NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Tak Terduga

Setelah pulang makan dari luar dan aku sudah berganti pakaian. Aku mencoba untuk tidur kembali tapi mata ku ini sulit untuk tidur lagi. Ku buka buku pelajaran, dan kucoba belajar sekalian untuk persiapan ujian kenaikan kelas.

"Uh haus banget, mending aku kedapur dulu untuk mengambil air dan kubawa ke dalam kamar. Mana tahu malam aku juga haus. Tapi apa kak Aksa sudah tidur ya? Kan nggak enak nanti jika aku keluar pakai pakaian ini. Masa aku harus malu untuk kedua kalinya."gumam ku.

"Tapi ya sudah lah, mungkin aja kak Aksa sudah tidur. Seperti ini ajalah keluarnya." Ocehan ku, sambil berjalan keluar kamar menuju dapur.

Aku ambil botol minum yang ada di kulkas. Rencana aku bawa aja satu botol minuman ini kedalam kamar ku. Tapi sebeum itu aku mau ambil gelas dulu. Setelah itu, aku tutup pintu kulkas. Dan aku dikagetkan dengan kak Aksa yang ada di samping ku. Hampir saja aku melepaskan botol minum yang aku pegang, jika kak Aksa nggak memegangkan botol yang ada ditangan ku.

"Kak Aksa belum tidur? Kak Aksa mau apa?"ucapku sambil tergagap karena situasi yang tidak menguntungkan bagi ku.

Kak Aksa menatap ku tanpa berkedip. Ku kibas tangan ku di hadapan wajahnya. Hingga akhirnya dia sadar jug.

"Oh kakak mau ambil air juga. Tapi kakak juga pingin masak sesuatu. Apa kamu mau masakkan buat kakak?"

"Ah, oh..baiklah kak, kakak mau makan apa?"

"Bisa buatkan mie instan aja pakai telor."ucap ku pada Bintang. Meski itu hanya alasan ku aja, biar lebih lama lagi di dekatnya dan melihat keindahan ciptaan tuhan satu ini. Ku akui, jika saat ini aku berhasrat dengan Bintang. Tapi sebisa mungkin ku tahan dengan bersikap dingin.

"Apa kamu punya stock mie nya ?"

"Kebetulan ada kak. Kemarin Bintang beli.he...he...he..."ucapnya sambil tertawa.

Akhirnya Bintang memasak apa yang aku inginkan. Tapi anehnya, dia tidak mengganti pakaiannya dulu malah langsung masak."Ni anak apa tidak sadar kalau baju yang dipakai kelihatan seksi. Dan menggoda iman laki laki. Untung aja aku laki laki yang ada dihadapannya, jika laki laki lain sudah habis ni anak diterkam."gumam ku dalam hati.

Tanpa aku sadari, aku berjalan mendekati Bintang. Saat aku lihat dia mematikan kompornya, pertanda mienya sudah masak dan siap disantap. Tak terduga aku memeluknya dari belakang. Merangkul tubuhnya hingga tubuh kami saling menempel. Ku letakkan kepala ku di ceruk lehernya, ku cium leher putihnya. Entah setan apa yang mempengaruhi isi otak ku ini. Sampai aku dengar suara Bintang yang seperti orang menangis.

"Hiks...hiks..a pa yang kak Aksa lakukan.!"whuaaa ucap Bintang sambil menangis makin keras.

Ku peluk dia dengan erat sambil aku ucapkan kata maaf agar dia berhenti menangis."maaf kakak Bin, kakak khilaf. Maaf ya, kakak janji nggak ulangi lagi."ucap ku dengan meyakininya sambil ku usap usap punggungnya agar dia berhenti menangis.

"Hiks..hiks..Bintang sudah nggak suci lagi dong kak. Nanti siapa yang mau nikahi Bintang."ucapnya sambil tersendu sendu.

"Ada kok, kan kakak suami kamu. Kakak akan bertanggung jawab."

"Tapi kan pernikahan ini hanya sementara kak!"

Aku tepuk jidat ku mendengar perkataan Bintang yang bilang pernikahan ini hanya sementara. Entah kenapa ucapannya membuat hati ku nyut sakit sekali. Aku ternyata menelan air ludah yang sudah aku buang. Menyesal pun sekarang tak ada gunanya. Karena fikiran Bintang sudah tertanam kata kata yang kulontarkan.

"Sudah jangan nangis lagi ya. Kakak lapar ni. Kan nanti mubazir mie yang kamu buat jika nggak termakan."

"Iya kak. Ni silakan makan kak."ucapnya sambil menghapus air mata yang ada dipipinya.

Entah kenapa aku merasa gemes dengan sikap dan tingkahnya itu. Benar kata Alex, Bintang selain cantik juga polos sekali. Aku rasa dia belum pernah pacaran. Dimana coba aku cari wanita seperti ini. "Kenapa harus kamu sih Bin yang harus dijodohkan oleh mommy. Jika tidak di jodohkan oleh mommy mungkin kakak dengan senang hati menerima pernikahan ini." Uh keluh ku dalam hati.

"Kak Aksa janji ya, jika kejadian kakak peluk Bintang yang tak terduga ini, jangan sampai orang tahu ya kak. Bintang takut dan malu kak."

"Iya, kakak janji. Ini akan jadi rahasia kita berdua aja. Ya sudah mie kakak sudah habis ni. Kamu kenapa nggak buat mie juga ?"

"Nggak kak, Bintang belum kepingin makannya. Lagian Bintang ada stock cemilan kok di kamar Bintang."ucapnya sambil tersenyum meski matanya agak sedikit sembab.

Entah kenapa aku merasa ingin menerkam nya aja sih. Tapi gimana mau menerkamnya, pelukan dan cium lehernya aja sudah nangis seperti itu. Apa lagi kalau aku menerkamnya. Bisa banjir air mata ni apartemen ini.

"Sini kak, Bintang cuci dulu piringnya. Kak Aksa masuk aja ke kamar. Nggak apa, biar Bintang yang bersihkan."

"Kamu yakin, nggak mau dibantu beresin ini dengan kakak!"

"Yakin kak. Sudah nggak apa. Selamat malam kak."

"Kenapa sih aku harus menolak dia jadi istri ku sih. Atau aku cabut aja ya kata kata ku yang diawal pernikahan kita. Tapi apa dia nanti nggak percaya?"aku bertanya tanya dalam hati ku.

Aku masuk kekamar setelah selesai beres beres di dapur. Setelah semuanya beraih, aku berjalan menuju kamar ku. Sambil membawa botol minuman dan gelas. Ku letakkan apa yang ku bawa ke meja yang ada di sebelah kasur ku. Tak sengaja mata ku tertuju pada kaca lemari ku yang besar. Kulihat penampilan ku yang kelihatan seksi. Dan membuat aku kaget dan shok. "Pantasan kak Aksa memeluk ku. Berarti bukan salah kak Aksa sepenuhnya dong. Jadi ini salah ku juga ya."keluh ku dalam hati.

Pagi pun sudah datang meninggalkan malam. Seperti biasa, aku bangun dan langsung mandi. Selesai mandi aku melakukan ibadah ku sebagai umat muslim. Selasai aku beribadah, aku menuju ke dapur untuk buat sarapan pagi. "Lebih baik aku buat nasi goreng spesial aja deh. Aku masak lebih banyak kayaknya, biar bisa buat bekal kesekolah. Malas banget rasanya mau makan di kantin sekolah. Lagian Mila dan Silvi juga bakal suka." Gumam ku sambil mengaduk nasi goreng dan itu di dengar oleh kak Aksa.

"Kamu nanti nggak makan di kantin sekolah. Kenapa harus bawa bekal segala?"

"Eh kak Aksa ngagetin aja. Iya kak, Bintang malas kali ke kantin kak. Biasalah kak, kantin sekolah selalu rame, bahkan Bintang sering nggak kebagian tempat duduk."

"Nih anak juga cerewet kayaknya. Seru juga sih kalau dia jadi pendamping hidup ku sampai tua."Uh apa sih yang aku fikirkan pagi pagi begini.

"Kalau gitu, Bintang ke kamar dulu ya kak. Mau ganti pakaian sekolah. Kakak juga siap siap gih."

"Iya."

Setelah selesai berganti pakaian. Aku menuju ke dapur mempersiapkan masakan yang ku buat ke meja makan. Dan setelah itu, aku masukkan sebagian ke kotak bekal ku. Setelah bekal ku terisi, kak Aksa baru turun dan menuju ke ruang makan dan duduk di kursi yang kosong.

"Kak Aksa mau Bintang ambilkan, atau kak Aksa yang ambil sendiri."

Dan tak aku duga, kak Aksa mengasihkan piring kosongnya kepada ku. Dan itu tandanya, kak Aksa ingin aku yang ambilkan.

"Segini cukup kak ?"

"Ya, cukup Bin."

"Aku tercengan juga sih dengan sikap kak Aksa akhir akhir ini. Kenapa jadi baik, lembut dan banyak bicara ya?" Gumam ku dalam hati.

Kami makan dengan tenang. Setelah selesai sarapan. Aku bersiap mau pergi kesekolah.

"Bin, kamu mau ikut kakak kesekolah?"

"Ah, nggak kak makasih. Bintang sudah pesan gojek kak."

"Kamu cancel aja Bin."

"Nggak kak, kasihan pak gojeknya. Sudah capek capek menuju kesini tapi akunya nggak jadi."

"Ya udah, besok kamu sekolahnya sama kakak aja."

"Nggak usah kak. Bintang nggak enak sama murid murid disana. Nanti musuh Bintang jadi banyak kak.he...he...he..."

"Ada ada aja kamu, yuk kita kebawah beriringan." Ucap kak Aksa sambil memegang tangan ku dengan lembut. Dan aku merasakan ada yang aneh dalam hati ku ini.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!