Genre: Fantasi Modern, Romantis-Komedi, Isekai
Elia said : Gue boleh jadi antagonis, tapi minimal tetep punya akhlak lah ya!
Gimana jadinya kalau seorang gadis Gen Z super santuy bernama Elia tiba-tiba terbangun di dalam dunia webnovel romansa klise yang sering dia baca? Alih-alih jadi tokoh utama yang disayang semua orang, Elia malah apes tingkat dewa: dia masuk ke tubuh si villainess (tokoh jahat) yang punya nasib tragis dan bakal mati mengenaskan di pertengahan cerita!
Novel itu berjudul "Gadis Desa dan Sang Taipan" sebuah kisah cinta menye-menye tentang gadis kampung polos yang dicintai setengah mati oleh seorang taipan muda nan kaya raya. Masalahnya, si taipan kaya ini adalah tunangan Elia di dunia tersebut. Berdasarkan alur asli, Elia harusnya mati karena terlalu bucin dan terobsesi merusak hubungan mereka.
"Yang bener aja?! Masak gue harus jadi villain? Mana mati di tengah cerita lagi. Sial banget!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kritis
•Biar ga pada ngantuk🤭
~ HAPPY READING ~
...----------------...
"Helena!"
Terdengar suara teriakan histeris dari ujung koridor rumah sakit. Tampak Meilin berlari tergesa-gesa dengan raut wajah sembap, diikuti oleh Michel dan Miler di belakangnya. Beberapa menit yang lalu, Rayyan memang sempat memberikan kabar kepada keluarga Lauren mengenai kondisi terkini Helena.
"Alex! Di mana Helena?!" tanya Meilin panik luar biasa begitu sampai di depan ruang tindakan. Wanita itu menggoyang-goyangkan tubuh Alex yang membeku.
"Ada di dalam... sedang ditangani dokter," jawab Alex lesu, tatapannya kosong menatap lantai koridor.
Michel memperhatikan calon menantunya itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pakaian Alex tampak kusut, kotor oleh tanah, dan dinodai noda darah kering milik putrinya.
"Alex..." Michel menatap Alex tajam, menyuratkan tuntutan penjelasan atas apa yang sebenarnya terjadi.
Alex menunduk dalam. "Maaf, saya datang terlambat—"
"Bos! Ranza sudah berhasil menemukan semua bukti kejahatan Boni!" potong Rayyan yang baru saja berlari mendekat sambil menggenggam ponselnya.
"Boni?" bisik Michel dengan kening berkerut dalam.
"Ya, Tuan. Nona Helena diculik oleh anak buah Boni. Ini adalah sindikat human trafficking," lapor Rayyan panjang lebar. "Sindikat ini menculik para gadis anak anak dan pria pria muda untuk dijual sebagai PSK atau budak seks serta untuk di ambil organ nya. Pelanggan mereka banyak berasal dari orang-orang penting. Komplotan Boni bukan sekadar preman biasa, mereka adalah sindikat penculikan dan perdagangan manusia terselubung. Alasan yang membuat masyarakat bungkam akan aksi penculikan terang-terangan ini adalah karena Boni itu kebal hukum."
Rayyan menarik napas sejenak sebelum melanjutkan. "Pria itu sudah sering masuk penjara, namun tidak pernah lama. Hanya satu hari, dan besoknya pria itu sudah bebas kembali karena tidak ada bukti sah kalau Boni yang melakukan kejahatan tersebut. Orang yang melapor atau ikut campur kebanyakan menghilang tanpa jejak, tidak ada yang tahu ke mana. Masyarakat tidak mau ikut campur karena takut. Bahkan, ada rumor yang tersebar bahwa pihak kepolisian dan pemerintah daerah mendapatkan keuntungan besar dari semua ini."
"Sialan!" Michel meremas erat kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gemuruh amarah yang hendak meledak.
"Para pejabat itu... mereka sepertinya sudah bosan hidup," gerutu Alex dingin. Sorot matanya berubah gelap dan sarat akan ancaman membunuh. "Rayyan, kerahkan semua orang! Kita selidiki lebih lanjut kasus ini sampai ke akar-akarnya!"
"Mama, Meilin... kalian jaga Helena di sini. Alex, saya titip keluarga saya," ujar Michel tiba-tiba, suaranya terdengar sangat dalam saat berusaha keras menahan emosinya yang membakar dada.
"Papa mau ke mana, Pa—" panggil Meilin cemas melihat raut wajah ayahnya.
"Biarkan papamu pergi. Beri dia waktu untuk sendiri," ujar Miler cepat, menahan jemari Meilin yang hendak mengejar suaminya.
Di sudut lain koridor, Arton melangkah mendekati Alex. "Paman, kasus ini bukan hal sepele. Aku akan pulang sekarang dan memberitahu Papa serta Kakek."
Arton lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat di telinga Alex. "Paman... tolong sembunyikan keberadaan Leila. Jangan biarkan Papa dan Kakek tahu Leila ada di kota ini," bisik Arton penuh permohonan.
Alex melirik keponakannya itu sekilas. "Hmmm," jawab Alex sambil mengangguk paham.
Sebelum melangkah pergi meninggalkan rumah sakit, Arton menyempatkan diri membalikkan badan dan menatap Leila yang berdiri mematung di sudut tembok.
"Leila... setelah masalah ini selesai, tolong jangan pergi. Berikan aku satu kesempatan untuk bicara denganmu, untuk menjelaskan semuanya dari awal," pinta Arton penuh penyesalan mendalam kepada Leila, sebelum akhirnya pria itu berbalik dan berjalan cepat meninggalkan koridor rumah sakit.
Di sisi lain Kota A...
Di sebuah bangunan tua yang tampak begitu kumuh dan terbengkalai dari luar, Michel melangkah cepat masuk ke bagian dalam. Tempat itu ternyata sangat bersih dan mewah, berbanding terbalik dengan keadaan di luarnya yang hanyalah sebuah penyamaran.
"Jhansen!" teriak Michel menggelegar.
"Ya, Tuan!" Seorang pria berbadan tegap tiba-tiba muncul dan berdiri bungkuk di hadapan Michel.
"Kumpulkan semua anak buahmu sekarang!"
"Tuan... apa yang ingin Anda lakukan?" potong Jhansen bergidik ngeri melihat aura membunuh yang memancar kuat dari tubuh sang majikan.
"Ada yang berani menyentuh putriku. Helena diculik oleh sindikat human trafficking, dan pemimpinnya bernama Boni. Helena berhasil melarikan diri, tapi..." Michel menghentikan kalimatnya, napasnya memburu keras.
"Tuan?"
"Kerahkan semua orang kita! Cari seluruh informasi kejahatan pria itu. Jangan bunuh Boni dulu... saya mau dia ditangkap hidup-hidup!" perintah Michel penuh amarah yang tertahan.
"Baik, Tuan!" jawab Jhansen sigap lalu segera mundur menjalankan perintah.
Di tempat lain pada waktu yang bersamaan, Rayanza dan tim peretasnya mulai bergerak cepat menyusuri jejak digital dan mencari informasi mendalam. Beberapa anggota tim keamanan Alex bahkan sudah mulai menyusup secara langsung ke dalam markas utama milik Boni.
Sementara itu, Arton yang telah tiba di kediaman utama keluarga Veradoux langsung melaporkan seluruh rentetan kejadian tersebut kepada kakeknya, Albert, dan papanya, Nicky.
"Penculikan terjadi di siang hari secara terang-terangan di wilayah kita. Aku yakin keluarga Lauren pasti tidak akan tinggal diam. Dan dari informasi yang telah dikumpulkan Paman, sindikat ini dibantu oleh pemimpin daerah serta pihak kepolisian. Itu sebabnya kasus ini tidak pernah tercatat secara resmi, namun masyarakat sudah mengetahuinya. Hanya saja, mereka dipaksa bungkam karena takut," ujar Arton melaporkan situasi secara mendetail di ruang keluarga.
Nicky menatap putranya sejenak, lalu mengangguk paham. "Arton, kamu kembali ke rumah sakit sekarang. Awasi Alex dan keluarga Lauren di sana. Biar Papa yang mengurus masalah pejabat dan kepolisian ini."
Bersambung 🫰🏻🤗