Romansa Anak SMA menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan yang terjalin diantara teman satu sekolah yang ada di satu lingkup sekolah yang sama.
Gio dan Alenka adalah musuh pada awalnya, setelah Alenka menyelamatkan Gio dari hipotermia parah. Sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh dihati Gio. Akan tetapi, Alenka sudah punya pacar waktu.
Cinta tak kemana, mereka saling jatuh cinta dan berjanji akan menikah demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Lagipula kedua orang tua mereka juga setuju dengan hubungan mereka. Akan tetapi, perjalanan cinta mereka sangat tidak mudah. Demi persahabatan mereka harus menjalani putus nyambung dalam hubungan mereka.
Di selingi dengan kisah cinta beberapa temannya juga, dan kisah persahabatan yang kuat.
Kisah cinta, kisah persahabatan, kelabilan remaja terangkum dalam cerita ini.
Jangan lupa terus dukung author ya, supaya bisa selalu menghasilkan karya yang enak buat dinikmati semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Tiga hari sudah Gio diskors. Dia hanya dirumah mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya sebagai hukuman juga. Meskipun diskors, setiap pagi dan siang dia ke sekolah untuk mengantar dan menjemput Alenka. Mama dan papanya bisa mengerti alasan kenapa Gio bisa diskors.
"Jadi seorang lelaki memang hebat apa yang udah kamu lakuin, tapi lain kali kamu harus bisa lebih mengendalikan amarah kamu ya nak!" wejangan dari papanya yang tidak mau menyalahkan anaknya.
"Gio bener-bener nggak tahan pa, dia bahkan mau lecehin Alenka, segala mau ngajak Alenka senang-senang. Senang-senang apaan," seru Gio masih emosi mengingat kejadian itu.
"Iya, papa paham kok." Darius menenangkan anaknya. Dia tahu betul temtramen anak semata wayangnya.
"Ikut papa ke perusahaan gimana? sekalian belajar bisnis!" ajak papanya.
"Nggak pa, Gio dirumah aja, ntar siang juga mau jemput Alenka sekolah." Gio selalu menolak jika diajak papanya ke kantor. Gio belum ada minat untuk belajar bisnis, bahkan dia juga belum kepikiran mewarisi bisnis keluarganya.
"Ya udah, papa ke kantor dulu ya nak," pamit Darius sembari mengelus rambut anaknya. Terlihat jelas kalau Darius sangat menyayangi anaknya. Anak yang mampu membuatnya merasa senang hanya dengan melihat senyumnya.
Dikamar dengan banyak poster pemain bola dunia, juga poster pembalap GP terkenal, Gio kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur bersprei motif club barcelona. Sesekali dia melihat ponselnya dan tersenyum membaca pesan singkat dari sang kekasih hati.
Setelah capek rebahan, Gio keluar buat cuci mata. Dia mengajak salah satu temannya di gruo musiknya, yang kebetulan sedang bolos sekolah. Gio bersama Nanang, nama temannya, ke mall buat jalan-jalan.
"Gio kita ketemu lagi," sapa Rosita, kebetulan juga sedang bolos sekolah bersama teman-temannya.
Teman-teman Rosita yang belum mengenal Gio pada heboh melihat ketampanan Gio. Mereka memuji ketampanan Gio dengan bibir tipis dan hidung yang sedikit mancung. Mereka juga sangat suka melihat style Gio yang casual tapi terlihat keren. Dengan hanya memakai kaos oblong di balut jaket yang terbuka dibagian depan, juga celana panjang jeans berwarna stone, memakai sepatu casual berwarna hitam. Keren.
"Dia mantan pacar gue." Rosita berkata dengan bangga ketika salah seorang temannya bertanya.
Sementara Gio tidak mau menghiraukan para cewek-cewek yang heboh sendiri ingin berkenalan dengannya. Gio memilih untuk pergi dan memilih foodcurt sebagai tempat nongkrongnya bersama Nanang.
"Rosita kayaknya masih suka sama lo." ucap Nanang yang memang kenal dan tahu siapa Rosita. Mereka dulu teman satu sekolah.
"Lo beneran udah nggak suka sama Rosita? lo dulu kan tergila-gila sama dia?" Nanang kembali bertanya karena Gio hanya tersenyum kecil. Nanang juga saksi betapa Gio sangat terpukul saat melihat Rosita bersama lelaki lain, dan meninggalkan Gio.
"Orang hidup itu maju ke depan, bukan ke belakang." jawab Gio, dan Nanang paham apa yang dimaksud oleh Gio. Apalagi sekarang Gio sudah punya pacar baru.
Kenangan hanya akan jadi kenangan seindah apapun itu. Tapi masa depan akan selalu menjadi tujuan, meskipun jalannya terjal dan berliku.
"Ya ampun dunia ini emang sempit ya, kita ketemu lagi, apa jangan-jangan kita jodoh kali yak?" Rosita sengaja mengikuti Gio, tapi bersikap seolah-olah itu semua kebetulan.
Tanpa bertanya, Rosita dan ketiga temannya ikutan duduk satu meja dengan Gio dan Nanang. Mereka juga rela memindah kursi disebelah mereka, supaya bisa satu meja dengan Gio.
Sementara Gio terlalu malas meladeni Rosita dan ketiga temannya. Gio memilih untuk tak menggubris mereka. Dia juga tidak mengusir mereka, tapi juga tidak menghiraukan mereka.
Ketiga teman Rosita berebut memperkenalkan diri mereka. Tapi karena Rosita memelototi mereka, jadinya mereka bersikap anggun kembali. Gio masih saja tidak memggubris mereka. Dia lebih fokus ke ponselnya dengan sesekali terlihat bibirnya mengembangkan senyuman.
Karena kedinginan Gio, membuat Nanang kewalahan meladeni pertanyaan teman-temannya Rosita. Sebenarnya bukan kewajiban Nanang juga menjawab pertanyaan teman-teman Rosita. Tapi dia cuma tidak mau aja dibilang sombong atau apalah. Terlebih lagi dia kan masih jomblo, dia tidak mau terkesan buruk dimata cewek.
"Ini makanan kesukaan kamu." Rosita menyodorkan kentang goreng ke mulut Gio. Karena terlalu fokus dengan ponselnya, Gio tanpa sadar membuka mulutnya, dan membiarkan Rosita menyuapinya.
Tentu saja Rosita merasa sangat senang. Dia berpikiran kalau selama ini Gio hanya pura-pura cuek ke dia, sebenarnya Gio masih suka sama dia, itu pikiran Rosita. Dia pun kembali menyodorkan kentang goreng mulut Gio, dan Gio membuka mulutnya lagi sampai beberapa kali. Ketika suapan kesekian kalinya, Alenka yang muncul ditempat itu terkejut melihat Gio disuapin sama Rosita.
Alenka sengaja tak memberi tahu Gio kalau dia akan nyusul ke mall. Kebetulan sekolah pulang pagi karena guru mereka sedang ada rapat. Alenka ingin memberi kejutan untuk Gio, tapi justru dia yang terkejut.
"Oh, jadi gini kalau dibelakang gue? hebat." ucap Alenka mengagetkan Gio. Saat itu pas banget Gio sedang menerima kentang goreng dengan disuapin oleh Rosita.
Gio seketika tersadar kalau dari tadi dia disuapin oleh Rosita. "Yank, kok disini?" tanya Gio terkaget, dia pikir saat Alenka tak membalas chat-nya itu karena Alenka masih belajar. Makanya Gio main game, dan tak sadar kalau dia disuapin oleh Rosita.
"Kenapa? kalau gue nggak kesini, gue kan nggak akan tahu kalau ada orang yang sedang CLBK." Alenka sedikit kecewa kepada Gio.
"Nggak gitu, gue bisa jelasin semuanya kok. Semua nggak seperti yang lo pikirin yank." Gio mendekati Alenka dan meraih tangan Alenka.
"Gue minta maaf, karena gue terlalu fokus sama game jadinya gue nggak sadar kalau gue disuapin sama Rosita, beneran gue nggak sadar, lo tahu seberapa cintanya gue ke lo, please percaya sama gue!" Gio mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Nggak sadar? lo jelas-jelas suka banget gue suapin tadi, sampai kentang satu piring habis." sahut Rosita mulai memperkeruh suasana.
"Diem nggak lo!!" bentak Gio dengan melotot, seketika membuat Rosita jiper.
"Lo mau kemana?" Gio menahan tangan Alenka, ketika Alenka berbalik badan.
"Pulang, sorry udah ganggu!" jawab Alenka menarik tangannya lalu berlari meninggalkan tempat itu.
"Al..."
Ellena dan Ciara yang datang bersama Alenka pun mengejar Alenka, begitu juga Gio yang tak mau Alenka salah paham. Jujur Gio menyesalkan kecerobohannya, kenapa dia bisa nggak sadar kalau sedari tadi yang menyuapi dia adalah Rosita.
Alenka berlari menuruni tangga melewati excalator. Seruan Ellena dan Ciara tak dia hiraukan, dia terus saja berlari keluar mall. Tak sedikit orang yang bertabrakan dengan dia, tapi Alenka tak peduli. Dia masih terus berlari sampai depan mall, kemudian mencegat taxi yang lewat.
Alenka tak tahu kemana dia akan pergi. Dia tidak mau pulang, karena Gio pasti akan ke rumahnya. Alenka sangat kecewa dengan Gio, tapi dia tak bisa menangis karenanya. Hanya hatinya terasa nyeri saat teringat tangan Rosita yang ada di depan mulut Gio dengan makanan, dan Gio menyambutnya dengan senang.
aku klo ada cwok kyk gitu, chat, ato nyamperin bakal aku tolak, terus pergi.
najiiss...