NovelToon NovelToon
Love Is Not Based On Bibit Bebet Bobot (But Lillaahita'Alaa)

Love Is Not Based On Bibit Bebet Bobot (But Lillaahita'Alaa)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:514.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Oot Nasrudin

Judul: "LOVE IS NOT BASED ON BIBIT BEBET BOBOT" [Linbo BBB]

Pada umumnya, cinta selalu memandang harta, tahta, dan kasta. Lalu, bagaimana dengan Khumaira? Seorang gadis biasa, tidak kaya, dan berasal dari keluarga yang amat sederhana. Yang tengah patah hati lantaran bibit-bebet-bobot yang tidak sepadan. Adakah kiranya seseorang yang akan mencintai dia tanpa melihat latar belakangnya?


Dari sinilah, kisah "Love Is Not Based On Bibit Bebet Bobot" bermula ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oot Nasrudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Ingin Tahu

☕🍜Saat seorang diri, aku sibuk meramu obat. Untuk menyembuhkan lukaku sendiri yang sakitnya teramat sangat. Mungkin kau bertanya, mengapa tak mencoba terbuka? Bagaimana bisa aku menceritakan luka yang ku punya? Sedang aku tahu banyak manusia bermuka dua🍜☕

“Hati-hati di jalan ya, Nak Juan,” ucap pria yang sebelumnya disebut Pak Tua oleh Juan. Pak Tua itu bernama Burhan. Saat di dalam masjid mereka menyempatkan diri untuk berkenalan sebelum tausiyah berlangsung.

“Iya, Pak,” jawab Juan sembari mengenakan alas kaki.

Bapak-bapak yang lain melempar senyum padanya, sebagai bentuk pamit sebelum mereka meninggalkan Juan untuk kemudian pulang ke rumahnya masing-masing.

Akhirnya, Juan benar-benar mengikuti tausiyah dan disambung pelaksanaan sholat ‘isya—berkat ajakan Burhan.

Para jama’ah sudah beranjak meninggalkan Masjid, menyisakan imam sholat dan satu orang jama’ah yang masih berada di dalam. Mungkin hendak melakukan tambahan ibadah lain. Seperti membaca Al-Qur’an, misalnya.

Setelah mengikuti tausiyah dan sholat ‘isya, Juan merasa harus segera pulang. Ada sesuatu yang terasa mengganjal di benaknya.

Pria gondrong itu sudah selesai memasang alas kaki. Dia pun beranjak meninggalkan Masjid menuju di mana mobilnya diparkirkan.

***

Malam belum larut, Juan telah tiba di rumahnya. Benar saja, setelah keluar dari masjid dia memutuskan untuk langsung pulang.

Begitu masuk, dia langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya. Sapaan Maria hanya dijawab singkat.

Di ruang kamar bernuansa serba gelap, hanya lampu tidur yang menyala. Cahaya lampu yang temaram menampakan seorang pria gondrong tengah merebahkan tubuhnya ke ranjang.

Dia menatap langit-langit kamar dengan suatu pikiran yang mengganjal. Sebuah pikiran hasil dari mengikuti tausiyah di masjid tadi.

“Isra’ Mi’raj?” gumamnya.

Dia memejamkan mata. Mencoba mengingat kembali apa yang disampaikan oleh seorang ustadz dalam tausiyahnya.

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-NYA pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra’ 17:1)

27 Rajab tahun ke-10 Kenabian. Manusia yang teramat mulia dan terpilih diperjalankan dari bumi menuju langit ketujuh dalam waktu semalam. Dengan tunggangan hewan disebut Buraq, yang satu langkahnya sejauh mata memandang.

Dibawanya dia menuju Sidratul Muntaha untuk menjumpai Yang Maha Kuasa. Kemudian kembali turun dengan membawa suatu ketetapan untuk umatnya. Yakni, sebuah perintah sholat 5 waktu.

Peristiwa itu dinamakan Isra’ Mi’raj. Secara istilah, Isra’ adalah perjalanan Rasulullah SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina). Sedangkan Mi’raj adalah naiknya Rasulullah SAW ke Sidratul Muntaha.

“Sosok yang selalu dimuliakan oleh orang Islam itu bernama Muhammad,” lirih pria yang tengah berbaring di ranjang.

Sedari tadi dia terus mengingat-ingat isi tausiyah yang dia ikuti. Rupanya, itulah yang membuat dia memutuskan ingin segera pulang.

Dia terdiam, tampak berpikir. Sebuah pertanyaan muncul dalam hatinya, "Papa juga, kan?"

Juan menarik napas panjang, lalu dihembuskan perlahan.

Tangannya bergerak meraih ponsel dari saku celana. Kini, ia berganti posisi tengkurap. Mulai menggerakan ibu jarinya pada layar gawai.

Bukan menghubungi papanya (dugaan pembaca salah). Ia menuju aplikasi KamuTube, mengetik sesuatu yang ingin dia cari. Ingin mencari tahu lebih dalam sesuatu yang menjadi beban pikirannya saat ini.

Berjam-jam sudah dia berkutat pada pencariannya. Banyak sekali konten tentang ceramah Isra’ Mi’raj yang dia simak. Membuatnya lupa diri menyimak video-video yang ia temukan hingga lewat tengah malam.

Jawaban demi jawaban tak pernah cukup untuk memuaskan pertanyaannya. Suatu peristiwa yang tetap saja masih belum bisa ia yakini. Sangat di luar nalar manusia. Dia tak kunjung percaya meski sudah banyak ia telusuri.

Juan dididik menjadi seorang kristiani sejak kecil oleh Maria, hingga kini usianya menginjak 28 tahun, ia adalah seorang kristiani. Maka, peristiwa tentang Isra’ Mi’raj ini bukanlah hal yang mudah untuk membuatnya percaya begitu saja.

Dia terus mencari dan mencari. Mengapa dan mengapa. Tak pernah cukup. Dia tidak tahu, atau lebih tepatnya belum tahu. Bahwa, untuk mempercayai peristiwa Isra Mi’raj, seseorang itu hanya butuh yang namanya Iman.

Sekali lagi, Juan adalah seorang kristiani. Sangat awam dan masih jauh untuk mampu memahami dan menerima tentang apa saja di dalam Islam.

Tapi, dia tidak menyerah. Dia terus ingin tahu. Penasaran dan penasaran. Kisah Isra’ Mi’raj yang bermula dia dengar dari tausiyah di Masjid seberang kedai di kota Metropolitan itu, sukses menyita pikiran dan perhatiannya.

Bahkan, ia sampai melupakan sejenak segala ingatan tentang gadis yang sebelumnya kerap bergentayangan di kepalanya.

Pandangan dan pikiran Juan masih berkutat pada layar gawainya. Tak peduli malam yang telah menyentuh pergantian hari.

Kelopak matanya berkali-kali ingin memejam. Tapi dia terus menolak. Hingga akhirnya ia menemukan video rekomendasi berjudul Sholawat Tentang Isra’ Mi’raj.

Ibu jarinya menyentuh video itu. Dia mulai menyimaknya. Dalam video tersebut terdapat juga terjemahannya.

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

ياامـــام المجهدين يــارسول الله

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

يانـــاصر الهدى ياخير خلق الله

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

يانـــاصر الحق يـــارســول الله

الصـــــلاة والســـــلام عليــــك

يـــامن اسرى بك المهيمن ليـلا

نلت مـــا نلت والانــــام نيـــــام

وتقدمت للصـــــلاة فصـــــــلى

كل من فى السمـاء وانت الامام

والـى المنتهى رفعت ڪـريمــا

وسمعت نــــداء عليـك الســـلام

يـــــــــاڪــريــــــم الاخــــلاق

يــــــــــــــــــارســـــــــــول الله

صـلـى الله عليــــــــــــــــــــــك

وعلـى الك واصحــابك اجمعين

Artinya:

"Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

Duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulallah.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

Duhai penolong kebenaran, ya Rasulallah.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu.

Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi.

Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur.

Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam. Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemuliaanmu.

Dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu.

Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah.

Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu.

Atas keluargamu dan sahabatmu"

Sepanjang mendengar lantunan sholawat itu, hatinya tersentuh. Jiwanya sedikit bergetar. Alunan sholawat Tarhim ciptaan Syaikh Mahmud Khalil Al-Khusshary ini memang sangat enak didengar, merdu, dan menyentuh hati.

Sholawat yang sangat melegenda di tanah air. Pertama kali dipopulerkan di Indonesia melalui Radio Yasmara, Surabaya pada akhir tahun 1960an.

Seruan sholawat ini biasanya dikumandangkan beberapa saat sebelum masuk waktu subuh, terutama pada bulan Ramadhan.

‘Sangat indah, lebih indah dari suara pemimpin sholat tadi,' desisnya dalam hati.

Dia terdiam lagi. Ibu jarinya sudah berhenti menyentuh layar ponselnya. Kelopak mata terasa semakin berat. Tak mampu lagi menahan beban kantuk.

Pluk!

Ponselnya jatuh ke kasur. Disusul kepalanya yang berambut gondrong. Dia sudah tak sanggup menahan kantuk.

Akhirnya, pria gondrong berusia 28 tahun itu, terlelap dalam keadaan tengkurap.

***

1
T.N
eemm... morus 🤭
matcha
duuh mbk Maira ini kalem2.. sindirannya kyk sabetan pisau.. wkwkwk
Santi Herman
bagus
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Cancer
😄 aku suka gaya maira
hoomano1D
bukan meminang cucu kali thor,
menimang alias menggendong..
meminang kan tugasnya juan
hoomano1D
maaf ya thor, gw adalah golongan pembaca yg selalu bahagia. kalo gak bahagia, gw udh uninstall apk nt ini
hoomano1D
yg janji gw ada bukunya. emang keren
hoomano1D
umbel sing kuning keijoan kayane
hoomano1D
hmmm.,
malah curcol
hoomano1D
eh, bukannya punten yak?
hoomano1D
gw anggota klub tinggal baca aja nggak usah protes
hoomano1D
ganti namanya:
calon author famous
ASA
Part ini sungguh 🥺🥺🥺
ASA
masih betah di sini
Hamano Michiyo
wahh thor,,gimana caranya nyusun kata2 sebagus itu??bisa baginya ilmunya gak thor?
jadi inget sama novel lawas..yg percakapannya emang dikit dan lebih bnyk narasinya...tapi setiap kalimatnya bermakna banget....
ApriL
sukaa 🥰🥰 auto pencet favorit..
gulaJawa🐏
hiyayyay baca lagi di tahun 2022,
nyari judulnya susah, gak inget full judulnya,, yg ke inget cuma bibit, bebet, bobot😆 syukur Alhamdulillah ketemu🥺

kk othor bikin karya lain Napa di noveltoon ini🙏😍, sungguh cara penyampaian ceritanya 👍 the best.

ya udah segitu aja deh cuap2 nya
sehat2 ya kakak author 🤗🌵
salam dari green💚🌵
assalamu'alaikum 🙏🤗
Ani Dyah
masih kurang "kue satu" oleh2nya 👍
Ani Dyah
kota beriman....kebumen kah? 😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!