Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.
Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:
"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayangan Masa Lalu yang Mengguncang
Arsenio tertegun di tempatnya berdiri, wajahnya yang semula penuh keangkuhan kini tampak sedikit memucat. Nama yang baru saja diucapkan wanita di hadapannya—Elena von Secilia—terdengar asing, namun getaran suara dan tatapan mata yang menusuk itu terus memicu alarm di dalam kepalanya. Sifat dingin yang dipancarkan Elena benar-benar mirip dengan Clarissa di detik-detik terakhir sebelum wanita itu menandatangani surat cerai mereka.
"Arsen, ada apa? Kenapa kamu melamun?" bisik Keysha dengan suara manja yang sengaja dibuat-buat, sambil mempererat gelayutan tangannya di lengan Arsenio. Matanya menatap Elena dari atas ke bawah dengan pandangan penuh rasa iri yang tersembunyi di balik senyuman manisnya.
Suara Keysha berhasil menarik Arsenio kembali ke realitas. Pria itu berdeham pelan, mencoba menguasai kembali ekspresi wajahnya yang sempat berantakan.
"Maaf atas kelancangan saya, Nyonya Muda Secilia," ucap Arsenio dengan nada formal, meski matanya tetap mengunci wajah Elena dengan intens. "Wajah dan pembawaan Anda... mengingatkan saya pada seseorang dari masa lalu saya. Seseorang yang sudah... tiada."
Adrian yang berdiri di samping Elena mulai merasakan ketegangan yang tidak biasa di antara istrinya dan investor baru ini. Alisnya bertaut rapat. Sifat posesifnya sebagai seorang Secilia bangkit seketika. Dia melangkah maju, memposisikan dirinya sedikit di depan Elena untuk menghalangi pandangan lapar Arsenio.
"Tuan Arsenio, saya rasa tidak sopan menyamakan istri saya dengan mendiang orang asing di pertemuan pertama kita," potong Adrian dengan suara berat yang sarat akan peringatan. "Jika Anda datang ke pesta ini untuk membahas bisnis pengadaan medis dengan Secilia Group, saya sarankan kita bicara di ruang VIP. Bukan mengganggu istri saya."
Arsenio tersenyum tipis, sebuah senyuman bisnis yang tampak kaku. "Tentu saja, Tuan Muda Adrian. Saya tidak bermaksud menyinggung. Aris Group selalu terbuka untuk kerja sama yang menguntungkan."
Namun, sebelum Adrian bisa membalas, sebuah langkah kaki yang berat namun teratur terdengar mendekat dari arah koridor utama pesta. Kerumunan para pengusaha yang tadinya berisik mendadak sunyi senyap. Aura dominasi yang luar biasa pekat seketika menyelimuti seluruh ruangan, bahkan membuat aura mengintimidasi milik Adrian dan Arsenio meredup dalam sekejap.
Duke Xavier von Obsidian melangkah masuk ke dalam aula pesta. Pria itu mengenakan setelan tuksedo hitam pekat dengan pin berlambang keluarga Obsidian yang terbuat dari berlian hitam di dadanya.
Xavier mengabaikan semua tatapan hormat dan tunduk dari para tamu undangan. Sepasang mata abu-abu gelapnya langsung tertuju pada sudut tempat Elena berdiri. Dia melangkah lurus ke arah mereka, membuat Arsenio dan Keysha terpaksa mundur selangkah demi memberikan jalan bagi sang penguasa bayangan distrik finansial.
"Pesta yang cukup meriah, Adrian," ucap Xavier dengan suara baritonnya yang rendah namun menggema kuat. Dia berhenti tepat di sisi lain Elena, lalu melirik kalung permata safir biru yang melingkari leher jenjang Elena. Sebuah kilat kepuasan melintas di matanya. "Dan saya lihat... istri Anda mengenakan hadiah yang saya kirimkan sore tadi dengan sangat sempurna."
Kalimat itu bagai hantaman guntur di tengah pesta. Adrian tersentak hebat, matanya menatap tajam ke arah kalung di leher Elena, lalu beralih ke arah Xavier dengan rahang yang mengeras. "Duke Xavier... Anda mengirimkan perhiasan untuk istri saya?"
"Hanya sebuah tanda apresiasi kecil untuk sekutu bisnis baru saya yang paling berharga," jawab Xavier tenang, namun nadanya mengandung penekanan yang mutlak. Pria itu kemudian mengalihkan pandangannya kepada Arsenio yang sejak tadi memperhatikan interaksi mereka dengan kerutan di dahi.
"Tuan Arsenio dari Aris Group, bukan?" Xavier menatap Arsenio dengan pandangan meremehkan yang sangat kentara. "Saya mendengar Anda baru saja merebut tender medis di kota seberang. Sebuah pencapaian yang lumayan. Namun, saya sarankan Anda menjaga mata dan langkah Anda selama berada di Secilia City. Kota ini memiliki aturan mainnya sendiri, dan beberapa aset di sini... berada di bawah perlindungan mutlak saya."
Arsenio mengepalkan tangannya yang tersembunyi di dalam saku jas. Dia bisa merasakan tekanan mental yang luar biasa dari Duke Xavier. Ditambah lagi, tatapan Elena yang terus menatapnya dengan senyuman sinis yang merendahkan membuat harga diri Arsenio sebagai pria sukses serasa diinjak-injak.
Elena maju setengah langkah, berdiri sejajar dengan Xavier sambil menatap Arsenio untuk terakhir kalinya malam itu.
"Mantan... maksud saya, Tuan Arsenio," ucap Elena dengan nada manis yang dibuat-buat namun terdengar sangat mematikan di telinga Arsenio. "Saran dari Duke Xavier sangat berharga. Berhati-hatilah saat melangkah di puncak yang tinggi. Karena semakin tinggi Anda memanjat dengan cara yang kotor... akan semakin hancur tubuh Anda saat saya menjatuhkannya nanti."
Tanpa menunggu balasan dari Arsenio yang wajahnya kini memerah menahan amarah, Elena berbalik dengan anggun, membiarkan gaun hitamnya berdesir mewah saat dia melangkah pergi meninggalkan aula pesta bersama Duke Xavier di sisinya, meninggalkan Adrian yang terbakar api cemburu dan Arsenio yang terus dihantui oleh bayangan masa lalu.
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄