NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Sebuah Undangan.

Bab 25. Sebuah Undangan.

Di bawah bintang-bintang dan bulan yang bersinar terang, seberkas cahaya melesat dengan kecepatan tinggi bagaikan meteor yang jatuh dari langit. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti di udara.

Seketika wajahnya menjadi sangat muram ketika dia menyadari sesuatu.

"Sialan! Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba sisa jejak jiwa Dan'er menghilang!" ucapnya kesal.

Dialah Lin Chensheng, Patriark Keluarga Lin sekaligus ayah dari Lin Dan yang telah mati dibunuh oleh Wang Fei.

"Tidak bisa! Aku harus menemukannya! Aku harus membalaskan dendam putraku! Ah... brengsek! Tampaknya aku harus melakukan Teknik Pengorbanan Darah untuk memutar ulang waktu agar pembunuhnya ditemukan," ucapnya dengan suara yang semakin lirih di akhir kalimat.

Wajahnya lesu, campuran rasa lelah, amarah, putus asa, dan juga keengganan. Tapi terlepas dari itu semua, tekadnya sudah sangat bulat. Apa pun yang terjadi, pembunuh putranya harus ditemukan meskipun itu harus mengorbankan umurnya selama puluhan tahun.

Ya... Teknik Pengorbanan Darah memiliki risiko yang sangat besar, yaitu selain mengorbankan 50 persen esensi darah, juga harus memotong umur penggunanya sebanyak sepuluh tahun per sepuluh tarikan napas waktu yang diputar ulang.

Bisa dibayangkan betapa mengerikannya teknik tersebut. Tapi kini, api amarah dan dendam telah menguasai hati Lin Chensheng, jadi apa pun risikonya dia harus menempuhnya.

Setelah memikirkan hal tersebut, dia segera berbalik dan melesat ke arah tertentu guna menemukan kenalan lamanya yang sebenarnya sangat enggan untuk dia temui.

Dan begitulah, ketika berkelebat, sosoknya langsung hilang di dalam kegelapan malam.

Sementara Wang Fei sendiri sama sekali tidak mengetahui jika saat ini ada badai yang sedang bergolak menuju ke arahnya. Tidak ada yang tahu apakah badai itu yang akan menenggelamkannya, atau justru mungkin saja menjadi sebuah peluang untuk meningkatkan kekuatannya.

Tak peduli apa pun itu, biarkan waktu yang menjawab.

◦~●❃●~◦

Hari berganti. Ketika malam tenggelam dan pagi mulai menjelang, sinar matahari mulai memancarkan cahayanya yang terang, menyelimuti seluruh jagat raya.

Pagi itu Sekte Daehan tetap ramai seperti biasanya. Banyak murid yang berlatih, sebagian ada yang pergi ke Aula Misi untuk melihat tugas, dan sebagian lagi sedang menuju Paviliun Sekte untuk beberapa keperluan.

Di salah satu sudut yang tidak mencolok, seorang gadis muda berusia 16 tahun tengah berjalan ke arah tertentu memasuki pinggiran area sekte dekat hutan. Dirinya tampak berhenti di beberapa area, namun pada akhirnya dia menghela napas.

"Huh... Tugas ini sangat berat. Sebenarnya di mana pemuda bernama Wang Fei itu tinggal? Apakah dia benar-benar murid pelayan dari sekte? Kenapa aku mencari di mana-mana tetap tidak ketemu?" keluhnya dengan bibir mengerucut.

Gadis itu bernama Ling-Ling. Meskipun sama-sama murid pelayan, statusnya tidak bisa diremehkan karena dia adalah murid pelayan khusus yang melayani murid luar, dan kebetulan murid luar itu adalah Shi Meilan.

Ya... Shi Meilan memerintahkan Ling-Ling untuk menemukan Wang Fei guna menyampaikan undangan untuk makan malam bersama keluarganya. Atau lebih tepatnya, undangan makan malam dari sang ayah sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkannya.

"Tinggal satu tempat lagi yang belum aku kunjungi. Akan tetapi..."

Ling-Ling mengerutkan kening karena ragu. Di sana memang ada sebuah gubuk sederhana. Tempatnya berada di pinggiran hutan bagian paling luar. Agak jauh dari bangunan-bangunan sekte, sehingga wilayah itu terkesan sangat terisolasi.

Jika bukan karena gubuk itu masih memasuki garis wilayah sekte, maka dia akan mengira bahwa gubuk itu bukanlah bagian dari sekte.

"Huft... Karena tugasnya mendadak, banyak murid pelayan yang keluar untuk mengerjakan misi. Apesnya, tidak ada dari mereka yang mengenal siapa itu Wang Fei," gerutunya tak berdaya.

Faktanya, Wang Fei sendiri sudah lama mengisolasi diri dari keramaian. Dulu, karena tidak bisa berkultivasi, muncul rasa minder hingga akhirnya lambat laun namanya mulai dilupakan. Ditambah, selama bertahun-tahun dia suka mengerjakan misi mencari obat sehingga semua orang mengenalnya sebagai si tukang obat.

Akhirnya, entah itu murid pelayan baru ataupun lama yang masuk sekte, menjulukinya dengan nama itu. Seandainya Ling-Ling bertanya seperti ini...

"Permisi, apakah kamu mengetahui di mana kediaman si tukang obat?"

Maka dengan pasti banyak murid sekte yang akan langsung menunjukkan jalannya. Sayangnya, dia bertanya tentang kediaman Wang Fei dan yang dia tanya kebetulan adalah murid pelayan yang baru masuk, jadi otomatis yang mereka katakan adalah tidak tahu. Jika yang ditanyakan adalah si tukang obat, sudah pasti banyak yang mengetahuinya.

Tapi ya begitulah... Terkadang nasib baik dan buruk datang tanpa diduga. Anggap saja dia sedang apes karena bertemu dengan murid baru.

"Tinggal tempat itu saja. Semoga di sana benar-benar ada pemuda yang bernama Wang Fei," ucapnya dengan tangan terkepal.

Sementara itu, di kediaman Wang Fei.

Wang Fei baru saja membuka pintu. Ketika dirinya hendak memulai kultivasi untuk melatih Langkah Petir, tiba-tiba kesadarannya merasakan ada seseorang yang datang dari kejauhan.

"Hmm... Murid pelayan, dan itu seorang gadis? Siapa dia?" gumamnya sambil mengerutkan kening.

Jika itu adalah Lin Dan, Chu Rong, dan Song Heng, dirinya sudah tidak heran lagi. Tetapi ketiganya telah mati di tangannya. Jadi, kedatangan seorang gadis murid pelayan dari sekte benar-benar sesuatu yang langka dan kejutan yang tidak pernah dia duga-duga.

Tidak lama kemudian, gadis itu pun benar-benar mendekat ke gubuknya.

Saat tiba di sana, gadis itu bertanya,

"Maaf, permisi. Apakah benar ini kediaman Wang Fei?" tanyanya dengan ragu-ragu.

Mendengar itu, Wang Fei tertegun. Untuk sejenak dia berpikir.

"Hah... Apakah dia mencariku? Tapi kenapa? Selama ini aku tidak pernah mencoba untuk menonjol di sekte. Apakah dia pernah melihatku dan kemudian jatuh cinta pada wajah tampanku, lalu secara diam-diam menyelidiki di mana tempat tinggalku? Ah... Jika memang seperti itu, bukankah situasinya akan sedikit canggung dan merepotkan?"

Dia bermonolog dengan sangat narsis. Tetapi karena tidak ingin menunggu pihak lain terlalu lama, dia pun menjawab.

"Ya... aku Wang Fei dan ini adalah kediamanku," ucapnya lugas.

"Fiuh! Akhirnya benar-benar ketemu," seru gadis itu sambil menghela napas lega.

Detik berikutnya, keluhan yang disertai sedikit kekesalan pun mulai menyembur dari mulutnya.

"Hmph! Ternyata kau benar-benar tinggal di sini? Aduh, apakah kau tidak tahu betapa sulitnya aku menemukan tempat antah berantah ini? Mengapa murid pelayan harus menyusahkan diri dengan tinggal di tempat yang sangat terpencil? Aku harus bertanya ke sana kemari sampai kakiku rasanya pegal sekali, kau tahu?" ocehnya terus berbicara.

Ya... gadis itu tidak lain adalah Ling-Ling.

Di seberang, Wang Fei benar-benar terkejut dengan perubahan yang terjadi pada gadis itu. Dia berpikir.

"Hah... Ada apa dengan gadis ini? Apakah dia sakit? Apakah dia sedang datang bulan? Orang bilang seseorang yang datang bulan akan sangat sensitif. Apakah gadis yang ada di depannya benar-benar sedang mengalaminya? Mengapa dia tiba-tiba mengeluhkan sesuatu yang tidak jelas padahal mereka sama sekali belum pernah ketemu sebelumnya?"

Tapi pada akhirnya dia menjawab pertanyaan itu dengan lugas.

"Tidak apa-apa. Daripada suasana ramai dan penuh dengan persaingan yang licik di dalam sekte, aku lebih suka di sini. Aku menyukai suasana sunyi dan tenang. Itu sangat baik untuk latihanku," ucapnya sambil tersenyum kecil.

Barulah saat itu Ling-Ling memandangi area sekitar.

Benar saja, setelah dia memperhatikan, area ini memang sangat tenang. Berbeda dengan penilaian awalnya yang dia kira tempatnya akan kumuh dan tidak terawat. Ternyata tempat ini sangat bersih dan rapi.

Di sekitar gubuk tempat tinggal Wang Fei sendiri tidak ada rumput liar sedikit pun. Terlihat jika dia sangat rajin mencabuti rumput yang mulai tumbuh, jadi bisa dikatakan suasana di tempat tinggal pemuda itu cukup asri dan menyenangkan.

"Ah... Sudahlah, apa sih yang sedang aku pikirkan. Sekarang mengerjakan perintah nona-ku adalah yang terpenting," serunya dalam hati.

"Baiklah. Lakukan semaumu. Oh iya, aku datang kemari karena khusus menjalankan perintah dari nona majikan yang aku layani. Namaku Ling-Ling dan aku adalah pelayan pribadi dari murid luar, yaitu Nona Shi Meilan."

Mendengar nama Shi Meilan disebutkan, seketika ekspresi Wang Fei langsung berubah. Matanya bersinar, seolah nama itu sendiri memiliki arti yang sangat dalam bagi pemuda itu.

"Oh... Ternyata itu Saudari Meilan. Apa yang dia katakan padamu?" tanya Wang Fei penasaran.

Kali ini ganti Ling-Ling yang dibuat terkejut. Benar saja, ternyata hubungan keduanya sama sekali tidak sederhana. Pasalnya, saat dia dikirim untuk datang kemari, sebelumnya dia menyebut nama Wang Fei dengan sebutan Saudara Wang.

Dan kini pemuda yang ada di hadapannya justru memanggil nona mudanya dengan akrab tanpa beban sedikit pun.

"Aku tidak tahu banyak," ucapnya sambil menggeleng.

"Nona hanya berpesan agar aku menyerahkan giok komunikasi ini kepadamu. Dan juga... memintaku untuk menyerahkan token identitas khusus pribadinya. Ketika kamu membaca pesan di dalam giok komunikasi nanti, kamu akan mengerti. Hanya itu yang aku tahu. Selebihnya itu bukan wewenangku lagi," jelas Ling-Ling lugas.

Seberkas energi spiritual menyembur dari telapak tangan Ling-Ling, dan dua benda itu pun segera dikirimkan kepadanya.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!