NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Takdir yang Terus Mempertemukan

Siang itu, suasana Aksara Group mendadak berbeda. Notifikasi email internal baru saja masuk ke hampir seluruh karyawan.

PENGUMUMAN PERUBAHAN JABATAN CEO AKSARA GROUP

Beberapa karyawan yang membacanya langsung saling berpandangan.

"Serius?"

"Bukannya Pak Aksa cuma manajer?"

"Kenapa tiba-tiba jadi CEO?"

"Katanya posisi itu harusnya diisi keluarga Wicaksono?"

"Berarti selama ini Pak Aksa..."

Percakapan semakin ramai. Rasa penasaran menyebar dari satu meja ke meja lainnya.

Di meja resepsionis, Riva bahkan sudah berdiri dari kursinya. "HAH?!"

Beberapa orang langsung menoleh.

Riva menatap layar ponselnya dengan mata membulat. "Pak Aksa jadi CEO?!"

Teman di sebelahnya mengangguk. "Iya. Tadi aku juga baru baca."

Riva menepuk meja. "Ya ampun! Berarti selama ini aku kerja satu gedung sama CEO dan aku gak tahu?!"

"Pelankan sedikit suaramu, Riv."

"Mana bisa pelan?! Ini berita besar!" Riva buru-buru mengambil ponselnya dan membaca ulang pengumuman tersebut.

"Jadi Pak Aksa bukan cuma manajer? Dia pewaris Aksara Group?"

Ia menggeleng-gelengkan kepala dengan ekspresi tak percaya.

"Pantesan..."

"Pantesan apa?"

"Entahlah," sahut Riva. "Tapi sekarang semuanya terasa masuk akal."

 

Di lantai teratas gedung Aksara Group, suasananya jauh lebih tenang.

Aksa kini duduk di kursi yang beberapa jam sebelumnya belum pernah menjadi miliknya.

Kursi CEO.

Beberapa dokumen berada di atas meja. Di hadapannya, pemandangan kota terlihat luas melalui dinding kaca.

Namun bukannya memeriksa dokumen, pikirannya justru melayang pada kejadian tadi. Perempuan yang berpapasan dengannya di depan lift.

Tatapan terkejutnya. Ekspresi gugup yang berubah menjadi kesal. Dan nada suaranya yang sewot ketika mengatakan bahwa dirinya tidak menghalangi jalan.

Aksa mengembuskan napas pelan. "Wanita aneh."

Entah mengapa, kejadian singkat itu justru terus terlintas di kepalanya. Padahal mereka bahkan tidak saling mengenal. Satu hal lagi yang tidak bisa ia pungkiri. Aksa terdiam sejenak.

"Cantik."

Kata itu lolos begitu saja dari bibirnya.

Aksa langsung menggeleng. "Kenapa aku malah mikirin dia?"

Ia menyandarkan punggungnya pada kursi. "Dan sebenarnya dia siapa? Aku gak pernah lihat dia di perusahaan ini."

Aksa kemudian menegakkan punggungnya, memaksa dirinya kembali fokus pada dokumen di hadapannya.

 

Sementara itu, sebuah mobil putih mutiara melaju meninggalkan pusat perbelanjaan.

Aynara memegang kemudi dengan tenang. Sesekali matanya melirik layar navigasi di dashboard. Tujuannya kali ini adalah Aksara Medika.

Setelah berbelanja bahan makanan untuk memasak, Aynara sebenarnya ingin langsung kembali ke apartemen. Namun, ia teringat Wicaksono.

Kemarin ia tidak sempat menjenguk pria tua itu. Karena itu, sebelum pulang, ia memutuskan mampir terlebih dahulu ke rumah sakit.

Tak lama kemudian, mobilnya memasuki area rumah sakit.

Setelah memarkirkan kendaraan, Aynara turun dan mengangkat wajahnya. Matanya langsung tertuju pada tulisan besar yang terpampang di bagian depan gedung.

AKSARA MEDIKA

Keningnya berkerut. "Aksara Medika..." Aynara menatap tulisan itu beberapa detik. "Aksara Group..."

Ia mendadak terdiam. "Tunggu."

Matanya menyipit. "Jangan-jangan rumah sakit ini juga milik Kakek Wicaksono?" Aynara menggeleng cepat. "Gak mungkin, 'kan? Bisa saja namanya kebetulan mirip."

Namun, semakin dipikirkan, semakin ia merasa penasaran. "Seberapa kaya sebenarnya Kakek Wicaksono?"

Aynara mengembuskan napas panjang. "Sudahlah."

Ia tidak ingin terlalu memikirkan harta keluarga suaminya. "Walaupun keluarganya kaya raya, toh setahun lagi aku juga bakal jadi mantan istrinya."

Langkahnya terhenti sejenak. Entah mengapa, bayangan Asti tiba-tiba muncul dalam pikirannya.

Wanita itu begitu hangat kepadanya. Perhatian kecil yang diberikan Asti membuat Aynara merasakan sesuatu yang selama ini hampir tidak pernah ia dapatkan.

Rasanya seperti memiliki seorang ibu. Padahal, ibu kandungnya sudah lama tidak ada. Yang ada hanya ibu tiri yang memperlakukannya seperti pembantu.

"Sayang sekali..." gumam Aynara lirih.

Ia menundukkan kepala, lalu tersenyum kecil. "Kalau saja Mama bukan ibu mertuaku..."

Aynara menghela napas. Ia sebenarnya tidak keberatan menjadi menantu Asti. Yang membuatnya enggan hanyalah satu orang.

Aksa Wicaksono.

Begitu wajah pria itu terlintas di benaknya, senyum di wajah Aynara langsung menghilang.

"Ah, dia lagi." Ia mendengus kesal. "Baru ingat sedikit saja sudah bikin emosi."

Aynara kemudian melangkah menuju pintu masuk rumah sakit, berusaha mengusir bayangan Aksa dari pikirannya.

Saat hendak memasuki ruang rawat Wicaksono, Aynara justru berpapasan dengan Asti yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.

"Sayang, kamu di sini?"

Aynara tersenyum. "Iya, Ma. Aku mau menjenguk Kakek."

Senyum Asti mengembang. Ia mengusap lembut kepala Aynara. "Anak baik. Ya sudah, kamu masuk sana. Mama mau pulang dulu."

"Iya, Ma. Hati-hati."

"Iya." Asti melambaikan tangan sebelum melangkah pergi. Senyum masih tertahan di bibirnya.

Pikirannya kembali pada perkataan perawat tadi. Aynara datang menjenguk Wicaksono dan bahkan membantu membersihkan tubuhnya. Kemarin malam, gadis itu juga sempat datang meski hanya sebentar. Dan hari ini, ia kembali datang.

Jika Aynara bukan gadis yang baik, untuk apa ia repot-repot mengunjungi pria yang bahkan tidak tahu kapan akan sadar?

Asti menggeleng pelan.

Tidak mungkin Aynara melakukan semua itu hanya karena berharap Wicaksono akan membantunya mempertahankan pernikahan.

Kalau memang itu tujuannya, bukankah lebih mudah meminta bantuan kepadanya?

Asti adalah ibu Aksa. Ia juga tahu putranya dengan baik.

"Ayah memang gak pernah salah memilih..." gumam Asti lirih. "Sayang sekali, Aksa justru menyia-nyiakan gadis sebaik Aynara."

 

Sementara itu, Aynara masuk ke ruang rawat Wicaksono. Ia melihat pria tua itu masih terbaring pucat di atas ranjang dengan berbagai alat medis yang terpasang, ia perlahan mendekat.

"Halo, Kek." Senyum kecil tanpa sadar mengembang di bibirnya.

Ia melangkah mendekat. Entah mengapa, setiap kali melihat pria tua itu, hatinya terasa sedikit hangat.

Sore itu, Aynara kembali membantu perawat membersihkan tubuh Wicaksono. Setelah selesai, perawat tersebut berpamitan dan meninggalkan ruangan.

Aynara merapikan selimut Wicaksono, memastikan pria tua itu tetap dalam posisi nyaman.

"Kakek, aku pulang dulu, ya. Besok aku akan menyempatkan waktu untuk menjenguk Kakek lagi."

Ia tersenyum kecil meski tidak tahu apakah pria tua itu bisa mendengar ucapannya atau tidak.

Setelah itu, Aynara beranjak keluar dari kamar. Ia berjalan menuju lift. Namun, begitu pintunya terbuka, langkahnya mendadak terhenti.

Ekspresi wajahnya seketika berubah kesal. "Kenapa harus ketemu dia lagi?"

 

...🔸🔸🔸...

..."Kebaikan yang tulus tidak selalu dilakukan untuk mendapatkan balasan. Kadang, hati yang benar-benar baik tetap memilih hadir dan peduli, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang mampu membalasnya.”...

...“Seseorang yang benar-benar tulus akan tetap berbuat baik meski tidak ada yang melihat. Karena nilai sebuah kebaikan bukan terletak pada pujian yang diterima, melainkan pada ketulusan hati saat melakukannya.”...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Cicih Sophiana
akhir nya kepenasaran Aksa terjawab sudah... ternyata Nara memanggil mama Aksa "MAMA"... berarti Nara
Ass Yfa
lah...kok wes ketemu wae..Aksa lbh baik duam2.deh pura2 nggk ngerti🤭
Wardi's
semoga aksa gk salah faham., klo nara msk kerja dibantu mama nya...
evievoy
ikutin mereka Aska klo lo penasaran sama Aynara
evievoy
Aksa penasaran berattt 🤣🤣🤣
perankan terus akting mu Ay pura pura gak kenal
Hanima
🤭🤭👍
evievoy
Lang sadar dong si mantan udah bersuami
ohhh ketemu sang CEO baru Ay
abimasta
Aksa akan semakin penasaran
Cicih Sophiana
Aksa itu istri loh... istri yg kau hina yg kau binci... tunggu aja waktu nya kau akan bucin 🫢 dan akan menyesali pernah tdk suka Aynara...
Sugiharti Rusli
entah apa nanti yang akan terjadi sama mereka yah, kalo pada akhirnya Aska tahu kalo sekretaris yang baru bekerja di perusahaannya adalah Nara istrinya sendiri
Sugiharti Rusli
dan yang pada akhirnya tahu sekarang, kalo perempuan yang ga terlalu mencari perhatian sejak beberapa kali bertemu adalah istrinya sendiri
Sugiharti Rusli
yang belum mama Asti tahu kalo sang menantu sejatinya sekarang bekerja di perusahaan keluarga mereka sendiri dan sekarang bekerja bersama Aksa
Sugiharti Rusli
yah mau gimana lagi, kan mama Asti memang sudah sangat dekat dengan sang menantu, meski putranya menolak mentah"
Sugiharti Rusli
wah sepertinya siapa Nara sebenarnya bagi Aksa akan segera terjawab yah nanti,,,
Sugiharti Rusli
kira" Aynara akan mengucapkan apa yah ke suaminya nanti tuh,,,
Sugiharti Rusli
dan namanya pun dia kurang familiar saat bertanya sekretaris senior di manajemen
Sugiharti Rusli
dan sekarang saat dia melihat kembali sang istri dalam kondisi aslinya, dia ga langsung mengenalinya,,,
Sugiharti Rusli
bahkan nama asli sang istri pun si Aska tidak mengingatnya karena saking dia sangat terpakasanya mengucap ijabnya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi saat itu posisi wajah Nara sedang bengap karena alergi yang jadi penyebab nya kan,,,
Sugiharti Rusli
yah begitu deh kalo karena terpaksa menikahnya karena diancam oleh sang kakek,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!