NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Lansia
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Ainun berbalik badan dan berjalan cepat ke dalam rumah. Dia sungguh merasa malu pada Malik karena penampilannya kini berantakan, jadi wanita itu lebih memilih kembali ke dalam saja. Biar Alif saja yang menanganinya, cucunya pasti tahu apa yang harus dilakukan.

"Opa ngapain ke sini pagi-pagi sekali, jadi membuat omaku terkejut 'kan?" tanya Alif setelah sang oma tidak terlihat.

"Oma kamu lucu sekali," ucap Malik tanpa menjawab ucapan Alif.

Dia sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan Alif karena memang dirinya salah datang ke rumah orang pagi-pagi sekali. Akan tetapi, dirinya juga tidak sepenuhnya salah karena Alif sendiri yang minta dibelikan bubur ayam. Meskipun waktu meminta tidak padanya, tapi tetap saja minta bubur ayam.

"Ya sudahlah, silakan masuk!"

"Ini bubur ayam kamu," ucap Malik sambil menyerahkan beberapa kantong kresek yang berisi makanan pesanannya.

"Kenapa banyak sekali? Aku 'kan maunya bubur ayam satu saja. Aku tidak mungkin makan sebanyak ini. Lagipula Oma juga sudah masak, nanti akan marah kalau masakannya tidak dimakan. Apalagi kuenya sebanyak ini, memangnya siapa yang mau makan?"

Alif menggelengkan kepala, tidak menyangka jika Malik memiliki pemikiran di luar dugaan. Sudah tahu dirinya hanya tinggal berdua dengan omanya, bagaimana bisa dibelikan makanan segini banyak. Entahlah ini nanti mau dibawa ke mana kuenya.

"Kan ada omamu. Ada Opa juga, kita makan sama-sama," tunjuknya pada diri sendiri.

"Opa mau sarapan di sini?"

"Iya, dong. Ini 'kan masih pagi, Opa juga belum sarapan. Tiba-tiba saja Fajar meminta Opa untuk membelikan kamu bubur ayam. Tadi juga Opa belum sempat sarapan, ya sudah sekalian saja Opa beli tiga untuk kita bertiga."

"Ya sudahlah, Opa tunggu sebentar, biar aku siapin piringnya," pungkas Alif yang tidak ingin memperpanjang pembahasan ini.

Pemuda itu kemudian berlalu dari sana menuju dapur, sementara di kamar Ainun memukul keningnya beberapa kali. Kenapa tadi dia tidak mengintip terlebih dahulu, setidaknya dirinya tidak terlihat memalukan. Meskipun dulu Malik sering melihatnya tampil berantakan seperti ini, tapi 'kan sekarang berbeda. Entah kenapa ada perasaan sedikit asing di depan pria itu. Mungkin karena terlalu lama tidak bertemu.

Ainun mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih layak. Pasti Malik juga masih ada di depan, tidak mungkin pria itu pulang begitu saja. Lagi pula kenapa sih harus pagi-pagi sekali datangnya. Saat Ainun turun wanita itu segera menuju meja makan dan di sana ada Alif dan Malik.

Ternyata pria tua itu sudah masuk begitu saja. Dia pikir Alif yang mengajaknya, padahal itu atas inisiatif Malik sendiri dengan alasan ingin membantu Alif menata hidangan di meja, padahal semuanya sudah siap hanya tinggal bubur ayam yang dibawa pria tua itu tadi.

"Selamat pagi, Ainun."

"Pagi juga. Kamu kok tiba-tiba saja datang ke sini pagi-pagi sekali. Apa ada sesuatu?" tanya Ainun.

"Tidak. Tadi Alif bilang mau bubur ayam, makanya aku ke sini buat anterin. Aku juga belum sarapan, jadi sekalian aku beli untuk kita semua."

"Alif minta bubur ayam?" ulang Ainun sambil menatap cucunya. Padahal dia sudah masak banyak, juga masak udang kesukaan Alif, tapi cucunya malah minta orang lain untuk membelikan bubur ayam.

Lagi pula beli sendiri 'kan bisa, kenapa harus merepotkan orang. Apalagi orang itu adalah Malik, bisa-bisanya Alif memerintah orang yang lebih tua. Apakah mungkin apa yang diajarkan selama ini sama sekali tidak berguna untuk cucunya. Sudah berkali-kali dirinya mengatakan harus selalu menjaga sopan santun dan adab, bagaimana bisa sekarang jadi seperti ini. Kalau putranya tahu pasti akan lebih marah lagi.

"Nggak begitu ceritanya, Oma. Aku nggak menyuruh Opa Malik, kok," kilah Alif yang khawatir jika dirinya akan disalahkan.

"Nggak menyuruh, tapi kamu memintanya, kan?"

"Aku tadi mintanya sama Fajar, nggak tahu kalau Fajar malah minta opanya datang."

"Lagian kamu kenapa minta belikan bubur ayam sama Fajar? Kamu 'kan bisa beli sendiri. Oma yakin kamu juga masih punya uang buat beli bubur ayam."

Alif terdiam, dia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya jika Fajar yang mentraktirnya selama satu bulan. Bisa-bisa nanti Omanya akan marah karena dirinya dijadikan bahan taruhan. Akhirnya Alif pun hanya bisa pasrah mendapatkan omelan dari omanya.

"Tidak apa-apa, Ainun. Lagi pula itu cuma bubur ayam. Saya juga sekalian beli tadi buat sarapan."

"Maafin Alif, ya. Dia seenaknya saja nyuruh kamu," ucap Ainun yang merasa tidak enak karena cucunya kurang sopan.

"Sudah aku bilang dari tadi tidak apa-apa, kebetulan tadi aku ada di rumahnya Fajar, jadi sekalian saja."

"Pagi-pagi sekali kamu ada di rumahnya Laila? Kamu nginap di sana?"

"Tidak. Kebetulan rumah kami masih satu komplek dan aku juga sering ke sana, jadi sudah terbiasa."

Ainun hanya mengangguk, tidak tahu saja jika Malik sengaja datang pagi-pagi sekali untuk mengganggu penghuni rumah. Dia ingin bercerita banyak hal tentang semalam. Begitulah kalau orang tua lagi puber kedua, pasti ada saja tingkahnya bahkan terlihat seperti kekanak-kanakan.

"Makanan sudah siap, ayo kita sarapan!" ajak Alif yang sengaja mengalihkan perhatian.

Dia khawatir jika nanti Malik keceplosan tentang perjanjian dirinya dan Fajar. Dia yakin jika Fajar pasti sudah bercerita pada Malik, terbukti pria itu mau saja diminta untuk mengantarkan bubur. Mungkin juga sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk semakin mendekati omanya.

Ainun pun mengangguk dan mempersilakan Malik untuk bergabung sarapan bersama mereka. Wanita itu pergi ke dapur untuk membuatkan minuman jahe hangat. Itu adalah minuman kesukaan Malik dulu, entah sekarang apakah pria itu masih menyukainya atau tidak, yang penting Ainun hanya ingin membuatkannya saja. Kalau nanti tidak suka, ya tidak masalah. Di rumah ini juga dia tidak memiliki kopi karena memang tidak ada laki-laki.

"Silakan," ucap Ainun sambil meletakkan wedang jahe di depan Malik.

Seketika pria itu merasa senang ternyata sampai sekarang Ainun masih sangat ingat apa yang menjadi kesukaannya. Sudah cukup lama memang dia tidak minum air jahe hangat seperti ini. Akhir-akhir ini pria itu lebih suka minum kopi. Andai saja Ainun tahu jika sekarang dirinya merokok, pasti wanita itu sangat marah dan benci padanya.

Ainun memang tidak menyukai pria perokok. Baginya laki-laki seperti itu hanya akan mendatangkan penyakit karena itulah sejak Malik tahu Ainun kembali, dia benar-benar menghilangkan kebiasaannya itu. Meskipun terasa sangat sulit, tapi pria itu terus menahannya.

Sekarang ke mana-mana yang ada di sakunya selalu ada permen, jadi setiap kali mulutnya terasa pahit dan ingin merokok, maka pria itu hanya bisa memakan permen saja. Malik rela menghilangkan kebiasaannya, itu semua demi Ainun. Dia tidak ingin kehilangan wanita itu kembali. Dunia Malik akan benar-benar hancur jika Ainun kembali pergi dari hidupnya.

1
gaby
Rangga emang anak ga tau diri, suka nyusahin mamanya hingga tua. Dan skrg pake acara mau nguji Malik, apa ga cukup crita Ainun tentang Malik yg rela membujjang smp tua. Kalo msh blm cukup & mau di uji lagi, keburu Malik mati karena faktor usia. Bukankah niat baik hrs di segerakan. Lagian kaya Mamanya janda muda aja pake di mahalin, mereka sama2 dah tua, kasian kalo hrs si tunda2 lg. Kalo di antara Ainun atau Malik mati duluan sblm mereka menikah, apa Rangga sanggup menanggung beban Mental menghancurkan kebahagiaan orangtua??
gaby
Ko UP nya makin jarang thor?? Padahal ceritanya bagus, kalo jarang UP, pembaca jd suka nabung bab, bahkan ada yg nunggu smp tamat dulu
Anna leticia
kasihan Malik 😥,berikan dia kebahagiaan dengan cinta sejatinya.ainun tanpa persetujuan anakmu,kamu itu bisa menikah, hargai perasaan pria tua,masih tampan itu, begitu besarnya cintanya padamu.❤️🌹🌹☺️
gaby
Rangka egois, malu mamanya yg dah tua mau nikah lg. Padahal yg lebih memalukan itu si Rangga, masa nenek2 di suruh ngurus cucu yg nakalnya minta ampun. Rangka cm bisa bikin anak doang, tp ngurusnya ga bisa.Fokus aja nyari duit yg banyak, biar istri ga usah kerja diluar negeri & bisa ngurus anak sendiri. Dah jadi orang tua tapi msh aja nyusahin org tua. Alesan aja ga percaya pengasuh anak, kan bisa dia dulu mempekerjakan pengasuh tp dlm pengawasan ainun jg. Bilang aja ga mau modal. Lagian kaya Rangga 24jam nemenin Ainun, njagain anak aja ga bisa, apalagi njagain org tua.
Anna leticia
aku sangat suka Thor,aku kembali mengikuti perjalanan cinta Ainun dan Malik, walaupun seusia oma dan papaku, bacanya marathon lagi, sangat menarik berkesan, membuat aku tetap semangat menunggu kelanjutannya, semangat Thor selalu berbahagia dari aktivitas kerjamu sebagai penulis novel.❤️🌹🌹🌹🌹🌹☺️
falea sezi
moga aja ainun pas kabur lagi hamil🤭 jd alif cucu kandung hehehe
gaby
Aq berharap Alif cucu kandung Malik, karena di awal2 bab di sebutkan kalo Ainun menikah dgn suaminya karena keadaan yg memaksa. Mudah2an yg di maksud keadaan adalah Ainun hamil diluar nikah anaknya Malik. Soalnya kasian Malik dah kakek2 ga pny keturunan, seandainya mereka menikah pun ga mungkin Ainun hamil lg, dah manepouse pula. Anggep aja buah kesetiaan & kesabaran malik puluhan tahun terbayarkan.
Love You Z♥️
sering sering update laahh othoooorrr,,, 2 bab sehari GPP laaahhh
Darti abdullah
luar biasa
falea sezi
baru baca ampe begadang nih suka deh🤭 beda dr yg lain
Husna_az: Terimakasih kakak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
kenaoa you ngak update thooorrrr?
Husna_az: maaf ya, kak. lagi ada kerjaan kemarin 🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
othoooorrr omegaaattt where are youuuuuuuuuuuuuuu
Nurgusnawati Nunung
semangat thor... lanjut
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!