NovelToon NovelToon
One Night Romance

One Night Romance

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Duda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi widya

Rasa sakit yang Maura rasakan saat mengetahui Rafa menikah dengan wanita lain tidak sebanding dengan rasa sakit yang kini dia rasakan saat tahu dirinya tengah hamil tanpa tahu siapa lelaki yang sudah membuatnya hamil.

Kejadian malam dimana dia mabuk adalah awal mula kehancuran hidupnya.

Hingga akhirnya dia tahu, lelaki yang sudah merenggut kesuciannya dan membuatnya hamil adalah suami orang dan juga sudah memiliki seorang anak.

Apa yang akan Maura lakukan? Apakah dia akan pergi jauh untuk menyembunyikan kehamilannya? Atau dia justru meminta pertanggung jawaban kepada lelaki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Maura beberapa kali mengecek ponselnya. Sudah hampir seminggu tapi tidak ada kabar apapun dari Fabian. Biasanya kalau dia tidak mengirim pesan atau menghubungi lelaki itu, pasti Fabian yang berinisiatif lebih dulu mengirimnya pesan menanyakan "debay nya ingin makan apa". Tapi ini sudah hampir seminggu tak ada satupun pesan yang Fabian kirim untuk dirinya. Bahkan panggilan masuk dari Fabian pun juga tidak ada.

"Kemana sih dia? Apa jadi dokter sesibuk itu?" Maura menggerutu kesal. Padahal dirinya juga seorang dokter, tapi sayangnya dia tidak pernah bekerja di rumah sakit. Hanya saat koas aja dulu dia bekerja di rumah sakit, itupun tidak sampai dua tahun. Tapi menurutnya tidak terlalu sibuk. Mungkin karena dia mengambil profesi dokter ahli gizi, jadinya tidak begitu sibuk melakukan ini itu.

"Padahal dia online." Gumam Maura. Dia mencebikkan bibirnya saat membuka aplikasi chat pada ponselnya dan melihat kontak Fabian tengah online. Itu artinya saat ini Fabian tengah memegang ponsel dan mungkin tengah mengirim chat pada seseorang.

"Apa dia kirim pesan sama mantan istrinya?" Tebak Maura yang tiba-tiba merasa cemburu Fabian masih bertukar pesan pada mantan istrinya. Apalagi diantar mereka sudah ada seorang anak. Pasti setiap hari selalu bertukar pesan, mengirim kabar menanyakan kondisi anak mereka

ARGHHH

Maura menggigit gemas ponsel miliknya karena kesal sendiri dengan pikirannya yang over thinking. Padahal diantar dirinya sama Fabian juga ada seorang anak walau masih di dalam kandungan. Tapi entah kenapa rasanya Maura tidak terima bila Fabian masih berhubungan dengan mantan istrinya itu.

"Menyebalkan!!" Umpat Maura kesal dan menunduk sambil mengusap perutnya. "Sayang, sekarang kamu nggak usah cari Papa kamu lagi ya. Kalau mau apa-apa bilang langsung sama Mama. Papa kamu sudah pergi, dia tidak lagi menginginkan kamu. Tapi kamu tenang aja, Mama akan selalu sayang dan cinta kamu melebihi apapun." Maura mengajak bicara anaknya yang masih berbentuk zigot. "Tidak seperti Papa kamu yang langsung melupakan kita." Lirih Maura yang kesal karena Fabian tidak ada kabar selama hampir seminggu ini.

Sebenarnya bisa saja Maura menanyakan keberadaan Fabian pada Anggie, temannya yang bekerja di rumah sakit yang sama. Namun tidak Maura lakukan karena pasti Anggie akan mengejeknya.

"Daripada kesal sendiri nggak jelas mending kita makan mangga muda aja yuk!!." Maura mengajak anaknya untuk makan mangga muda. Dia segera turun dari tempat tidur dan keluar kamar menuju dapur yang ada di lantai satu.

"Perasaan kemarin masih ada dua. Sekarang kok nggak ada." Gumam Maura saat tidak menemukan buah mangga muda miliknya. Dia mencari dan memilah isi kulkas untuk menemukan mangga muda yang kemarin dia simpan di dalam kulkas.

"Non Maura nyari apa?" Tanya Bik Mae yang melihat majikannya sibuk mencari sesuatu didalam kulkas.

"Bik Mae lihat mangga yang aku simpan kemarin nggak?" Tanya Maura yang masih saja mencari keberadaan buah mangga nya tanpa melihat kearah Bik Mae.

"Di ambil Tuan Muda, Non kemarin."

Jawaban dari Bik Mae membuat Maura menghentikan pencariannya. Dia berdiri dan menatap Bik Mae meminta penjelasan. Padahal kemarin dia sudah berpesan pada Bik Mae dan juga pelayan lainnya untuk tidak mengambil maupun memakan buah mangga muda yang dia simpan.

Bik Mae yang paham akan tatapan dari Nona Muda nya itupun menjelaskan. "Kemarin Tuan Muda sama teman-temannya mau bikin rujak. Berhubung mangga yang di pohon masih kecil-kecil juga belum bisa dimakan, jadinya Tuan Muda ambil yang ada di kulkas."

"Darimana dia tahu kalau di kulkas ada mangga?" Tanya Maura karena seingat dia tidak memberi tahu Attar kalau dirinya menyimpan buah mangga di dalam kulkas.

Bik Mae menggeleng kepalanya pelan membuat Maura kesal. Moodnya hari ini semakin berantakan saja. Dari pagi dia menunggu chat juga telepon dari Fabian yang tidak kunjung memberinya kabar. Sekarang saat dirinya ingin makan mangga muda justru mangga nya hilang ditelan adiknya sendiri.

Maura yang sudah bad mood memutuskan pergi keluar untuk mencari penjual rujak buah. Dia ingin sekali makan rujak buah yang isinya mangga muda sama jambu air. Dengan mengendarai mobil, Maura memutuskan pergi ke taman yang dekat dari rumahnya.

"Biasanya mangkal disini, tapi kok nggak ada ya." Maura tidak menemukan penjual rujak keliling yang biasanya mangkal di taman setiap sore hari. Maura turun dari mobil dan menanyakan pada penjual lain.

"Kalau hari Sabtu, biasanya dia mangkal di taman skjd dekat perumahan xyz." Ujar penjual batagor pada Maura.

"Terima kasih, Pak." Ucap Maura dan bergegas menuju taman yang dimaksud sama penjual batagor tadi.

"Itu dia!!" Seru Maura saat melihat penjual rujak ada ditaman yang dimaksudkan tadi. Raut wajahnya yang tadi nampak bad mood kini berubah menjadi cerah karena menemukan apa yang dia inginkan.

"Pak, mau rujaknya. Tapi dibanyakin mangga muda nya sama jambu air. Sama itu yang putih, bengkuang. Dua porsi ya, Pak." Maura langsung pesan dua porsi. Dia begitu senang hanya karena bisa makan rujak pada akhirnya.

"Siap Ning. Lagi hamil muda ya Ning?" Tanya si penjual rujak.

"Iya Pak, lagi ngidam." Jawab Maura jujur.

"Maura!!"

Sontak saja Maura menoleh saat ada yang memanggilnya, apalagi dia begitu kenal dengan suara itu. "Kak Rafa." Gumam Maura lirih. Dia begitu kaget Rafa ada di belakangnya. Apa Rafa dengar tadi apa yang dia katakan pada penjual rujak, pikirnya. Dia berharap Rafa baru datang dan tidak mendengarnya tadi.

"Siapa yang lagi ngidam? Kamu tidak lagi hamilkan?" Rafa menelisik penampilan Maura yang sedikit berbeda kali ini. Badannya sedikit berisi dan perutnya juga sedikit buncit, padahal dia tahu jelas kalau Maura selalu mengatur pola makannya. Dan sekarang membeli rujak dengan isian mangga muda yang banyak. Seperti wanita hamil, pikir Rafa mengingat perubahan penampilan Maura saat ini hampir sama persis seperti Kamila, istrinya.

Maura yang gugup hanya mampu tersenyum canggung. Karena Rafa belum tahu kebenarannya kalau dirinya saat ini tengah hamil. Hanya keluarga saja yang baru mengetahuinya, orang luar belum ada yang tahu, hanya temannya saja Amelia juga Anggie.

"Ini Ning sudah."

Maura seperti mendapatkan oase di tengah padang gurun yang tandus. Dia segera membayar pesanannya dengan selembar uang seratus ribuan. "Terima kasih, Pak." Ucap Maura pada penjual rujak. "Saya pulang dulu, Kak." Pamit Maura pada Rafa dan buru-buru pergi sampai melupakan mobilnya.

"Eh Ning!! Kembaliannya!!" Teriak penjual rujak karena Maura sudah keburu pergi padahal belum dia kasih kembalian.

"Buat bapak saja. Dia tadi adik saya." Ujar Rafa meminta penjual rujak itu menyimpan uang kembalian. "Saya juga pesan rujaknya 2 bungkus, mangga muda semua."

"Mas nya sama adiknya sama-sama ngidam ya. Kok kompak banget beli rujaknya isinya mangga muda semua." Penjual rujak itu nampak sekali ingin tahunya.

"Istri saya memang ngidam, ini juga istri saya yang minta dibelikan. Kalau adik saya, darimana bapak tahu kalau dia ngidam?" Tanya Rafa penasaran karena sudah lama sekali dia tidak bertemu Maura.

"Si Ning nya sendiri tadi yang bilang."

Kaget. Tentu saja Rafa kaget mendengar jawaban dari si penjual rujak. Maura yang setahu dia tidak ikut pergaulan bebas juga tidak begitu dekat dengan laki-laki kenapa bisa hamil. Dan dia juga belum menikah. "Maura hamil sama siapa?"

🍁🍁🍁

Makasih yang sudah mampir dan masih setia dengan karya receh Author 😊

Minta maaf dulu lah sebelumnya 🙏🙏

Untuk seminggu kedepan Author up bab nya sehari 1 dulu yaa. Author ada tugas untuk seminggu kedepan.

Tapi tetap Author usahakan up meski satu bab.

Makasih!! Big hug 🤗

1
Ray Aza
knp hrs sll rafa.. ga tau cerita ttg dia tp udah ilfeel aja ama tokohnya. klrganya jg bikin ilfeel
Riya Ertoce
cukup bikin mata perih
Riya Ertoce
lanjut
Riya Ertoce
jd penyimak saja
4L1
Luar biasa
Ismawati Iis
Kecewa
Meli Susyanti S
kisah ayahnya Maura ada gak thor
Evy
Tidak dikasih jodoh Thor Pamannya Maura... kasihan juga jadi bujang lapuk..
Evy
Bisanya ngancam aja...
Evy
Dr Rafa yang iri... cinta tak kesampaian...
Evy
wah...ada yang julid...
Evy
Apa anak yang dari pernikahan yang sah itu bukan anak kandung Fabian..
Wulan Sari
Luar biasa
Sudarto Juwana14
siapa sih yang naruh bawang disini...
Sudarto Juwana14
kan bumil perasaannya sangat sensitif jadi harap maklum🙏
Sudarto Juwana14
keren Fabian semangat selalu jangan kasih kendor untuk cita-cita muliamu💪👍
Sudarto Juwana14
mungkin dokter Bian sama-sama lagi ada masalah
Zikran Zikran
Luar biasa
Yeni Fitriani
rafa sok sok an menuntut fabian utk tanggung jawab ats maura.....basiii rafa gak ush sok perduli wong cinta tulus maura 13 th sj lu PHP in......klo jd maura mending klo ketemu rafa pura2 gak kenal aja biar otak rafa bisa kembali mikir.
Yeni Fitriani
fotonya cowok cewek nya cocok bet utk jd pasangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!