NovelToon NovelToon
Satu Nama, Selamanya

Satu Nama, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Rea Sayne

Mencintai sahabat Hazel adalah tantangan terbesar dalam hidup Andrea. Sejak kecil, Luq selalu ada di sana, begitu dekat namun terasa sulit digapai. Kini, saat masa SMA menuntut mereka untuk memilih jalan hidup masing-masing, rintangan mulai bermunculan satu per satu.
Antara janji yang belum terucap dan cita-cita yang harus diraih, Andrea harus belajar bahwa cinta terkadang berarti harus berani melepaskan... atau justru berjuang lebih keras. Sanggupkah mereka mempertahankan ikatan itu saat jarak dan waktu mulai menguji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rea Sayne, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 : Senin Yang berubah Arah

Senin. Hari paling menyebalkan dalam seminggu. Bagi anak SMP sepertiku, Senin berarti upacara yang panjang, kelas matematika yang bikin pusing, dan rutinitas penjemputan yang sudah mendarah daging: Kak Hazel.

Biasanya, tepat pukul dua siang, motor Kak Hazel sudah terparkir di depan gerbang sekolah. Dia akan berteriak, "Rea! Cepetan!" dengan suara cemprengnya yang bikin murid satu sekolah menoleh.

Tapi hari ini berbeda. Sampai pukul 14.15, motor itu tidak kunjung datang.

Ponselku bergetar di saku rok. Ada pesan WhatsApp dari Kak Hazel.

[Kak Hazel] : "Dek, sorry banget! Tugas praktik bengkel gue ternyata belum kelar, harus lembur sampai sore di SMK. Gue nggak bisa jemput lo. Tapi tenang, gue udah bilang Luq. Dia ada urusan lewat deket sekolah lo, jadi dia yang jemput ya."

Jantungku rasanya berhenti berdetak sedetik.

Luq? Yang menjemput bukan Kak Hazel, tapi Luq?

Aku buru-buru membalas, "Gak usah, kak. Aku naik ojek online aja"

Tapi pesanku hanya centang satu. Kak Hazel pasti sudah sibuk di bengkel. Aku menghela napas, berdiri di dekat gerbang sekolah sambil berusaha menyembunyikan wajahku di balik buku catatanku.

Rasanya canggung sekali membayangkan Luq harus menunggui anak SMP di gerbang sekolahnya yang ramai.

Lima menit kemudian, sebuah motor yang sangat familiar berhenti tepat di depanku.

Itu dia. Luq.

Dia tidak memakai seragam SMK-nya yang lengkap, tapi jaket hoodie gelap yang membuatnya terlihat jauh lebih dewasa dan... keren. Dia membuka kaca helmnya, menatap ke arahku dengan senyum tipis.

"Rea?" panggilnya.

Aku melangkah mendekat dengan ragu. "I-iya, Kak Luq. Maaf ya, Kak Hazel malah nyusahin kakak."

Luq tertawa kecil, suara tawanya terdengar sangat tenang di tengah bisingnya klakson kendaraan di depan sekolah. "Santai aja kali. Hazel Emang lagi sibuk sama tugas praktek nya karena ga bisa izin. Lagian gue emang mau ke arah sini kok."

Dia menyodorkan helm cadangan padaku.

"Ayo naik. Nanti telat sampai rumah, dimarahin Ibu."

Aku menerima helm itu dengan tangan sedikit gemetar. Ini pertama kalinya aku dibonceng Luq. Saat aku naik ke jok belakang, aku harus menjaga jarak sejauh mungkin—aku sangat sadar diri kalau aku masih anak SMP dan dia sudah anak SMK.

"Pegangan, Rea. Nanti kamu jatuh," katanya dari depan, tanpa menoleh.

"Enggak, aku udah pegangan kok," jawabku canggung, hanya memegang bagian besi belakang motor.

Luq tidak membalas lagi, dia menjalankan motornya perlahan. Sepanjang perjalanan pulang, aku hanya bisa menatap punggung jaket Hoodie nya. Aroma parfumnya—aroma maskulin yang samar, campuran wangi sabun—tercium jelas saat angin berhembus.

Dunia terasa sangat sunyi, hanya ada suara deru mesin motor. Biasanya, kalau dibonceng Kak Hazel, dia akan ngoceh terus dari awal sampai rumah. Tapi dengan Luq, suasananya jauh lebih tenang.

"Sekolah kamu tadi lancar?" tanya Luq tiba-tiba, memecah keheningan saat kami berhenti di lampu merah.

"Eh? Iya, lancar kok, Kak," jawabku kikuk.

"Bagus. Semangat ya belajarnya. Aku tahu kelas 2 SMP itu lagi capek-capeknya tugas."

Kalimat itu sederhana sekali. Tapi buatku, itu jauh lebih berarti daripada ocehan Kak Hazel. Dia memperhatikanku. Dia tahu aku kelas berapa. Dia tahu aku sedang capek.

Saat motornya berhenti di depan pagar rumahku, aku segera turun dan menyerahkan helm. "Makasih ya, Kak Luq. Maaf banget ngerepotin."

Luq membuka kaca helmnya lagi, menatapku dengan mata yang hangat. "Nggak ngerepotin, Rea. Lain kali kalau Hazel nggak bisa jemput, bilang aja ke akuu langsung. Gak usah sungkan."

Dia mengedipkan sebelah mata, lalu memutar motornya meninggalkan halaman rumahku.

Aku berdiri mematung di depan pagar, menatap motornya yang menjauh hingga menghilang di tikungan jalan. Hari Senin yang tadinya kupikir akan berjalan membosankan, ternyata menjadi hari yang paling sulit kulupakan.

1
Andrea Imut
jangan lupaa ninggalin komen yap🤭
Andrea Zye
jangan Mati Pls.. /Sob/
viandranovel
kak saling support yok🤭
Andrea Imut: boleh banget kak! tapi untuk sekarang hingga besok aku sedang sibuk kakak, enggak megang ponsel. mungkin hari Minggu kita bisa saling support dan saling mampir😄
total 1 replies
Andrea Imut
alurnya Menginspirasi remaja
Andrea Zye
Duh Kelass banget si Luq
Andrea Zye
yayyy Merekaa berdua happy ending kann
Andrea Zye
Duhh takut kakk Lukas kenapa kenapa deh =x
Andrea Zye
Semangatt upload nyaap yaam thorr😍
Andrea Zye
noo my LUKASS
Anonim
semangatt author
Andrea Zye
Lucu banget Luq
Andrea Zye
nooo Dia Berubah.
Andrea Zye
LUQ APAKAH ITU KAMUU? :(
Andrea Zye
Duh Mau jadi Reaaa
Andrea Zye
Kasian banget... luq nya
Andrea Imut: iyaa kak, tapi karena penderitaan itu... seseorang jadi orang yang kuat, Dan sukses
total 1 replies
Andrea Zye
semangatt Kak luq yang gantengg
Andrea Zye
Keren kakk, Aku sukaaa
Andrea Zye
seruu banget alurnyaa
Rea
cerita remaja menginspirasi, semangat othor
Andrea Zye: Terimakasih authorr sudah Membuat novel Ini, Saya sangat sukak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!