NovelToon NovelToon
Pak Lurah Galak Mencari Cinta

Pak Lurah Galak Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: wahyoeni"23

Aisyah harus kembali ke desa tempat ia di lahirkan...karena kematian Kakak dan Kakak iparnya.

Dia juga harus menjadi ibu bagi kedua keponakannya, Aira dan Airen .

Demi menjaga kedua keponakannya, akhirnya Aisyah bekerja di balai desa sebagai sekdes.

Hingga , kepala desa meninggal dan di gantikan oleh orang dari kota kiriman dari pemerintah. Kepala Desa baru cukup arogan dan terkesan galak.

Salah sedikit saja , pasti akan jadi masalah besar. Namun begitu ..banyak gadis desa maupun ibu - ibu mengidolakannya , karena ketampanan sang lurah dan statusnya sebagai Hot Duda.

Entah karena hal apa , Pak lurah itu selalu saja berseteru dengan Aisyah....Akankah permusuhan antara Aisyah dan Pak lurah berubah jadi cinta....

Ikuti kisahnya.....Pak Lurah Galak Mencari Cinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Hari ini Mama Zila dan suami akan pulang ke kota , kali ini mereka mengajak Mahesa dan juga Aisyah, karena mereka juga akan mengadakan pesta di sana.

Pak Umar dan Ayu serta si kembar akan menyusul pas acaranya saja , agar tidak terlalu lama menginap di sana. Kasihan juga kalau Rara dan Iren harus ijin sekolah kelamaan.

Mahesa cukup kaget ketika banyak warga datang berbondong - bondong ke rumahnya.

Ternyata selain mereka ingin mengantar kepergian orang tua Mahesa , mereka sekalian membawa oleh - oleh buat Mama Zila. Tapi Banyak juga yang tidak membawa apa - apa , hamya sekedar untuk melihat saja.

" Maaf ya Pak Lurah , karena saya punyanya pohon pete , ya saya cuma bisa kasih pete ".

" Saya bawa sayur - sayuran Pak Lurah ".

" Kalau saya bawa singkong , semoga Keluarga Pak Lurah mau makan ini ". seorang Bapak tua memberikan dua kantong besar singkong dan ubi.

" Tentu saja Pak...lidah kami masih lidah lokal kok ". Jawab Mama Zila , makin terharu dengan kebaikan warga desa ini.

Ternyata cukup banyak yang mereka beri untuk keluarga Mahesa , sampai - sampai Mama Zila menyewa satu mobil pick up untuk membawanya.

Aca terus saja menempel pada Aisyah , Mahesa sendiri semalam sampai harus ngalah pada putrinya tersebut.

Kata gadis kecil itu..." Sekarang giliran Aca sama Mommy , kan Daddy sudah bareng - bareng terus sama Mommy dari kemaren ".

Sampai tidur pun Mahesa terkalahkan.

" Aca mau semobil sama Mommy Aisyah , boleh kan Oma ?".

" Boleh sayang ". Jawab Mama Zila , ia terkekeh melihat muka Mahesa yang di tekuk.

" Kenapa enggak sama Oma dan Opa saja sih sayang , mobil Daddy sempit kalau di tambah kamu ". Ujar Mahesa , ia ingin berdua saja dengan sang istri.

" Enggak ah , kan Daddy cuma berdua sama Mommy... Badan Aca juga kecil, enggak bakalan sempit kok ". gadis kecil ini pintar sekali menjawab.

" Bagus itu Ca , pepet terus Mommy baru kamu biar enggak pergi lagi , Kalau perlu nanti di rumah Oma kamu tidur saja sama mereka ". Gema menyeringai.

" Iya Om ".

" Awas kamu Gem ". Mahesa mengangkat satu tangannya yang terkepal .

Di balas Gema dengan memeletkan lidahnya...sungguh mereka berdua seperti anak kecil. Mereka terus saling berbalas.

" Kalian ini berantem saja terus , lihatlah suami kamu Aish...mau punya anak lagi kelakuannya kok begitu ". Ucap Mama Zila .

" Biarkan saja Ma , mungkin mereka kangen bercanda seperti itu ".

" Benar kata menantu kita Ma , sudah lama Papa tidak melihat Gema seceria ini sejak.......".

" Sudah jangan di bahas lagi , nanti Mama ikut nangis "..." Ayo Gema kita berangkat ".

Sepanjang perjalanan Aca tertidur ...jadi memudahkan Mahesa untuk terus menerus menyentuh istrinya, ia menggunakan sopir kali ini.

" Ajak istrimu istirahat Bi , kaki nya lurusin ya Ais , biar enggak bengkak , kalau perlu nanti Mama suruh bibi buat ngompres kaki kamu dengan air hangat ".

" Iya terima kasih Ma ".

" Suruh bibi untuk mengantarkan air hangat ke kamarku Ma , biar aku saja yang mengompres kaki istriku ". Mama mengangguk.

Kini Mama Zila tau betapa cinta dan sayangnya Mahesa pada Aisyah, ia tidak seperti ini dulu pada istri pertamanya.

" Kamar Mas luas sekali , ini seperti satu rumah di desa ku ".

" Mas sudah mengganti suasananya , tadinya warnanya abu - abu terlalu gelap , Mas takut kamu enggak suka ".

" Suka saja Mas , asal di kamarnya sama Mas Bian ".

" Ngasih kode nih kayaknya ". Mahesa mengedipkan matanya.

" Dih apaan sih , enggak nyambung...aku mau mandi dulu , gerah sekali ".

" Mau Mas temani enggak sayang?".

" Enggak terima kasih , kamar mandinya di sebelah mana Mas ?".

" Makanya nurut sama suami , Mas kan sudah bilang mau menemani kamunya nolak tadi ".

Bagaimana Aisyah tau , ini pertama kalinya ia masuk ke dalam kamar Mahesa , terlihat juga ada beberapa ruangan di sana , entah ruangan apa saja itu, Aisyah belum tau.

" Sudah sampai di sini saja mengantarnya ". Aisyah mendorong suaminya untuk menjauh dari sana.

Selesai mandi Aisyah begitu terkejut , karena ternyata sang suami masih menunggunya di depan pintu.

" Mas Bian ih , ngagetin aja , kenapa masih berdiri di sini !".

" Mas takut kamu nyasar sayangggg ".

" Sini !". Mahesa menggandeng Aisyah untuk duduk di sofa.

" Mas , aku mau pakai baju dulu !".

" Nanti , Mas kompres dulu kaki kamu , luruskan di sini sayang ". Mahesa mengangkat kaki Aisyah untuk di luruskan.

" Tapi enggak sopan Mas ". Aisyah merasa enggak enak karena Mahesa malah duduk di bawah.

" Enggak apa - apa sayang, lagi pula yang buat kamu hamil kan Mas , nikmati saja sayang ". Tangan Mahesa mengelap kaki Aisyah dengan kain yang sudah di celup air hangat.

Aisyah menurut, ia diam memperhatikan suaminya yang sesekali melihat kakinya. Tapi makin lama tangan Mahesa makin naik ke atas .

" Mas , bukannya kaki aku ya yang mau di kompres?".

" Sekalian sayang, siapa tau yang di dalam sini juga bengkak ".

Plak....Aisyah memukul pelan tangan suaminya yang sudah masuk ke dalam handuk kimono yang di pakainya...tentu saja Mahesa tau , sang istri belum memakai apapun.

" Ih modus nih ". meski sudah di pukul , tetap saja tangan Mahesa kembali ke tempat favoritnya.

" Pegang dikit sayang, Mas kangen loh...dari kemaren Aca menguasai kamu ".

" Massssshhhh ".

" Eh udah basah sayang, sayang nih kalau enggak di pakai , sebentar saja ya , buat ganti yang semalam ". Ucap Mahesa tanpa dosa, padahal ia memang sengaja membuat istrinya bergairah...dasar Lurah mesyum.

" Kan sesekali libur kan engak apa - apa Mas ".

" Mas enggak mau sayang , kan Mas sayang banget sama calon anak kita , makanya Mas usahakan sesering mungkin untuk menengoknya ".

Aisyah kalah....Mahesa puas kali ini ia bisa menyalurkan hasratnya yang ia tahan dari semalam...beruntung di jalan Aca tertidur sampai sekarang.

Sore itu kamar Mahesa menjadi saksi untuk pertama kalinya kamar itu di pakai Mahesa untuk menyatu dengan istrinya.

" Tidurlah , nanti Mas bangunkan ". Setelah sampai puncak bersama, Mahesa memindahkan sang istri ke atas kasurnya .

Mahesa bergegas mandi , lalu turun dengan bersiul dan juga memasang senyum yang lebar.

Mama Zila yang melihatnya pun jadi curiga, apalagi melihat rambut Mahesa yang masih basah " Bian...Aisyah sedang istirahat?".

" Ya Ma ". " Kenapa lihat aku nya begitu sih Ma ".

" Jangan bilang kamu habisss......".

" Apaan sih Ma ". Mahesa ingin mengelak.

" Mama tau Bian apa yang sudah kamu lakukan barusan dengan Aisyah , kamu kan tau kalian habis perjalanan jauh , masa enggak bisa nahan sampai. malam nanti ".

" Enggak sengaja Ma , tadi habis ngompres kaki Aisyah, eh Bian jadi khilaf lihat paha mulus milik Fathiya ".

" Dasar...". Mama Zila pun menepuk lengan putranya.

" Paha siapa yang mulus Ma ?". tanya seseorang yang muncul tiba - tiba....

" SAMUDRA...." ucap Mama Zila dan Mahesa bersamaan.....

Bersambung....

Tekan jempoln, favoritkan....commet juga...oke 🙏👍🏻😘

1
ItssMyCandyss
Pak lurah.😄
Naufal hanifah
ceritanya menarik
Nurwana
astaga gema... istilah mu itu loh....😄😄😄😄
Alana kalista
"Baru juga mulai seru, eh udah tamat? Kayak makan permen, belum puas udah abis. 🍬"
Rustati Tati
nasib sapto bagaimana
Dania
misi
Mamanya Davagusty
bagus si ceritanya, tp sayang lompatnya terlalu jauh jd kayak kurang nyambung dr cerita awal, harusnya bertahap pelan" aja kak biar ada kemistrinya nyambung dr bab sebelumnya ☹️
Arin
/Heart/
Netiihsan
🤣🤣🤣ketawa sepuas nya😄😄😄
Rismawati Damhoeri
nanti kayak kisah Mahesa sama zaina ya thor?, ulang lagi..
Rismawati Damhoeri
kok bnyk sekali adegan memohon sambil bersimpuh yaa...
Rismawati Damhoeri
nggak relapun mau gimana?, toh dulupun udah di tolak kok....
Rismawati Damhoeri
bikin sertifikat tanah ke BPN, yg ukur bukan orang desa atau kelurahan, yg ukur juga BPN, gimana sih?
Sunarmi Narmi
Mas MAHE....bilang gitu aja...aisyah🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Lusi mah ketemunya sama Sapto saja 😄😄😄😄😄
Wandi Fajar Ekoprasetyo
owh.....jd boss nya Aisyah itu adeknya pak lurah ya
Wandi Fajar Ekoprasetyo
yg kondangan malah dpt amplop......ga kebalik ya...hehehe
Wandi Fajar Ekoprasetyo
owh pak lurah udh punya anak juga ya
Wandi Fajar Ekoprasetyo
bilang aja pk lurah kepo sama 2 anaknya yg manggil Aisyah Bunda
Dina Arti
pak lurah modusnya ok banget/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!