NovelToon NovelToon
Talak Tiga Dari Suamiku

Talak Tiga Dari Suamiku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Poligami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Tamat
Popularitas:331.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hujan Reda

Binar harus menikah dengan Gian, anak dari sahabat almarhum Ayahnya. Setengah tahun dari pernikahan Binar dan Gian, Ayah Gian meninggal.

Saat menjelang empat puluh hari kematian Ayahnya, Gian menikah secara sirih dengan Sarah, pacarnya semasa kuliah tanpa sepengetahuan Binar.

Binar yang mengetahui itu sangat terpukul, pasalnya dia sangat menghormati Gian sebagai suaminya, namun kali ini Gian menghianatinya.

Akankah Binar mempertahankan rumah tangga wasiat dari Ayahnya atau menyerah atas rasa sakit yang di berikan oleh Gian yang ternyata tidak pernah mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hujan Reda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Binar. Aku gak mau calon istriku di sakitin lagi sama dia atau siapapun. Gak ada yang berhak nyentuh kamu. Gak ada yang boleh perlakuin kamu gak layak kaya gitu. Kamu gak berhak dapet perlakuan gak adil Binar. Jangan tanya kenapa."

"Kak?"

"Jangan tanya kenapa."

"Bukan."

"Terus?"

"Aku emang udah bilang kalo aku mau nikah sama kamu?"

"Emang kamu gak mau?" tanyanya balik.

Aku terdiam. Tidak bisa menjawab iya, dan tidak bisa pula menjawab tidak.

"Siapa peduli sama jawaban kamu Bin?" tanya kak Fatur dengan tawanya.

"Maksudnya kak?"

"Iya. Lagian kamu mau atau enggak, itu urusan nanti. Aku juga mau menikahi mu saat anak itu lahir. Tidak sekarang."

Aku terdiam. Menatapnya yang juga menatapku dengan tatapan yang lebih dalam.

"Tenang. Sembilan bulan sebentar kok. Aku bakal tetep nikahin kamu sama nyiapin semuanya. Termasuk nyiapin hati kamu Bin. Aku bakal usaha supaya kamu bisa sayang aku."

Kak Fatur sungguh-sungguh dengan ucapannya?

Ku rasakan sentuhan halus di kepalaku. Lengan kekar itu terus menelusuri tiap helai rambutku. Memberikan rasa nyaman dan aman.

Ku buka perlahan kedua mataku, ruangan dengan lampu samar-samar mengisi penuh pandanganku. Aku mencoba mengingat apa saja yang sudah terjadi.

Ah iya, aku ingat. Setelah selesai makan, aku berbincang ringan dengan kak Fatur. Membicarakan banyak hal-hal menyenangkan. Dia membacakan satu cerita hingga aku tertidur.

"Tapi kamu tahu gak kalo di bulan itu sebenernya ada putri yang suka melihara kucing?" tanya kak Fatur.

Aku menggeleng sambil terkekeh. "Emang ada?"

"Ada, mau lihat gak?"

"Mau dong."

"Nanti, harus waktu bulan purnama."

"Emang iya?"

Kak Fatur mengangguk. "Iya lah. Tapi syaratnya harus lihat bareng aku."

"Kenapa gitu?"

"Nanti dikira bulan, malah kamu tuan putri nya. Kalo kamu di ambil ke bulan kan aku yang repot. Gak bisa ngejar."

Aku tertawa. "Ya kejar aja pake pesawat kak."

"Gak bisa lah." Kak Fatur mengacak rambutku gemas. "Soalnya aku gak punya sapi terbang. Kalo pake pesawat gak bisa. Harus sapu terbang Binar."

Aku menggerakkan kepalaku dengan pelan supaya kak Fatur tidak terbangun. Sekarang wajahku menghadap wajahnya yang juga sedang tertidur lelap.

Kak Fatur tidur dengan posisi duduk, dan kepala ia tidurkan di kasurku. Tangannya masih saja mengelus kepalaku. Entah dia benar tidur atau tidak.

Ku perhatikan wajahnya dengan seksama di bawah sinar lampu yang redup ini. Kak Fatur sangat tampan. Bahkan dia lebih tampan dari pada Mas Gian.

Eh? Kenapa aku membandingkan?

Lagi pula aku sudah tidak peduli dengan lelaki itu. Terserah sudah apa yang ingin dia lakukan. Aku sudah tidak peduli.

Wajah kak Fatur begitu teduh. Ternyata dia memang benar-benar menjagaku. Padahal ada sofa panjang yang bisa ia gunakan untuk tidur, tapi dia memilih duduk dan tidur di kursi ini.

"Kak ..." ucapku pelan. Aku tidak tega melihatnya tidur seperti ini. Badannya akan sakit ketika bangun nanti.

"Kak Fatur ..."

Ku sentuh lengannya yang berada di kepalaku. "Kak Fatur, bangun yu. Kakak jangan tidur di sini."

"Hmm ... " gumamnya.

"Bangun kak, pindah tidurnya jangan di sini."

"Hey, kamu ko bangun? Tanganku bikin kamu bangun ya?"

Aku menggeleng. "Enggak. Kakak pindah ya, jangan di sini. Badannya nanti sakit."

Dia kembali mengelus kepalaku dengan senyumnya. "Enggak. Nanti kalo kamu kenapa-napa aku jauh Bin. Udah kamu tidur lagi aja ya, aku di sini ko."

"Aku gak kenapa-napa kak. Aku udah sembuh ko. Kakak di sana aja ya tidurnya," titah ku sambil menunjuk sofa yang berada tak jauh dari belakang kak Fatur.

"Iya oke kalo kamu udah gak kenapa-napa. Tapi kalo nanti kamu butuh apa-apa gimana?"

"Engga kak, gak bakal. Aku juga tidur ko."

Kak Fatur terdiam cukup lama. Sepertinya yang dia pikirkan cukup berat ya? Padahal hanya aku suruh pindah tempat tidur. Hehehe ... kak Fatur sangat berbeda dengan Mas Gian.

Lagi-lagi kenapa aku membandingkan Mas Gian dengan kak Fatur? Ah Binar.

"Enggak ah," ucapnya singkat padat dan sangat jelas.

Aku terkekeh. Sudah tahu kalau itu yang akan dia jawab. Aku menggeser kan tubuhku, menyisakan ruang di sebelahku. "Ya udah. Kakak tidur samping aku aja."

Apa yang sedang aku pikirkan?

Ku lihat wajah kak Fatur terlihat sangat kaget. Tidak tahu jelasnya bagaimana karena ruangan ini lampunya samar-samar.

"K-kamu serius?"

Aku mengangguk. Tak apa kan?

"Sini." Aku menepuk ruang kosong di kasur ini. Kak Fatur terlihat kikuk tapi dia menurut. Terdengar decitan ranjang rumah sakit ini saat kak Fatur naik. Dia membaringkan tubuhnya di sampingku. Menghadap ku.

"Gak apa-apa emang Bin?"

"Gak apa-apa. Dari pada kakak tidur di sana. Sakit badannya loh nanti."

Ia tersenyum. Perlahan menutup matanya. "Tidur Bin, aku sayang kamu."

Senyumku mengembang. Apa yang sedang aku pikirkan sebenarnya? Aku bahkan belum mengurus perceraian ku dengan Mas Gian di pengadilan. Sekarang aku sudah tidur satu ranjang dengan lelaki lain.

Apa ini akan baik-baik saja?

Kenapa aku harus memikirkan Mas Gian di saat-saat seperti ini? Ah seharusnya aku tidak usah peduli. Saat masih menikah denganku mungkin Mas Gian tidak hanya tidur seranjang dengan wanita lain.

Ku tatap wajah tenang kak Fatur yang sudah terlelap itu. Dia sangat baik. Lebih dari baik bahkan. Andai aku bertemu dengannya lebih cepat. Andai aku tidak bertemu dengan Mas Gian terlebih dahulu.

Perlahan tanganku mengusap wajah tenangnya itu. Kalau boleh jujur, dia memang sangat tampan.

"Hmm? Binar? Ada apa? Ko belum tidur?"

Segera ku jauhkan tanganku dari wajahnya. Apa yang baru saja ku lakukan? Itu cukup kelewatan Binar!

"E ... e-enggak. Ini mau tidur kak," ucapku cepat.

Dia terdiam. Menatapku dengan tatapan yang aku saja tidak tahu maksudnya apa. Kak Fatur menggenggam tanganku dengan sangat kuat. Ia bawa tanganku pelukannya.

"Tidur ya Binar. Harus banyak istirahat, biar besok bisa pulang."

"I-iya kak."

Kak Fatur kembali menutup kedua matanya. Dia sangat lelah. Memang akan lebih lelah orang yang menjaga orang sakit di banding orang sakit itu sendiri.

Kalau tidak ada kak Fatur, mungkin aku akan mengurus diriku sendiri.

Kalau di pikir-pikir. Aku bisa setenang dan sekuat ini, mungkin karena adanya kehadiran kak Fatur. Aku merasa ada orang yang peduli denganku.

"Makasih banyak ya kak. Kalo kakak gak ada mungkin aku gak bakal setegar ini."

"Bin, aku bakal terus ada di sini. Aku sayang kamu."

1
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
mungkin dia sok baik di depan orangtuamu dlu, sampai sifat aslinya ajaa orangtuamu gak tahu.. padahal kasar banget sama istri.. baik darimananya😤
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
perkara belanja sayur doang bambanggg😤
Haerul Anwar
tolol author nyabjuga tolol
devi aryana
Luar biasa
Mak Nab
biar mampus dgn bodoh
Mak Nab
padan muka sbb bodoh
Adinda
jadi cewek jangan bodoh apalagi udah di KDRT dihina dicaci maki
MOMMY
emang nya Binar ini mudah sangkut
dn mudh lengket..mestinya Binar inijaga jarak dari mna2 lelaki kok mudh ya dpegang tangn nya Adeeeh...terlalu senang dhmpiri
MOMMY
sama
Sofhia Aina
Salam.....hai thor kok lom hujan lagi nie 😃😃😃😃😃😃😃
Sofhia Aina
Hahaha......hujannya mana.......tak kunjung juga nie hujan.......
Sofhia Aina
LANJUT.......LANJUT......LANJUT........

💪💪💪💪💪💪💪
Sofhia Aina
Salam........kok Bintar yg mengalah trs baru je merasa bahagia and kasih sayang da terluka lagi.....jadohnya msdih samar² nie
Sulfia Nuriawati
lanjut g nih dah lama kali g up
Sukliang
fstur yg nikah dg tia
Amalia Gati Subagio
poor hormon kehamilan, utk perempuan dgn kegilaan 😇otw waras dong, cape baca mentak mentok dikibulin, aku yg bca... lo yg sengaja rekayasa ngibul hidup lo
Nurainun Harahap
binar GK tegas.plinplan.
carmellallsya
bagus banget ceritanya kak, sampai nangis aku bacanya😭.
lanjut kak semangat terus up nya... penasaran Banget😁
Hanisah Nisa
semangat...
Arie
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!