NovelToon NovelToon
Istri Misterius Sang Jenderal

Istri Misterius Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Nikah Kontrak / Kerajaan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.

Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.

Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?

*

Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Orion bersama pasukannya bahu-membahu memadamkan api dan mengevakuasi para warga. Arina mendekati sebuah keluarga yang terdiri atas seorang ibu dan anak. Keduanya saling berpelukan sambil menangis histeris.

“Ada yang aneh dengan mereka,” batin Arina. Ia pun mempercepat langkahnya. Saat jaraknya sudah cukup dekat, Arina samar-samar melihat asap hitam keluar dari tubuh keduanya.

“Orion! Mereka yang membakar desa ini!” teriak Arina sambil melompat ke samping, tepat ketika kedua orang itu menerjangnya dengan ganas. Tanduk hitam muncul dari kepala mereka, sementara bola mata mereka berubah menjadi merah, menyala bagaikan api yang membakar desa itu.

Orion yang sedang membantu korban seketika menghunus pedangnya dan melompat. Ia berdiri di depan Arina, melindunginya dari kedua sosok aneh tersebut.

Kedua sosok itu menggeram pelan sebelum menerjang Orion secara bersamaan. Kuku-kuku mereka memanjang tajam, mengoyak udara dengan kecepatan yang mengerikan.

Clang!

Pedang Orion menahan serangan pertama. Percikan api beterbangan saat kuku hitam itu beradu dengan bilah pedangnya. Belum sempat menarik napas, sosok satunya sudah menyerang dari sisi kanan.

Orion memutar tubuhnya, menghindari sabetan yang nyaris mengoyak wajahnya. Dengan gerakan cepat, ia menghantam gagang pedangnya ke perut lawan hingga tubuh itu terlempar beberapa meter dan menghantam tanah.

"Jangan bunuh mereka!" teriak Arina.

"Aku tahu."

Sosok perempuan itu kembali melompat dengan mulut menganga lebar, berusaha menggigit leher Orion. Namun, Orion lebih cepat. Ia meraih pergelangan tangan perempuan itu, memutar tubuhnya, lalu membantingnya ke tanah hingga debu berhamburan.

Sebelum perempuan itu sempat bangkit, ujung pedang Orion telah menekan tenggorokannya. Bukan untuk menusuk, melainkan menahannya agar tidak bergerak.

Di saat yang sama, sosok anak itu menyerbu dari belakang.

Tanpa menoleh, Orion mengayunkan kaki ke belakang hingga mengenai dada anak tersebut. Tubuh kecil itu terpental, tetapi kembali bangkit seolah tidak merasakan sakit.

"Benar-benar kehilangan akal..." gumam Orion.

Anak itu kembali menerjang. Kali ini Orion menyarungkan pedangnya, lalu menangkap kedua lengannya. Meski tubuh anak itu terus meronta dan menggeram liar, Orion menguncinya dengan kuat hingga tak mampu melepaskan diri.

Perempuan itu memanfaatkan kesempatan untuk bangkit dan menyerang lagi. Orion segera melepaskan satu tangan, meraih pergelangan kaki perempuan itu saat tendangannya meluncur, lalu memutarnya hingga tubuhnya kehilangan keseimbangan.

Bruk!

Perempuan itu jatuh telungkup. Orion seketika menindih punggungnya dengan lutut, sementara satu tangannya tetap mengunci anak itu.

"Tali!"

Arina berlari menghampiri sambil melemparkan gulungan tali.

Orion menangkapnya dengan satu tangan, lalu mengikat kedua sosok itu dengan cekatan. Walau terus meronta dan menggeram, mereka tak lagi mampu melepaskan diri.

“Tuan, semua warga telah berhasil dievakuasi. Perintah selanjutnya, Tuan?” kata Rigel, tangan kanan Orion yang selalu mengikutinya bak bayangan.

“Untuk sementara, ungsikan mereka ke desa tetangga. Aku akan melaporkan kejadian ini terlebih dahulu kepada Yang Mulia Raja sebelum mengambil langkah selanjutnya,” perintah Orion sembari menarik paksa kedua orang aneh itu hingga berdiri.

“Baik, Tuan.”

Dalam sekejap, Rigel meninggalkan mereka untuk menemui para warga yang sebagian masih menangis.

“Dari mana kau tahu kalau mereka dalangnya?” tanya Orion sambil menyipitkan mata penuh selidik. Bahkan ia sendiri tidak merasakan sesuatu yang aneh dari kedua orang itu, tetapi Arina dapat langsung mengetahuinya. Hal itu jelas menimbulkan kecurigaan.

“Karena tingkah mereka mencurigakan.” Arina melangkah mendekat. Tatapannya menajam ke arah kedua sosok yang kini tidak lagi mengamuk itu. “Kau harus menginterogasi mereka, Orion. Siapa tahu mereka adalah suruhan kerajaan musuh.”

Entah karena tersinggung oleh ucapan Arina atau memang menyembunyikan sesuatu, kedua sosok itu seketika menatapnya dengan sorot mata yang garang.

“Siapa yang menyuruh kalian membakar desa ini?” tanya Orion. Tangannya menggenggam erat gagang pedang, siap mengayunkannya jika mereka tetap bungkam.

Kedua orang itu tidak menjawab.

“Siapa?!” bentak Orion dengan suara sedingin es.

Mereka masih memilih diam. Sementara itu, dalam penglihatan Arin, asap hitam yang keluar dari tubuh kedua sosok itu justru semakin pekat.

Iblis? Tapi iblis tidak memiliki aura sehitam itu... batin Arina.

Karena mereka tetap tidak mau menjawab, Orion pun mulai melakukan penyiksaan demi memaksa mereka berbicara.

Namun, apa pun yang Orion lakukan, kedua orang itu tetap tidak mau bicara, seolah-olah penyiksaan tersebut tidak berarti apa-apa bagi mereka.

“Cukup, Orion! Kau ingin membunuh mereka?” sela Arina yang sudah tidak tahan lagi.

“Membunuh penjahat seperti mereka bukanlah dosa,” balas Orion.

Arina mendengus dalam hati. Lagipula, Orion memang bukan tipe orang yang mau mendengarkan pendapat orang lain. Jika ia bersedia melakukannya, keganasannya tentu tidak akan menginspirasi rasa takut di hati begitu banyak orang.

Namun, kedua orang ini benar-benar tidak boleh dibunuh. Nalurinya mengatakan ada sesuatu yang tersembunyi di balik penyerangan desa ini.

“Kau bisa membawa mereka ke penjara. Mungkin, lama-kelamaan mereka akan membuka suara,” usul Arin dengan nada datar, tanpa sedikit pun mengubah ekspresi wajahnya.

Orion terdiam sejenak. Tatapannya tertuju pada Arina cukup lama.

Mengapa sampah keluarga Volans ini tidak sebodoh rumor yang beredar? batin Orion. Selama ini, ia mendengar Arina sebagai seseorang yang pendiam, berwajah murung, dan tidak terlalu cerdas. Karena itulah, ia sedikit terkejut melihat sisi lain wanita itu malam ini.

...***...

...Like, komen dan vote...

1
Nda
kayanya Orion mulai cemburu nggak sh🤭
Nda
novelmu selalu menarik thor😍😍
ociii
🥰🥰
ociii
cerita'y bagus...♥️♥️
Mila Sari
Thor jgn setengah 2 ceritanya,, yg bnyk updatenya
Mila Sari: ditunggu ya Thor,, semangat berkarya
total 2 replies
Mila Sari
ceritanya smkin seru,, Thor yg bnyk updetnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!