NovelToon NovelToon
Silent Trauma —Another Me

Silent Trauma —Another Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Tamat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Vey

[SEDANG HIATUS!]


Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.

Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.

Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.

Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?

Simak ceritanya di sini.

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Siang itu, Matahari bersinar terik. meskipun dalam ruang yang ber-AC, aku tetap berkeringat sedikit.

Beberapa Kertas yang aku pilih berisikan 'anomali' keuangan, membuatku bisa menyingkirkan setumpuk tebal kertas sisanya.

Yang melakukan manipulasi keuangan kali ini pasti adalah orang cerdik, sebab dia mengalihkan uangnya kepada 3 orang yang berbeda.

Tapi tetap saja, aku bisa menemukannya.

Aku mengumpulkan kertas kertas itu. Tinggal di rangkum, dan dirapikan sendiri. Setelah selesai, aku akan memberikannya pada CEO Rylan.

Panjang umur. Baru saja kusebut namanya, dia sudah melangkah keluar bersama Vino.

"sudah selesai Diana?"

"sedikit lagi tuan." ucapku.

"oke, lanjutkan. Aku akan pergi keluar sebentar."

CEO Rylan melangkah pergi, turun melalui lift diikuti oleh Vino. Aku bisa melihat bayangannya turun berkat kaca yang ada di lantai ruangan.

Oke saatnya lanjut. Jika aku bisa mendapat bonus, mana tau aku bisa menyewa sebuah rumah atau apartemen.

Soal rumah ... Ya, aku belum menghubungi tuan Gavin lagi soal ini. Tidak apa apa. Habis ini aku akan menghubungi dia, melihat lihat rumah baru.

Waktu terus berjalan, 2 jam telah berlalu.

Bukti itu telah diringkas sampai rapi, dan setiap nama yang tertera, tanpa terlewat satu angka pun.

Oke. Sekarang, mana CEO Rylan? Tadi katanya sebentar, tapi sampai sekarang dia belum pulang juga. Yah, berarti sekarang aku sedang tidak ada kerjaan.

Aku membuka ponselku, mencari kontak tuan Gavin. Lalu memulai sebuah pesan singkat.

"Siang tuan gavin, apakah nanti sore kau ada waktu jika ada, bolehkah kenalkan aku pada temanmu yang punya bisnis properti?"

aku meletakan ponselku di atas meja, menunggu balasan leherku terasa Pegal setelah menatap layar komputer seharian kapan CEO Rylan akan kembali?

ting! notif ponselku berbungi aku meraihnya, tuan Gavin telah membalas pesanku.

"boleh, jam berapa kau Pulang kerja?"

"hm. Sekitaran jam lima"

"oke kalau begitu"

Pintu lift terbuka CEO Rylan sudah kembali, tapi asistennya, vino, tidak ada bersamanya aku berdiri menghampirinya, lalu menyerahkan dokumen itu padanya

"CEO, ini yang anda minta tadi"

"Oh, cepat juga kau kerja aku kira aku bakal dapat ini besok." CEO Rylan mengambil dokumen itu, membacanya sekilas. alisnya berkerut.

"Kerjamu bagus Diana, tidak seperti... orang sebelum kau. oke, tak ada keraguan lagi untuk membuat mu sibuk sedikit"

CEO Rylan tersenyum padaku, aku sedikit merinding. rasanya dia sedang berpikir cara menggunakaku.

"CEO Rylan? ada yang bisa ku bantu lagi?" tanyaku Sedikit was was.

"tentu saja ada, kau tau tidak ada berapa banyak Pekerjaan Lion group yang tertunda?"

tiba tiba saja ada setumpuk pekerjaan di atas mejaku. aku menghela nafas berat.

"Jangan ngeluh begitu dong, Diana." CEO Rylan menepuk bahuku pelan, "ini memang pekerjaanmu. coba kau pikir lagi, sejak kau datang, kau tidak bekerja terlalu gimana juga, kan?"

"oke" aku mengakui "aku hanya perlu waktu untuk menyesuaikan diri saja"

"Nah, Selamat bekerja Diana." CEO Rylan masuk lift, turun dan pergi.

Aku memandangi setumpuk pekerjaan di atas mejaku dan termenung. waktu santai ku sudah habis.

...****************...

Rylan melangkah keluar dari lift. tangan nya mencengkram erat Seberkas dokumen. dia melewati semua orang tanpa Peduli.

"Vino, jemput aku depan Perusahaan, Sekarang."

dua menit menunggu, mobil Rylan datang, dan dengan tergesa gesa dia masuk.

"ke mansion utama, sepertinya tikus tua itu sudah lupa Pelajaran yang aku berikan waktu itu."

"baik tuan, Sampai dalam 10 menit."

mobil Rylan melaju cepat, melewati lika-liku jalan raya. bahkan Sebelum 10 menit, mobil itu Sudah terparkir rapi depan gerbang mansion.

mansion itu besar dan mewah, klasik tapi futuristik, gerbangnya besar, berukiran rumit. ketika masuk air mancur dari marmer Putih berkilau ditimpa cahaya matahari.

Rylan melangkah lebih jauh ke dalam, menuju Pintu besar Perdu bunga terpangkas rapi, menjadi pagar jalan setapak

'maafkan aku kakek' batin Rylan.

dengan sekali tendang, Pintu terbuka lebar. Para Pelayan yang berlalu lalang berhenti sejenak karena terkejut.

"kenapa lihat lihat kumpulkan semua Axelion, sekarang! aku tak mau ulangi dua kali" Rylan berteriak

Suaranya bergema di seluruh ruangan yang besar itu. lantainya dari keramik halus berwarna hitam, ampu kristal besar bergaya abad pertengahan tergantung di pusat langit langit ruangan.

"kenapa kau berteriak sekeras itu kak? Sungguh tidak Sopan."

Seorang gadis berusia 20 tahun itu menuruni tangga Spiral, dia mengenakan gaun hitam Polos tampa lengan. belahan rok nya sampai ke pinggul, memperlihatkan kaki Jenjangnya.

"Sierra, kau semakin tidak tau malu saja. siapa yang menguruh kau duduk? berdiri sana."

"kak Rylan kau keterlaluan!" Sierra menghentakan kakinya, tapi apa daya, dia juga akhirnya berdiri.

"Rylan, Sierra adik sepupu mu, baik hati lah sedikit."

4 orang turun dari tangga. wanita yang berjalan Paling depan yang angkat suara. itu ibunya Sierra.

"dengan memecahkan vas bunga, lalu menyayat tangannya, dan berkata itu perbuatannya sendiri, begitu?" Rylan menyindir.

"jangan mencoba mengajariku, nenek lampir kau hanya orang luar, kalau kau bukan istri Juan Axelion, Maka kau bukan siapa-siapa." Ucap Rylan pedas, menusuk

"Jangan hina ibuku seperti itu!" Sierra memukul meja, merasa kesal dan tidak terima.

"Jadi, bagaimana agar kau puas? membiarkan kau menari telanjang di meja klub? jangan kira aku tak tau apa saja yang kau lakukan selama ini."

Semuanya terdiam, menatap lantai dengan geram.

"Hansen Axelion. apa yang kau lakukan di perusahaanku?" tanya Rylan dingin, memanggil langsung nama paman keduanya. istri pamannya hanya bisa tertunduk menggertakan gigi mendengarnya.

"a-aku tidak mengerti maksudmu Rylan."

"kau sudah ucapkan itu 274 kali Setelah kakek meninggal. aku tidak mau kau macam-macam lagi, jangan lupa, kalian tinggal di rumahku, bukan rumah kakek." Rylan memperingati mereka keras.

"Rylan, kau tak bisa begitu, bagaimanapun, nama belakang kami Axelion, aku punya 5% Saham Lion group, dan paman keduamu Punya 3%" Protes Juan.

"Kalau digabung, hanya 8%, apa itu bisa dibandingkan dengan 54% Saham milikku?"

Rylan berdiri, melangkah Pelan keluar.

"aku hanya tak ingin jerih payah kakek hancur gara gara kalian."

Pintu besar menutup di belakangnya Rylan menghela nafas, berjalan menuju mobilnya, Pergi dari mansion itu, meninggalkan segala keributan yang terjadi di dalamnya.

"ibu, ayah, paman! Aku sungguh tidak terima dengan perbuatan kak Rylan! Aku sangat kesal!" Sierra merengut, menghentak hentakan kakinya seperti anak kecil.

"sayang" ibunya merangkul. "kita juga tak bisa berbuat banyak. Dia benar soal rumah ini. Ini rumahnya. Dia bisa usir kita jika dia mau."

"cih, ini semua salah si tua bangka itu." Juan mengutuk.

"hm, aku punya rencana. Kabarnya, Di kantor pusat ada wakil direktur baru. Bagaimana jika kita melakukan hal yang dulu kita lakukan?" ujar Hansen pelan.

"maksudmu, membeli orang itu?" tanya istrinya.

"ya. Ada kemungkinan dia akan setuju, seperti orang orang sebelumnya."

Juan menyeringai. "Kau benar adikku. Tapi sepertinya kita harus menunggu sesaat lagi, sampai amarah Rylan reda."

"oke. Masalah ini, biar aku saja yang urus."

1
yrputri
direktur Katrina perlakuannya cukup dingin ya /Smile/
yrputri
bagus 🤭
Risa Virgo Always Beau
Rylan kamu perhatian banget sama Diana deh
Risa Virgo Always Beau
Calantha itu nempel terus sama Rylan
Risa Virgo Always Beau
Rylan ternyata tipe orang yang tegas bahkan mengamati beberapa orang
Risa Virgo Always Beau
Rylan sangat membenci Calantha karena menduga Calantha yang memberi obat perangsang untuk dirinya
Risa Virgo Always Beau
Rylan di jebak obat perangsang ya sampai memaksa Xena melakukan hubungan layaknya suami istri
Risa Virgo Always Beau
Diana apa punya penyakit amnesia ya
Nuri_cha
aku kasih tahu ya Diana, kamu akan kecewa dengan calantha
Nuri_cha
rencana busukmu itu udah gagal Calantha 😐
Nuri_cha
nyata... Xena sudah mengambil alih tubuhmu Di
Xlyzy
Ini Bukan Diana deh ini kepribadian Lain nya dari diana
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
buset pertanyaannya. bisa ga usah curigaan ga? 🫵
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
ga usah diceritain. ga usah 😑
Three Flowers
Rylan gak tertarik sama kamu meski suci, karena hatimu jelas gak suci.. apalagi sekarang, dobel gak sucinya..
PrettyDuck
perlu banget. bahaya banget loh penyakitmu itu.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖
Three Flowers
nonton bokep versi mereka sendiri dong?😂
Three Flowers
hehehe... lucu sekali kalimat nya🤣
PrettyDuck
maap tapi aku ketawa 🥲
PrettyDuck
dia yg buat ulah dia yg dendam /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!