilang untuk tidak menganggu kelompok mereka" ujar Mike lalu meninggalkan meja Beel dan kawan-kawannya.
Setelah Mike dan anak buahnya menjauh, Felicia berbicara
"dia baru saja menyebut Monic?" bisik Felicia
Lena mengangguk
"katanya Monic bilang jangan menganggu kelompok kita.." jelas Lena.
Fajar pun bingung
"Monic seorang 'pemimpin' perempuan kan?" tanya Fajar memastikan.
Bayu mengangguk
"iya dan cukup di hargai oleh para pemimpin" jelas Bayu.
"kenapa Monic seakan peduli dengan kita?" tanya Irma lagi.
"mungkin karena kita baik" jawab Christi menebak
Jason menoleh Beel
"diantara kita udah pasti Monic kenal lu kan?" tanya Jason ke Beel.
Yang lain lalu melihat Beel,
"lu kenal Monic?" tanya Felicia sambil menatap Beel.
Beel menjawab dengan santai
"mungkin..hanya beberapa kali bertemu" jawab Beel dengan sikap tenang.
Christi pun mendekat ke Beel hingga lengan mereka berdua bersentuhan
"sejak kapan kau mengenalnya?" tanya Christi dengan tatapan sinis.
Beel melirik
"ya sejak saat pertarunganku dengan Derry.." jelas Beel.
"oh sudah berlangsung lama ya" cetus Christi
Jason mengangguk
"tapi menurut gua Monic yang tercantik diantara kelas 12 lain..lu beruntung Beel" sambar Jason sambil mengunyah makanannya.
Mendengar itu Christi yang ada di depan Jason menatapnya dengan tatapan tajam dan dingin.. Jason pun melihat Christi ,hingga membuat tubuh nya seperti kaku melihat tatapan mengerikan Christi.
"maksud gua.. Monic itu mengerikan dan ya berbahaya juga" lanjut Jason disertai dengan keringat dingin yang mengalir dari kepalanya.
Setelah beberapa lama akhirnya bel masuk berbunyi lalu Beel dan kawan-kawannya kembali ke kelas mereka kemudian belajar seperti biasa hingga jam pulang mereka.
Pelajaran pun berlangsung dengan lancar hingga tiba di jam pulang.
Beel dan teman-temannya keluar kelas dan seperti biasa menuju ke cafe tempat mereka biasa nongkrong sepulang sekolah, dalam perjalanan ke cafe kelompok Beel pun bertemu dengan keramaian dimana para 'pemimpin' berkumpul.
Saat Beel dan kelompoknya keluar dari gerbang sekolah, Aldo salah satu 'pemimpin' memanggil mereka semua.
"kalian.. kesini sebentar" teriak Aldo.
Di tempat Aldo berada, sudah ada para 'pemimpin' lain seperti Monic, Derry, Rob.
Jason lalu sedikit mundur di belakang Beel
"kita kesana?" tanya Jason
Lalu Felicia menatap Beel
"tergantung Beel, lu mau kesana ga?" tanya Felicia
Beel lalu berjalan ke arah 4 'pemimpin' itu yang berkumpul
"ikut saja..ga akan terjadi apa-apa" ujar Beel, nalurinya mengatakan tidak ada ancaman dari para 'pemimpin' itu.
Beel berjalan lalu diikuti oleh ketujuh temannya..hingga Beel dan kelompoknya sampai di hadapan mereka,
"ada apa? jika meminta uang seharusnya kalian sudah tahu jawabannya.." jelas Beel dengan tenang.
Aldo hanya tersenyum
"tidak..kami tidak akan meminta uang kalian" jelas Aldo
"kau terlihat tenang seperti biasa ya.." senyum Monic pada Beel.
Melihat Monic tersenyum pada Beel, secara refleks tangan Christi mengepal.. Irma melihat tangan Christi yang mengepal lalu mencoba menenangkannya.
"tidak ada lagi pertarungan sekarang dengan kami" tambah Derry yang terlihat kali ini tidak memiliki niat untuk bermusuhan dengan Beel.
Sementara Rob hanya diam bersandar di sebuah mobil, seperti sedang memikirkan sesuatu.
Beel lalu menatap Aldo sambil memiringkan kepalanya
"jadi? ada perlu apa?" tanya Beel lagi
Aldo lalu menatap Beel dengan serius,
"kami butuh bantuan kalian.." ungkap Aldo.
Terlihat tatapan Aldo merupakan tatapan serius yang seperti akan ada sesuatu yang besar akan terjadi.. dan mereka ingin kelompok Beel membantu juga.