Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25 Di belikan mama baju kerja
Jam sembilan malam kafe tutup, aku sama mas Arya pulang ke apartemen, sampai apartemen aku mandi bergantian, kemudian sholat isya dan tidur berpelukan, Mas Arya cape, katanya bercinta nanti saja,tapi tetep tidur berpelukan dan dia menciumi aku juga tetap menyesap buahku. sebelum dia terlelap.
Jam tiga mas Arya ngajak bercinta, teryata aku datang bulan, jadi aku bangun pakai pembalut dan tidur lagi, mas Arya mengelus pungung dan perutku untuk mengurangi rasa sakitku, kasihan dia nggak jadi dapat jatah.
"Bulan depan loopi harus kerja keras karena bulan ini masih kopyor" kata mas Arya sambil terkekeh.
" Iya bang padahal, adek ingin ada Arya junior di sini" kataku sambil menunjuk perutku
" Sabar dek nikah juga masih sebulan sayang, insya Allah bulan depan bisa isi" kata dia
Kami pun terlelap lagi, aku merasa damai tidur dalam dekapan suami ku dan aku sudah mencintai dia dengan tulus.
Aku di bangunkan oleh mas Arya sudah jam tujuh pagi, biasa aku molor maklum nggak sholat subuh.
" Mas ke kafe jam berapa?" tanyaku
" Santai dek kamu bangun dulu, mandi sana,mas sudah beli bubur ayam, dan beli obat nyeri haid, buat kamu" kata dia
Ku peluk suamiku dan ku ciumi pipinya sebagai ucapan terima kasih atas perhatiannya kepada ku
" Terima kasih mas baik dan perhatian sama aku sekarang aku mandi dulu,dan ikut mas ke kafe" kataku
" kalau kamu sakit istirahat saja di rumah, nggak usah bantu mas di kafe" kata dia
" Aku ikut saja mas, dari pada nganggur di rumah presentasi untuk hari Senin sudah siap kok adek mandi dulu ya" kata ku. kemudian aku mandi dan ganti pembalut.
Selesai mandi aku pakai body care dan skincare, pakai atasan kaus dan bawahan celana hitam, karena takut tembus, aku berjalan ke dapur, di sana sudah ada dua mangkuk bubur ayam, kopi dan teh hangat buatku juga ada obat nyeri haid di meja
" ayo dek kamu makan bubur dulu, kemudian minum obat anti nyeri, mas suapi ya?" tawar dia
" Mas mandi saja aku makan sendiri, nanti aku bantu merawat rambut mas kan nanti di potong pendek besok nggak bertemu rambut panjang lagi" jawabku
" Ya sudah mas mandi dulu ya" kata dia
Aku makan bubur, minum teh kemudian minum obat nyeri haid, selesai ku buang wadah bubur di keranjang sampah aku masuk lagi ke kamar, mas Arya selesai mandi, ku siapkan bajunya,seperti biasa,dia berpenampilan santai, pakai kaus pas body dan celana selutut yang bayak sakunya.
Aku memberikan vitamin ke rambut mas Arya kemudian aku keringkan dengan hairdryer dan kusisir dan kuciumi besok kalau sudah rambut cepak aku hanya membantu memberi vitamin saja.
" Ayo mas,! adek suapi makan dengan bubur" kataku
Dia mau kusuapi bubur ayam, dan mama Vidio call. " kamu manja banget minta di suapi istri mu le" kata mama
" iya ma mumpung istriku libur, aku bisa manja sama istri, mama dan lainya apa kabar?" tanya mas Arya.
" Sehat semua le, hari Senin besok si Samsul kirim kakao ke pabrik, semoga segera di bayar bisa buat beli mobil" kata mama
" oh ya le mama sudah pesan baju kerja buat istrimu, nanti kamu ambil di butik katanya sudah selesai di butik Safira sudah mama bayar istrimu tinggal ambil" kata mama
" Aduh ma terima kasih, mama memang mertua the best" jawabku
" Nanti Arya antar Nadia ke butik itu ma, kan ada di mall tempat kafe Arya" kata mas Arya
" Iya le jaga dan lindungi selalu istrimu"pesan mama
Telephon di akhiri, kami berangkat ke kafe tidak lupa mampir ke laundry dulu, kirim baju kotor.
Jam delapan sampai di kafe,kami persiapan buka, sudah siap buka aku tetap di bangian kasir dan mas Arya pamit mau potong rambut dulu katanya sudah janjian di barber shop,
Karena hari libur mall lumayan ramai, orang pesan minuman juga banyak, mungkin mereka haus kadang di bawa pulang dan kadang di minum sambil jalan, ya ada ada saja kelakuan orang orang di sini.
Sekitar satu jam mas arya datang dengan penampilan baru, yaitu rambut cepak nya, rambut panjangnya sudah berganti cepak seperti pemain sepak bola, Jude bellingham pemain timnas Inggris, sekarang aura preman ataupun gembelnya sudah hilang, sekarang lebih cocok jadi owner cafe, kebun coklat dan kebun kopi, he he he berharap padahal semua punya mama.
" Mas lebih ganteng tenyata seperti pangeran,yaitu pangeran kopi" kataku bercanda.
" kalau mas, pangeran kamu putrinya" jawab dia sambil terkekeh
" Putri yang di khianati dan di tolong preman" jawabku sambil terkekeh.
Kami tertawa terbahak-bahak di dekat meja kasir, kami diam nggak tertawa karena ada orang yang mendekat akan transaksi ke kasir dan ternyata orang itu pelanggan itu produk coklat kami.
" Dek kita titipkan kafe ke karyawan, kita ke butik ambil baju kamu" kata mas Arya.
" Iya mas nanti jam dua kalau karyawan shift sore datang" jawabku
Jam dua kami pamit ke karyawan meninggalkan kafe sebentar, untuk ke butik sekalian makan siang. kami makan siang dulu di foodcourt yang ada di mall ini, kami makan nasi rawon saja dan tidak pedas, karena perutku lagi nggak enak.
Selesai makan siang kami ke butik, kata mama suruh menghubungi mbak Hera.
" Benar ini mbak Nadia mantunya Bu fatima?" tanya dia
" Iya betul saya di pesan Bu Fatima untuk menghubungi ibu mengambil baju" jelasku
" Mari mbak fitting baju mungkin ada yang perlu di perbaiki" kata Bu Hera
Aku segera fitting baju pesanan mama, kok banyak ada enam setel baju kerja, pesanan mama dan semua sudah pas di badanku.
" Bu fatima pesan enam setel baju kerja buat menantunya dan sudah di bayar lunas jadi mbak Nadia tinggal bawa pulang" jelas Bu Hera
Aku speechless dengan kelakuan mama mertua yang sangat baik kepada ku.
" Mas ma belikan aku baju banyak banget" jelasku ke mas Arya
" Nggak apa apa dek kan buat kamu, menantunya sendiri bukan orang lain" jawab mas Arya santai.
Selesai di bungkus dan di masukan di paperbag baju baju tersebut kami bawa pulang, hadeh seperti sultan habis belanja saja.
" Mas aku kayak istri sultan, yang habis borong belanja" kata ku sambil terkekeh
" iya aku kayak pengawal nya yang bawain belanjaan istrinya sultan" kata mas Arya sambil tertawa
" Nggak lah kamu kan sultan nya, sultan kopi dan kakao" jawabku serius
" Itu punya mama sayang, tapi kita yang menikmati" jawab mas Arya asal
Kami kembali ke kafe, karyawan shift sore sudah pulang, mas Arya langsung bantu melayani pembeli dan aku seperti biasa stand by di kasir.
Magrib para karyawan gantian istirahat dan sholat juga makan, dan mas Arya juga pamit sholat dan aku tetap di kasir santai kalau magrib begini pengunjung sepi, mungkin bentar lagi ramai.
Mas Arya datang bawa bungkusan, ternyata isinya burger, Hem kumakan saja kan aku sudah lapar, ternyata beef burger, dagingnya enak dan rotinya lembut, jadi lumer di mulut, dia makan satu dan aku juga habis satu jadi perut kenyang.
Begitulah kami nggak perlu stok makanan di kulkas karena kita tinggal pilih mau makan apa di mall ini, karena itu kalau pulang kerja aku memilih ke sini saja jadi bisa beli makan dan pilih apa saja dan di bayar suamiku.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣