NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Hukuman untuk Ivan

Edgar menyusuri jalan menuju luar kota. Sebuah gudang tua tempat anak buahnya menyekap Ivan. Dia sudah memerintahkan agar jangan seorangpun menyentuh Ivan.

Lumayan juga lokasi penyekapan Ivan. Hampir satu jam Edgar tiba di lokasi.

Ivan yang tubuhnya terikat di kursi, terkejut saat menyadari kondisinya. Dia meronta berusaha melepaskan diri dari tali yang mengikat tubuhnya. Namun, segala usahanya sia-sia belaka.

Ivan tidak mengerti kenapa tiba-tiba dirinya berada di tempat ini. Tempat yang tidak ia kenal sama sekali. Entah siapa pula yang telah mengikat dan menyeretnya ke tempat ini.

Ivan hanya ingat malam itu dia sedang di kafe bersama teman-temannya. Ketika terjaga dia mendapati dirinya terikat di kursi tanpa tau apa sebabnya.

Karena pengaruh minuman alkohol Ivan merasakan kepalanya pusing. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa walau hanya sekedar memijit keningnya yang terasa berdenyut seperti ditusuk puluhan jarum. Ivan hanya bisa mengeluh dalam diam.

Mengamati sekitarnya dengan mata setengah terbuka. Mencoba meraba tanda-tanda kehidupan tapi semua terasa sunyi mencekik. Satu-satunya suara yang ia dengar adalah desahan nafasnya sendiri. Belum lagi suasana gelap menciptakan horor tersendiri bagi Ivan.

Aroma debu yang begitu kuat tercium membuat Ivan mereka-reka kalau saat ini dia tengah di sebuah rumah tua. Berbagai pikiran liar menggerogoti benak Ivan. Teringat akan kakeknya yang dia tinggalkan di tengah jalan.

Apakah ini adalah karma dirinya atas perlakuannya pada kakeknya tempo hari? Apakah dirinya sedang dalam dunia nyata atau telah berpindah alam? Ivan benar-benar kebingungan.

Baru saja Ivan memcoba memejamkan matanya karena rasa takut yang mendera, tiba-tiba pintu dibuka kasar. Suasana gelap berubah terang benderang.  Edgar muncul bersama beberapa anak buahnya. Tatapannya tajam menghujam.

Melihat Edgar muncul sinar wajah Ivan penuh harap kalau kemunculan Edgar adalah untuk menolongnya.

"Edgar, tolong lepaskan aku." Ivan menghiba. Merasa lega melihat kehadiran Edgar saudara sepupunya. Tanpa perduli ucapan Ivan, Edgar menarik kursi dan duduk tepat dihadapan Ivan. Suara kaki kursi berderit menghentak ke lantai.

Sekali depak, kursi Ivan terjengkang jatuh. Ivan menjerit kesakitan. Edgar memberi kode pada anak buahnya untuk menarik kursi membetulkan posisi Ivan.

"Edgar, apa-apaan ini. Jadi semua ini perintah kamu ya!" hardik Ivan menatap Edgar mencoba mengintimidasi.

"Apa yang kamu lakukan pada kakek?" ucap Edgar tajam tanpa basa basi. Membuat Ivan kelabakan sejenak.

"Kamu ngomong soal apa? Emang ada apa dengan kakek?" Ivan masih berkelit. Membuat amarah Edgar berada dipuncaknya. Tak ayal lagi kursi yang diduduki Ivan kembali dia tendang.

"Dasar lelaki pengcut! Beraninya kau lakukan itu pada pria tua dan tak berdaya. Untung kakek masih bisa diselamatkan. Jika tidak, saat ini juga kamu aku kirim ke neraka!" Edgar memaki lantang. Suaranya bergaung memantul di gudang tua itu.

"Aku benar-benar tidak mengerti dengan tuduhanmu! Aku tidak mungkin tega menyakiti kakek." Masih dengan wajah memelas Ivan mengelak semua tuduhan Edgar.

"Masih juga kamu tidak mengaku! Kakek sendiri yang bilang kamu yang menculiknya dan menelantarkannya di jalan!" Edgar kembali menendang kursi. Tubuh Ivan yang terikat kembali terjengkang, jatuh. Teriakan Ivan seolah menulikan telinga Edgar. Untuk beberapa saat Edgar membiarkan tubuh Ivan dalam posisi itu hingga teriakan pengakuan itu keluar dari mulut Ivan.

"Ok, aku mengaku salah. Tapi jujur aku tidak merencanakan semua ini. Kakek lah yang memaksa turun dari mobil." Ivan akhirnya mengaku dan memohon ampun. Edgar memberi kode agar tubuh Ivan dilepaskan dari ikatan kursi.

"Kamu sudah terlalu sering membuat ulah. Sekali lagi kau celakakan kakek aku tidak akan memberi ampun lagi." Dengus Edgar penuh ancaman.

"Sekarang, pergilah! Jangan sampai aku berubah pikiran dan membu**hmu!" teriak Edgar. Ivan berdiri dengan susah payah. Tubuhnya terasa kaku efek dari ikatan tali itu. Namun, ketakutannya melihat ekspresi wajah Edgar yang penuh ancaman membuat dia lari terbirit-birit. Padahal dia tidak kenal daerah tempat penyekapannya itu, yang penting bisa lepas dari pandangan Edgar.

Heran! Bagaiamana Edgar bisa tau kalau dirinya yang membawa pergi sang kakek. Bukannya kakek sudah pikun. Tuduhan Edgar membuatnya tidak bisa mengelak. Karena kakek sendiri katanya yang memberitahu. Terkadang, tingkah pria tua itu memang suka membuat bingung. Ivan terus berguman dalam hati di sepanjang jalan yang dia lalui.

Meskipun terlepas dari Edgar, Ivan baru menyadari kalau dia dalam masalah baru. Lokasi tempat penyekapannya ternyata di tengah hutan pinus. Jauh dari rumah penduduk. Buktinya, sejauh dia berjalan saat ini tidak seorang pun ia jumpai berpapasan dengannya.

Ivàn kebingungan! Terlebih tidak memiliki apapun kecuali hanya pakaian yang melekat di tubuhnya. Dompet atau ponselnya entah dimana. Apakah dijarah anak buah Edgar atau orang lain.

Perlahan, ingatannya tentang malam itu mulai pulih. Dia memang tengah mabuk berat di sebuah kafe. Itulah sebabnya dia tidak berdaya saat disekap oleh anak buah, Edgar.

Mungkin inilah hukuman sebenarnya yang ditimpakan Edgar, padanya. Sama seperti dirinya menelantarkan sang kakek. Saat ini pun dia ditelantarkan Edgar, di tengah hutan.

Dalam kondisi tubuh yang lemah, lapar dan haus. Ivan berusaha mencari pertolongan dan keluar dari hutan. Untuk kembali ke gudang tua itu Ivan benar-benar tidak punya nyali. Jika Edgar berubah pikiran, bisa saja dia akan pindah alam. Edgar bukan orang yang suka sesumbar. Ucapannya ibarat titah yang tidak bisa dibantah.

Daripada mati konyol ditangan Edgar, mending bertarung dan bertahan di alam. Siapa tau masih ada nasib baik ada yang menolongnya.

Sepeninggal Ivan, Edgar menyuruh anak buahnya mengikuti Ivan. Untuk memastikan dia menjalani hukumannya di alam bebas. Supaya anak manja itu merasakan sebebas-bebasnya hidup di alam bebas tanpa fasilitas seperti yang biasa dia jalani.

"Awasi dan ikuti terus tanpa sepengetahuannya. Pastikan dia akan menjalani hukumannya itu!" titah Edgar mengultimatum.

"Baik Bos! Perintah dilaksanakan!"  Edgar lalu menyerahkan sebuat koper kecil sebagai imbalan untuk anak buahnya.

"Jangan lupa beri laporan secara berkala. Sisa uang kalian akan aku berikan jika misi sudah selesai." Ketiga anak buah Edgar pergi meninggalkan gudang untuk mengikuti langkah Ivan. Edgar tersenyum puas, membayangkan Ivan akan menjalani hukumannya di hutan. Dia akan menikmatinya nanti saat mendapat laporan dari anak buahnya.

Edgar bersiul! Belum pernah dia merasa selega ini atas idenya yang muncul tiba-tiba sepanjang jalan tadi. Untuk menghukum saudara sepupunya itu tanpa harus mengotori tangannya. Dia sudah jenuh akan ulah saudaranya itu, yang serakah akan harta kakeknya. Selama ini dia selalu berurusan dengan hukum setiap menghadapinya. Namun, tidak ada efek jera.

Biarlah kali ini Ivan berhadapan dengan kerasnya hukum alam. Dimana dia tidak bisa mengandalkan uang dan kekuasaannya. ***

Hai

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!