***
cinta datang karna terbiasa, seperti itu yang terjadi pada barata lais menikah dengan tyas Luisa karna perjodohan orang tua, sedang Tyas yang sudah mempunyai seorang kekasih, tidak mau menerima pernikahan nya, bagi tyas pernikahan hanya sekedar menyenangkan ke dua orang tua nya semata sering nya mengabaikan kan sang suami, lambat laut Bara terbiasa dengan hadir nya sang adik ipar adik dari istri nya yaitu jihan Luisa kedua nya saling jatuh cinta karna terbiasa bersama,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Affair with kakak ipar
Jam sudah menunjuk kan pukul lima pagi bara mendesah pelan tidur nya akan terganggu sebentar lagi harus bangun dan bersiap ke kantor, baru kali ini bara tidur sangat nyenyak dan lelap ada wanita nya tidur bersama, meski semalaman Bara menahan untuk tidak kembali memangsa Jihan, Dev akan membiarkan Jihan terbiasa dulu tinggal serumah dengan nya berbagi ranjang yang sama, anggap saja mereka baru menikah dan sedang menikmati pengantin baru,
bara tersenyum tipis saat Jihan masih lelap hanya bergerak merubah posisi memeluk tubuh nya menjadikan tubuh Bara seperti guling,
''Mas Bara,''
''heum,''
''Jam berapa ini,''
''Jam lima lebih sedikit,'' jawab bara dengan suara serak nya
''Mas Bara tidak ke kantor,'' tanya Jihan lagi
''Mas akan bersiap nanti, jangan kuatir masih ada waktu kalau kamu masih ingin memeluk tubuh mas ini,'' ucap Bara pelan
''Mas apaan sih,'' Jihan menjauh kan tubuh nya dia benar benar tidak sadar sedang memeluk tubuh Bara, namun bara menahan tubuh Jihan tetap di posisi semula,
Perlahan Jihan mengerjap kan mata nya sadar ini bukan dikamar nya atau hotel kemarin Bara sudah membawa nya ke apartemen sejak sore kemarin
''Mas bersiap aku akan buatin sarapan,'' Bara menarik lagi tubuh Jihan untuk tetap memeluk nya
''Tidak usah ke mana mana, nanti mas bisa minta Julian untuk membelikan sarapan, istirahat kan dirimu, jika tidak ingat pekerjaan mas sangat banyak di kantor mas akan tetap tinggal di rumah menemani mu,'' ucap bara
''Mas nanti benar kan Lea kesini, tanya Jihan lagi, '' biar Lea saja disini menemaniku anak itu pasti sangat kuatir dari kemarin belum mendapat kabar dari ku,'' lanjut Jihan berkata
''Iya nanti Julian akan kesini membawa teman mu itu,''
Jihan semakin mengerat kan pelukan membuat bara tersenyum senang dalam keadaan sadar Jihan mau berdekatan dengannya memeluk nya bahkan saat bara mencium nya Jihan sudah tidak protes perlahan menikmati ciuman Bara,
''Jam lima lima belas empat puluh menit lagi,'' gumam bara melihat Jam yang menempel di dinding kamar nya
''Memang nya kenapa,'' tanya Jihan mendongak melihat wajah tampan Bara
Bara membalik kan tubuh Jihan berganti dia yang memeluk nya menjadi kan tubuh Jihan seperti guling bukan hanya itu tangan bara sudah berada di tempat yang bara ingin kan sejak tadi, hanya merasakan benda kenyal itu menempel di dada nya,
''Mas Bara,''
''Heum,''
''Geli,''
Lirih Jihan saat wajah Bara asik mendusel di ceruk leher nya, namun bara tidak menghiraukan tetap dengan posisi nya, perlahan bara sudah berada di atas tubuh Jihan bibir nya juga sudah menyesap lembut bibir wanita nya itu membuat Jihan tidak bisa protes malah kini menikmati ciuman Bara yang kian menuntut, begitu juga tangan bara yang sudah bergerilya masuk menyusup ke dalam piyama Jihan,
''M-mas,'' terbata Jihan berkata dengan suara parau nya,
''kenapa,''
''Mas,''
''heum,''
''Ini apa keras sekali menusuk paha ku,'' polos Jihan bertanya terasa ada yang keras menusuk di paha atas nya, bukan nya menjawab Bara sengaja menusuk kan Junior yang sudah tegak di area sensitif jihan membuat gadis itu merasakan gelanyar aneh di inti nya berkedut tidak karuan jihan ingin lebih dari itu,
''Boleh mas melakukan nya lagi,'' Bara hanya bertanya tanpa mau menunggu jawaban Jihan sudah membuka piyama yang jihan kenakan menarik nya ke atas
''M-mas,'' Jihan sontak meremas rambut tebal Bara saat pria itu menyesap kuat pucuk dada kenyal nya,
Pagi yang indah di apartemen menjadi sarapan pembuka untuk Bara kedua nya melakukan nya lagi dalam keadaan jihan sadar tanpa pengaruh obat,
''Terima kasih sayang,'' lirih Bara mengecup kening Jihan dengan nafas tang masih tak beraturan Jihan diam masih menikmati sisa sisa pelepasan,
''Jadi kemarin aku dan mas bara melakukan hal ini,'' gumam Jihan dalam hati,
Jam sudah menunjuk kan pukul enam lebih satu jam mereka memadu kasih pagi ini,
''Sayang kalau kamu masih capek tidur saja,'' ucap Bara lembut panggilan sayang pagi ini membuat hati Jihan menghangat, jika di lihat selama ini bara memang tegas saat di kantor akan tetapi berbanding terbalik saat di rumah Jihan merasakan bara seorang penyayang dan hangat
''Mas biar Jihan siap kan pakaian kantor mu,'' ucap Juan bersiap beranjak dari ranjang
''Tidak usah sayang mas bisa sendiri, kamu tidur saja lagi tidak apa apa nikmati hari libur mu,'' ucap bara tanpa menunggu jawaban Jihan Bara bergegas masuk ke kamar mandi sudah terlambat pikir nya, akan tetapi Jihan tetap membantu Bara menyiap kan pakaian nya,
''Sayang kenapa bandel sekali,'' bara keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggang nya sedang tangan nya mengiring kan rambut nya menggunakan handuk kecil Jihan terkesiap melihat penampakan bara pagi ini
''Tidak apa apa, mas bara sudah terlambat kan,'' ucap Jihan tetap melanjut kan tugas nya,
''Sayang terima kasih kamu sudah mau memaafkan ku atas apa yang terjadi kemarin,'' bisik bara memeluk Jihan dari belakang
''Jihan tidak tau harus marah atau berterimakasih, hanya saja Jihan bersyukur orang itu mas Bara entah apa jadinya dengan Jihan seandainya orang itu Denis,'' jawab Jihan dengan suara pelan
''Jihan akan mencoba menerima hubungan ini sekarang adik ipar dan kakak ipar,'' lanjut Jihan berkata
''Affair with kakak ipar,'' bara terkekeh pelan dengan ucapan nya sendiri Jihan diam tidak menjawab hubungan ini mendadak dan cepat semua tidak di rencana kan di sini sekarang Jihan bersama bara layak nya pengantin baru sang kakak ipar
Bara sudah siap dengan pakaian kantor nya, pria itu mendatangi Jihan membawa dasi
''Sayang bisa pasang kan dasi ku,'' ucap nya Manja
''Biasa nya juga pasang sendiri kenapa sekarang manja,'' ucap Jihan seraya berjinjit memasang dasi di leher bara,
''Kan sekarang sudah ada kamu,'' ucap bara mencondongkan bahunya agar Jihan mudah memasang dasi nya
''Mas,''
''Heum,''
Jihan menetral kan degub jantung nya saat wajah bara dekat dengan wajah nya mata tajam bara juga lekat menatap manik mata Jihan membuat gadis itu salah tingkah di buat nya
''Kenapa kamu masih malu malu Jihan,'' ucap bara seraya menyungging kan senyum
''Ini terlalu cepat untuk ku mas, kemarin Jihan masih menghormati mas bara sebagai ipar,''
''Sekarang kita sepasang kekasih,'' bara merengkuh pinggang Jihan agar menempel pada nya ''Kamu milik ku, aku milik mu,'' lanjut bara berkata
Pagi yang indah pagi yang membuat hati bara berbunga bunga, namun tidak dengan Jihan meski bahagia Bara mau bertanggung jawab atas nya akan tetapi jalan jihan dan bara kedepannya tidak akan mudah, untuk meminta restu kedua orang tua masing masing
mampir thor🙋
Sebenarnya Kalian berdua pemenangnya berhak bahagia🙂
lanjut Thor 👍🏻
harusnya membuat tyas bisa jatuh cinta sama Bara. bukan sama malah tergoda sama iparnya.
kalau semua suami seperti bara begitu mah itu laki laki
bukan lelaki setia.
Tapi semangat buat Authorny
Buat Tyas bahagia juga ya.. thor