NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: PERTARUNGAN BERDARAH DI PENTHOUSE 50 MILIAR DAN AKHIR KELVIN TAN

"BANG! BANG! BANG!"

Tiga suara tembakan menggelegar di dalam penthouse 50 Miliar lantai 50 yang gelap gulita karena listrik diputus paksa oleh penyusup.

Aku, ibuku Rina, dan ayahku Pak Herman, terkunci di dalam bunker besi rahasia di walk-in closet, hanya bisa mendengar suara tembakan, suara perkelahian, dan teriakan Arga dari luar.

"JANGAN SENTUH KELUARGA SAYA! KALIAN SENTUH ISTRI SAYA YANG LAGI HAMIL KEMBAR, SAYA BUNUH KALIAN SEMUA!"

Suara Arga terdengar sangat marah dan mengerikan, tidak seperti CEO yang biasanya tenang. Ini adalah suara seorang suami dan calon ayah yang keluarganya terancam.

Di dalam bunker yang gelap, aku memeluk perutku yang masih rata tapi sudah ada bayi kembar di dalamnya, aku menangis ketakutan sambil berdoa.

"Mas Arga... bertahan ya Mas... jangan tinggalkan Sinta dan bayi kembar kita Mas..."

Ibuku memelukku erat.

"Sinta jangan takut, Arga itu kuat, dia dulu juara tinju waktu kuliah di Amerika, dia pasti bisa lawan 10 orang itu."

Ayahku yang masih lemah memegang pintu bunker besi itu dengan tangan gemetar, takut pintu itu didobrak.

Di luar bunker, pertarungan berdarah terjadi.

10 penyusup bertopeng hitam dan bersenjata pistol masuk lewat tangga darurat setelah merusak CCTV dan listrik tower. Mereka adalah pasukan bayaran terbaik Singapura suruhan Kelvin Tan yang masih di sel tahanan tapi masih bisa perintah lewat telepon.

Arga hanya sendiri, dengan 1 pistol di tangan, melawan 10 orang.

Tembakan pertama tadi adalah Arga yang menembak lampu gantung kristal 500 juta di ruang tamu agar pecahannya jatuh dan melukai 2 penyusup di bawahnya.

"ARGH!" 2 penyusup berteriak karena tertusuk pecahan kristal.

8 penyusup lainnya langsung menembak ke arah Arga yang bersembunyi di balik sofa mahal.

"BANG! BANG! BANG! BANG!"

Sofa 100 juta itu bolong-bolong tertembak, tapi Arga sudah pindah posisi dengan sangat cepat, dia berguling ke balik meja marmer dan menembak balik.

"BANG! BANG!"

2 penyusup lagi tumbang tertembak di kaki oleh Arga, teriakan mereka menggema di penthouse mewah itu.

6 penyusup tersisa mulai panik, mereka tidak menyangka CEO ganteng yang terlihat rapi dan manja itu ternyata jago tembak dan jago bela diri.

"Dia bukan CEO biasa! Dia mantan militer! Hati-hati!"

Benar, Arga memang pernah ikut pelatihan militer khusus selama 1 tahun di Amerika setelah orang tuanya meninggal, untuk melindungi diri dari Tante Mira.

Arga memanfaatkan kegelapan penthouse, dia mematikan senter ponselnya dan mengandalkan cahaya bulan dari jendela kaca besar penthouse lantai 50.

Dengan gerakan senyap seperti ninja, Arga memutar lewat dapur dan menghampiri 2 penyusup yang sedang mencari bunker kami di dekat walk-in closet.

"BRAK!"

Arga memukul kepala 2 penyusup itu dengan panci wajan besi seharga 10 juta, panci itu penyok, kepala penyusup itu berdarah dan pingsan.

4 penyusup tersisa yang melihat temannya pingsan langsung menodongkan pistol ke arah Arga.

"Jangan bergerak Arga Wijaya! Angkat tangan! Atau kami tembak!"

Arga mengangkat tangan perlahan, pistolnya jatuh ke lantai.

Tapi saat 4 penyusup itu mendekat untuk borgol Arga, Arga tiba-tiba menendang pistol di lantai dan pistol itu melayang dan mengenai wajah salah satu penyusup.

"BUK!"

Penyusup itu pingsan, 3 lagi kaget, Arga langsung memukul mereka dengan teknik bela diri Krav Maga yang dia kuasai, 3 pukulan beruntun ke leher membuat mereka semua pingsan dalam 5 detik.

10 penyusup tumbang semua!

Arga berdiri di tengah penthouse yang berantakan, darah mengalir dari pelipisnya karena terkena pecahan kristal tadi, kemeja putihnya robek dan penuh darah, tapi senyum kemenangannya terlihat.

"Kalian pikir bisa sentuh keluarga saya? Saya Arga Wijaya, saya tidak akan biarkan siapa pun sentuh istri dan anak kembar saya."

Arga segera berlari ke walk-in closet dan mengetuk pintu bunker besi dengan lembut.

"Sinta... Ayah... Tante Rina... keluar... sudah aman... penyusupnya sudah Mas lumpuhkan semua..."

Pintu bunker terbuka pelan dan aku langsung berlari memeluk Arga dengan tangis yang pecah, melihat darah di pelipis Arga.

"Mas! Mas berdarah! Mas luka!"

Aku menyentuh pelipis Arga yang berdarah dengan tangan gemetar, air mataku jatuh ke luka Arga.

Arga tersenyum dan mencium tanganku.

"Tidak apa-apa sayang, hanya luka kecil, yang penting kamu dan bayi kembar kita aman."

Ibu Rina dan Ayah keluar dari bunker dan melihat 10 penyusup pingsan berdarah di lantai penthouse, mereka langsung syok.

"Arga kamu lawan 10 orang sendiri?" tanya Ibu Rina tidak percaya.

Arga mengangguk sambil memelukku erat.

"Tante, demi Sinta dan bayi kembar, 100 orang pun akan saya lawan."

5 menit kemudian, Hendra dan 30 bodyguard datang dengan polisi, mereka terlambat karena listrik tower mati dan lift tidak bisa dipakai, mereka naik lewat tangga darurat lantai 50 dengan napas terengah-engah.

Saat melihat 10 penyusup sudah tumbang semua oleh Arga sendirian, Hendra langsung berlutut kagum.

"Tuan Arga luar biasa! Lawan 10 pasukan bayaran Singapura sendirian!"

Polisi langsung memborgol 10 penyusup itu dan membawa mereka ke Polda.

Di antara 10 penyusup itu, ada 1 yang masih sadar dan berbisik ke Arga dengan nada mengancam.

"Arga Wijaya, kamu boleh menang malam ini, tapi Bos Kelvin Tan tidak akan berhenti, dia sudah sewa 100 pasukan lagi di Singapura, dia akan terus kejar bayi kembar kamu sampai dapat, karena dia mandul dan butuh pewaris."

Mendengar itu, Arga yang tadinya sudah tenang kembali marah, dia menginjak tangan penyusup itu sampai berteriak.

"Bilang sama Bos kamu, kalau dia masih berani sentuh anak saya, saya akan buat Tan Group bangkrut dalam 1 hari dan saya akan buat dia dipenjara seumur hidup di Nusakambangan, bukan di Polda!"

Setelah polisi membawa 10 penyusup itu pergi, penthouse 50 Miliar itu benar-benar berantakan, sofa bolong tertembak, lampu kristal pecah, darah di mana-mana.

Kami tidak bisa tinggal di penthouse itu malam ini.

Arga memutuskan malam itu juga kami pindah ke mansion Bandung yang lebih aman, yang ada bunker anti peluru dan 50 bodyguard.

Di perjalanan ke Bandung jam 3 pagi dengan konvoi 5 mobil Alphard, aku tertidur di pelukan Arga karena kelelahan menangis dan efek obat bius tadi masih ada.

Arga terus mengelus perutku yang ada bayi kembarnya sambil berbisik.

"Tidur ya anak-anak Papa yang kembar, Papa sudah habisi orang jahat yang mau culik kalian, Papa janji tidak akan ada lagi yang ganggu kalian."

Ibu Rina yang duduk di depan menatap Arga dengan air mata haru.

"Arga, Tante baru sadar, kenapa Mama kamu dulu sangat sayang sama kamu, karena kamu memang pelindung keluarga sejati, seperti Papa kamu dulu."

Sesampainya di mansion Bandung jam 5 pagi, kami semua langsung tidur di kamar utama yang ada bunker besinya, berempat dalam satu kamar, aku, Arga, Ibu, dan Ayah, seperti keluarga pengungsi yang ketakutan tapi bahagia karena masih bersama.

Keesokan paginya, berita besar mengguncang Indonesia dan Singapura.

"PEWARIS TAN GROUP, KELVIN TAN, DITANGKAP KEMBALI DENGAN PASAL PERCOBAAN PEMBUNUHAN DAN PENCULIKAN, TERANCAM HUKUMAN MATI DI INDONESIA!"

Ternyata 10 penyusup yang ditangkap tadi malam sudah mengaku kalau mereka disuruh Kelvin Tan dari dalam sel tahanan lewat telepon selundupan. Bukti itu membuat Kelvin Tan yang tadinya mau bebas dengan jaminan 100 Miliar, kini malah terancam hukuman mati dan tidak bisa bebas lagi!

Tan Group di Singapura langsung anjlok sahamnya 50% karena CEO nya terancam hukuman mati di Indonesia.

Arga yang melihat berita itu di TV mansion Bandung sambil sarapan dengan aku dan bayi kembarku tersenyum puas.

"Akhirnya, Kelvin Tan selesai. Tidak akan ada lagi yang ganggu keluarga kita."

Aku yang sedang makan bubur hamil yang dibuatkan Ibu Rina mengangguk bahagia dan mengelus perutku.

"Mas, berarti kita sudah aman ya? Sinta bisa kuliah lagi?"

Arga menggeleng dan mencium perutku.

"Belum sayang, kamu tetap di mansion ini sampai bayi kembar lahir 9 bulan lagi, Mas tidak mau ambil risiko lagi, Mas trauma lihat kamu diculik."

Aku cemberut manja.

"9 bulan dikurung di mansion? Bosan Mas!"

"Kan ada Mas, ada Mama Rina, ada Papa Herman, dan ada 2 bayi kembar di perut kamu yang ajak ngobrol, tidak akan bosan."

Aku tertawa, benar juga.

Hari-hari di mansion Bandung setelah itu terasa sangat damai dan bahagia. Tidak ada lagi Kelvin Tan, tidak ada lagi Tante Mira, hanya ada kami berempat menunggu kelahiran bayi kembar.

Arga setiap pagi mencium perutku dan bicara dengan bayi kembarnya.

"Halo anak Papa yang kembar, ini Papa Arga, jangan nakal di perut Mama ya, jangan tendang Mama terlalu keras."

Dan setiap malam, aku dan Arga tidur berpelukan di taman bunga mawar putih mansion itu, menatap bintang-bintang, dengan perutku yang semakin membesar.

Tapi apakah benar Kelvin Tan sudah selesai? Atau dari dalam penjara Nusakambangan nanti, dia masih akan menyuruh orang untuk balas dendam terakhir yang paling kejam?

Dan apakah bayi kembar kami akan lahir dengan selamat?

(Bersambung...)

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!