NovelToon NovelToon
RISA Si Manis Penjual Seblak

RISA Si Manis Penjual Seblak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:367k
Nilai: 5
Nama Author: Nurrul P.

Risa Saraswati, gadis manis yang duduk di bangku kuliah semester 6 selalu dicari oleh siapapun penghuni kampus, tidak lain karena ingin membeli seblak buatan Risa dan harus pesan lebih dulu 2-3 hari sebelum pesanan diterima oleh mereka. Seblak Risa memang terkenal rasanya enak dengan berbagai pilihan toping, sehingga tidak sulit baginya untuk memasarkan di lingkungan kampus.

Hingga pada suatu saat kehidupan Risa berubah menjadi seorang pengusaha kuliner dan dinikahi oleh seorang CEO dari perusahaan ternama di ibukota.

Adit, pria tampan yang memiliki karir cemerlang sebagai CEO perusahaan besar. Dia memiliki seorang kekasih berprofesi sebagai model cantik yang hanya memikirkan karirnya saja dan mengutamakan dirinya sendiri. Walaupun demikian pada akhirnya Adit berjumpa dengan gadis manis penjual seblak yang akhirnya mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Apakah kehidupan rumah tangga Risa akan bahagia serta karirnya semakin cemerlang setelah berumah tangga ? Readers kesayangan silahkan simak kisah Risa selanjutnya ya. Jangan lupa beri like, komentar serta vote untuk author … Supaya author selalu semangat dalam menulis kelanjutan kisahnya.

Happy reading … :-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurrul P., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25. Rasanya Aneh

Di suatu hari di negara K, Adit dan Bara nampak sibuk meeting untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan asing. Mereka berdua harus datang langsung untuk menandatangani kontrak dan meninjau lokasi pembangunan perusahaan milik ayah Adit di sana.

Pak Rendra tidak dapat hadir untuk melakukan perjanjian itu karena sedang disibukkan oleh rapat pemegang saham di perusahaannya dan akhirnya diwakilkan oleh Adit, putra mahkota yang akan mewarisi seluruh perusahaan milik keluarganya itu.

Tentu saja Bara harus ikut serta sesuai perintah Adit, karena Adit memang membutuhkan partner untuk berdiskusi yang berkaitan dengan PT. Wana Arta, perusahaan milik pak Rendra Angkasawan, orang tua Adit.

"Lega rasanya, pembangunan perusahaan kita disini sudah hampir selesai, semoga semua dapat berjalan dengan lancar sesuai isi kontrak yang sudah kita sepakati dengan Tuan Kim Hyun Wong." ujar Adit dengan senyum dan wajah yang bahagia.

"Aamiin," balas Bara sambil menengadahkan tangan di depan dadanya.

Mereka berdua berada di negara K sudah 2 bulan, karena harus mengawasi langsung kinerja para karyawan perusahaan baru dan memberikan pelatihan pada mereka.

Malam ini Adit langsung pulang ke apartemennya bersama Bara, mereka selama di sini tinggal di apartemen milik keluarga Adit. Mereka nampak lelah sekali setelah seharian bekerja keras.

Adit pergi mandi supaya badannya segar setelah bekerja seharian. Bara memilih untuk duduk di ruang tamu sambil nonton TV. Dia sedang mengikuti berita terbaru yang sedang berkembang di tanah airnya.

"Bara, kamu tahu tempat restoran Indonesia yang ada di sekitar sini?" tanya Adit pada Bara setelah keluar dari kamar mandi.

"Tahu, kenapa kak?" tanya Bara balik.

"Kita kesana yuk!" ajak Adit pada Bara sambil memakai baju bersiap diri.

"Tumben Kak, biasanya kita kan makan di kafe seberang apartemen," ucap Bara dengan wajah penuh rasa heran.

"Ingin cari suasana baru saja," jawab Adit.

"Baiklah, tunggu aku mau mandi dulu," kata Bara selanjutnya.

Adit segera duduk di sofa dan memindahkan remote TV memilih Chanel yang menyuguhkan acara film action.

"Yuk, kita berangkat!" ajak Bara sambil mengambil kunci mobil di atas meja nakas. Rupanya Bara sudah selesai mandi dan sudah bersiap untuk pergi.

Adit dan Bara meninggalkan apartemen menuju ke restoran Indonesia yang disebutkan oleh Bara tadi. Bara yang menyetir mobil, sedangkan Adit duduk di sebelah Bara sambil menikmati indahnya malam ini melalui jendela mobil.

Kurang lebih 30 menit kemudian mereka sudah sampai di restoran milik pengusaha Indonesia. Restoran ini cukup terkenal di daerah sini, karena menyuguhkan aneka menu masakan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah melihat aneka macam menu makanan dan minuman, akhirnya Bara memilih menu nasi Padang dan minumnya es campur. Adit masih bingung menentukan pilihannya, kemudian matanya menuju ke salah satu menu yang ternyata juga disediakan di restoran itu.

"Saya pilih menu ini, Seblak mie level dua aja ya. Minumnya es jus Alpukat Jumbo," ucap Adit sambil menunjuk ke menu yang dipilihnya pada pelayan restoran.

Kemudian pelayan itu minta ijin untuk menyiapkan pesanan mereka. "Kak, tumben sekali dirimu pesan makanan Seblak, biasanya kan kamu suka makan nasi goreng," ujar Bara masih dengan wajah penuh keheranan.

"Memangnya kenapa kalau aku makan Seblak, apa ada yang melarang?" Tanya Adit sambil memainkan ponselnya.

"Bukan begitu kak, aneh saja kalau kamu makan Seblak. Apalagi dirimu kan tidak suka pedas," jawab Bara sambil memandang ke seluruh ruangan di restoran itu.

"Restoran ini bagus ya, ada gazebo juga untuk tempat lesehan," kata Adit sambil menunjuk ke arah gazebo yang terletak di halaman belakang restoran.

"Iya, enak kalau makan disini sambil membawa keluarga," ujar Bara sambil membayangkan dirinya bersama keluarga kecilnya, yaitu istri dan anak-anaknya.

"Woi, malah melamun. Tuh makanan sudah di depan mata, ayo segera makan!" perintah Adit mengejutkan Bara yang sedang berkhayal.

"Aduh, sukanya bikin jantungan orang saja deh!" seru Bara terkejut.

Kedua anak manusia itupun akhirnya makan menu makanan dan minuman sesuai pesanan mereka dengan lahap. Entah karena suka dengan menu itu atau karena perut keduanya memang sudah berontak ingin diisi segera.

"Bara ..." bisik Adit sambil menatap ke arah wajah Bara yang mulutnya sibuk mengunyah rebusan daun singkong.

"Hemm... " balas Bara masih dengan aktivitasnya itu.

"Kok aneh begini sih rasanya?" Tanya Adit ke Bara.

"Apanya yang aneh?" Bara balik bertanya ke Adit.

"Rasa Seblak ini aneh, tidak seenak Seblak buatan dia..." jawab Adit dan meletakkan kembali sendoknya di piring.

"Dia?" Bara ganti bertanya pada Adit.

"Iya, Seblak buatan dia itu enak sekali, tiada duanya. Sangat terasa kencurnya dan kuahnya kental. Kalau ini rasanya berantakan. Malah terasa asin lebih dominan," jelas Adit pada Bara.

"Dia itu siapa yang kakak maksud?" tanya Bara penasaran.

" Risa ..." Jawab Adit sambil tersenyum memandang ke layar ponselnya.

"Oh, Risa ... ," kata Bara yang akhirnya ia paham yang dimaksud oleh Adit.

Kemudian Bara mengambil sedikit Seblak yang ada di depan Adit lalu memasukkan ke dalam mulutnya. Bara menunjukkan ekspresi wajah meringis sambil mengerutkan keningnya. Ternyata Seblak itu tak ada rasa kecuali hanya asin dan pedas saja, pantas saja Adit tidak mau menghabiskan.

Namun Bara juga heran karena Adit masih hafal dengan rasa Seblak buatan Risa. Namun dia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi, lebih baik dia menghabiskan nasi Padang yang ada di depannya.

"Terus mau dipesankan makanan apa?" tanya Bara, dia kasihan pada Adit karena tidak jadi makan.

" Pesankan aku nasi goreng saja deh, dibungkus !" perintah Adit.

Setelah acara makan malam yang gagal sukses itu, akhirnya mereka berdua pulang ke apartemennya Adit. Adit pun akhirnya makan nasi goreng sambil menonton TV.

Bara masuk kamar, dia merasa lelah sekali seluruh badannya. Tidak lama Bara sudah tidur pulas di kamar. Adit memandang layar ponselnya, diam-diam Adit memasang foto Risa sebagai wallpaper ponselnya. Setiap kali memandang foto Risa, dia selalu menghela nafas panjang. Rasa Rindu yang ada di dada Adit semakin membuncah.

Ada kalanya dia ingin melakukan panggilan video, namun dia masih bimbang dengan perasaannya sendiri.

"Kalau pekerjaan disini sudah selesai semua, aku akan menemuinya di kota C," kata Adit di dalam hati.

Jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam, akhirnya Adit masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Bara yang tidur dengannya sudah berada di alam mimpi hingga terdengar dengkuran yang kencang.

Adit tak dapat memejamkan matanya, tidak hanya terganggu oleh suara dengkuran Bara, tapi juga karena dia masih membayangkan wajah Risa, gadis impiannya.

Disaat Adit sedang membayangkan wajah Risa, dia yang tidur dengan posisi miring tiba-tiba pinggangnya ditendang oleh Bara dari arah belakang hingga hampir terjatuh ke lantai.

Adit membalikkan badannya menghadap ke arah Bara, betapa terkejutnya dia dilihatnya Bara sedang meracau sambil melakukan tendangan-tendangan layaknya gerakan bela diri silat.

Melihat hal itu, Adit akhirnya memukul badan Bara dengan bantal, membuat Bara terkejut dan terbangun dari tidurnya.

"Mana preman tadi, bawa kesini biar kuhajar mereka satu persatu!" seru Bara duduk di kasur sambil matanya masih terpejam.

"Woi, bangun Bara... Rupanya kamu mengigau ya!" perintah Adit.

Pelan-pelan Bara membuka matanya dan melihat sekeliling, ternyata dia sedang berada di kamar apartemen. Akhirnya diapun tersenyum sendiri mengingat apa yang terjadi baru saja.

"Makanya, berdoa dulu sebelum tidur!" perintah Adit.

Kemudian Bara melanjutkan acara tidurnya bersama Adit

######

Bantu like, comment, vote, rate dan jadikan Risa sebagai favorit kalian ya gaeess 🤗🙏🤗

Happy reading... 🎉🎉🎉

1
rahmawaty
emangnya buka jualan jam brp thor ? jam 2 udh abis . klo pagi2 mh ga mungkin kn mkn seblak yg ada moncor😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: dagangan Risa masih belum terlalu banyak yang dijual, jadi cepat habis meskipun masih jam 2 siang. Maklum, baru awal jualan di rumah 😄
Makasih ya kak apresiasinya 😍👍
total 1 replies
Yoen Sing
lanjut kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aku baru nemu cerita mu kak... alurnya bagus kak
Alif
emaknya lucu masak sekelas pengusaha mikir dwit hbis hahahaha mungkin authornya bingung mikir nulis alur ceritanya jd terkesan dipaksakan SARU klo orang Jawa bilang,salah pada penempatan situasi dan kondisi saat itu dalam cerita ini,tp tetep smangat thor smg cpt berkembang tulisanya dn jgn mau kalah senior2nya
Alif
visualnya bagus sih.. cm agak ke dewasaan ya.. tp soo far soo good😊
Alif
siapapun mereka knpa hrs kepo, namanya jg orang berjualan yg orang beraneka ragam lah yg dtang dan membeli
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus seru👍👍👍👍
budak jambi
pasti Maya jalng t.dak malu
nissa
enak cerita nya, seru
nissa
akhir nya selamat ya risa akhir nya baby nya lahir juga laki2 lagi
nissa
kalau mertua nya kayak risa para menantu pasti bahagia, as pa lagi tidak melihat dari bibit bebet nya
nissa
bagus deh kalau sudah di tangkap si maya nya
nissa
dasar si maya kurang ajar dia
nissa
pasti mantan pi acar nya si adit tuh
nissa
saingan bisnis biasa lah
nissa
aduh kasian sekali si adit, sakit bener tu pasti kaki nya
nissa
lanjut
nissa
semoga berhasil ya risa
nissa
lanjut
nissa
si bara ini mulut nya asal dajha ngomong depan orang tua adit lagi hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!