Dia seorang menantu yang terhina. Kehadirannya adalah beban bagi banyak orang. Semua orang menghinanya sebagai menantu sampah.
Tapi....
Semua orang tidak tahu, menantu yang mereka anggap sampah itu adalah seorang pewaris.
Mereka ketakutan....
Seluruh dunia bergetar setelah mengetahui identitasnya. Dialah Deon Adipati Laguna, penguasa Dewa elang yang sangat dihormati dan ditakuti di seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
...🌳Happy Reading🌳...
Sudah hampir setengah jam lebih Shakila bermain bersama orang-orang karakter dongeng dalam istana. Celina terlihat agak khawatir. Pasalnya, dia sedikit berpikir tidak baik untuk menempati tempat orang lain begitu lama, jadi dia berinisiatif untuk menghampiri Shakila untuk membawanya pergi.
Apalagi, di luaran sana juga masih banyak orang yang menunggu giliran masuk.
"Nak. Apa bermainnya sudah selesai?" Celina datang kepada putrinya, tersenyum, lalu duduk berlutut, guna mensejajarkan dirinya bersama anaknya, Shakila.
Sebelah tangannya tergerak untuk merapikan rambut Shakila yang agak berantakan.
"Apa kita boleh pulang sekarang. Diluar masih banyak orang ingin masuk ke sini. Mereka menunggu giliran mereka, jadi kita harus kembali untuk memberikan ruang untuk yang lainnya juga ikut bermain disini" Lanjut Celina menjelaskan dengan sangat lembut.
"Iya Ma." Shakila langsung setuju. Dia begitu pengertian, hingga apapun yang dikatakan oleh orang tuanya dia turuti dan tidak membantah. Lagipula, dia sudah sangat bahagia keinginannya untuk bisa bermain dengan istana nyata telah terwujud saat ini.
Manager Jinbo yang mengetahui bahwa Deon akan pulang, segera mengantar mereka pergi melalui lift VIP khusus petinggi penting.
Mereka pun dibawa melalui jalan lain untuk keluar dari ruangan tanpa melewati ramainya orang yang sedang menunggu di pintu utama.
Sesampainya di sebuah parkiran gedung, sebuah mobil hitam sudah siap menunggu.
Manager Jinbo secara khusus menyiapkannya untuk mengantar Deon beserta keluarganya pulang dengan aman.
Diluar pintu, manager Jinbo terus meminta maaf kepada Deon atas semua perilaku buruknya selama ini. Ia sungguh menyesal setelah mengetahui identitas Deon yang sebenarnya dan dia merasa malu karena sudah menganggap Tuan muda dari Sekte Elang Dewa sebagai sampah keluarga.
"Sekali lagi, saya benar-benar meminta maaf atas semua perilaku buruk saya tuan. Saya pantas dihukum." Ujar manager Jinbo kesekian kalinya untuk meminta maaf kepada Deon. Dia bahkan membungkuk agar Deon mau memaafkannya saat ini.
"Bangunlah. Saya tidak apa-apa. Saya sudah memaafkan mu sejak lama. Hanya saja saran saya, jangan pernah memperlakukan siapapun dengan buruk hanya karena statusnya atau dengan menilai luaran saja. Hormati siapapun itu walaupun dia bukan orang kaya atau petinggi penting" Jawab Deon.
"Baik tuan. Saya akan selalu mengingat ucapan tuan. Terimakasih banyak tuan. Terimakasih banyak" Manager Jinbo bersujud beberapa kali untuk mengucapkan terimakasih. Dia benar-benar bersyukur. Karena ini, dia tidak akan mendapatkan masalah lagi kedepannya. Dia tidak menduga, orang yang dia anggap remeh selama ini adalah seorang tuan muda yang seharusnya dia hormati.
Deon tanpa menjawab, tersenyum dan membantu manager Jinbo untuk bangun, lalu menepuk bahunya pelan dan pergi masuk ke mobil meninggalkan manager Jinbo.
Sebelum Deon akhirnya pergi, tak lupa dia menunduk memberi hormat sampai akhirnya mobil yang Deon tumpangi berlalu pergi menjauh dari tempat.
Usai kepergian Deon. Manager Jinbo kembali ke pesta. Lalu, membuka pintu besar dan membiarkan orang-orang masuk ke dalam.
Semua orang pun nampak sangat gembira ketika pesta sudah akan di buka untuk umum. Rasanya mereka tak sabar untuk menemui tuan muda misterius yang sangat kaya tersebut.
Semua orang termasuk Farhan dan yang lainnya juga ikut masuk. Mereka nampak melihat dekorasi istana d i dalam dan mulai takjub karena keindahan istana yang di dekorasi sedemikian nyata dan persis seperti istana aslinya.
Ditengah perjalanan masuk, Farhan melihat disekeliling dan mulai merasa heran.
"Dimana pria sampah itu?" Gumamnya yang terlihat terus mencari keberadaan Deon dan Celina.
"Ah sudahlah. Mungkin mereka sudah di usir keluar. Lagipula, mereka tidak pantas berada di pesta mewah ini" Sahut Tante Sintya.
"Benar juga. Mereka pasti sudah diusir dari sini" Jawab Farhan percaya.
Mereka semua merasa bahwa Deon sudah diusir, tanpa mereka ketahui bahwa pemilik pesta yang mereka nikmati sekarang, adalah pesta milik Deon.
Tanpa memikirkan apapun lagi. Semua orang nampak menikmati pesta dengan pelayan yang sangat sempurna.
Walaupun sebenarnya mereka agak bingung.
Malam itu, sudah dua jam mereka berada di pesta, namun sejak awal masuk hingga sesi acara hampir habis, mereka sama sekali tidak menemukan seseorang yang sangat menonjol. Konglomerat misterius dan putrinya yang berulang tahun sama sekali tidak muncul. Hal itu membuat semuanya agak kecewa. Harapan tinggi ingin bertemu dan mengenal secara langsung, namun berakhir sia-sia.
"Sejak tadi aku tidak melihat siapa pun yang melakukan upacara pesta ulang tahun. Dimana pria kaya yang mengadakan pesta ini?" Tanya Selsa disela pembicaraan nya bersama keluarga Abimanyu.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu" Jawab Farhan, mengangkat kedua bahunya ke atas tanda tak tahu apapun.
"Aku rasa, acara ini sudah lama selesai. Disaat kita masuk di pintu istana, ada sisa bekas acara berlangsung. Aku rasa acaranya sudah dimulai sejak tadi dan kita diijinkan masuk setelah acara selesai" Sahut Cris yang memang menyadari sejak dia masuk ke ruangan pesta.
"Sayang sekali. Mereka pasti sudah pergi. Padahal aku ingin menemui pria kaya itu untuk berkenalan" Sambung Selsa dengan wajah kecewa.
"Sudahlah. Nikmati saja pesta yang ada. Lagipula, orang kaya sekelas dia memang sangat jarang bisa ditemui. Dia pasti di jaga dengan ketat oleh pengawalnya dan ajudan yang mendampinginya pasti juga banyak. Walaupun bisa, kita tidak akan bisa mendekatinya secara langsung" Jawab Cris.
Selsa dengan hati kecewa hanya bisa tersenyum manyun. Dia agak kecewa, padahal dia sudah mempersiapkan segalanya untuk bisa menemui pria misterius tersebut.
Keesokan harinya.
Semua orang nampak dihebohkan oleh beberapa berita pesta semalam.
Sementara itu, Deon sudah siap-siap akan pergi bekerja ke kantornya.
Pagi itu, semua orang nampak masih sibuk dengan aktifitas paginya masing-masing. Sedangkan Deon sudah berangkat bekerja pagi-pagi sekali sebelum semua orang bangun dan keluar dari kamarnya masing-masing.
Ditengah perjalanan. Deon seperti biasa mengendarai sepeda bututnya yang sudah kusam. Dia mengayuh dengan santai sembari menikmati pagi.
Namun, sesuatu yang aneh men-janggal dihatinya. Semua orang nampak menatapnya sembari menunjuknya dengan diselingi tawa. Deon agak aneh, lalu memeriksa penampilannya, siapa tahu mungkin ada yang salah pada penampilannya sekarang.
"Tidak ada yang salah. Kenapa mereka menertawai aku?" Gumam Deon dalam hati.
Sepanjang perjalan. Reaksi semua orang tetap sama. Namun Deon memilih untuk tidak peduli, sebab dia merasa tidak ada yang salah pada dirinya saat ini, jadi memilih untuk mengabaikan tatapan semua orang.
Sesampainya di kantor. Deon segera masuk ke aula kantor. Semua orang yang melewatinya juga bereaksi sama.
"Ada apa dengan mereka?" Gumam Deon sedikit kesal. Dia tidak melakukan apapun, tapi semua orang menganggapnya lucu dan menatapnya remeh.
Sesampainya di ruangan kerja. Seseorang menghampirinya tiba-tiba. Lalu mengejeknya dengan sengaja.
"Aku tidak tahu, kalau kamu lebih tidak tahu malu sekarang. Haha" Sindir pria itu. Sebut saja namanya Toni. Dia teman sekantor Deon yang sejak dulu memang tidak menyukai Deon.
"Apa maksud mu?" Tanya Deon tak mengerti.
"Alah. Jangan sok tidak tahu apapun deh. Kamu memang pria sampah, benalu, dan juga tidak tahu diri. Kamu gak lihat, semua orang menatapmu saat ini. Sudah miskin, tapi tetap aja nerobos masuk untuk merayakan ulang tahun putri sendiri di tempat orang lain" Sindir Toni lagi dengan sinis.
Deon agak bingung. Dia masih tak mengerti apa yang dikatakan Toni saat ini.
"Bicaramu asalan sekali. Aku tidak melakukan itu" Jawab Deon membela diri.
"Kamu pikir kami semua disini bodoh. Kamu gak lihat wajah kamu sudah viral di sosmed karena ulah mu semalam?" Tanya Toni dengan nada sinis.
"Cih. Sudah menumpang tapi tidak tahu diri" Lanjut Toni menyindir.
Deon segera mengambil gawainya dan melihat dengan segera di internet.
Setelah dia menemukan video yang beredar dan viral hari ini, dia mengetahui penyebab tatapan dan tawaan semua orang kepadanya sejak tadi.
Ada seseorang yang sengaja merekam videonya, dimana dia sedang membawa putrinya masuk dengan paksa ke dalam pesta namun di tahan diluar oleh para penjaga keamanan pesta, lalu sengaja meng-uploadnya ke internet.
Tatapan Deon berubah dingin. Darahnya mendidih bersamaan dengan kedua matanya yang mulai memerah.
Melihat Reaksi Deon sekarang, semua orang mulai menertawai Deon dan mengatakannya tidak tahu diri.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan dukungan dengan like dan komen di cerita ini 👍