NovelToon NovelToon
Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Konflik etika / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Malam yang mengerikan telah menimpa seorang gadis malang bernama Asri Devantara, kesuciannya di renggut oleh Angga Pratama dalam keadaan mabuk. Sejak malam itu Asri berusaha melarikan diri dari masalah sekaligus traumanya, namun takdir selalu punya cara mempertemukannya kembali dengan pria yang sudah merusak masa depannya. Ini bukan suatu kebetulan melainkan sebuah takdir kejam untuk keduanya, takdir yang ditulis semesta agar memang keduanya bersatu. Apa alasan semesta menyatukan keduanya dengan cara kejam dan waktu yang dipaksakan.
"Saya akan nikahi kamu Asri, meski saya tahu kamu masih trauma akan kejadian malam itu." Mayor Angga Pratama.
"Kasih aku waktu, Mas. Aku masih takut melayanimu." Asri Devantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Subuh telah tiba, udara dingin seolah menyelimuti kamar pribadi Mayor Angga Pratama.

Di luar jendela masih terlihat gelap, dengan kabut tipis sisa fajar perlahan akan memudar----cahaya matahari masih enggan mengeluarkan diri di suasananya yang subuh ini.

Keheningan seolah terasa di dalam kamar, Mayor Angga sudah mulai rajin ibadahnya----selesai melakukan solat subuh pria itu terduduk di atas kasur.

Kamar yang seolah di dominasi suara pemilik ruangan yang tengah di dera batin yang melelahkan, pikirannya masih terbayang kejadian kemarin sore.

Asri Devantara.

Pagi ini pria yang mengenakan seragam dinas lapangan (PDL) TNI loreng-loreng Malvinas yang gagah nampak melekat di tubuhnya.

Seragam loreng hijau-cokelat itu melekat pas di tubuh tegapnya, lengkap dengan segala atribut kewibawaan seorang perwira menengah.

Namun, penampilannya belum sepenuhnya sempurna karena kedua kakinya masih polos tanpa mengenakan kaos kaki hitam dan sepatu lars dinasnya.

Angga terlihat duduk di tepi ranjang dengan lesu, ranjang ukuran king size itu seolah menjadi saksi atas apa yang terjadi belakangan ini.

Pria ini akan bersiap berangkat dinas taktis, namun menjadi terhenti karena memikirkan soal wanita yang di temuinya kemarin sore.

Perlahan tangan kanannya naik mendarat perlahan di atas dada kirinya, merasakan debaran jantungnya berdetak cepat dengan tak beraturan.

"Kenapa aku malah mikirin soal Asri ya," pikirnya lagi.

Kelopak matanya terpejam erat sesaat ingatannya sore kemarin, di ruang tamu kediaman Devantara kembali masuk dalam ingatannya.

Kedua tangannya terangkat, "kok jadi pengen meluk Asri lagi ya," pikirnya.

Sisa kehangatan saat mendekap tubuh mungil Asri yang di dera rasa rindu, sesaat Asri mulai tenang seolah masih membekas di telapak tangannya.

Lalu tangan Angga meremas rambutnya yang cepak, kemudian jarinya memijit pelipisnya----ada rasa nyaman saat bersama Asri.

Namun, berbeda saat bersama tunangannya, Alina memang nyaman----namun berbeda dengan Asri.

Asri saat di peluk, ada rasa menenangkan yang menyusup ke sudut batinnya saat tubuh wanita itu di dalam dekapannya.

Kalo Alina memang nyaman, namun tak menenangkan seperti Asri.

Angga heran, awal jatuh cinta dengan Alina kenapa dirinya tak terbayang Alina terus----seperti memikirkan Asri.

"Kok aku nggak bisa lepasin Asri dalam pikiranku ya," bisik Angga dengan lirih di kesunyian kamar.

Angga segera menggelengkan kepalanya dengan cepat, berusaha menyingkirkan akan kebingungan yang mendalam.

"Apa yang aku pikirkan... aku sudah punya tunangan namanya Alina," ujarnya tegas, seolah mencoba mengingatkan nuraninya sendiri akan batas moral yang telah di langgar.

Di balik ini semua, Angga menarik kembali ke memori masa lalunya bersama Alina.

Angga ingat bagaimana perjuangannya mendapatkan cinta Alina, sebagai seorang perwira muda yang sedang merintis karir.

Begitu juga Alina sedang merintis karir sebagai model.

Angga ingat bagaimana saat dirinya mengejar cinta dari model internasional itu----hampir setengah mati, karena terpesona akan kecantikan dan paras eksotisnya.

Tetapi perjuangannya tak sia-sia, karena membuahkan hasil---apalagi ayahnya Alina----Letnan Jendral Fadhil Barenyah memilihnya langsung sebagai menantu.

Jendral Fadhil saat itu memang sangat berkuasa di lingkungan militer, dan mendengar jika Angga mengejar cinta putrinya---langsung setuju jika Putrinya di nikahi seorang Kapten.

Saat itu Pangkat Angga masih kapten, namun Alina selalu mengundur pernikahannya dengan alasan dirinya mau fokus akan karir dulu.

Alina keras kepala, di tambah dukungan kakaknya yang juga seorang Perwira mendukung penuh keinginan adiknya---dari ayahnya yang otoriter.

Bisa di bilang hubungan antara Angga dan Alina sudah sampai hubungan badan, sebagai sepasang kekasih---saat itu Alina yang mabuk dalam pesta modeling.

Seiring berjalannya waktu, Angga sadar jika Alina tak mencintainya----Alina menerimanya hanya karena paksaan dari ayahnya---Jendral Fadhil Barenyah.

Di lubuk hati Alina, dirinya hanya menginginkan menikah dengan orang luar negeri agar bisa berpikir bebas, karena dunia militer ini terkesan kaku untuknya.

Mungkin dengan menikahi pria Eropa, Alina bisa bebas memilih jalan hidupnya.

Baik, Alina ataupun kakaknya adalah korban dari rasa egois ayahnya----Jendral Fadhil Barenyah yang otoriter.

Jendral Fadhil selain yang berpikiran kaku, tentu menolak keras jika anak-anaknya keluar dari lingkungan militer----korban pertama atas keegoisan ayahnya adalah Kolonel Fauzan Barenyah.

Fauzan adalah kakak kandung Alina.

Dari jodoh, karir, bahkan rumah semuanya ayahnya yang mengatur.

Fauzan yang tak sanggup lagi akan keegoisan ayahnya, akhirnya memilih bertugas di luar pulau Jawa.

Pria itu tak peduli mau di tugaskan dimana saja, asalkan dirinya bisa lepas dari cengkraman ayahnya.

Kolonel Fauzan bersama anak dan istrinya siap di tugaskan di pedalaman, asal kelak nanti anak-anaknya tak tumbuh dengan sikap otoriter----seperti dirinya.

Setelah kepergian kakaknya, kini ambisi sang Jendral malah beralih ke Alina---wanita cantik itu harus menahan beban, dan impiannya harus di telan mentah-mentah dengan kejam.

Tatkala ayahnya yang otoriter mengatur hidupnya, agar reputasinya di kalangan militer terjaga.

Kini Alina akhirnya mencari pelarian cinta bersama Mister Robert, seorang Manager di perusahan pakaian.

Sungguh Alina yang malang, dirinya harus terikat selayaknya kerbau yang di cucuk hidungnya.

Kembali ke kamar Angga.

Angga menghela napas lalu menatap nanar ke sekeliling kamarnya, sekilas dirinya menatap poster besar pesepakbola Lionel Messi dan beberapa stiker bola.

Di samping pintu kamar mandi yang terbuka, karena dirinya tadi barusan mandi----berdiri lemari pakaian kayu jati.

Deretan bingkai foto merekam perjalanan karier militernya, latihan bersama tentara Amerika dan tugas taktis Papua.

Angga kini belum tahu soal perselingkuhan Alina, namun untuk Asri---wanita malang itu harus menanggung kehancuran hidupnya, akibat malam menjijikan dimana Angga mabuk.

Pria itu masih menganggap jika kenyamanan saat mendekap Asri di lantai ruang tamu rumah Devantara, seolah mengabaikannya.

Meski kemarin dadanya sempat bergetar hebat.

"Sudahlah... tidak usah dipikirkan sekarang," gumam Angga, mencoba menghentikan badai pikiran yang mulai mengacaukan fokus militernya pagi ini.

Angga menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya demi menstabilkan emosionalnya.

Angga berdiri dari duduknya di tepi ranjang, dengan langkah kaki yang polos tanpa alas kaki.

Pria itu melangkahkan kakinya keluar kamar menuju teras, segera ke rak sepatu memakai sepatu dinasnya.

Di teras depan, angin pagi yang segar nampak menerpa wajahnya, dan sepasang kaos kaki hitam dan sepatu lars dinas militernya yang tertata di rak sepatu.

Angga duduk perlahan memasangkan kaos kaki dan mulai memakai sepatu lars hitamnya, namun bayangan Asri tak bisa lepas dari pikirannya.

"Ini kenapa sih!! hadehhh Asri kagak mau lepas dari pikiranku!!" dengus Angga dengan jengkel.

Angga menghela napas, dirinya akan cari solusi dalam masalahnya ini.

*

*

*

*

1
Salmah Salmah
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!