**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 : Kekuatan Baru
Di dalam ruang terobosan yang masih dipenuhi sisa gelombang energi spiritual, Lin Tian perlahan membuka matanya.
Seketika, aura yang luar biasa kuat menyebar ke seluruh ruangan.
Terobosan itu berhasil.
Dan perubahan yang terjadi sangat jelas terlihat.
Tekanan yang dipancarkan tubuhnya setidaknya tiga kali lebih kuat dibanding sebelum terobosan.
Bahkan energi spiritual di dalam ruangan ikut bergetar karena keberadaannya.
Cadangan energinya meningkat drastis dan kualitas energi spiritualnya juga jauh lebih murni, lebih padat, dan lebih terkonsentrasi.
Indera spiritualnya kini mampu menjangkau radius dua ratus lima puluh kilometer.
Lima kali lebih luas dibanding saat masih berada di Lapisan Keempat.
Lin Tian perlahan berdiri.
Begitu kakinya menyentuh lantai...
BOOM!
Tanah di bawahnya langsung retak. Sebuah kawah kecil terbentuk hanya karena satu langkah sederhana.
Lin Tian membeku.
"Apa?"
Ia menatap tanah dengan terkejut. Ia bahkan tidak menggunakan energi spiritual.
Hanya berjalan biasa. Namun kekuatan tubuhnya telah meningkat sedemikian besar hingga ia belum mampu mengendalikannya sepenuhnya.
Lin Tian segera menarik auranya dan menstabilkan aliran energi di dalam tubuhnya.
Kemudian ia melangkah sekali lagi. Kali ini tidak terjadi apa-apa.
Lantai tetap utuh.
Lin Tian akhirnya menghela napas lega. "Sepertinya aku masih harus menyesuaikan diri dengan kekuatan ini."
Di luar, Mira'tok, Khor'sal, Zhen'ar, dan Kharos telah menunggu sejak lama.
Begitu Lin Tian melangkah keluar, Gelombang tekanan spiritual langsung menyapu area sekitarnya.
Mira'tok tanpa sadar mundur satu langkah.
Khor'sal bahkan refleks mengaktifkan energi pertahanannya.
"Astaga..." Mira'tok menatap Lin Tian dengan mata membelalak. "Kekuatanmu benar-benar luar biasa!"
Khor'sal mengangguk dengan wajah penuh kekaguman. "Ini baru Lapisan Kelima?"
Ia tertawa pahit. "Tekanannya hampir setara dengan Lapisan Keenam maupun Ketujuh."
Zhen'ar mengamati Lin Tian dengan tenang.
"Kultivasinya meningkat lebih dari tiga kali lipat. Auranya stabil dan Fondasinya sempurna."
Ia berhenti sejenak.
"Hanya saja dia masih beradaptasi dengan kekuatan barunya."
Lin Tian langsung menyadari penyebab reaksi mereka. Ia segera menarik seluruh auranya kembali ke dalam tubuhnya.
Tekanan yang memenuhi area sekitar perlahan menghilang.
Semua orang akhirnya bisa bernapas lega.
Kharos berjalan mendekat sambil tersenyum lebar.
"Bagus sekali." Tatapannya dipenuhi kebanggaan. "Terobosanmu berhasil dengan sempurna."
Ia menepuk bahu Lin Tian.
"Masalah pengendalian kekuatan adalah hal yang normal. Beberapa hari ke depan kau akan terbiasa."
Kemudian matanya berbinar penuh semangat.
"Tetapi sebelum itu, mari kita lihat sejauh mana peningkatan mu."
Mereka segera menuju area latihan khusus. Tempat itu diperkuat oleh berbagai formasi pertahanan dan dirancang khusus untuk menguji kekuatan tingkat tinggi.
Kharos berdiri di depan mereka.
"Kita akan menguji setiap kemampuan secara terpisah. Dengan begitu kita bisa mengetahui batas kekuatanmu saat ini."
Lin Tian mengangguk. Ia juga penasaran dengan hasil terobosannya.
Kemudian Lin Tian mengangkat tangannya.
"Perisai Harmoni!"
Energi sembilan elemen langsung berputar di sekelilingnya.
Sebuah perisai raksasa muncul dan semua orang langsung terdiam.
Perisai itu memiliki radius hampir lima puluh meter. Lima kali lebih besar dibanding sebelumnya.
Permukaannya begitu padat hingga ruang di sekitarnya tampak sedikit terdistorsi.
Kharos mengangkat alisnya.
"Menarik."
Lin Tian mempertahankan perisai itu selama sepuluh menit penuh.
Yang mengejutkan, konsumsi energinya hampir tidak terasa.
Jika sebelumnya ia hanya mampu mempertahankan teknik ini selama dua menit, sekarang ia bisa menggunakannya lebih dari setengah jam.
Kharos kemudian maju.
"Kalau begitu kita coba sesuatu yang lebih serius."
Ia mengumpulkan energi spiritual hingga mencapai kekuatan setara Lapisan Keenam.
Kemudian menghantamkan serangannya ke perisai.
BOOOM!
Gelombang kejut menyebar ke segala arah. Namun Perisai Harmoni tetap berdiri kokoh.
Kharos tertawa keras.
"Luar biasa!"
Matanya berbinar.
"Perisai ini mampu menahan serangan Lapisan Keenam!"
Mira'tok dan Khor'sal saling berpandangan.
Mereka bahkan tidak tahu harus berkata apa.
Sementara Lin Tian sendiri masih sulit mempercayainya.
Hanya dengan satu tingkat kultivasi tambahan, pertahanannya meningkat sejauh itu.
Kini giliran kemampuan menyerang.
Lin Tian menarik napas panjang.
Kemudian sembilan elemen mulai berkumpul di depan tubuhnya.
"Napas Naga."
Sembilan energi berbeda menyatu menjadi satu berkas cahaya raksasa.
Tekanan yang dipancarkannya membuat udara bergetar hebat.
Targetnya adalah sebuah gunung buatan yang telah diperkuat oleh formasi khusus.
Lin Tian melepaskan serangannya.
BOOOOOOM!
Sinar energi melesat seperti meteor. Dalam sekejap menghantam gunung tersebut.
Lalu...Gunung itu lenyap. Benar-benar lenyap.
Yang tersisa hanyalah kawah raksasa dengan diameter hampir lima ratus meter dan kedalaman lebih dari seratus meter.
Keheningan langsung menyelimuti area latihan.
Mira'tok menelan ludahnya. "Satu teknik..."
Khor'sal menggeleng kan kepalanya pelan. "Gunung itu hilang hanya karena satu serangan."
Bahkan Zhen'ar tampak sedikit terkejut.
"Daya hancurnya meningkat secara mengerikan."
Kharos tertawa puas.
"Kekuatan serangannya setidaknya lima kali lebih besar dibanding sebelumnya."
Namun Lin Tian sendiri menyadari sesuatu. Napasnya menjadi lebih berat dan Energi spiritualnya berkurang cukup banyak.
Serangan itu memang sangat kuat, tetapi biayanya juga tidak kecil.
Ia mengangguk pelan.
"Teknik ini tidak bisa digunakan sembarangan."
Kharos tersenyum. "Itulah ciri teknik pembunuh sejati."
Tatapannya menajam.
"Dan kita bahkan belum menguji kemampuan barumu yang paling penting."
Mata semua orang langsung tertuju pada Lin Tian.
Karena mereka tahu.
Ujian berikutnya adalah Domain Elemental Lapisan Kelima.
Kemampuan yang kemungkinan telah berubah jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya.
Kharos melangkah mundur dan memberi isyarat. "Selanjutnya, uji Domain Elemental milikmu."
Lin Tian mengangguk pelan.
Ia mengangkat tangan kanannya dan melepaskan energi spiritualnya.
"Domain Elemental!"
BOOOM!
Gelombang energi menyebar ke segala arah.
Tanah bergetar.
Udara berdesir.
Kemudian domain raksasa terbentuk di sekitar mereka.
Radiusnya terus meluas.
Satu kilometer, dua kilometer, tiga kilometer, empat kilometer, lima kilometer!
Semua orang terdiam.
Sebelumnya, Domain Elemental Lin Tian hanya mampu mencakup dua kilometer.
Kini jangkauannya mencapai lima kilometer penuh.
Lebih dari dua kali lipat. Namun kejutan sebenarnya baru dimulai.
Lin Tian mengangkat tangan dan memusatkan pikirannya.
Di sisi utara domain, gravitasi tiba-tiba meningkat sepuluh kali lipat.
Batu-batu besar langsung hancur karena tekanan.
Jika ada musuh di sana, mereka akan langsung terhempas ke tanah tanpa mampu bergerak.
Di sisi timur, gravitasi justru hampir menghilang.
Kerikil dan debu beterbangan ke udara.
Siapa pun yang berada di area itu akan kehilangan keseimbangan sepenuhnya.
Sementara area tempat tim berdiri tetap normal.
Tidak terpengaruh sedikit pun.
Mira'tok membelalak. "Kau bisa mengatur efek berbeda di tempat yang berbeda secara bersamaan?!"
Lin Tian tidak menjawab. Ia melanjutkan demonstrasinya.
Di wilayah lain, suhu turun drastis hingga mendekati titik beku..
Lapisan es langsung menyelimuti tanah.
Sedangkan area yang berjarak beberapa ratus meter darinya berubah menjadi lautan panas yang menyengat.
Udara bergetar seperti berada di dekat inti matahari. Namun yang paling mengejutkan adalah perubahan berikutnya.
Lin Tian memutar telapak tangannya. Di satu bagian domain, gaya gesek menghilang.
Batu-batu meluncur tanpa bisa berhenti.
Gerakan normal menjadi hampir mustahil dilakukan. Lalu di bagian lain, aliran waktu melambat.
Gerakan dedaunan terlihat seperti rekaman yang diputar setengah kecepatan.
Kharos menatap semua itu dengan takjub.
"Ini bukan sekadar domain." Suaranya terdengar serius. "Ini manipulasi realitas."
Ia menarik napas panjang.
"Kau sudah mulai menyentuh kemampuan yang biasanya hanya dimiliki para kultivator Alam Kekosongan."
Lin Tian akhirnya membubarkan domainnya.
Aura besar yang menyelimuti area perlahan menghilang.
Ia akhirnya menghela napas.
"Kuat... tetapi konsumsi energinya masih sangat besar."
Kharos mengangguk.
"Itu wajar. Untuk saat ini kau mungkin hanya mampu mempertahankannya beberapa menit dalam pertempuran penuh."
"Selanjutnya, kemampuan mobilitas."
Lin Tian tersenyum tipis. "Langkah Kekosongan."
Tubuhnya langsung menghilang, dan muncul kembali lima ratus meter jauhnya.
Semua orang terkejut.
Sebelumnya, jarak maksimal teknik itu hanya seratus meter.
Kini meningkat menjadi lima kali lipat. Namun Lin Tian belum berhenti.
Tubuhnya kembali menghilang.
Lima ratus meter ke utara, lima ratus meter ke timur, lima ratus meter ke selatan, lima ratus meter ke barat.
Empat perpindahan dilakukan dalam waktu kurang dari dua detik.
Total dua kilometer ditempuh secara instan.
Mira'tok sampai menganga.
"Itu curang!"
Ia menunjuk Lin Tian sambil tertawa.
"Kecepatannya hampir setara Langkah Kilat milikku, tapi kau bisa berpindah tempat secara instan!"
Zhen'ar mengangguk setuju.
"Dalam pertempuran, kemampuan ini hampir tidak memiliki celah." Tatapannya menjadi serius. "Menghindar, mengejar, atau mengubah posisi akan menjadi sangat mudah bagimu."
Lin Tian juga menyadari hal yang sama.
Kemampuan ini mungkin akan menjadi salah satu senjata terpentingnya di masa depan.