Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyerah
Dani membawa Ria ke taman disepanjang jalan Ria hanya terdiam tak bersuara sedikitpun meski Dani bertanya bahkan menggoda Ria namun Ria masih tetap terdiam.
Sesampainya mereka di taman Ria masih saja terdiam.
"Yank kenapa sih dari tadi diam terus, aku punya salah aku minta maaf" Kata Dani.
Ria masih tetap terdiam.
"Maafin sikap keluarga aku yang sudah kelewatan, aku benar-benar minta maaf" Kata Dani penuh penyesalan.
Ria masih tetap terdiam, sungguh ia sudah tidak kuat menahan air mata kesal marah semua ia tahan.
"Lebih baik kamu maki-maki aku atau pukul aku dari pada kamu diam terus, aku harus apa ngomong dong yank" Pinta Dani memohon pada Ria.
"Sepertinya kita tidak jodoh, aku sudah tidak sanggup lagi aku menyerah saja" Dengan nada lirih.
"kamu ngomong apa sih yank, masa cuma sampai sini saja perjuangan kita aku sayang sama kamu jangan bilang gitu lagi ya" Nada Dani bergetar ketakutan.
Ria terdiam kembali, tatapannya Ria tiba-tiba kosong ia memikirkan apa yang harus ia katakan.
"Yank lihat aku, aku mohon kita berjuang sama-sama ya aku gak mau kita hanya sampai sini saja aku mohon kita pasti bisa melewati ini sama-sama aku laki-laki aku bisa menikah tanpa mereka hanya menggunakan wali hakim".
"Apa kamu mau kita seperti itu aku siap jangan berpikiran akan menyudahi semua ini" Dani memohon kepada Ria dengan nada lirih.
"Aku tidak mau, walau bagaimana pun keluarga segalanya aku orang baru jauh dari mereka yang mengenalmu".
"Aku minta kamu tarik ucapamu, aku mohon".
"Aku tdak bisa Dani aku menyerah" Katanya lirih.
Dani terdiam menjatuhkan diri ke tanah hatinya terasa pilu, harus dengan cara apa ia meyakin kan Ria agar tetap menjadi milik nya.
Namun ia tidak menyerah begitu saja ia yakin semua butuh waktu, meski Ria memintanya pergi tidak akan ia biarkan itu terjadi
Dani akan tetap mempertahankan Ria sampai kapan pun.
Ria sudah mencoba untuk bertahan namun akhirnya hatinya sudah kalah ia merasa sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan walau hati kecilnya ingin terus bersama Dani .
"Besok kita pulang ya, aku mohon sama kamu jangan lepasin aku mungkin kamu sedang tidak enak badan tetaplah bersama ku jangan menyerah aku mohon" Suara Dani bergetar.
Sungguh Ria tak tega melihat Dani, namun mau bagaimana lagi ia harus mengalah Ria tidak ingin karena nya hubungan Dani dan keluarganya menjadi tidak baik ia tak ingin menyadi penyebab petengkaran keluarganya hanya karena Dani membela Ria mempertahankan Ria.
Llagi-lagi Ria hanya terdiam ia bingung harus bagaimana.
Mereka pun pulang menuju kerumah kediaman Ibu Dani, setelah sampai disana mereka hanya terdiam membuat seisi rumah menjadi bingung dengan sikap mereka berdua.
Lalu mereka mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa, sesekali Dani melirik Ria namun Ria acuh ia terpaksa melakukan ini agar hubungan Dani dengan keluarganya membaik kembali ia sadar kedatangannya menjadi penyebab nya.
Di sisi lain Ibu Dani hanya menatap mereka bingung, menanyakan apa yang telah terjadi sehingga mereka bersikap seperti itu membujuk Dani agar bercerita dan ingin tahu mereka seperti itu kenapa? disaat Ibunya Dani mencoba mencari tahu tentang mereka di sudut ruangan terlihat Neng Puji dan Kak Ningsih mereka menatap Ria dingin tatapannya seakan mengartikan mereka benar-benar tidak menyukai Ria.
"Mangkat ayeuna? naha teu enjing mangkat na
(Berangkat sekarang? kenapa tidak besok berangkatnya)" Tanya Ibu Dani menatap wajah anaknya dan wajah calon menantunya.
"Sonten na Dani aya perlu mendadak aya tugas ti kantor
(Sorenya Dani ada urusan mendadak ada tugas dari kantor)" Kata Dani.
Dani terpaksa berbohong karena Dani tidak mau membuat Ibunya khawatir, sejujurnya ia tidak ingin buru-buru untuk kembali ke tempat perantauan namun karena situasi yang tidak memungkinkan untuk Dani tetep disana.
Dani menatap Neng Puji dengan tatapan membunuh, ketika Neng Puji menyadari itu jika Dani menatapnya dengan wajah penuh amarah ia tertunduk.
"Enjing weh Dan, Teteh kangen keneh
(Besok saja Dan, Teteh masih kangen)" Tambah Ningsih
Sama halnya dengan Neng Puji, Dani pun tidak menghiraukan Kakanya karena mereka sama saja.
Dani tidak menjawab kata-kata yang keluar dari mulut Ningsih.
"Ngke weh Mang bareng Neng mangkat na
(Nanti saja Mang bareng Neng berangkatnya)" Kata Neng Puji ikut berbicara namun masih menundukkan kapalanya.
Setelah berkemas merapikan semua Dani masih terdiam tatapannya terasa kosong ia tahu alasan Ria ingin melepaskan karena sudah lelah menghadapi sikap Neng Puji dan Kakanya Ningsih.
Melihat Ria yang sudah selesai merapikan barang-barangnya Dani langsung pamit kepada Ibunya, Dani tidak menanggapi Neng Puji berbicara.
"Bu, Dani mangkat nya
(Bu, Dani bersngkat ya)" Kata Dani sambil mencium punggung tangan Ibunya lalu memeluk mencium Ibunya.
"Hati- hati di jalan ya" Ibunya Dani mengelus pucuk kepala Ria penuh kasih sayang.
Ketika Dani menuju Kakanya dan Teh Ningsih dengan Neng ingin memeluk Dani, Dani tidak merenspon dia terdiam berlalu meninggalkan mereka berdua.
Dani dan Ria pun berpamitan untuk kembali, mereka pun pergi berangkat malam berharap besok pagi sampai menuju tempat kembali mereka.
Ditengah perjalanan mereka berhenti untuk beristirahat sejanak sekitar satu jam untuk tertidur sebentar, makan atau kekamar kecil setelah itu mereka berangkat kembali.
Ria masih dengan diam nya setiap Dani berbicara ia hanya membalas dengan mengangguk dan menggelengkan kepala.
Dani mengerti sikap Ria seperti itu, ia tidak mempermasalahkan semuanya tetapi Dani tetap mencoba menbuat Ria menjadi terbiasa kembali tidak bersikap dingin lagi kepadanya Dani tak menyerah begitu saja meskipun Ria bersikap dingin kepadanya Dani tidak mempermasalahkan sikap Ria ia tetap bersabar dan dia sadar kesalahan memang ada di pihak Dani.
Mungkin Ria membutuhkan waktu untuk menerima perlakuan Kakak dan Keponakan nya karena bukan hanya sekali Ria di perlakukan tidak baik oleh mereka berdua, mungkin jika Dani di perlakukan seperti itu ia pasti merasa kan hal yang Ria rasakan seperti saat ini.
"Aku akan terus berjuang meski pun kamu menyerah, akan aku buktikan jika aku benar-benar cinta sama kamu Ria" Batin Dani.
Sesekali Dani melirik Ria namun Ria masih dengan sikapnya yang dingin.
"Kamu lelah? sini aku pijit".
Ria hanya menggelengkan kepalanya, begitulah Ria sekarang hanya mengangguk menggeleng ketika Dani bertanya dan menawarkan sesuatu kepada Ria, di saat istirahat makan pun Ria hanya memakannya sedikit saja ia terus saja terdiam tanpa kata di hadapan Dani.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..