Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Hutan Spritual Kekasaran barat
Xuan terbang dengan kecepatan tinggi menuju sebuah hutan di wilayah barat kekaisaran barat. Warga sekitar menyebut hutan itu adalah hutan Spritual. Ia sengaja memutar haluan. Ia ingin melihat klan Gu terlebih dahulu. Menurut pandangannya, klan inilah dalang utamanya dan lembah tengkorak menjadi kambing hitam. Klan tersebut yang mengadu domba antara menara elang hitam dan lembah tengkorak.
Ketika menjelang malam, Xuan tiba di sebuah pinggiran hutan lebat berbentuk wajan jika dilihat dari atas awan. Warga kekaisaran barat mengatakan lembah itu adalah tempat menakutkan dan tempat berkumpulnya hewan-hewan buas tingkat tinggi dan hutan Spritual memiliki berbagai macam perangkap.
Xuan berjalan santai di tengah-tengah ratusan hewan buas, puluhan serigala bertanduk, harimau bertanduk, singa bertanduk dan berapa ular besar dan berbagai macam burung. Ia terus memperhatikan beberapa perangkap di pepohonan. Bukannya menyerang, hewan-hewan buas itu juga tiba-tiba menunduk setelah Xuan membacakan kitab penjinak hewan buas. Xuan memasukkan semua hewan buas tersebut kedalam cincin segel benua.
Dia bahkan sengaja mengumpulkan hewan-hewan buas tingkat lima sampai tingkat tujuh, dia menghindari tingkat delapan dan sembilan karena kitab penjinak hewan buas tidak mampu menaklukkan nya.
Hewan-hewan buas tersebut terlalu menakutkan bagi warga sekitar dan sekte-sekte kecil di wilayah barat kekaisaran barat tersebut.
Setelah selesai mengumpulkan seluruh hewan buas yang mampu ia taklukkan yang memiliki kekuatan tingkat lima hingga tingkat tujuh dan merusak puluhan perangkap. Xuan melanjutkan perjalanan melalui udara dan terbang menuju sebuah pemukiman dengan menyamarkan keberadaanya.
Dia merasakan sedikit tekanan ketika terbang, ia menduga ada semacam artefak disana untuk mengacaukan kekuatan langit dan bumi disekitar hutan Spritual tersebut.
Xuan mengeluarkan aura spritual dengan kekuatan penuh setelah tiba di pemukiman klan Gu. Ribuan pisau angin meledak dari tubuhnya dan terbang keberbagai arah, Hanya dalam sekejap ratusan orang mati meledak dan ratusan lainnya terluka parah. Puluhan orang terbang ke udara untuk menghadang serangan aura spiritualnya dan melihat siapa pengacau yang berani datang ke wilayah mereka.
Ratusan orang berlari ke segala arah, namun teriakan-teriakan terus berlanjut saat anggota kalma Gu memasuki hutan di sekitar pemukiman.
Pemukiman klan Glu dalam sekejap telah porak-poranda, teriakan demi teriakan tanpa henti akibat tekanan aura spritual tingkat semi Dewa.
"Apakah otak kalian sudah mirip seperti hewan peliharaan? Kesalahan Lembah siluman yang meluluh lantahkan kekaisaran selatan selama puluhan tahun sudah diluar batas yang menimbulkan puluhan ribu korban jiwa. Sekarang malah menambah masalah berurusan secara langsung denganku."
"Siapkan formasi serigala dan formasi harimau, dia dari kekaisaran selatan. Dia kultivator bertopeng emas. Keluarkan kekutan penuh kalian, gunakan pusaka masing-masing."
Ratusan kultivator tingkat raja, kaisar dan beberapa orang di tingkat mistis datang dari berbagai arah dan membuat formasi serigala dan harimau.
Meraka mengurung Xuan di tengah-tengah formasi di udara dan ada beberapa orang yang bersembunyi untuk melakukan serangan mendadak jika ada celah terbuka dari pertahan musuh.
Xuan memperhatikan semua musuhnya dengan teliti. Dia melihat satu pria tua berada di balik awan hitam dan satu lagi di balik pepohonan dengan kekuatan tingkat legenda tahap awal. Satu lagi berada di sekitar formasi. Kemungkinan jika ada serangan mendadak pria tua tersebut akan ikut menahannya. Dia menduga tiga pria tua itu adalah sebagai ujung tombak untuk memberikan serangan kejutan.
"Formasi yang cukup bagus." Gumam Xuan.
"Belum ada satu orang pun yang lolos dari formasi ini. Katakan pesan terakhir sebelum kami mengantarkan mu ke gerbang neraka."
MURKA IBLIS
Xuan tidak menunggu mereka menyelesaikan kata-kata yang membuat telinganya sakit. Ia menarik pedangnya dan berpindah tempat keluar formasi. Setiap berpindah tempat akan ada kepala yang terpisah. Formasi musuhnya tidak ada gunanya di hadapan jurus-jurusnya. Ia memisahkan kepala orang-orang dalam jangkauan serangannya. Hanya dalam hitungan menit Puluhan orang mati mengenaskan.
Meraka mungkin tidak akan menyadari bahwa kekuatan di tingkat Semi Dewa memiliki lingkaran pertarungan yang sangat mematikan. Xuan bisa menyerang dari mana saja sesuka hatinya.
Jurus murka iblis mengandalkan kecepatan berpindah tempat, dari satu tempat ketempat lainnya seperti kilat.
Selanjutnya dentingan logam dan percikan bunga api terlihat di langit, cahaya-cahaya menyilaukan berbagai jenis warna terus berlangsung. Satu-persatu kultivator terjatuh dari ketinggian tanpa kepala, dalam hitungan menit ratusan kultivator tersebut hanya menyisakan beberapa orang lagi.
"Pak Tua, untuk apa kalian bersembunyi? Apakah kalian berdua akan kabur setelah semua anggota Klan kalian mati?"
Xuan sengaja memprovokasi kedua pria tua yang bersembunyi. Pikirannya terbagi dua karena selalu waspada disetiap detik.
Lawan Xuan hanya tingal beberapa orang lagi, namun kekuatan mereka semua berada di tingkat mistis dan legenda.
"Anak muda, aku mengakui keberanianmu. Aku sudah malang melintang di dunia kultivator, namun belum ada yang berani melawan klan kami seorang diri. Kelompok lembah tengkorak harus bekerja sama dengan kami karena tidak berani mendatangi wilayah ini. Apakah kamu yakin ingin melawan kami? Hanya seorang diri, kau berani datang ke wilayah kami dan mengacau."
"Jika tidak punya jurus, sebaiknya iris lehermu sendiri, aku tidak punya waktu berbicara denganmu?"
"Xiang, panggil hewan buas kesini, aku bersama Xuing dan yang lainnya akan menahannya sebentar?"
"Baik leluhur." jawab Pria tua bernama Xiang tersebut.
"Apakah kalian tidak bisa menghiburku tanpa hewan buas? Sepertinya kalian terlalu mengandalkan hewan buas untuk menyerang sehingga lupa berlatih. Kekuatan kalian sepertinya khusus untuk menjinakkan hewan buas saja dan tidak untuk bertarung secara langsung."
Selesai berbicara Xuan kembali menyerang, Dia menaikkan level kekuatannya.
MURKA IBLIS
Xuan kembali menyerang dengan jurus murka iblis, jurus pertama dari tehnik penghancur jiwa, namun beberapa saat kemudian ia tiba-tiba mengubah serangannya. Ia menyadari lawannya akan melakukan serangan dengan kekuatan penuh. Puluhan tetua klan Gu yang tersisa menyuntikkan kekuatan mereka pada sebuah artefak.
Sebuah energi raksasa berbentuk kerangka serigala datang dengan kecepatan tinggi kerahnya.
IBLIS NERAKA MENGAMUK
Xuan mengangkat tangannya. Tengkorak hitam bertanduk sebesar kepala kabin truk tronton menggunakan elemen kegelapan keluar dari kehampaan secara tiba-tiba dan menghadang energi tengkorak serigala tersebut.
"Gunakan perisai iblis." tiba-tiba leluhur klan Gu datang mendekat dan membantu bawahannya membuat perisai kemudian membantu menyerang. Kemungkinan dia mengetahui bahwa serangan Xuan menggunakan elemen.
"Tahan." Teriak kedua leluhur Klan Gu tersebut.
BOOM
Ledakan besar memekkan telinga dan bunga api seketika tercipta di udara ketika kedua sarangan belah pihak bertabrakan membuat pemandangan indah. Wilayah itu sesaat terang benderang. Tengkorak hitam bertanduk menabrak energi tengkorak serigala lalu menghancurkannya. Tengkorak hitam bertanduk terus melaju lalu menghancurkan perisai iblis, perisai iblis hancur membuat orang-orang di baliknya panik. Tengkorak hitam bertanduk meleset kearah artefak tempat berkumpulnya para tetua klan Gu dan menabrak puluhan tetua tersebut.
Puluhan tetua meledak dan tubuh mereka berubah menjadi serpihan-serpihan kecil dan berserakan keberbagai arah. Puluhan tetua klan Gu mati mengenaskan. Hanya tersisa dua Leluhur klan Gu yang masih hidup.
Kedua leluhur itu terjatuh dari udara dan tergelatak di tanah. Xuan memisahkan kepalan mereka dan Kedua Leluhur itu mati dangan tenang.
Xuan menggerakkan tangannya, seluruh cincin penyimpanan datang kearahnya. Lalu memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.
Xuan melihat seseorang datang kearahnya. Sepertinya itu bernama Xiang yang ingin memanggil hewan buas, namun belum sempat dia mendekat kepalanya sudah terpisah daru tubuhnya.
Xuan mencari gudang harta di pemukiman klan Gu tersebut setelah dia membunuh mereka yang tersisa. Ia menemukan gudang penyimpanan harta lalu menguras nya. Ia kembali mengumpulkan kepala para tetua klan Gu dan kepala ketiga Leluhur klan itu lalu menyimpannya kedalam cincin penyimpanan.
Xuan mengaktifkan tehnik terlarang, dalam sekejap semua jasad anggota klan Gu terhisap lalu berubah menjadi kerangka kemudian berubah lagi menjadi debu.
Xuan membuat segel di pemukiman klan Gu agar terhindar dari penglihatan kultivator yang lewat. Pemukiman Klan Gu seketika berubah menjadi bukit yang ditumbuhi pepohonan. jika dilihat dari jauh pemukiman itu tidak ubahnya sebuah bukit kecil. Xuan memanggil puluhan hewan buas untuk menjaga tempat tersebut.
Malam itu Xuan beristirahat di klan Gu untuk mencari artefak yang mengacaukan kekutan langit dan bumi di hutan spritual tersebut. setelah menemukannya, dia duduk diatas batu dan memeriksa cincin para leluhur klan tersebut, dia menemukan kitab yang hilang dari kitab pertama yang di ambil dari lembah siluman.
Xuan membuka kitab itu dan dia menemukan cara menaklukkan hewan buas hingga tingkat sembilan atau semi dewa. Dia juga mempelajari cara mengendalikan hewan buas itu untuk pertempuran.
"Ini benar-benar luar biasa, sepertinya lembah tengkorak tidak akan berani menyerang klan Gu." gumam Xuan.
Dia bangkit dari tempat duduknya dan mulai mengelilingi hutan spritual dan akan menaklukkan hewan buas tingkat delapan dan sembilan. Menjelang pagi Xuan menghentikan pekerjaannya karena sudah tidak menemukan hewan buas tingkat tinggi lagi.
Dia kembali memulihkan diri dan berkultivasi di atas batu, satu jam kemudian dia membuka matanya dan memeriksa cincin leluhur lainnya. Ia menemukan kitab cara membudidayakan hewan buas menjadi siluman dengan cepat. Ia mempelajarinya beberapa jam.
Dia mengambil salah satu mustika siluman dari cincin segel benua dan bertanya kepada elang merah. Elang merah menjelaskan caranya. Setelah menguasainya dia mengeluarkan salah satu serigala. Lalu membuat segel di atas kepala serigala tersebut dan mustika itulah sebagian titik segel tersebut. Xuan juga mengiris tangannya lalu meneteskan satu tetes darahnya pada mustika tersebut. Hanya dalam hitungan jam serigala itu telah memiliki tiga kepala dan tubuh serigala itu menjadi besar.
Ternyata mustika tersebut menyalurkan energi kepada hewan buas itu secara perlahan, membuat tubuh hewan buas itu bertransformasi menjadi siluman.
"Hahaha! Luar biasa." Xuan puas atas hasil kerja kerasnya. Dia yakin hewan buas salah satu prajurit paling setia di bandingkan manusia. Manusia banyak yang berpura-pura baik di depan tuannya. Padahal memiliki niat tertentu.
"Duduk ." Perintah Xuan. Siluman serigala itu duduk sesuai permintaannya.
Xuan memasukkan siluman itu kedalam cincin segel benua lalu dia mencari pohon yang tinggi dan beristirahat disana. Ia mengeluarkan siluman serigala itu kembali untuk menjaganya. Xuan juga mengeluarkan elang merah untuk melakukan misi pengintaian ke lembah tengkorak.