NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Ditinggalkannya

Rahasia Yang Ditinggalkannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:385
Nilai: 5
Nama Author: Momowen

Dia kehilangan segalanya dalam sekejap.
Kecelakaan merenggut nyawa pria yang paling mencintainya, meninggalkan hanya rekaman suara terakhir...yang tiba-tiba menghilang.

Di balik air mata dan luka, Silvia Pliis menemukan rahasia besar yang tidak pernah dia ketahui dari pria yang mencintainya.

Antara cinta yang tak sempat tersampaikan, persahabatan yang setia, dan intrik keluarga penuh ambisi...ia harus memilih:
Tetap jadi gadis polos yang dilindungi, atau membuka pintu menuju kebenaran yang akan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momowen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SA

Silvia mengernyitkan kening. Ia sama sekali tidak mengetik apa pun. Namun, layar di hadapannya tiba-tiba dipenuhi oleh kode yang muncul dengan sendirinya.

【Selamat datang, SA.】

Jari Silvia seketika terhenti. Tatapannya terpaku pada dua abjad itu, perlahan berubah sayu.

Padahal, ia sama sekali belum memasukkan apa pun. Lantas, mengapa situs ini bisa langsung tahu siapa dirinya?

Dan... sebenarnya, apa yang ingin dikatakan Minnie sebelumnya?

Silvia menahan napas. Jemarinya perlahan menyapu layar sentuh, lalu mengetik satu huruf, ‘P’, pada kolom pencarian. Pengguna yang muncul paling atas adalah Paxler, sosok dengan lebih dari 100 juta pengikut.

Silvia perlahan menekan foto profil yang begitu dikenalnya. Halaman kembali beralih ke tampilan baru. Antarmuka pengguna itu terlihat seperti aplikasi biasa, dipenuhi catatan-catatan singkat tempat Paxler menuliskan berbagai ocehannya.

Silvia membaca satu demi satu kalimat yang berkaitan dengannya. Menahan rasa perih yang perlahan memenuhi dadanya, ia terus menggulir layar hingga ke bagian paling bawah.

Waktu: 17 Oktober 2019.

Aku harus uang yang banyak-banyak!

Silvia tanpa suara menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang. Lengannya perlahan menutupi dahi, sementara matanya terpejam lemah.

“Kau benar-benar suka bertingkah.”

Keesokan harinya.

Nelia dengan penuh semangat mengetuk pintu kamar Silvia. Begitu pintu terbuka, ia langsung melihat Silvia yang masih duduk di depan meja belajar.

Suaranya seketika meninggi, “Silvia Pollis! Kamu nggak tidur?!”

Silvia mengenakan kacamata berbingkai hitamnya. Wajahnya terlihat lelah saat menatap tumpukan buku bahasa Inggris di hadapannya yang sudah menggunung.

“Sudah. Aku ada tidur kok.”

Nelia berjalan mendekat dan mengamati setiap inci wajah Silvia dengan saksama, “Benaran?”

Namun, lingkaran hitam di bawah mata Silvia tidak mungkin berbohong. Ekspresi Nelia seketika berubah serius, “Kamu nggak tidur!”

Telapak tangannya menghantam permukaan buku dengan keras. Tatapannya terpaku tajam pada Silvia.

Silvia bersandar di kursi, lalu menyilangkan kedua tangannya sambil menatap wajah Nelia.

“Benaranu dah tidur loh!” Sambil berkata begitu, tangan kanannya mengangkat tiga jari kanannya.

“Tiga jam! Silvia Pollis, kau mau naik ke surga, hah?!”

Suara Nelia semakin meninggi. Ia menatap Silvia dengan kesal, lalu terdiam cukup lama tanpa mengatakan apa-apa.

Nelia berbalik dan meninggalkan kamar.

Silvia hanya menggelengkan kepala, sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan gadis itu.

Tak lama kemudian, Nelia kembali dengan membawa selimut, bantal, boneka, dan berbagai barang miliknya dalam jumlah besar. Semuanya langsung ia letakkan di atas ranjang Silvia.

“Malam ini aku tidur di sini! Aku akan mengawasi sampai kau benaran tidur!”

Silvia menghela napas pasrah. Ia melepas kacamatanya dan meletakkannya di atas meja.

“Iya, iya. Terserah kamu lah.”

Begitu mendengar jawaban Silvia, Nelia langsung tersenyum lebar dan bergelayut manja di tubuhnya, “Ayo, ayo! Kita pergi makan dulu.”

“Ding dong—”

Bel pintu berbunyi.

Minnie berdiri di depan pintu apartemen dengan beberapa kantong di tangannya.

Silvia menatap Minnie dengan ekspresi tenang.

Situs yang ia temukan tadi malam, 【SA】, serta perkataan Minnie yang belum sempat diselesaikan...

Satu demi satu pertanyaan terus berputar di dalam kepalanya.

Hampir saja ia menanyakannya saat itu juga.

Namun, pada akhirnya, Silvia hanya menelan semua pertanyaan itu kembali.

Minnie tersenyum sambil mengangkat kantong-kantong di tangannya, “Aku bawakan sarapan untuk kalian.”

Kepala Nelia tiba-tiba muncul dari celah pintu. Matanya langsung berbinar saat melihat beberapa kantong tersebut, “Kak Minnie, kamu benar-benar malaikat kami!”

Beberapa bakpao hangat seolah langsung memenuhi meja.

Nelia duduk di samping Minnie, memejamkan mata sambil menikmati kuah gurih yang pecah di dalam mulutnya. Tiba-tiba matanya terbuka lebar, ia mengambil salah satu bakpao dari piring dan memasukkannya ke mangkuk Silvia, “Sil, bakpaonya enak. Kamu makan yang banyak, ya. Akhir-akhir ini kau terus begadang belajar, kamu harus menjaga kesehatanmu.”

Minnie mengangkat pandangan ke arah Silvia yang sejak tadi terus menundukkan kepala. Ia bertanya dengan hati-hati, “Kamu sedang mempersiapkan ujian IELTS?”

Silvia menjawab tanpa mengangkat kepalanya, “Iya. Nilai ujianku sebelumnya masih belum cukup untuk memenuhi persyaratan kuliah di luar negeri.”

Minnie menatapnya. Sepertinya masih ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. Namun, pada akhirnya, ia hanya mengambil sebuah bakpao dan meletakkannya ke dalam mangkuknya sendiri.

Keduanya seolah sama-sama memahami sesuatu tanpa perlu mengatakannya. Pembicaraan yang belum selesai dari malam sebelumnya pun untuk sementara mereka kubur begitu saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!