NovelToon NovelToon
Masih Menggenggam Dirimu

Masih Menggenggam Dirimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:240k
Nilai: 5
Nama Author: RN

CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan itu ada

Maaf ya buat semua reader yang sudah mau mampir dan baca karya ku ada dua bab di awal yang hilang karena kesalahan author jadi kalo ada yang janggal maaf ya 🙏🙏🙏

terimakasih buat semua like,vote dan komentar serta rate 🙏🙏💕

...****************...

"Apa ? kurang ajar ..! Dasar br***k!!" umpat Darmawan membelalakkan matanya yang merah menyala dengan tangan mengepal, sementara urat lehernya mengeras .

"Tio , cepat kau urus masalah ini , bikin perhitungan dengan si Bocah Tengil itu!" seru Darmawan meradang .

Reynaldi terdiam . Baru kali ini dia melihat Darmawan meledak amarahnya .

"Baik Tuan," sahut Tio segera pergi meninggalkan ruang keluarga .

"Rey , Om ucapkan Terima kasih kamu sudah menyelamatkan dan menjaga Maya," ucap Darmawan.

Reynaldi menjawab dengan anggukan .

"Di mana Aldo?" tanya Dermawan kepada bi Atik.

"Ada di kamar tuan," jawab Bi Atik.

Darmawan berlalu meninggalkan ruang keluarga menuju kamar Aldo .

"Pa...Al minta maaf," ucap Aldo lirih menundukkan kepala dalam.

Darmawan mengerutkan dahi . Hatinya benar-benar hancur malam ini melihat kedua buah hatinya. Rasa marah,kecewa ,sedih seakan teraduk jadi satu .Jika ada yang harus di salahkan, sudah pasti itu adalah dirinya.

"Istirahatlah Al , besok kita bicara," ucap Darmawan sambil menepuk pundak lembut Aldo.

"Sekarang tidurlah . Jangan pikirkan apa-apa oke?" kata Darmawan .

...----------------...

Pagi harinya di ruang makan

"Pa , Maya mau ikutin saran Papa , Papa bisa urus secepatnya?" tanya Maya memecah keheningan suasana sarapan pagi ini .

Darmawan melirik ke arah Maya .

"Papa akan urus semuanya," ucap Darmawan.

Aldo memandang Maya dan Papanya bergantian

"Ini tentang apa pa?" tanya Aldo tidak mengerti menatap Papanya .

"Maya akan belajar di luar negeri," jawab Papanya , sambil memotong roti panggang sarapannya tanpa menoleh kearah Aldo .

Aldo memegang lengan Maya , Maya langsung menggeser tangan dan tubuhnya.

"May,apa maksud semua ini?" tanya Aldo dengan nada sedikit tinggi .

Maya diam tak memberi jawaban dia hanya menunduk memainkan sendok di atas piringnya .

"Pa...Maya sudah sarapannya , Maya permisi ke kamar," kata Maya pamit .

Maya beranjak dari kursinya Aldo memegang tangan Maya , Maya berusaha melepaskan pegangan tangan Aldo tanpa bicara satu kata pun Aldo semakin mempererat pegangannya .

"Al , lepaskan!" pinta Papanya saat melihat Maya mulai meringis kesakitan.

Aldo mengendorkan pegangannya menatap Papanya dengan kesal dan terpaksa mengalah .

"May , Bicaralah dulu dengan kakakmu Papa harap kalian tidak saling menghindar, selesaikan apa yang terjadi diantara kalian," perintah Darmawan kepada kedua anaknya.

Darmawan pergi berlalu meninggalkan ruang makan .

"May please , tatap muka kakak," ucap Aldo dengan nada memelas.

Maya masih tertunduk , bayangan kejadian semalam masih membekas di hati dan pikirannya .

"May , maafin Kakak , kakak tahu pasti ini berat buat kamu melihat Kakak semalam , tapi tolong jangan pergi , Kakak butuh kamu ada di sisi kakak May , tolong jangan diam saja lihat Kakak May," ucap Aldo lirih memohon.

"Maaf, kakak sudah menghancurkan kan kepercayaanmu dan juga janji kita , tapi tolong beri Kakak kesempatan untuk merubah dan memperbaikinya," ucap Aldo dengan suara berat tertahan karena menahan sesak di dadanya.

Maya masih tertunduk air mata mulai mengalir di kedua pipinya Aldo meraih tangan Maya meremas Jari jemarinya .

Dia terdunduk di lantai bersimpuh.

"Ka-kak , bangun jangan seperti ini," ucap Maya sambil menarik bahu Aldo.

Aldo menengadahkan kepalanya ke atas menatap wajah Maya.

"Berjanjilah May kamu gak akan pergi ninggalin kakak . kakak juga berjanji akan berubah . kakak ingin sembuh May , tetaplah kamu selalu ada di samping kakak," pinta Aldo dengan suara memohon.

Di peluknya kedua kaki Maya ada isak halus yang tertangkap daun telinga Maya.

Maya membelai lembut rambut Aldo hatinya tak tega.

"Bangunlah Kak, ku mohon," ucap Maya lirih di sela isak tangisnya sambil membantu Aldo berdiri dan duduk di kursi .

Aldo tertunduk dalam.

"Kak,tatap mata Maya!" pinta Maya.

Aldo mengangkat wajahnya , ada genangan di kedua sudut matanya. Maya menarik napas dalam-dalam ada pilu yang sangat dalam melihat sorot mata di depannya.

Pandangannya jatuh pada kedua telapak tangan kakaknya. Di genggamnya kedua telapak tangan Aldo .

"Kak , berjanjilah untuk sembuh dan lepas dari jerat barang haram itu," Maya memohon penuh harap.

"Iya kakak mau, asal kau ada di sisi kakak, kakak mau," ucap Aldo yakin.

"May janji, akan ada di sisi kakak, sampai kakak sembuh," Maya berucap dengan lirih .

Aldo mendekap pinggang Maya, di benamkannya wajah kusut dalam dekapan adiknya.

Maya memeluk kepala Aldo dan berkata,

"Jangan hancurkan hidup Kakak menjadi tidak berguna, karena bagi Maya Kakak adalah orang yang berguna selain ibu dan Papa," ucap Maya dengan derai Air mata.

Kata-kata Maya bahwa dirinya berguna menggugah kesadaran Aldo untuk melanjutkan hidupnya lebih baik .

Tiba-tiba Aldo memiliki keberanian untuk bangkit melawan candu narkoba yang sudah merasuki jiwa dan raganya .

"Kakak ingin sehat May,Kakak ingin bisa melanjutkan hidup Kakak lebih baik lagi," ucap Aldo dengan isak yang mulai terdengar.

Kata-kata Maya menjadi sebuah keberanian yang paling besar yang pernah Aldo lakukan saat ini .

keberanian untuk melanjutkan hidupnya, saat dirinya tidak peduli dengan hidupnya

...----------------...

Dari balik dinding pemisah ruang makan Darmawan bersandar meski matanya tak menangis , tapi hatinya hancur melihat kedua buah hatinya terluka .

Mungkin karena saat ini dia tak pandai menangis hingga bisa terlihat tegar di hadapan Aldo dan Maya .

Mendengar percakapan kedua buah hatinya serasa ada Energi Dahsyat yang menerobos jiwanya .

Ada kesedihan tapi juga ada Asa.

Seulas senyum tipis rasa syukur menghias wajahnya

"Puji syukur ya Rabb, Engkau telah beri keluarga kami Kasih dan Sayangmu," seuntai bait doa yang dia panjatkan memenuhi ruang hatinya .

Ada harap yang mengintip di lubang kesedihannya .

Sabar .

itu yang dia katakan dan tekankan dalam hatinya

Dia sadar ini hidup bukanlah kehendaknya tapi kehendak Sang pencipta hidup .

Saat ini hatinya tersakiti oleh keadaan .

Dia harus sabar karena mungkin ini. bagian dari drama hidupnya atas ijin Kehendak-nya.

Dia tahu tak selamanya segala apa yang dia dapat dan dia miliki di dunia ini bisa mengendalikan keinginannya

Tak selamanya juga kebahagiaan bisa dibeli dengan kekayaan ataupun kekuasaan yang dia miliki .

Mungkin kesedihan ini adalah cara, adakalanya dia harus bersedih agar tahu cara bersyukur dan apa yang dilihat dan didengarnya dari kedua buah hatinya dibalik dinding adalah kesedihan ini yang sifatnya hanya sementara dan Kebahagiaan akan datang menggantikannya , toh ini adalah bagian dari alur hidup.

"Tio , cepatlah kamu datang ke sini ada sesuatu hal penting yang harus aku bicarakan denganmu saat ini juga, sekalian kamu hubungi Miko supaya dia datang," perintah Darmawan lewat telepon genggamnya.

...----------------...

Makasih buat semua reader yang masih memberi dukungan dengan membaca sampai bab ini .

makasih yang sudah like, rate, vote dan komentar nya

semua adalah penyemangat author 🙏🙏💕

1
Nay Sha
ceritanya bagus
Achmad Elvino
sukses terus kk....
mulai baca..dr awal baca sudah menarik..sepertinya akan banyak mengandung bawang..sedia tisyu 🤧🤧🤧
semoga saja aldo kakak yg baik y may
pasti terkejut y maya..takdir berubah segitu cepatnya
ada perjanjian apa antara bu asih dan pak darmawan?
menbawanya? maksudnya apa ini? apa bu asih sebenarnya bukan ibu kandung maya?
pasti campur aduk ya yg di rasakan maya antara percaya dan gak..antara mimpi apa nyata
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ceritanya bagus dan selalu bikin terharu membacanya.. good job Thor👍🏻
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ya ampun Maya pasti mikirnya yg aneh 2 tu🤭 pasti mikirnya Aldo mau ngapa-ngapain 😅 rupanya Aldo mau masang seat belt 🤣🤣
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
adik kamu itu wanita baik kuat dan lembut Aldo, perlakukan lah Maya semestinya.
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
pasti belum terbiasa ada laki2 yg tiba 2 hadir di hidupnya mengakui bahwa iya ayahnya. pasti susah buat menyebutkan kata papa. lambat lain pasti kamu bisa menerima kenyataan kalau kamu punya ayah dan seorang kakak. dan kelihatannya kak Aldo itu baik .
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kakak ketemu gede. apalagi kk nya ganteng, jgn sampai ada hati ya Maya. hati2 sama Tante Mila ya Maya
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kepo dan ingin tau rahasia apa yg di sembunyiin dari kisah masa lalu mereka
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
semoga Aldo dpt menyayangi Maya
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
oh mulai paham jadi Maya bukan anak bu Asih
🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸
Semoga Maya bisa bahagia bersama papanya bintang 5 untukmu Thor
ARIS SUSAN
semoga Maya bisa lurusin jalan aldo
ARIS SUSAN
uhuk
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
ARIS SUSAN
Alhamdulillah...
Rey datang buat nyelametin maya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!