Lanjutan Ghost Detective
Kisah putri dari Lachlan de Luca dan Nareswari Kosasih. Lahir dari ayah dan ibu indigo, membuat Chelsea yang biasa dipanggil Shea, juga super indigo. Awalnya eyang buyut binti canggah nya yang hadir, yaitu eyang Surti namun lama-lama Shea terbiasa hingga membantu biro detektif ayahnya. Shea yang kuliah di fakultas kriminologi, bersahabat baik dengan Yudho Sardono, cowok nerd berkacamata dan... Penakut. Dibantu oleh para hantu anak buah eyang Surti, Shea dan Yudho berjibaku memecahkan kasus dingin maupun baru.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shea Mencari Informasi
Brigjen Rayyan menatap Iptu Steven yang tampak bimbang.
"Kamu umur berapa, Dik Ven?"
"27 pak."
Brigjen Rayyan melihat sekelilingnya yang banyak rekan-rekannya lalu lalang.
"Ayo, masuk ke ruang kerja saya !"
Keduanya pun masuk ke dalam ruang kerja Brigjen Rayyan yang hanya dipisahkan partisi saja. Irjen Dean Thomas yang sedang mengerjakan laporan tentang kasus lain, menatap kedua orang yang masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Bagaimana dik ?" tanya Irjen Dean Thomas ke Brigjen Rayyan.
"Tauziah on Monday morning, bang. Diskors tiga bulan tidak dapat gaji ..." senyum miris Brigjen Rayyan. "Untuk sementara, biar jeng Nala yang cari uang ..."
Irjen Dean Thomas menggelengkan kepalanya. "Lebay ! Wong kamu sama dik Nala juga bukan tukang boros ..."
Brigjen Rayyan hanya nyengir lebar.
"Dik Ven, ada berita apa ?" tanya Irjen Dean Thomas ke juniornya.
"Berita dia naksir Shea ..." jawab Brigjen Rayyan sebelum Iptu Steven membuka mulutnya.
Irjen Dean Thomas melongo. "Apa? Kamu naksir Shea ?"
"Iya Pak ... Apa tidak boleh ?" tanya Iptu Steven Sasono sambil menatap takut-takut ke komandannya.
"Dik, selama Lachlan dan Nareswari ke Palermo, kami-kami ini sebagai perwakilan wali Shea. Bukannya kami tidak boleh kamu naksir Shea tapi masalahnya, Sheanya nyadar atau tidak. Shea itu masih lempeng pikirannya dan masih sibuk skripsi jadi kamu harus sabar kalau memang serius ..." jawab Irjen Dean Thomas.
"Jadi bapak kasih ijin ?"
"Ijin mendekati Shea, boleh. Tapi semua kan tergantung dengan Shea ..."
Iptu Steven mengangguk. Setidaknya tidak dilarang mendekati mbak Shea.
"Sekarang. Hasil penyelidikan kamu ..."
***
Shea keluar dari kamar dan tidak melihat dua cogan disana hingga bertanya kepada pelayan di rumah.
"Dimana Alfie dan Yudho?" tanya Shea sambil duduk di kursi makan untuk sarapan.
"Sudah berangkat dari tadi non Shea. Katanya ada seminar atau apa itu ..." jawab pelayan rumah keluarga de Luca.
"Tapi sudah pada sarapan kan?" tanya Shea sambil mengoles roti tawarnya dengan butter dan dikasih keju serta meses.
"Sudah. Tadi mas Yudho malah bawa bekal roti ... Katanya seminar bikin ngantuk jadi bawa makanan biar melek .."
Shea mengangguk dan memakan rotinya. Roti habis, Shea melihat ada kwetiau goreng disana dan dia mengambil satu piring lalu menghabiskan dua gelas air putih dan segelas juice jeruk.
"Heeekkk... Alhamdulillah..." ucap Shea usai bersendawa. "Bik, udah pada sarapan belum ?"
"Sudah non... Tadi pada makan kwetiau goreng..." jawab pelayan itu. Di rumah Shea ada tiga orang pelayan, tukang masak, tukang bersih-bersih dan tukang kebun merangkap penjaga rumah. Meskipun ada banyak orang di rumah, tetap saja Lachlan dan Nareswari meminta para Sepupunya menginap di rumah mereka kalau sedang ke Palermo.
"Baguslah kalau sudah sarapan."
"Non Shea ada acara ?" tanya pelayan itu.
"Mau ke tempat Oom Rayyan. Cari bahan buat skripsi... Sudah dikejar-kejar dosen reseh !"
Pelayan yang sudah bekerja sejak Shea lahir itu tertawa kecil. Nonanya memang baik tapi kalau sudah keluar judesnya ya gitu deh.
"Semangat bikin skripsinya Non.."
"Thanks Bik. Shea pergi dulu. Hati-hati jaga rumahnya..." pamit gadis itu sambil mengambil tas selempangnya.
***
Polda Metro Jaya Jakarta
Shea mendatangi warung milik Zaki untuk mencari tahu tentang bagaimana hubungan pria itu dengan istrinya, Marni. Shea sungguh penasaran bagaimana bisa seorang suami yang langsung menyerah begitu saja begitu dapat pesan WhatsApp dari istrinya yang pergi dengan pria lain. Jaman sekarang apa sih yang tidak pakai AI dan aplikasi lainnya.
"Halo mas Zaki. Boleh minta es teler satu ?" sapa Shea.
"Halo mbak. Oh yang kemarin bersama pak Steven ya ?" balas Zaki ramah.
Pagi itu belum banyak pengunjung yang datang jadi Shea bisa duduk dekat Zaki. Kebetulan jadi bisa tanya-tanya deh.
"Pakai durian ?" tawar Zaki.
"Nggak mas. Nanti sobat aku bisa pingsan aku bau durian ..." cengir Shea. Yudho memang tidak bisa makan durian apalagi mencium baunya, pingsan langsung.
"Ah sayang sekali ..." senyum Zaki sambil membuatkan es teler buat Shea.
"Mas Zaki kerja sendirian?" tanya Shea sambil menikmati es telernya.
"Nggak, sama Ujang ... Tuh lagi ngerok kelapa muda."
Shea melihat asisten Zaki yang sedang mengerok daging kelapa muda.
"Kalian apa tidak repot? Memangnya mas Zaki belum menikah?" tanya Shea polos.
Wajah Zaki tampak mendung. "Dulu ada... tapi dia sudah pergi ..."
"Meninggal?"
Zaki tersenyum miris. "Kalau meninggal, aku masih bisa terima mbak ...?"
"Shea ..."
"Mbak Shea. Tapi ini dia pergi bersama pria lain ..." ucap Zaki pelan.
Shea melirik ke arah arwah Marni yang tampak sedih karena keegoisannya, dia berpisah selamanya dengan Zaki.
"Apa mas Zaki yakin?" tanya Shea.
"Aku masih menyimpan fotonya mbak. Dia bersama pria lain naik kereta..."
"Mas Zaki tidak mencoba menghubungi istrinya mas ?"
"Sudah ... Selama seminggu tapi tidak diangkat... Hari kedelapan nomornya mati ..."
"Mas Zaki sudah menghubungi polisi?"
"Aku laporan ke pak Jarot dan pak Steven ... Aku tahu saat itu kita sibuk pemilu jadi kepolisian bekerja ekstra... Pas Marni, nama istriku, mengirimkan pesan itu ... Aku pikir sudahlah apalagi kami sempat bertengkar hebat ..." jawab Zaki.
"Kalau boleh tahu soal apa ?" tanya Shea sambil tetap memasang wajah polos.
"Sudah setahun juga ... Dulu Marni ingin pindah dari sini ke tempat yang lebih ramai dan kekinian tapi aku tidak mau karena aku sudah punya pangsa pasar disini sementara di tempat baru, kami harus memulai. Aku tidak mau meninggalkan zona nyaman dan selain itu, disini aman karena aku dikelilingi banyak polisi di Polda Metro Jaya" jawab Zaki.
"Apakah memang mbak Marni punya pacar sebelumnya? Maksud aku apakah dia pernah selingkuh?" tanya Shea. "Mengingat dia berani pergi dengan pria lain begitu baru bertengkar begitu saja. Sangat tidak masuk akal ... Kecuali dia punya cadangan rencana..."
Zaki tampak termenung. "Soal dia selingkuh atau tidak, aku tidak tahu mbak Shea..."
Shea melirik ke arah Marni.
"Aku tidak pernah selingkuh, mbak Shea ..." ucap Marni.
"Apa yang tidak tahu biarkan saja tidak tahu daripada saat tahu membuat semuanya menjadi berantakan dan sakit hati..." ucap Shea.
"Benar mbak..." jawab Zaki.
Shea hendak bertanya lebih lanjut tapi warung Zaki semakin ramai pengunjung membuat gadis itu merasa tidak patut bertanya lebih lanjut dan memutuskan menghabiskan es telernya lalu membayarnya. Shea mengucapkan terima kasih ke Zaki karena mau berbagi cerita dan berjalan menuju kantor Oomnya.
***
Iptu Steven Sasono melihat Shea berjalan masuk ke dalam gedung Polda Metro Jaya, langsung menghampiri gadis itu. Nama Shea dan keempat saudaranya ( Yudho dianggap saudara ), sudah terkenal di kantor itu karena sering membantu penyelidikan.
"Mbak Shea !"
Shea yang sedang membalas sapa dari banyak petugas polisi, tersenyum ke arah Iptu Steven.
"Halo bang Steven ..."
"Mau ke ruangan Pak Rayyan?"
Shea mengangguk. "Aku mau berbagi informasi..."
"Yuk, aku antar.."
Keduanya berjalan beriringan.
"Mbak Shea ... Boleh tanya ?" Iptu Steven Sasono berusaha menenangkan degup jantungnya.
"Tanya apa?"
"Apakah ... Ehem ... Mbak Shea ... Ehem ..."
Shea menatap Iptu Steven Sasono itu bingung. "Bang Steven batuk ? Nih, Shea kasih obat buat tenggorokan..." Gadis itu mengambil obat untuk tenggorokan yang selalu dibawanya dan memberikan pada Iptu Steven.
"Terima kasih ..." Iptu Steven langsung memakan obat itu.
"Bang Steven mau tanya apa?" Shea menatap polos ke Iptu Steven.
"Apakah ... Mbak Shea sudah ... Punya pacar ?" tanya Iptu Steven yang akhirnya lega juga keluar pertanyaan penting dari mulutnya.
Shea menelengkan lehernya. "Pacar itu apa ?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
sayang pak Jarot meninggal nanti /Sob/