NovelToon NovelToon
Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan

Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Bullying dan Balas Dendam / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:86.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Flower Florencia hidup dalam tekanan—dari keluarganya yang selalu menuntut kesempurnaan hingga lingkungan universitas yang membuatnya merasa terasing. Di ambang keputusasaan, ia memilih mengakhiri hidupnya, namun takdir berkata lain.

Kim Anderson, seorang dokter tampan dan kaya, menjadi penyelamatnya. Ia bukan hanya menyelamatkan nyawa Flower, tetapi juga perlahan menjadi tempat perlindungannya. Di saat semua orang mengabaikannya, Kim selalu ada—menghibur, mendukung, dan membantunya bangkit dari keterpurukan.

Namun, semakin Flower bergantung padanya, semakin jelas bahwa Kim menyimpan sesuatu. Ada alasan di balik perhatiannya yang begitu besar, sesuatu yang ia sembunyikan rapat-rapat. Apakah itu sekadar belas kasih, atau ada rahasia masa lalu yang mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Apartemen mewah.

Suasana malam begitu tenang, hanya diterangi cahaya lampu gantung yang temaram dan gemerlap kota yang terlihat dari balik jendela kaca besar. Di ruang tamu apartemen yang mewah itu, Kim mengantar Shelly pulang. Mereka duduk di sofa panjang berbalut beludru abu-abu. Wajah Shelly tampak bersinar, penuh harap dan kehangatan.

Perlahan, Shelly memanjat naik ke pangkuan Kim, melingkarkan lengannya ke leher pria itu, memeluknya dengan erat seolah tak ingin berpisah sedetik pun.

"Kim, aku merindukanmu. Kita akan menikah tidak lama lagi…" bisiknya lirih di telinga Kim. "Bagaimana kalau malam ini… aku menyerahkan diriku padamu?"

Tangannya perlahan menyentuh dada Kim, menelusuri garis kancing kemeja yang rapi.

Kim menatapnya, ada kegelisahan di matanya. Ia menghela napas dalam. "Shelly, kita belum bertunangan. Terlalu cepat kalau kita melakukannya," ujarnya dengan suara rendah namun tegas.

Shelly tak mundur. Matanya yang berbinar memandang Kim dengan penuh keyakinan. "Asalkan kita saling mencintai, kita melakukannya sekarang pun tidak masalah. Aku menjaga diriku… menyimpan mahkotaku hanya untukmu," ucapnya, penuh kelembutan namun juga keberanian.

Dengan gerakan perlahan namun menggoda, Shelly menurunkan resleting gaun di punggungnya. Lengan bajunya melorot, memperlihatkan bahu dan belahan dada yang menggoda. Ia mendekatkan wajahnya, mencium bibir Kim dengan penuh hasrat, lalu mulai membuka kancing kemeja Kim satu per satu dengan tangan yang bergetar halus.

Kim menahan tangan wanita itu, menghentikan gerakannya. Tatapan matanya dalam, namun tetap mengandung keraguan.

"Shelly… jangan lakukan ini. Kau akan menyesalinya nanti," ucapnya pelan, seolah lebih pada dirinya sendiri daripada pada Shelly.

Shelly menatapnya, matanya berkaca-kaca namun tetap penuh harapan. "Kau mencintaiku, bukan?" bisiknya, lembut seperti angin. "Kalau begitu… nikmati saja hubungan kita. Aku sudah lama menanti malam ini."

Ia mencium leher Kim, jemarinya menyusuri dada pria itu, mencoba membangkitkan gairah pria yang dia cintai.

Namun Kim tetap diam, merasakan ciuman dan sentuhan wanita itu.

Mansion Kim Anderson

Flower berada di kamarnya sambil menatap jam tangan yang ia beli siang tadi. Cahaya lampu temaram memantul lembut di permukaan kaca jam itu, menciptakan bayangan kecil di dinding.

"Apakah Kakak Kim akan menyukai jam tangan ini?" gumam Flower lirih, senyumnya pudar seiring pikirannya melayang pada bayangan Kim yang tadi ia lihat bersama wanita lain.

Ia menggenggam jam itu lebih erat. "Kakak Kim baik padaku, sehingga aku tidak bisa membedakan perasaan suka dan cinta. Apakah dia juga menyukaiku atau hanya menganggapku sebagai adiknya?" ucapnya pelan, hampir seperti bisikan kepada dirinya sendiri.

Lalu, suara dalam ingatannya kembali terdengar—tegas dan penuh kekhawatiran.

"Flower, Kau dan dia tidak ada hubungan darah. Kalau tinggal bersama, hanya akan mencemarkan nama baikmu!" kata Wilson, mengulang kembali kalimat yang pernah ia ucapkan dengan nada serius.

Flower menunduk, sorot matanya dipenuhi keraguan. "Betul kata Kakak Wilson, kami tidak ada hubungan darah. Tapi tinggal bersama terlalu lama... takutnya hanya akan menimbulkan kesalahpahaman. Apa lagi Kakak Kim telah memiliki pacar," batinnya dengan berat hati.

Tiba-tiba, suara ketukan lembut terdengar dari arah pintu kamarnya.

Tuk... tuk...

"Flower, apa kamu sudah tidur?" suara Kim terdengar dari balik pintu, hangat dan lembut seperti biasa.

Flower tersentak dari lamunannya. Ia buru-buru bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu.

"Kakak Kim, ada apa?" tanyanya dengan senyum kecil, meski hatinya masih dipenuhi rasa bimbang.

"Aku membeli makanan. Mari kita makan bersama!" ajak Kim sambil meraih tangan Flower dengan hangat. Sentuhan itu membuat jantung Flower berdebar lebih cepat. Mereka melangkah bersama menuju ruang makan.

"Aku tidak tahu makanan kesukaanmu, jadi aku membeli ayam dan udang bakar," kata Kim sambil tersenyum lebar, meletakkan kemasan makanan di atas meja.

Flower tersenyum kaku, mencoba menutupi rasa tidak nyamannya. "Apakah Kakak sedang sibuk? Sehingga pulang malam begini?" tanyanya, berusaha terdengar biasa saja.

Kim mengangguk sambil menuang minuman ke dalam gelas. "Ada teman yang baru pulang dari luar negeri, oleh sebab itu aku mengantarnya pulang ke rumahnya."

Flower menunduk, memandangi makanan yang tersaji di hadapannya tanpa benar-benar melihat. "Hubungan mereka sangat dekat… Tidak baik kalau aku tetap menyimpan rasa terhadap Kakak Kim," batinnya, perasaan sedih mulai menyelimuti hatinya, walau ia tetap memaksakan senyum di wajah.

"Kakak Kim, aku..." ucap Flower, suaranya lirih, hampir tak terdengar di antara detik jam dinding yang berdetak pelan.

Kim menoleh, menatap gadis itu dengan dahi sedikit berkerut. "Ada apa? Katakan saja, apa yang kamu minta!" ujarnya, nada suaranya terdengar lembut namun tegas, seolah mencoba menenangkan kecanggungan yang tiba-tiba muncul.

"Aku ingin mencari tempat tinggal."

Kalimat itu jatuh seperti beban berat ke lantai, membuat suasana seketika hening. Kim terdiam. Matanya menatap Flower dengan penuh keterkejutan dan kebingungan, seolah tak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar.

🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡

1
Endang Sulistia
wah..padahal pengen liat flower jadi dokter loh..
Endang Sulistia
cuma Alan yg waras..
Endang Sulistia: Wilson ..typo
total 1 replies
Endang Sulistia
keren kim..
Gadis misterius
Jngn ikut flower ...manjauh lbih baik blom tentu balik hidupmu bahagia..krn rasa trauma dan rasa sakit ht akan selalu membekas wlaupun sdh memafkan
Gadis misterius
Lagu lama ..klu sdh ketahuan pasti ada drama menyesal
Gadis misterius
Alan hnya pinter dl bisnis tp goblok dlm segala situasi
Gadis misterius
Puassssss puasssssss
Gadis misterius
Laki2 bejat pada akhirnya tergoda juga tp nikmati dulu sebelum semuanya terbongkar pada saatnya jngnkan nikmat mkanpun tdak akan doyan
Gadis misterius
Lebih baik begitu ....keren kauu floooo
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Widya Wanz
wujudkan impianmu flower semangat 💪
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya, trmksh🙏
total 1 replies
Akai Kakazain
thor....kmna ni mau di cari novel2 mu thor, aq cari pda gk ada yak, pils dong thor up nya di sni🤗🫰✊😘smua krya mu seru2 tw....
Pikachu: Makasih, kak. karena selalu setia ikuti karya author sampai akhir. NT adalah rumah pertama author. jadi akan selalu menulis di sini.
total 1 replies
Isnanun
lah tamat flower kan belum nunjukin kalo sukses la kok sudah tamat aja
yuning
betulan end ini?
Bu Kus
lha udah tamat aja thro kan belum sukses dan belum nikah juga
Bu Kus
untung Kim gak terlambat masih bisa ketemu flo
Hadrah Rara
bonchsap
neen
hah??? udah?
Laarni Ibrahim
Alhamdulillah, cerita yg hebat terima kasih penulis ..
hl
cepat juga end.pasti thor prang pembaca
🍓🍓🍓
lah sudah end aja lom nikah dan punya bocil cadel🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!