NovelToon NovelToon
Rumah Untuk Si Bungsu

Rumah Untuk Si Bungsu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Keluarga / Karir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUSB 25

Setelah perdebatan panjang dan bujukan dari kedua orang tuanya, akhirnya Nina menerima Raynar sebagai calon suaminya,namun tentu dengan Syarat pernikahan mereka harus di sembunyikan, terutama dari seluruh karyawan kantor.

Kini Nina berada di kamar Wira dan Malihah, ia masuk dan langsung menangis, memeluk Malihah, yang sedang menyusui Eellena.

Malihah yang tau itu sang adik ipar, ia membiarkannya sejenak, sambil menunggu sang putri benar- benar pulas, Malihah dan Anin sudah di beri tahu oleh Haris, awalnya Malihah menolak, karena ia tahu jika sang adik ipar akan terpaksa, menjalankan pernikahannya.

Namun setelah di beri tahu bagaimana Raynar, ia hanya ikut saja, dan kini adik iparnya sedang menangis sambil memeluknya.

Kebiasaan Nina ia tidak pernah bercerita jika mempunyai masalah, namun ia akan datang ke dirinya dan menangis sambil memeluknya dan tidak menceritakan apapun ke dirinya, dirinya juga tidak memaksa sang adik untuk bercerita.

Setelah memastikan sang anak tidur, Malihah membalikan badanya, ia melihat Sang adik yang masih menangis sesegukan.

Maliha kemudian mengubah posisi menjadi duduk, ia memeluk sang adik ipar, Nina hanya menangis,.ia tidak mengeluarkan suara untuk bercerita.

cklek....

Suara pintu terbuka, menampilkan Wira yang baru saja naik ke atas setelah berbincang dengan Haris dan juga Raynar.

Wira melihat sang adik menangis di pelukan istrinya, awalnya tadi Nina menolak perjodohan ini karena ia belum siap menikah.

Namun setelah berbicara dengan kedua orang tuanya lewat telfon,berubahan wajah Nina begitu terlihat, walau terkesan cuek namun Wira tetap memedulikan adik kecilnya itu.

Wira menghampiri sang istri dan adiknya, ia memeluk mereka berdua, di situ tangisan Nina kembali pecah.

" Maaf, kakak enggak bisa bantu semua sudah di putus kan ,demi kebaikan kamu" gumam Wira.

Cukup lama mereka pelukan, hingga jam menujukan pukul dua dini hari, Nina tidur dengan Malihah dan juga Wira, satu kasur untuk empat orang termasuk Eellena.

 " Maafin kakak dek, kakak enggak bisa bantu kamu,semoga kamu bahagia dengan Raynar " gumam Wira sebelum ia pindah ke bawah .

Sedari dulu Nina memang lebih dekat dengan Wira dari pada Haris,karena juga Wira yang sering membantunya dalam hal apapun.

...****************...

Waktu begitu cepat bagi Nina, tak terasa kini ia akan dilamar seseorang yang tidak pernah ia sangka.

Mereka memang sepakat untuk melangsungkan pernikahan seminggu kemudian dari lamaran, karena Tuan Kastara tidak mau asal- asalan membuat acara untuk menyambut calon cucu menantunya.

Walau akan di adakan secara tertutup dan intimate, tapi beliau akan membuat acara pernikahan cucu pertamanya berkesan, karena pernikahan itu sakral dan ia mau hanya sekali dalam seumur hidup.

Kini Nina tinggal di rumah kedua orang tuanya bersama dengan Haris, Anin dan Chessy, sedangkan Raynar memilih menginap di hotel bersama keluarganya yang baru saja datang semalam.

Acara lamaran akan di adakan di rumah Wira, dan hanya di hadiri keluarga inti dan juga sepupunya, acara sederhana tersebut hanya di hadapan dekor di ujung ruangan.

Di perkampungan Nina, berita cepat sekali menyebar, ia tidak mau menjadi ngomong tidak enak, yang jatuhnya akan ke fitnah, jika jarak lamaran dan pernikahan hanya satu minggu.

" Sudah cantik dek" Ujar Malihah yang menemani Nina berias di atas.

" Mal, Na aku ke toilet bentar yaa ,ini tinggal kasih lipstik kok ,tolong yaa Mal" ujar MUA yang merias Nina, yang tak lain adalah sepupu Malihah.

" Iya gapapa mbak, aku bisa pakai sendiri, makasih yaa mb" sahut Nina .

" Sini kakak pakaikan" ujar Malihah mengambil lipstik dari tangan Nina.

Malihah mulai mengaplikasikan lipstik di bibir Nina, setelah selesai Malihah mengegngam tangan adik iparnya yang sedari tadi hanya diam.

" Semua akan baik- baik saja dek,jika kamu butuh apa - apa dan meminta pendapat kamu bisa datang ke kakak" ujar Malihah.

" Terima kasih kak" tiga kata yang keluar dari mulut Nina.

Nina tau kedua kakak iparnya begitu baik padanya, tapi dia yang memang tidak bisa cerita masalah yang di alami selama ini dengan ibu nya.

Ia tidak ingin membuat jelek nama ibu nya di depan kedua kakak iparnya, bagaimanapun ibunya terlihat baik jika dengan kedua iparnya.

Setelah selesai Nina dan Malihah menunggu di atas untuk di panggil ,namun tidak berapa lama Anin naik ke atas untuk memanggil Nina dan juga Malihah.

Nina turun di apit kedua kakak iparnya dengan balutan kebaya berwarna maroon, ia turun perlahan, hingga di bawah ia mendapati seluruh anggota keluarganya berkumpul , termasuk kedua orang tuanya yang terhubung dari mekkah, walau hanya sebentar.

Acara berjalan dengan lancar,setelah berfoto dan mengabadikan momen,Nina tampak memojok di rungan, ia duduk diam di samping kakak sepupuya yang bernama Hanna.

Raynar melihat Nina yang diam dan selalu menunduk ada sedikit rasa bersalah, seakan dia yang memaksa sang gadis untuk menikah dengannya.

Raynar mengingat waktu kemarin dirinya berbicara soal rencana Haris yang menjodohkan Raynar dan Nina, awalnya Nina sangat menolak, namun setelah mendapatkan telfon dari kedua orang tuanya Nina menerima perjodohan ini,namun raut wajahnya tampak lesu.

" Apa yang sebenernya di katakan oleh orang tua Nina, pada dirinya?" tanya Raynar pada dirinya sendiri.

Hingga acara selesai, Raynar sama sekali tidak mengobrol dengan Nina, Nina juga seakan menhidar dari Raynar.

Seminggu kedepan keluarga Raynar akan menginap di solo, seluruh pekerjaan mereka handal dari sini, begitu pun dengan Haris.

Untuk Nina ia di beri alasan oleh Raynar untuk pindah ke kantor cabang untuk beberapa saat saja, agar tidak ada yang curiga di kantor.

Sedangkan kini Nina berada di kamarnya bermain dengan ponakannya, tampak ceria seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.

Haris mengintip dari celah pintu kamar Nina yang tidak tertutup rapat, Haris berharap ini pilihan yang tepat untuk sang adik, ia juga tidak mau adiknya terus bersisi tegang. dengan sang ibu.

" semoga ini jalan yang terbaik nduk,.agar kamu juga bahagia " gumam Haris.

Haris kemudian mengetuk pintu kamar Nina,kemudian masuk ke dalam dan tidur di kasur Nina.

Chessy menghampiri daddynya, dan menaiki punggungnya, sedangkan Nina hanya diam sejak dirinya masuk.

" nduk... maaf seakan memaksa semua ini demi kebaikan kamu" ujar Haris menatap sang adik yang sedang duduk di meja rias.

" Sudah biasa, bukannya dari dulu aku enggak punya hak untuk memilih kehidupan ku, semuanya kan harus kalian yang menentukan"

1
Nana Ningrum
luar biasa
Elly Maryani
semangat bang Ray rebut hati Nina,,jgn kalah ma bawahan🤭...up tiap hari ya Thor,bagus ceritanya
Makhfuz Zaelanì
lanjut thor
Makhfuz Zaelanì
ini ga ada kelanjutan kah thor
Nana Ningrum: ada dong readers, di tunggu yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!