NovelToon NovelToon
Melodi Air Mata Samudera

Melodi Air Mata Samudera

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Belasan tahun terjebak di dalam sel Abyssal Trench yang gelap dan pengap, Elara Nereida—seorang Siren yang tangguh—harus membayar mahal harga dari sebuah kenaifan. Cinta tulusnya pada Helios Marine justru berakhir tragis. Sang Merman ternyata telah beristri dan dengan tega mengurung Elara demi menutupi aib, membiarkannya kelaparan dan diasingkan oleh ras Siren-nya sendiri sebagai aib.

Ketika sebuah kekacauan besar menghancurkan penjara bawah air dan memberinya celah untuk lolos, Elara bersumpah tidak akan pernah meneteskan air mata lagi untuk masa lalu. Dengan kekuatan Siren yang telah lumpuh akibat racun, ia nekat naik ke daratan Kota Luminara untuk memulai hidup baru sebagai manusia.

Sanggupkah Elara bertahan di dunia baru tanpa kekuatannya? Dan di antara kutukan takdir serta perebutan kuasa para penguasa daratan, siapakah yang akhirnya akan memenangkan melodi terakhir dari hati sang Siren?

"Lautan telah membuangku, namun daratan akan bertekuk lutut di hadapanku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Berkunjung Ke Alfheim

"Kalian... kalian mau membawaku ke mana sebenarnya?" cicit Elara lirih.

Sepasang matanya menyapu pandangan ke arah kerumunan orang di sekitarnya. Mereka semua adalah sosok-sosok rupawan bertubuh tinggi semampai, memiliki kulit berona sawo matang (tan), telinga yang meruncing elok, dan sepasang mata berwarna hijau zamrud yang indah. Ciri fisik mereka sama persis seperti para pengawal yang sedang menyeretnya saat ini—siapa lagi jika bukan penduduk asli ras Elf Hutan.

Sementara itu, jauh di dalam area Istana Alfheim yang megah, suasana tenang menyelimuti sebuah ruang kerja yang bernuansa kayu patri. Di sana, Raja Arthur Elves, sang penguasa tertinggi ras Elf Hutan, tengah duduk santai di balik meja kerjanya.

Pria imortal berwibawa itu tidak sendiri; ia sedang menjamu salah satu penguasa tertinggi dari klan Vampir terkuat di Kota Luminara. Siapa lagi jika bukan Jacob Salvatore.

"Besan, sudah lama sekali semenjak kejadian berdarah dan penyerangan kelompok Ghost Hunter waktu itu, Anda belum berkunjung lagi kemari," ucap Raja Arthur membuka obrolan, nadanya terdengar akrab namun tetap menjaga wibawa seorang penguasa klan.

Jacob Salvatore menyunggingkan senyuman tipis yang khas, lalu menyandarkan punggung tegapnya pada kursi kayu jati berukir. "Aku sedikit sibuk membantu Justin mengurusi beberapa urusan internal kerajaan akhir-akhir ini, Arthur.

Kedatanganku kemari hari ini murni karena aku sangat merindukan dan ingin menghirup udara segar yang menenangkan khas Alfheim."

Jacob menatap ramah pria di hadapannya. Hubungan kekeluargaan mereka memang terikat sangat erat. Raja Arthur merupakan mertua dari anak angkat Jacob, yaitu Alan Pendragon (ayah dari Scarlett) yang telah lama memperistri putri kandung Raja Arthur yang bernama Stefany Elves.

Pertemuan dua tetua kuat ini membawa atmosfer kedamaian, tanpa mereka sadari bahwa di luar dinding istana, seorang gadis Siren buruan sedang diseret menuju penjara mereka—sebuah peristiwa kecil yang sebentar lagi akan mengusik ketenangan dimensi suci tersebut.

Jacob beranjak dari tempat duduknya, merapikan mantel panjangnya yang elegan. "Arthur, kurasa aku ingin berjalan-jalan sejenak di luar."

"Baiklah. Jika Anda memang ingin berkeliling dan menghirup udara segar di sekitar teritoriku ini, silakan," sahut Raja Arthur dengan senyuman hangat. "Aku akan meminta beberapa pengawal istana untuk mengawal perjalanan Anda. Dan jangan lupa, kabari aku jika Anda sudah hendak pulang kembali ke Luminara. Aku sudah menyiapkan sedikit hadiah kecil untuk Anda dan anak-anak Anda."

Brak!

Pintu ruang kerja kayu tersebut mendadak terbuka cukup keras, menginterupsi percakapan kedua tetua. Sesosok anak perempuan berusia sekitar tujuh tahun tampak berlari masuk dengan riang.

Dialah Lyra Pendragon, adik kandung dari Scarlett. Gadis kecil keturunan Pegasus itu terlihat sangat menggemaskan dengan rambut putih perak yang halus dan sepasang manik mata ungu yang berbinar jernih. Tanpa ragu, Lyra langsung menghambur dan memeluk erat kaki Jacob.

"Kakek!" seru Lyra manja.

Sontak saja, Jacob dan Raja Arthur menoleh cepat secara bersamaan dengan raut terkejut yang berganti menjadi binar sayang.

"Lyra? Kapan kau datang kemari, Sayang?" tanya Raja Arthur lembut pada cucu perempuannya itu.

"Dia datang bersama kami, Kakek," sebuah suara anak laki-laki menyahut dari ambang pintu yang terbuka.

Dialah Caelum Pendragon, adik laki-laki Scarlett yang kini telah menginjak usia sepuluh tahun. Caelum melangkah masuk dengan pembawaan yang tenang, memiliki rambut putih perak serta manik mata ungu yang senada dengan kedua saudara perempuannya.

Namun, Caelum tidak sendiri. Di sampingnya, berdiri seorang bocah laki-laki sewajarnya yang berambut biru safir lebat dengan sepasang manik mata merah menyala yang indah.

Bocah yang seusia dengan Caelum itu adalah Alexius Blue. Siapa lagi jika bukan putra mahkota dari Alpha Ethan Blue, sang pemimpin tertinggi Blue Light Pack, dan White Crystal Emerson—wanita yang merupakan reinkarnasi suci dari mendiang istri masa lalu Jacob Salvatore.

"Kakek kira kau datang bersama ibumu," ucap Raja Arthur sembari mengusap pelan puncak kepala Caelum.

"Ibu sedang sibuk di panti asuhan membantu Ayah, Kakek. Karena itu, setelah pulang sekolah tadi, aku berinisiatif membawa Lyra kemari karena dia mengeluh sangat bosan berada di rumah sendirian. Kami juga membawa Celine," jelas Caelum sopan.

Celine adalah seorang gadis kecil yang seusia dengan Lyra. Ia merupakan sepupu kandung dari Alexius Blue, putri dari Emma Blue—adik kandung Alpha Ethan—dan suaminya, Samuel Salvatore, yang tak lain adalah saudara kembar dari Justin Salvatore.

"Tapi Celine sedang berada di ruang makan sekarang. Katanya, dia sangat merindukan masakan khas koki istana Kakek," lanjut Caelum yang langsung memicu kekehan renyah dari kedua tetua di ruangan itu.

"Lalu, di mana kakak sulungmu? Apa Scarlett belum pulang sekolah?" tanya Raja Arthur lagi, menanyakan keberadaan cucu pertamanya yang kini memang tengah duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas.

"Kak Scarlett pergi berkunjung ke mansion Kakek William di Vespera untuk melihat bayi perempuan Bibi kecil yang baru lahir. Dia mengambil izin satu hari dan tidak masuk sekolah hari ini, Kakek," ucap Caelum memberikan informasi yang sebenarnya.

"Oh, begitu rupanya. Pantas saja anak itu tidak terlihat dari tadi," sahut Raja Arthur manggut-manggut paham. Ia lalu menatap cucu-cucunya dengan binar jenaka, "Ya sudah, lebih baik kalian bertiga bermain saja di luar sana. Kakek masih memiliki banyak tumpukan dokumen pekerjaan yang harus diselesaikan."

"Biar anak-anak ini pergi bersamaku saja, Arthur," sela Jacob menawarkan diri dengan sukarela.

Pria Vampir agung itu menunduk, menatap cucu-cucunya dengan senyuman hangat yang menawan. "Ayo, Anak-anak. Kita berjalan-jalan mengitari pasar Alfheim. Kakek akan mentraktir kalian semua makanan apa saja yang enak di sana."

Mendengar kata "traktiran makanan enak", mata Lyra dan Caelum seketika berbinar gembira. Alexius Blue pun ikut tersenyum lebar, langsung bersemangat untuk menyusul sepupu-sepupunya yang lain. Mereka bertiga segera berbalik dan melangkah keluar dari ruang kerja sang Raja, bersiap menikmati sore yang cerah di bawah bimbingan sang kakek vampir, tanpa menyadari bahaya dan misteri kedatangan sang Siren di luar sana.

Namun, tepat saat kaki mereka hendak melangkah melewati gerbang kayu luar istana, Lyra tiba-tiba menghentikan langkahnya secara mendadak.

"Ada apa, Sayang?" tanya Jacob sembari mengernyitkan dahi, menatap cucu perempuannya bingung.

"Aku ingin buang air kecil dulu, Kakek. Tolong tunggu aku sebentar saja di sini," cicit Lyra sembari merapatkan kedua kakinya dengan raut wajah menahan diri.

Jacob terkekeh pelan melihat tingkah manja cucunya. "Ya sudah, cepatlah pergi. Kakek akan menunggumu di sini."

Sementara itu, Caelum dan Alexius terlihat tidak menyadari hal tersebut. Kedua bocah lelaki itu sudah berjalan duluan keluar gerbang istana, didampingi oleh beberapa pengawal berbaju zirah yang bertugas menjaga keselamatan mereka.

"Awas ya, Kakek! Jangan sampai Kakek meninggalkanku sendirian seperti mereka!" ancam Lyra lucu, menunjuk ke arah kakak dan sepupunya yang kian melangkah menjauh di kejauhan.

"Iya, Kakek berjanji tidak akan pergi. Sekarang, cepat masuk ke dalam."

"Oke!"

Lyra segera membalikkan tubuhnya dan berlari kencang kembali memasuki koridor istana.

Ditinggal sendirian, Jacob menyandarkan punggung tegapnya pada salah satu pilar batu istana yang kokoh.

Pria Vampir agung itu memejamkan matanya sesaat, berniat menikmati embusan angin sejuk Alfheim yang menenangkan. Namun, ketenangannya seketika hancur berkeping-keping ketika indra penciumannya yang teramat pekat mendadak menangkap sesuatu.

Aroma yang sempat membuatnya resah dan terjaga kemarin malam, kini kembali tercium dengan sangat jelas di udara. Itu adalah aroma yang sangat spesifik—perpaduan eksotis antara kesegaran lautan luas dan keharuman magis bunga sedap malam.

Sepasang mata merah Jacob seketika terbuka lebar, berkilat tajam menyiratkan keterkejutan yang mendalam.

"Aroma gadis Siren itu... kenapa bisa tercium lagi di tempat ini?"

1
falea sezi
lanjutt donk
falea sezi
🤣🤣 anak siapa nanti anak raja vampir apa srigala 🤣🤣 jd lacur aja murahan sih
falea sezi
kenapa semua ngira elara jodohnya🤣 bkin haremm mau nyaingin Elisa kah bersuami banyak🤣🤣
falea sezi
novel fiksi sebagus ini kenapa baru nemu🤭
falea sezi
bejat lu elgar
falea sezi
wah Siapakah jodoh elara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!