NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Menabrak

Beralih dari sel tahanan, menjauh dari sebuah rencana jahat wanita gila beberapa tahun yang lalu, kini dua sepasang kekasih sedang dalam perjalanan menuju tempat berikutnya. Arga dan Mona hendak pergi ke suatu tempat yang sangat berhubungan sekaligus sangat penting dalam acara pernikahan nanti.

"Kita mau kemana lagi, Kak?" tanya Mona sambil bersenderan pada jok yang sudah di buat miring ke belakang. Terlihat, kedua mata sendu itu sudah mengeryip beberapa kali untuk menahan kantuk.

"Kau tidur saja dulu, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan."

"Hemmm...." hanya lenguhan yang terdengar. Di detik berikutnya, Mona sudah pindah posisi menjadi miring menghadap ke arah Arga.

Arga mengulurkan tangan kirinya, meraih pucuk kepala Mona, mengusapnya pelan sambil tersenyum "Kau pasti kelelahan."

Dan suasana mobil langsung sunyi karena si biang kerok yang suka mengoceh kini sudah lelap dalam mimpinya.

"Halo!" suara dari seberang menyahut. "Ada apa, Arga?"

"Apa ibu masih di butik?" tanya Arga.

"Iya. Kenapa memangnya?" Santi balik bertanya.

"Aku dan Mona sedang menuju ke situ, dan sebentar lagi sampai."

"Ya... ibu tunggu."

Tut! Sambungan ponsel sudah terputus. Arga memasukkan kembali benda pipih itu ke dalam saku celanya. Matanya melirik ke samping sebentar untuk memberi usapan lembut lagi, kemudian Arga kembali fokus menyetir.

Tepat di belokan yang mengarah ke utara, tiba-tiba ada mobil lain yang muncul dari arah berlawan. posisi Arga yang kala itu sedang melirik ke arah Mona, sontak membuat Arga langsung mencoba mengendalikan mobilnya dengan cepat karena terkejut dengan kedatangan mobil tersebut.

Masih beruntung Arga dengan sigap bisa menepikan mobilnya tanpa terjadi hal buruk. Hanya saja, Mona yang sedang terlelap tidur terpaksa bangun karena mendapat guncangan. Mungkin hanya sedikit bagian kepalanya yang kepentok pintu mobil.

"Kau tak apa?" Begitu mobilnya sudah menepi, Arga langsung memfokuskan diri pada Mona.

Mona tak menjawab. Ia hanya meringis sambil menekan jidatnya dengan jemari.

"Mana yang sakit?" Arga langsung menyusuri wajah Mona, mencari bagian mana yang mungkin saja terluka.

"Aku tidak apa-apa," jawab Mona. Dengan bibir yang masih meringis, pandangan Mona lurus pada sebuah mobil merah yang tengah menepi dengan posisi yang salah. Sepertinya itu mobil yang tadi hampir bertabrakan dengan Arga.

"Kau tunggu di sini. Biar aku melihat siapa pemilik mobil itu," ucap Arga. Satu kecupan mendarat di kening Mona, usai Mona mengangguk.

Jalanan terlihat sepi. Jadi Arga tak terlalu di buat khawatir untuk mendekati mobil itu. Setelah menyeberang dan sudah berada di samping mobil itu, Argo menunduk dengan kedua tangan menangkup di depan kaca untuk mengintip siapakah yang ada di dalam mobil itu.

Terlihat dari samping, wanita yang saat ini sedang memegangi erat tangannya yang mungkin sedang kesakitan itu, sepertinya nampak tak asing. Dan benar saja, ketika wanita itu mendongak, Arga langsung bergegas memutari mobil dan membuka pintu mobil bagian kanan.

"Jade, kau tak apa?" tanya Arga ketika pintu itu sudah terbuka.

Beruntung bagi Jade, karena tang menyerempet mobilnya adalah Arga. Setidaknya dia pasti akan bertanggung jawab.

"Tolong aku, tanganku sakit sekali." Jade masih meringis kesakitan. "Sepertinya tadi terkilir saat mengendalikan setir."

"Mari aku bantu." Arga menelusupkan kepala ke dalam, lalu menjulurkan tangan untuk meraih pundak Jade. "Pelan-pelan saja."

Dari dalam mobil, Mona yang saat ini sudah duduk tertegak, mulai mengamati siapakah gerangan yang sedang di papah Arga. Sepertinya tidak asing, begitu pikir Mona.

"Nona Jade?" gumam Mona.

Mona hendak keluar, tapi teringat pesan Arga yang memintanya untuk tetap diam di dalam mobil, membuat Mona mengurungkan niatnya. Toh sepertinya Arga menuntun tubuh Jade ke arah sini. Jadi tunggu saja di dalam mobil.

Sesaat Arga dan Jadi sudah berdiri di depan pintu mobil belakang, Mona langsung memutar posisi menghadap ruang belakang mobil.

"Masuklah, aku antar kau ke rumah sakit," ucap Arga.

Masih dengan menahan rasa sakit di bagian lengannya, Jade pun masuk dan segera duduk. Awalnya, Jade kira Arga hanya sendirian, tapi dugaan Jade salah. Arga ternyata sedang bersama kekasih yang masih berupa bocah, yaitu Mona.

Sial!! Gerutu Jade dalam hati.

Masih menghadap ke belakang dengan melipat kedua tangan di atas senderan jok, Mona bertanya. "Apa Kakak baik-baik saja?"

Jade mendengus lirih supaya tak terdengar dan tak di ketahui rasa ketidak sukaannya pada gadis ini. "Ya, aku baik-baik saja. Hanya sakit di bagian lengan saja." Jade mencoba tersenyum.

Mona berbalik ke arah depan lagi, lalu duduk. "Kakak sih, makanya kalau menyetir itu hati-hati!" salak Mona pada Arga.

Sayangnya, kalimat Mona itu Jade kira untuk dirinya sendiri. Untung saja, saat Jade hendak membuka mulut untuk memaki Mona, Arga sudah menyauri terlebih dulu.

"Enak saja! Kenapa kau menyalahkanku?!" dengus Arga sambil melajukan mobilnya.

"Memang siapa lagi? Lihat!" Mona menunjuk jidatnya yang nampak kemerahan. "Gara-gara Kak Arga, kepalaku jadi sakit. Begitu juga dengan Kak Jade."

"Ish! Kau ini!" Arga sudah melotot dan hendak menjitak kepala Mona, tapi dengan cepat Mona menangkisnya hingga Arga memilih kembali fokus untuk menyetir.

Kakak? Kak Arga? Mereka itu, sepasang kekasih atau hanya sekedar kakak dan adik? Jade bertanya-tanya dalam hati.

Memang jika dia orang ini di pandang secara bersamaan, akan nampak jelas berbedaan umur di antara mereka. Arga yang terlihat dewasa, sementara Mona masih terlihat seperti gadis belasan tahun.

Dan apa itu tadi? Kenapa Mona memanggilnya kakak? Jade membatin lagi.

Hingga tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir di area sebuah rumah sakit swasta.

"Cepat turun! Bantu Kakak Jade!" perintah Mona sambil merengut.

"Dasar bawel!" dengus Arga. Jade yang tak habis pikir melihat tingkah keduanya hanya terdiam dan bergidik ngeri.

Arga sudah turun dan membukakan pintu untuk Jade. Sementara Mona memilih tetap duduk di dalam mobil menunggu Arga mengantar Jade masuk untuk si periksa lengannya.

"Maaf aku merepotkan mu?" sesal Jade saat menunggu dokter untuk di periksa.

Arga yang duduk di kursi tunggu yang ada di dalam ruangan tersebut, melempar senyum. "Aku yang seharusnya minta maaf," ucap Arga.

Dokter sudah datang dan langsung memeriksa lengan Jade. Pemeriksaan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit saja. Dan kini, lengan Jade sudah nampak tertekuk dengan kain yang menggantung melalui leher hingga di depan dada.

"Bagaimana lengannya, dokter? Apa dia baik-baik saja?" tanya Arga.

"Ya, kekasih anda baik-baik saja, Tuan."

Arga meringis mendengar ucapan Dokter, sementara Jade nampak mengulum senyum. "Maaf... dia hanya teman saja," jawab Arga membuat wajah Jade nampak kecewa.

"Ya sudah, terimakasih, Dokter. Kalau begitu kami permisi." Arga meraih pundak Jade dan membantunya untuk berjalan keluar.

***

Maaf yaaa, baru sempat uploud. kemarin file naskah hilang 😢😢😢😢. terimakasih udah setia menunggu.

Ku tunggu Vote dari kalian.

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!