NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Arga menjalankan mobilnya menyusuri jalanan yang tampak macet. Mata Sintia menelusuri jalanan ramai orang. Ada pedagang, ibu-ibu pulang dari pasar. Orang yang berangkat atau bahkan baru pulang kerja-lembur. Saat lampu merah Arga memberhentikan mobilnya, Sintia tampak tidak nyaman. Gadis itu meremas ujung cardigan yang ia pakai.

"Kamu kenapa?" Arga bertanya. Sintia hanya menggeleng sebagai jawaban.

"Kenapa?" tanya Arga sekali lagi, kali ini suaranya lebih menuntut.

"Mau pulang cepet ketemu Mama."

Setelah berganti lampu hijau Arga menjalankan mobil memecah jalanan kota Jakarta.

Mereka baru sampai jam 12 siang, Sintia berjalan dahulu, Arga berjalan tak jauh darinya sekitar 2 meter.

Disana ada Mama dan juga Ara yang menunggu kepulangan gadis itu.

"Mama," ucap Sintia pelan.

Mama mengangguk, ia mengusap punggung Sintia pelan seolah memberitahu 'mama disini, Sintia jangan takut lagi, ya.'

Mama menuntun Sintia menuju ke kamar, membiarkan gadis itu istirahat setelah perjalanan jauh.

Arga mengintip dari balik pintu, ia sedikit memperlihatkan wajahnya.

"Kalo butuh apa-apa panggil aku. Aku ada disamping kamar kamu."

****

Dari Minggu ke Minggu perubahan Sintia begitu pesat, gadis itu sudah bisa berbicara banyak. Tidak lagi menunduk. Dan sifat bawelnya ketika dengan Arga sudah kembali. Meski gadis itu masih belum bisa terlalu dekat dengan Arga.

Sintia juga sudah kembali ke rumahnya namun gadis itu tidak diperbolehkan Arga untuk kuliah terlebih dahulu. Karena disana ia pasti bertemu banyak cowok dan itu takutnya memicu trauma.

Gadis itu terpaksa menjalani kuliah daring. Seperti sekarang, ia sedang mengerjakan tugas dari dosen yang dikirim online. Didepannya ada Arga yang membaca majalah. Sesekali ia melirik ke arah Sintia, gadis itu sedang fokus. Kadang ia mendecak kesal karena soalnya sulit sekali. Kadang garuk-garuk kepala dan mengigiti bolpoin ditangannya.

Arga berdehem pelan, mencoba mencairkan suasana yang sejak tadi sepi seperti kuburan.

"Ada yang susah?" tanyanya.

Sintia mengangguk, kemudian memutar laptopnya ke arah Arga. "Tolong Ga, sekali ini aja, ya?" pintanya.

"Nggak. Aku bakal kasih kamu arahan cara ngerjain biar kamu paham."

Sintia melotot, ia cemberut bibirnya maju 5 cm. "Terus tadi ngapain nanya!"

"Ngapain maju-maju begitu. Mau aku cium?!"

"Arga!!!"

Sintia melempar bolpoin yang ia pakai tadi ke arah Arga, pria itu berhasil menghindar.

****

Arga tersenyum tipis ketika melihat berita dihandphonenya. Papa Jefry resmi

dijadikan tersangka karena kasus penggelapan dana. Semua aset yang ia punya ditarik oleh pemerintah karena dianggap mencoreng nama perusahaan Indonesia.

Arga maju ke arah cowok yang saat ini mukanya sudah tidak berbentuk. Seluruh wajahnya lebam. Matanya yang satu berdarah.

"Liat. Perlahan semua yang lo punya hilang."

Jefry bergumam tidak jelas. Cowok itu tidak punya kekuatan lagi untuk melawan. Selama 2 bulan ini Arga mengikatnya dan hanya memberi makan 1 kali dalam sehari.

"Kayaknya kita balikin dia ke sel lagi, Gar. Lo yang urus ya, gue mau fokus sama pemulihan Sintia dulu."

Arga melenggang pergi mengendarai mobilnya dengan kecapatan diatas rata-rata.

****

Disisi lain, Sintia menatap ponsel ditangannya. Tadi Arga berjanji akan kesini lagi setelah menyelesaikan urusannya. Ini sudah malam tapi pria itu belum juga kembali.

Saat akan melangkah masuk ke rumah, Sintia melihat mobil Arga masuk ke pekarangan rumahnya.

"Maaf. Tadi ada masalah sedikit."

"Masalah apa, Ga? Kemeja kamu kenapa kok ada—"

"Kita masuk."

Arga berjalan terlebih dahulu, Sintia mengikuti.

"Kalo belum jawab pertanyaan aku, Ga. Itu kenapa kemeja kamu ada darah?"

Pertanyaan Sintia membuat Arga memutar otak mencari alasan yang pas.

Lantas terpikir di otaknya untuk berbohong. Mencari jalan aman.

"Tadi abis nabrak kucing. Aku kubur."

"Beneran? Kamu nggak bohong, kan?"

"Enggak."

Sintia mengangguk, saat akan berbalik mengambilkan minuman. Gadis itu menyadari Sesuatu.

"Kok kamu bau debu sih, Ga. Emang kantornya berdebu banget, ya?"

Deg.

Arga kehilangan seluruh jawaban.

Pria itu mengelus tengkuknya berusaha menutupi kebohongannya. Ia tau Sintia kalau bertanya akan selalu detail agar Arga tidak berbohong.

"Eemm, tadi lagi dibersihin kantornya aku nggak sengaja kena debu."

Getaran diponselnya membuat Arga menjawab sialnya dia malah kepencet speaker.

"Ga, Jefry dia pingsan. Gue harus gimana?" ucap Sagara dari seberang.

Arga kehabisan kata-kata karena saat ini Sintia sedang menatapnya dengan rentetan pertanyaan.

***

Komen-komen dong guys

Hayolo Arga ketahuan Sintia, kan?? 🤣🤣🤣

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!