seorang gadis yang bernama Sisil Rania Adipati mempunyai sifat yang ceria dan ramah.
dan mempunyai keluarga yang harmonis.tapi semua itu tidak bertahan lama
setelah dia di tuduh sebagai pembunuh ibu nya dia di usir sehingga membuat dia menjadi pribadi yang dingin,cuek,kejam dan dia ingin membalaskan dendam ibunya
akankah dendam nya terbalaskan atau tidak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon situana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 23
Adel pun sudah duduk di bangku tersebut
mereka sama-sama diam dan fokus dengan pikiran mereka masing-masing.
sampai akhirnya laki-laki itu memecahkan keheningan
"Lo ngapain di rumah sakit"tanya laki-laki itu datar
"gue cek kesehatan"ucap Adel tak kalah datar
"ohhh"
"kalo Lo"tanya Adel
"gue periksa penyakit gue"ucap nya lesu
"emang Lo sakit apa"tanya Adel
diapun terdiam Adel yang melihat dia tidak menjawab langsung meminta maaf
"maaf bukan maksud gue kepo"ucap Adel
"ga papa"ucapnya
"gue itu sakit kanker otak stadium 3"ucap dia lesu
"maaf gue ga tau"
"iya, dokter vonis gue kalo umur gue udah ga lama lagi sedangkan gue punya banyak tanggung jawab gue harus ngurus perusahaan gue harus jadi ayah untuk adik gue yang masih kecil" ucap nya
"jujur sebenarnya gue udah ga sanggup lagi tapi gue mikir kalo gue pergi siapa yg jaga ibu sama adik gue siapa yg ngurus perusahaan milik ayah gue"lanjut dia
"emang bokap Lo mana" tanya Adel
"Bokap gue udah meninggal 3 tahun yang lalu karna kecelakaan"
"maaf gue ga tau"ucap Adel
"ehhh iya nama Lo siapa"tanya laki-laki itu
"nama gue Adel"
"ohhh kalo gue varo Alexander"
"salken"ucap mereka bersamaan
"ehhh iy gue boleh minta no hp Lo"
"buat apa"tanya Adel
"entah kenapa setelah gue curhat sama Lo gue merasa beban gue berkurang"
"oh iya kalo Lo butuh teman curhat Lo bisa chat/telpon gue"
Adel pun segera menyimpan no hpnya
di hp varo
"kalo gue minta Lo buat temanin gue checkup Lo mau"ucap varo
"iya gue mau"
"gue balek duluan ya"pamit Adel
"iya hati-hati dan makasih Lo udah mau dengar curhatan gue"ucap varo
"yoii"
Adel pun meninggalkan varo dan segera kembali ke rumah Kusuma
Adel pun kembali ke rumah nya
sesampainya di rumah hanya para pelayan yang menyambut nya kerena
Sinta dan Delon pergi makan malam dengan kolega bisnis Delon
tadinya mereka ingin mengajak Adel tapi dia menolak dengan alasan banyak tugas sekolah akhirnya mereka pergi berdua
kamar Adel
"aku belum memulai balas dendam ku tapi aku malah sakit"ucapnya pada dirinya sendiri
"aku harus kuat bahkan varo yang sudah tidak memiliki harapan saja semangat masak aku tidak"ucapnya lagi
"ehhh mengapa aku memikirkan varo"
"akhhh tapi aku nyaman jika bersama dengan nya ada apa dengan diriku ini"
karena pusing dengan pikiran nya akhirnya Adel tertidur
malam hari
Adel bangun dari tidurnya karena pelayan membangunkan dia dan memberitahu bahwa makan malam sedang siap
dia pun segera bersiap-siap dan keluar dari kamar nya menuju meja makan
Adel pun mulai makan
setelah selesai dia kembali ke kamar nya
pada saat di ingin membuka laptop nya tiba-tiba ponsel nya berbunyi
kring *anggap aja suara ponsel
Adel yang melihat panggilan di ponselku tidak menjawab karena itu nomor yang tidak di kenal tapi nomor itu tidak berhenti berbunyi akhirnya Adel pun mengangkat nya
"ini siapa"ucapnya dingin
"apa kau melupakan ku"ucap pria itu
"kau siapa"ucap Adel dingin
"aku pria yang di rumah sakit tadi"
"ohh varo"
"maaf aku tidak mengenal mu karena aku tidak menyimpan no hp mu"
"iya tidak papa tapi setelah ini simpan no ku"
"baiklah"
"kau bilang jika aku ada checkup aku bisa menghubungi bukan"
"iya"
"aku ada checkup besok sore kau bisa menemani ku"ucap varo berharap
"baiklah aku akan menemanimu"ucap Adel tersenyum
"terimakasih"
"iya"
"baiklah aku tutup telepon nya good night"
"good night"ucap Adel
setelah itu mereka mengakhiri percakapan nya
"ya ampun mengapa aku jadi deg degan"ucap Adel sambil memegang jantung nya