NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Koma

Hasil laboratorium keluar di bawa dan di bacakan dokter cantik yang memeriksa kondisi chandra sendiri, memang sangat memprihatikan terdapat luka gesekan di lubang anus dan terjadi infeksi parah.

Di sebabkan oral seksual sesama sejenis karena sering melakukan hubungan seksual lewat lubang anus hanya bisa di hentikan dengan operasi tapi dengan kondisi seperti ini mungkin sulit bahkan hasil darah juga menunjukkan pasien positif HIV Aids.

"Dok, bagaimana dengan pasien sekarang?" revo menanyakan sebagai bentuk peduli nya sesama manusia.

"Kondisi nya semakin menurun, kesadaran nya hilang timbul karena imun tubuh nya yang sangat lemah, kami akan lakukan yang terbaik untuk pasien"

Salah satu suster keluar dari kamar rawat menghampiri dokter yang lagi menjelaskan pada kami dengan wajah khawatir dan tegang "Dok, maaf pasien mengalami kejang lagi"

Semua diam melihat dokter berlari ke dalam untuk memeriksa kondisi chandra lagi, bunga menatap nya dari jendela kecil di dekat pintu.

Ada rasa kasian tapi tidak bisa berbuat banyak, mata nya menangkap sosok yang tidak bisa di lawan dalam kehidupan entah apa chandra akan mati atau memang itu rasa khawatir ku saja.

"Ada apa sayang, kamu tegang sekali nga" revo menghampiri gadis nya yang terlihat kaku di depan jendela itu

"Entah, aku pun bingung harus menjelaskan apa saat ini, tapi mata ini seperti menangkap sosok yang sangat mengerikan untuk kehidupan manusia walau aku belum pernah melihat nya secara langsung untuk hidup ku"

"Lalu apa yang kamu lihat disana"

"Sosok tinggi berjubah hitam dengan tongkat yang di atas nya seperti pedang berbentuk bulan sabit di tangan kiri nya berdiri dengan gagah disana"

Gadis itu menunjuk arah Chandra berbaring dengan tubuh mengejang hebat, beberapa dokter sudah memakai pakaian khusus untuk pasien yang memiliki penyakit menular.

"Azrael...."

Pak Dayat yang mendengar apa yang di ucapkan gadis itu langsung mendekat "maksud non Malaikat Izrail ? Astaghfirullah, malang sekali nasib anak itu sebelum sempat bertobat malah kedatangan maut"

Gadis itu langsung di rangkul kekasih nya untuk menyandarkan tubuh nya di sejenak, lunglai tidak bisa berkata apa pun.

Sampai dokter keluar kembali bunga langsung menghampiri nya "bagaimana Chandra sekarang dok?"

"Seperti nya pasien mengalami koma, tapi kami baru menyatakan koma setelah beberapa waktu, mungkin saja efek obat penenang yang baru bereaksi, sementara ini kami belum bisa melakukan operasi untuk pasien terlebih lagi karena kondisi nya yang buruk"

"Baik dok, terima kasih banyak, kami percayakan ke ahli nya saja, tolong beri kabar tentang kondisi nya" revo mengerti gadis nya begitu syok dengan semua yang di lihat nya.

"Makasih ya sudah mau repot menemani ku mengurus ini, semoga kamu tidak bosan mendampingi aku"

Bunga langsung memeluk nya dengan erat, rasa nya nyaman di tengah kabar yang sangat tidak baik.

usapan lembut ke pucuk kepala membuat nya mendongakkan kepala dan mendapat kecupan di kening nya dengan tulus.

Gadis itu kembali melihat ke arah jendela mata nya menatap ke tubuh Chandra lagi, yang sudah di pasang banyak alat medis.

Kali ini bukan lagi Azrael yang di lihat melainkan ruh dari Chandra sendiri yang keluar dari tubuh nya, melihat diri nya sendiri terbaring lemah di bantu banyak alat.

Ruh itu berteriak meraung menangis tubuh nya.

"Kenapa ini terjadi sangat tidak adil untuk ku, bahkan keluarga ku tidak ada di yang sudi melihat ku di saat aku sangat membutuhkan mereka"

Suara itu nyata terdengar di telinga bunga, ia melihat ke arah revo yang berdiri tidak jauh dari dari nya, langsung menghampiri "hei dengar ini" bunga memegangi salah satu daun telinga nya.

Kembali terdengar suara itu tangisan chandra yang parau mengindik ngeri berurusan menyadarkan diri nya sendiri, "Koma beneran bukan karena efek obat yang baru bereaksi pada nya, sungguh malang nasib nya".

"Apa perlu kita mencari keluarga nya sayang?" bunga bertanya dengan ragu dan sesekali meminta pendapat lagi ke pak dayat.

"Mana baik nya menurut mu aja aku akan ikuti, selama itu baik untuk semua bagaimana pak ?"

"Mungkin lebih baik tidak perlu non, den. Takut nya nanti malah menjadi masalah baru, bapak ingat kelakuan mereka yang selalu merasa paling benar, lebih baik biar mereka datang dengan keinginan mereka sendiri pasti pihak kepolisian juga sudah memberi kabar"

Penjelasan pak dayat di mengerti dua pemuda yang lagi mempedulikan seorang yang sudah berbuat jahat di masa lampau.

Rasa peduli bukan karena masih sayang tapi karena rasa kemanusiaan yang mendorong naluri nya untuk peduli pada sesama nya.

"Lebih baik kita pulang saja dulu, sambil menunggu kabar selanjutnya" ajakan pak dayat di setujui mereka berdua, pak dayat mendatangi petugas polisi yang berjaga untuk pamit pulang.

Sementara di dalam sana Ruh chandra seperti merasa di perhatikan mengitari sekeliling sampai menemukan wajah bunga yang lagi berbalik mau meninggalkan ruang tunggu.

Ruh chandra berjalan menghampiri bunga, tapi bunga berpura pura tidak melihat nya "Kamu melihat aku ?"

"hei bunga aku disini"

Gadis itu acuh sampai pergi keluar rumah sakit menuju mobil yang terparkir di depan sana, ruh chandra berusaha menggapai tubuh Revo hendak memukul dengan tinju nya tapi sayang seperti memukul angin saja.

"Kenapa kau ambil perempuan ku, bajingan"

Bunga menggandeng tangan revo dengan mesra, bergelayut manja dengan sengaja.

ruh chandra semakin ingin mengejar nya, sampai sosok harimau putih menghadang nya untuk tidak mengganggu gadis itu.

Mereka masuk ke dalam mobil, bunga menyandarkan tubuh nya dengan lemas "Heran deh jadi ruh aja masih sempat sempat nya egois"

"Kamu lihat apa sayang?" mobil pun melaju untuk pulang, sampai di tengah jalan pun akhir nya bunga menceritakan apa saja yang di lihat nya tadi

"Dari tadi aku memperhatikan ruh itu, masih tidak berubah, egois, sombong pantas aja kalau dia di hajar teman satu sel nya, bapak tau ngak dia berusaha memanggil aku, tapi aku pura pura ngak lihat, terus lagi dia berusaha mau pukul kamu tadi vo berusaha ngejar kita tadi tapi seperti ada yang menahan nya, aku ngak liat apa itu tadi, mata nya penuh dendam gimana dia mau tenang sementara dia sendiri menyimpan hati jelek"

"Sudah non biarkan aja, bapak rasain hawa nya ngak enak kaya di kibas kibas mungkin bapak masuk angin kali"

"Bukan masuk angin pak, dia berusaha mau narik bapak kok, di kasih kesempatan tapi bukan nya berubah malah makin jadi"

Bunga kembali diam memejamkan mata nya dengan Lena nya seperti memasuki dimensi lain dengan rasa yang tidak bisa di tahan untuk masuk kedalam sana.

"Assalamualaikum cah ayu, apa yang membuat mu datang ke tempat ini?"

Seketika bunga heran aku tidak datang dengan kemauan ku kok bisa sampai disini.

"Waalaikumsalam, saya tidak mengerti ada apa saya datang kesini" jawab nya dengan jujur membuat sang pemilik tempat terkekeh lembut sosok nenek tua yang belum pernah di lihat sebelum nya.

"Saya yang membawa nya kesini, saya hanya meminjam tempat mohon maaf sebelum nya sudah mengganggu mu" sosok harimau putih itu berubah menjadi lelaki gagah dengan baju perang era kuno.

"oh alah ta kira ada apa sampai berkunjung ketempat ku, silakan nikmati suasana tempat ini"

Indah nya pemandangan taman yang di hiasi banyak bunga bunga tulip, gadis itu tersenyum tenang dengan apa yang di lihat setelah melihat ketegangan tadi.

"Kau tidak perlu khawatir dia hanya ruh yang diminta untuk meratapi kesalahan nya dan bertaubat, tidak akan bisa mengusik mu"

"Tapi apa bisa dia kembali dengan baik nanti kalau sifat nya masih mendendam?"

"Apa kau ingat sudah mengrung nya, itu akibat kesalahan nya, mungkin jika dia bertaubat sebelum ajal nya, maka hidup nyaa tidak akan seperti sekarang, jangan kau pikirkan diri nya fokus lah pada hidup dan kebahagiaan mu"

"Terima Kasih tidak perlu khawatir, aku baik baik aja kok, ada Tuhan pencipta ku dan mereka juga kau yang menjaga dan mengasihi ku seluas samudra"

"Kau tidak pernah berubah dari dulu, baiklah ku rasa aku tenang dengan diri mu seperti ini"

Sosok nya kembali menjadi Harimau lagi setelah berpamitan pada pemilik tempat lalu menghilang dari pandangan ku.

"Terima kasih eyang sudah boleh singgah disini, saya pamit untuk pulang"

"Jaga diri mu dan tetap menabur benih kebaikan di hidup mu cah ayu"

Bunga terbangun dari tidur nya ternyata diri nya masih di dalam mobil dan hampir sampai memasuki perumahan, pikiran nya tidak lagi seperti tadi yang gelisah karena ulah ruh chabdra yang menyebalkan.

Hati nya mendoakan yang baik untuk orang yang pernah ada dalam hidup nya dulu.

tidak ada yang mustahil jika diri kita bisa mengontrol emosi dan pikiran.

Sekalipun Malaikat pencabutan Azrael atau Izrail datang, kita sudah siap menghadapi tahap kehidupan yang lain mengharap sang pencipta.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!