Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Dari Kekasih
"Tawamu membuatku ingin bertemu," ujar Hyunjin tiba-tiba.
Seketika tawa Kirana memelan dan berubah menjadi sipu dan debaran rindu karena ucapan Hyunjin yang mengatakan ingin bertemu.
"Bukankah nanti malam juga kita bertemu setelah kau selesai pemotretan?"
"Tapi aku ingin bertemu sekarang," rajuk Hyunjin. "Pemotretannya tertunda, pasti aku akan terlambat pulang. Ini juga menjadi malam terakhir bagi kita. Besok aku harus segera kembali ke Korea dan kau kembali ke Indonesia."
Benar juga, pikir Kirana dalam benaknya. Secepat itu mereka harus berpisah lagi.
"Bisakah kau pergi ke sebuah toko bunga, lalu mengantarkannya ke tempatku berada? Katakan saja kau pegawai dari toko bunga mengirimkan pesanan bunga dari Donatella Versace untuk Hyunjin."
"Apa? Tapi itu bukankah bohong?" Kirana khawatir bukankah Donatella sangat terkenal. Apa tidak apa-apa berbohong mengatas namakan dirinya?
"Tidak apa-apa. Percayalah padaku. Aku mohon, datanglah. Tapi ingat kau harus berhati-hati."
"Baiklah, kalau begitu tunggu aku. Kirim saja alamatnya."
Kemudian telepon terputus. Sambil menghilangkan gugupnya, Kirana memakan dengan cepat croissant yang dipesannya dan meminum seluruh tehnya, lalu pergi mencari sebuah toko bunga.
Kirana menemukannya. Tempatnya tidak jauh dari sana, dan juga tempat Hyunjin berada hanya berjarak sekitar lima menit berjalan kaki dari toko bunga tersebut. Kirana sendiri tak sadar ia sudah berjalan sejauh itu saat berjalan-jalan tadi.
Ia pun memesan sebuah buket bunga yang cukup mahal. Jika bunga itu dari Donatella, tentu buket bunga itu harus yang terbaik. Ia meminta kartu ucapan dan menulis pesannya sendiri. Kirana menuliskan nama Donatella Versace seperti yang Hyunjin instruksikan.
Kemudian Kirana mulai mengikuti share location yang Hyunjin berikan dengan membawa buket itu di tangannya. Kirana sangat berdebar. Bagaimana jika ia ketahuan?
Lalu ia tiba di sebuah gedung yang sangat indah dengan eksterior klasik Eropa zaman dulu. Di sana rupanya Hyunjin melakukan pemotretan. Kirana berjalan dengan gugup menuju seorang petugas keamanan.
"Selamat sore, saya ke sini untuk mengantarkan bunga untuk Hyunjin."
Petugas itu menelisik Kirana sebentar. "Berikan padaku, akan aku sampaikan padanya," ujar petugas itu dengan nada dingin dan tegas.
"Tapi aku diminta untuk memberikannya sendiri. Kau boleh bertanya pada Hyunjin. Ini bunga dari Donatella Versace," dusta Kirana.
Mimpi apa dirinya, untuk bertemu kekasihnya saja ia harus se-effort ini. Kirana tidak terbiasa berbohong tapi ia harus melakukannya.
Lalu petugas itu berbicara dengan seseorang melalui earpiecenya. Ia pun kemudian mengangguk paham. "Baiklah, kau boleh masuk."
Kirana sungguh lega. Kebohongannya berhasil membawanya masuk. Entah ia berhasil berbohong, atau Hyunjin memang membukakan jalan untuknya.
Kirana memasuki gedung itu. Ia melewati lobi dan masuk ke sebuah ruang terbuka yang sangat besar. Langit-langitnya terbuka hingga ke atap. Di sisi-sisi ruangan terlihat balkon-balkon yang menghadap ke dalam yang berjumlah tiga lantai bertingkat.
Di tengah ruangan luas itu banyak orang yang sibuk berlalu lalang melakukan sesi pemotretan. Lampu flash berkelap-kelip menyilaukan mata menyorot ke beberapa model yang bergaya di sebuah dekorasi yang sudah disetting sedemikian rupa. Beberapa model itu pernah Kirana lihat di internet. Bukan model biasa, tapi supermodel papan atas.
Lagi-lagi Kirana bertanya pada dirinya sendiri dalam hati, mimpi apa dirinya bisa melihat proses sebuah pemotretan model-model kelas dunia seperti ini.
"Kirana." Tiba-tiba manager Hyunjin yang ketus itu menghampirinya. "Ikut aku."
Kirana pun mengikuti pria itu ke sudut ruangan. Kirana mengikuti pria itu yang kini menyusuri sebuah lorong yang lebih sepi dan terdapat beberapa pintu yang hampir berhadapan. Di pintu itu terdapat nama-nama yang cukup asing bagi Kirana, hingga pria itu berhenti di pintu paling ujung dan ada nama Hyunjin tertera di pintu tersebut.
"Tidak lebih dari lima belas menit," tegasnya.
Kirana mengangguk gugup. "Iya, aku mengerti."
Kemudian manager itu pergi dan Kirana mengetuk pintu lalu masuk. Ia melihat prianya itu, duduk di sofa dengan senyum merekah di wajahnya yang dihiasi make up yang cukup tebal.
"Permisi, ada kiriman bunga untuk Hyunjin," canda Kirana.
Hyunjin beranjak menghampiri Kirana. "Oh ya? Dari siapa?"
"Dari kekasihnya..." Ucapan Kirana terhenti karena bibirnya sudah dicumbu oleh Hyunjin
.