NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melamun

Sampai di rumah Dita masih saja teringat pada Jonathan dan Jemima Kakak beradik Putra dan putri dari Feri polisi yang telah menolong kasusnya. Hanya saja Dita tak mengenalnya. Jika saja Dita tau dan kenal mungkin Dita sudah menghubunginya dan meminta bertemu dengan Jonathan dan Jemima.

Ibu Rani yang baru pulang dari klinik merasa heran melihat putrinya hanya diam melamun di hadapan televisi yang sedang menayangkan acara situasi komedi yang seharusnya orang yang menontonnya tertawa. Tapi, coba lihat Dita yang hanya diam dengan tatapan kosong. Bahkan Dita tak menyadari ketika Ibu Rani duduk di sampingnya.

Dokter Wijaya yang juga baru tiba merasa heran melihat istrinya hanya diam duduk tanpa menyapa putri mereka. Dokter Wijaya memperhatikan dua bidadarinya. Yang satu terlihat bingung dan satu lagi terlihat hanya diam dengan tatapan kosong.

"Sayang," Panggil Ibu Rani.

Dita menoleh kemudian meringsek masuk ke dalam pelukan Ibu Rani. Tanpa si sadari air mata Dita keluar begitu saja membuat Ibu Rani dan Dokter Wijaya terheran. Baru saja putrinya sehat setelah peristiwa kurang mengenakan beberapa waktu lalu kini putri mereka terlihat murung dan menangis.

"Kenapa?" Tanya Dokter Wijaya tanpa bersuara.

Ibu Rani mengkode tak tau pada dokter Wijaya. Dokter Wijaya pun duduk di samping lain Dita. Dokter Wijaya ikut mengusap hangat putrinya. Bukan berhenti Dita semakin terisak mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari orang tua angkatnya.

"Pi Mi..." Ucap Dita melihat kedua orang tuanya bergantian.

"Iya sayang." Ibu Rani.

"Rasanya sakit, sesak di dada huhuhu..." Dita.

"Kenapa hm? Ada masalah di rumah sakit sayang?" Dokter Wijaya.

Dita langsung menggelengkan kepalanya.

"Kenapa? Mau bobo di tempat Kakak sama Mama Papa? Atau Mama Papa di minta ke sini?" Ibu Rani.

Lagi-lagi Dita hanya menggelengkan kepalanya.

"Tadi ada batita vaksin lucu banget. Ngga tau kenapa tiba-tiba mau sama Dita terus. Pas pulang dia nangis terus Dita tenangin sebelum mereka pulang. Setelah tenang mereka pamit pulang. Dita ngga tega liat tatapan batita itu Mi. Rasanya dada Dita sakit Mi Pi huhuhu..." Jelas Dita terbata.

"Sayang, mau ketemu lagi sama batita nya? Bulan depan bukannya bisa ketemu lagi na?? Dokter Wijaya.

"Masih lama Pi. Mau ketemu lagi tapi Dita malu sama Papa nya anak itu." Jawab Dita dengan wajah yang memerah.

Baru kali ini Ibu Rani dan Dokter Wijaya melihat Dita seperti yang malu-malu menceritakan lawan jenis.

"Malu kenapa?" Ibu Rani.

"Ngga tau pokoknya malu aja." Jawab Dita menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Ya udah, bulan depan pasti ketemu lagi. Nabung rindu dulu buat anak itu." Dokter Wijaya.

"Iya Pi..." Jawab Dita lesu.

Tatapan Jonathan begitu terbayang-bayang di mata Dita dan entah mengapa setiap Dita mengingat Jonathan bayangan wajah Papa nya tiba-tiba melintas membuat wajah Dita memerah. Dita baru kali ini merasakan hal aneh ketika bertemu dengan lawan jenis.

"Duo bumil yang cantik tapi masih kalah sama gw. Mau kemana kita?" Tanya Dita pada Angel dan Laela di lobi rumah sakit.

"Pret..."

"Ceh..."

"Makan siang dulu abis itu ke supermarket ya Dit. kita mau belanja lu ikut aja sekalian." Angel.

"Gimana ngga ikut kalo lu berdua gw supirin. Huh... Suami kalian memang menyebalkan." Dita.

"Sorry Dit. Laki gw lagi operasi." Laela.

"Laki gw bisnis Dit. Ngga makan entar gw sama anak gw." Angel.

"Hm... Ayo deh, utung sayang. Baek-baek kalian sama gw ya." Dita.

Mereka bertiga pun memutuskan makan di restoran yang ada di salah satu mall terdekat. Agar memudahkan ketika akan ke supermarket tidak perlu lagi berpindah tempat. Mereka menikmati makan siang dengan saling bercerita random.

"Berarti Papi Lu udah lepas tangan rumah sakit Dit?" Laela.

"Ngga sih. Masih tipis-tipis." Dita.

"Keren banget deh sahabat kita ini. Ngga mau urus bisnis keluarga eh malah dapet rumah sakit." Angel.

"Gw bukan ngga mau urus bisnis Papa. Kan gw pengen jadi dokter makanya gw ngga bisa ikut bantu abang adek kelola bisnis Papa." Dita.

"Terus bisnis Papa lu di pegang abang adek aja?" Laela.

"Ngga sih abang Hendrik juga ikut kelola tapi ya begitu dia ngga bisa 100% masih harus berbagi dengan kegiatan negara." Dita.

"Terus Kakak lu andil apa?" Laela.

"Kakak ikut kelola pas dua di kota M. Tapi kan sekarang Kakak di sini jadi malah bantu Mami di klinik." Dita.

"Keren abis deh kalian memang." Laela.

"Kalo kata mamak gw sih wajar kalo keluarga Pak Wirawan sukses dan kaya raya soalnya Pak Wirawan sama Ibu Jelita itu orangnya baik banget." Angel.

"Aamiin..."

"Kalo ngga baik sih mana mungkin kita numpang hidup sama anaknya." Laela.

"Kalo ini bukan numpang hidup namanya La. Tapi lu bantuin gw tapi pamrih hahaha..." Dita.

"Iha juga ya La." Angel.

"Nyadar lu berdua." Dita.

"Astaga! Perhitungan lu Dit." Laela.

"Ya elah sensitif nih bumil. Udah makanya ngga usah ngomongin itu ah. Ayo udah cepet ah katanya mau belanja kalian." Dita.

"Ayo dah udah. Udah kenyang banget ini." Laela..

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!