Plot Twist : I'M The Villainess
~**HAPPY READING** ~
|
Alunan musik lo-fi mengalun pelan, memenuhi kamar bernuansa biru estetik itu. Lampu tidur berbentuk bulan memancarkan cahaya hangat, kontras dengan tumpukan novel dan komik yang memenuhi rak di sudut ruangan. Di atas ranjang, seorang gadis berambut hitam panjang tampak duduk bersila sambil memegang sebuah novel. Sampulnya sudah sedikit kusut, tanda sudah terlalu sering dibaca.
Judul novel itu tertulis jelas dengan huruf cetak tebal: Gadis Desa dan Sang Taipan.
"Hah?! Yang bener aja?!"
Elia membelalakkan mata, menatap baris demi baris kalimat di halaman tersebut.
"Wah, gila... gila! Dasar Helena psikopat! Jahat banget sih jadi cewek? Masa Leila mau dibunuh cuma gara-gara Arton mencintai dia?!" Ia menepuk-nepuk bantal di sampingnya dengan gemas, meluapkan rasa frustrasi.
Napas Elia benar-benar dibuat naik turun gara-gara novel ini. Padahal, ia sudah membaca buku ini berkali-kali. Namun, setiap kali bagian Helena muncul, jantungnya tetap saja berdegup kencang karena emosi. Apalagi saat adegan Helena mencoba menyingkirkan Leila.
"Rasanya jantung gue mau copot," gumam Elia sambil memijat pelipisnya sendiri. Ia kembali menatap halaman novel yang masih terbuka.
"Terus si Leila juga... ya ampun. Di-bully diem. Dihina diem. Difitnah diem. Bahkan pas mau dibunuh juga masih pasrah! Karakter sepolos apa, sih? Bikin tekanan darah gue naik aja gara-gara kepolosannya yang gak ngotak!" Elia menggelengkan kepala, benar-benar tidak habis pikir.
Menurut Elia, Helena memang keterlaluan jahatnya. Namun, Leila sebagai tokoh utama juga tidak kalah membuat frustrasi karena terlalu lemah. Kalau saja tokoh utama itu sedikit saja mau melawan, mungkin hidupnya tidak akan semenderita ini.
"Kalau gue yang jadi Helena..." Sudut bibir Elia terangkat nakal, membayangkan sebuah skenario alternatif. "...gue mungkin tetap bakal jadi villain. Tapi, villain yang punya otak. Jahat boleh... tolol jangan."
Ting! Ting!
Suara notifikasi pesan masuk tiba-tiba memecah keheningan malam. Elia langsung meraba kasur, meraih ponselnya yang tergeletak di samping bantal. Di layar kunci, muncul satu nama pengirim yang seketika membuat bulu kuduknya merinding.
Pak Bos
{Elia, besok jam 07.00 saya mau semua berkas dari PT Abdi Negara sudah ada di meja ruangan saya.}
"..."
Raut wajah Elia langsung membeku. Beberapa detik kemudian, ia perlahan menoleh ke arah jam digital yang berada di atas meja belajar.
02.30 WIB.
"..."
"ANJAY! Asal betol aja, lah!" Elia langsung terduduk tegak. "Jam tujuh pagi?! Berarti gue harus bangun subuh-subuh dong?!"
Ia kembali menatap layar ponselnya dengan panik. "Ya ampun... serius ini udah jam dua lewat?! Sial! Keasyikan baca novel sampai lupa waktu!" Elia mengacak-acak rambut hitamnya sendiri hingga berantakan.
"Serius? Gue cuma dikasih waktu sekitar dua jam buat tidur?! AAAAAAAKHHHHH!"
Teriakan frustrasinya menggema pelan di dalam kamar. Setelah mengeluh dan merutuki nasibnya sebagai budak korporat selama beberapa menit, ia akhirnya menyerah pada kenyataan. Dengan jari yang terasa seberat beban hidupnya, Elia mengetik balasan singkat.
Elia
{Oke, Bos. Siap.}
✓Pesan terkirim.
Elia melempar ponselnya asal ke atas kasur, lalu mematikan lampu tidur berbentuk bulan. Ia memeluk guling kesayangannya erat-erat sambil menghela napas panjang dalam kegelapan.
"Besok bakal jadi hari yang panjang..." gumamnya lirih.
Kelopak mata Elia perlahan terasa semakin berat. Dalam hitungan menit, ke sadaran nya mulai menipis dan ia pun terhanyut ke alam mimpi.
Tanpa ia sadari, novel Gadis Desa dan Sang Taipan yang masih tergeletak terbuka di samping bantalnya tiba-tiba memancarkan cahaya keunguan yang temaram. Semakin lama, cahaya itu semakin terang. Halaman-halamannya mulai berputar sendiri dengan cepat, tertiup oleh hembusan angin misterius yang entah datang dari mana.
Cahaya magis itu perlahan menjalar, menyelimuti seluruh tubuh Elia yang telah tertidur lelap.
Dan tepat ketika jarum jam digital berkedip menunjukkan pukul 03.00 dini hari... sebuah suara mekanis yang asing bergema pelan di dalam benak kegelapannya.
“Target berhasil dipilih...”
“Memulai proses sinkronisasi jiwa dengan karakter...”
“Karakter: Villainess Helena... 0%... 25%... 68%... 100%.”
“Sinkronisasi selesai. Selamat datang di dunia 'Gadis Desa dan Sang Taipan', Elia.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Arni Arlinawati Pratiwi💃
heh.. karakter apaan kek gitu, kalo emak yang baca juga emak lempar buku nya.. abis sama emak author nya! umpatan emak keluar semua!!! 🗿
2026-09-10
1
Sarifah_Aini97
Musik lo-fi, nuansa biru estetik, lampu bulan, plus tumpukan novel & komik... ini sih kamar impian semua bookworm. Relate banget sama sampul novel yang sampai kusut gara-gara dibaca berulang kali, pasti ceritanya nagih banget itu 👏
2026-07-27
0
Putry Chan
elia benar benar representasi pembaca yang frustasi sama tokoh utama yang lemah! jahat boleh, tolol jangan'--- valid banget sih' Terus pas dia jadi Helena waduh villainess yang punya otak.
2026-08-31
0