NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action / Tamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penerus tahta kejahilan

Waktu berlalu seperti embusan angin di padang rumput Spanyol. Mansion De Luca kini bukan lagi tempat yang sunyi dan mencekam. Lima tahun kemudian, koridor marmer yang dulunya hanya mendengar langkah sepatu bot militer, kini menjadi sirkuit balap bagi Luciano De Luca yang berusia lima tahun.

Luciano tumbuh menjadi perpaduan yang mematikan: wajah tampan nan dingin milik Leonardo, namun dengan binar mata jenaka milik Olivia. Dan yang paling penting, ia mewarisi kecerdasan taktis ayahnya—yang sayangnya, ia gunakan untuk melakukan "sabotase" harian di dalam mansion.

Operasi "Earpiece" Beras

Sore itu, Leonardo sedang mengadakan rapat krusial di ruang komando bawah tanah. Keamanan sedang diperketat karena ada pengiriman logistik penting di pelabuhan. Marco berdiri tegak di samping pintu, wajahnya kaku seperti batu, tangan kanannya menekan earpiece di telinganya.

"Lapor, Tim A. Posisi?" tanya Marco dengan suara berat melalui radio.

Namun, alih-alih jawaban dari agen lapangan, suara cempreng nan ceria terdengar di telinga Marco.

"Paman Marco... ada monster di dapur! Dia mencuri biskuit cokelatku! Cepat kirim pasukan bantuan ke koordinat Meja Makan!"

Marco tersentak. Matanya melirik ke arah monitor CCTV di sudut ruangan. Di sana, ia melihat Luciano kecil sedang memegang walkie-talkie cadangan milik penjaga yang entah bagaimana bisa ia "pinjam". Bocah itu sedang bersembunyi di bawah meja makan, mengenakan kacamata hitam milik Leonardo yang kebesaran.

Leonardo menatap Marco dengan alis terangkat. "Marco? Kenapa wajahmu merah?"

"Maaf, Tuan... ada gangguan frekuensi," gumam Marco, mencoba mematikan radionya dengan tangan gemetar karena menahan tawa.

Karma Cairan Pelicin

Siksaan bagi Leonardo mencapai puncaknya saat ia hendak berangkat ke kantor pusat. Ia keluar dari kamar utama dengan setelan jas custom-made seharga ribuan Euro, tas kulit di tangan, dan aura otoritas yang tak tergoyahkan.

Namun, begitu kakinya menginjak lantai marmer di depan tangga utama, Leonardo merasakan sensasi "terbang" yang tidak direncanakan.

Sret! Dubrak!

Sang Singa Madrid mendarat dengan posisi yang sangat tidak elegan—duduk di lantai dengan kaki terbuka. Ternyata, Luciano telah mengoleskan minyak zaitun organik milik ibunya di sepanjang jalur jalan ayahnya.

"Target jatuh! Target jatuh!" teriak Luciano dari balik pilar besar, sambil memegang pistol air berisi jus jeruk.

Donna Isabella, yang sedang menyesap teh di sofa ruang tamu, meledak dalam tawa hingga ia harus meletakkan cangkirnya agar tidak tumpah. "Oh, Leo! Sepertinya pertahananmu sudah ditembus oleh agen rahasia paling kecil di Spanyol!"

"Luciano!" raung Leonardo, mencoba berdiri namun terpeleset lagi. "Marco! Amankan subjek ini sekarang juga!"

Marco datang berlari, namun melihat tuannya sedang berjuang melawan lantai licin sementara Luciano tertawa terpingkal-pingkal sambil berguling di karpet, Marco harus berpaling ke arah dinding. Bahunya naik turun, suara tawa yang tertahan terdengar seperti isakan aneh.

Laporan Intelijen yang Berwarna

Malam harinya, Leonardo sedang memeriksa laporan intelijen rahasia tentang pergerakan klan di Marseille. Ia meninggalkan meja kerjanya sebentar untuk mengambil kopi. Saat kembali, ia menemukan laporannya telah berubah.

Daftar aset musuh dan peta rute pelarian kini dipenuhi dengan gambar matahari tersenyum, bunga-bunga (yang diajarkan Olivia), dan tulisan besar menggunakan krayon merah: "AYAH BAU STROBERI".

Leonardo terduduk lemas di kursinya. Ia menatap coretan krayon itu. Dulu, jika seseorang berani menyentuh dokumennya, mereka akan berakhir di dasar laut. Namun sekarang, ia hanya bisa memijat pelipisnya.

Luciano muncul dari balik gorden, wajahnya masih menyisakan bekas krayon merah di pipi. Ia mendekat dan memeluk kaki ayahnya.

"Ayah, jangan marah. Aku hanya membantu Ayah menghias kertas yang membosankan itu," ucap Luciano dengan suara polos yang mematikan.

Leonardo menghela napas panjang. Ia mengangkat Luciano dan mendudukkannya di pangkuannya. Siksaan ini belum berakhir, dan mungkin tidak akan pernah berakhir. Anaknya benar-benar tahu cara menjatuhkan harga diri ayahnya setiap hari, memastikan bahwa sang Singa Madrid tidak akan pernah kembali menjadi pria dingin yang tak punya hati.

"Bunda benar, kau adalah hukuman hidupku," gumam Leonardo sambil mencium puncak kepala Luciano.

Dari ambang pintu, Donna Isabella dan Olivia berdiri sambil tersenyum. Kejahilan Luciano bukan hanya sekadar kenakalan; itu adalah pengingat bahwa di rumah ini, cinta telah memenangkan pertempuran melawan kekuasaan.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!