Pengkhianatan Suaminya disaat yang Laras hamil, merupakan langkah awal kehidupan bahagia Laras yang sesungguhnya karena setlah Suaminya menceraikan Laras, dia menikah dengan Pengusaha Sukses yang merupakan Boss dari mantan suaminya dikantor.
Kehancuran rumah tangga Laras berawal dari Kegatelan seorang wanita muda bernama Sandra yang sangat licik dan penggoda dari laki-laki yang ada di sekeliling keluarga Laras.
Setelah mereka bercerai, suami Laras, Bobby akhirnya menikah dengan sang pelakor, Sandra yang ternyata mencari keuntungan dari beberapa pria yang lain, termasuk dengan kakak ipar Boobby.
Bagaimana kisah mereka? Banyak yang terjadi diantara mereka bertiga, dan kisah Sandra yang membagi tubuhnya dengan laki-laki lain selain Bobby!
Ikuti Kisah "DUSTAMU...Berkah Bagiku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KARIANGAU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBOHONGAN SANDRA!!
Bab 25.
"Kamu kok marah sama aku??" Sandra tak terima telah diomelin oleh Bobby dan kesaltelah dibentak.
"Aku bilang diam ya diam!! Kamu itu sok tau!" Bobby kembali membentaknya.
"Jahat kamu mas!!" Sandra langsung berlari ke kamar dan membanting pintu kamar saat menutupnya.
BRAKK
"Hei! Nanti rusak pintunya!" Bobby marah mendengar suara keras dari pintu yang dibanting. Dia berdiri dan masuk ke dalam kamar.
"Kamu kalau tidak mau tinggal sama aku, silahkan pergi dari sini! Aku muak dengan kelakuanmu!!" Bobby membentak lagi. Sandra berdiri dari kasur dan masih menangis.
"Kamu jahat! Baik aku pergi dari sini! Jangan cari aku lagi!"sahutnya dengan pipi yang sudah berlinang dengan air mata.
"Ya sudah sana pergi, aku nggak butuh kamu! Pergi sana!" Bobby kesal dengan bantahan Sandra yang mengancam.
"Baik, aku akan pergi! Aku tidak akan kembali lagi!" Balas Sandra kesal.
"Bawa semua barangmu, aku tidak membutuhkanmu lagi!" Bobby keluar dari kamar. Sandra langsung membawa semua baju-bajunya dari lemari dan langsung pergi tanpa pamit, keluar dari rumah Bobby. Lemari yang berantakan membuat Bobby harus membereskan kembali. Pada saat dia membetulkan alas koran di lemari nya, ada sebuah buntelan tisue yang menarik perhatian Bobby. Dia mengambil tisue itu dan membuka buntelannya.
"HAH! APA???!! SIapa Yang Hamil??" Bobby kaget saat melihat isi di buntelan tisue di tangannya.
"Ibu..Ibu...Ibu!!" Bobby memanggil Ibunya dan berjalan keluar dari kamar.
"Apa sih, Bob! Ngagetin ibu aja!"
"Ini bu lihat!" Bobby menunjukkan sebuah testpack bergaris dua.
"Ya Allah, ini punya siapa?" Ibu kaget melihatnya.
"Apa ini punya Sandra, bu?" Bobby bingung.
"Hm, bisa juga punya Laras. Tak mungkin punya Sandra! Dia tidak menunjukkan gejala hamil kok!" Ibu membantahnya.
"Ibu...Kan Sandra memang agak kurus, jadi dia tidak terlihat perutnya kalau sedang hamil muda!" Bobby kepikiran terus ke Sandra.
"Hm, ya coba saja tanyakan dulu ke Sandra. Sana uber dia!" Ujar Ibu menyuruh Bobby agar bergegas.
"Iya bu, Iya bu..." Kemudian Bobby langsung mengambil kunci mobil nya dan melajukan mobilnya ke keluar rumah menuju ke jalan raya. Bobby melihat Dia asedang menangis dipinggiran jalan sambil duduk di tong sampah dari beton. Mobil Bobby diberhentikan dan turun dari mobil.
"Sandra maafkan aku!" Sandra bergeser dari tempat dia berdiri.
"Pergi sana! Aku sudah tidak mau lagi berhubungan dengan kamu! Pergi!" Sandra berteriak sambil menangis.
"Sudahlah Sandra, aku minta maaf ke kamu. Aku tidak mau kehilangan kamu lagi dan bayi kita!" Balas Bobby dengan merayu
"Sana Pergi!"
"Bayi siapa yang dia maksud? Apa dia sudah menemukan testpact yang ada di dalam tisue itu? Kan sudah aku umpetin dibawah koran! " Bathin Sandra yang bimbang.
"Mending aku kerjain aja dia dan Ibunya, lumayanlah pasti dia menjagaku dan memanjakanku!" Bathin Sandra lagi dan dia berakting menangis lebih keras lagi.
"Ayolah, aku mendambakan sekali anak itu, itu anakku kan, Sandra?"
"Aku capek hadapi kamu mas! Apakah kamu akan sama memperlakukanku dengan Laras? Kamu mau membuangku! Sedangkan aku sedang mengandung anakmu dan kamu lebih memikirkan Laras daripada aku??!!" Sandra sedang memerankan peran penting dalam hidupnya.
"Bukan begitu, Sandra. Ayolah, aku akan segera menikahimu dan kita akan hidup bahagia bersama anak kita!"
"Masa bodoh! Kamu tidak pernah memikirkan perasaanku, tidak peduli dengan keadaanku! Kamu egois! Huuuuuhuuuu..." Sandra mengencangkan suara tangisnya.
"Ayo sayang, kita pulang, aku minta maaf. Ayo sayang," Bobby merangkul Sandra dan berjalan ke dalam mobil.
Setelah duduk di dalam mobil, Bobby mengangkat koper Sandra ke dalam mobil. Sampai dirumah ibu menyuruh Sandra duduk.
"Sandra, ini bener punya kamu?" Ibu menyerahkan tespack itu ke Sandra.
"Hmmm...Iya bu," Sandra menundukkan kepalanya.
"Kamu kenapa tidak bilang Ibu dan Bobby, jadi kita berdua bisa menjaga kamu supaya tidak kecapean. Lagi pula kamu harusnya tidak sering pergi ke mana-mana!"
"Iya bu, aku tidak mau menyusahkan Ibu dan mas Bobby. Saya tau kalau aku disini hanya menyusahkan kalian berdua." Sandra sengaja berbicara dengan lembut menarik simpati Ibu.
"Tapi, kalau nanti ada hal-hal yang membuat kandungan kamu keguguran, kan kamu sendiri yang rugi!" Ibu kesal karena ketidak terus terangan Sandra.
"Bobby, kamu keluar sana beli makanan. Ibu lapar sekali. Gara-gara Laras dan Satria, kita jadinya kelaparan!" Ibu kesal mengingat kejadian tadi.
"Iya bu, aku keluar dulu. Kamu istirahat saja dulu sayang dikamar. Aku sudah rapikan kembali bajumu di lemari."
"Terima kasih mas..Uweekkkk...uweekkk.." Sandra tiba-tiba mual dan ingin muntah. Dia lari ke kamar mandi dan pura-pura muntah disana. Dengan
langkah gontai seakan dirinya lemas, Sandra berjalan ke kamarnya, Bobby memegang bahu Sandra sampai di kasur dan Sandra rebahan.
"Kamu disini saja rebahan dulu. Aku mau beli makan. Kamu mau makan apa?" tanya Bobby.
"Belikan aku sate ayam dan steak mas! Aku pengen makan steak!" Sandra memanfaatkan keadaan agar bisa makan kesukaannya.
"Hm, oke, nanti aku belikan. Sekarang kamu istirahat saja dulu, ya." Bobby berjalan keluar kamar menuju ke mobil. Sejam kemudian Bobby membawa makanan yang Sandra pesan, sekaligus untuk Ibu dan dirinya. Setelah menyediakannya di meja makan, mereka makan bersama. Hp Bobby berbunyi dan ternyata Mira telpon ke Hp Bobby.
["Halo. Bob, kamu dimana?"]
["Aku di rumah. Baru beli makan, Sandra lagi hamil!"]
["Hah, hamil? Taunya darimana kalau dia hamil?"]
["Sebentar, aku keluar dulu!"] Bobby berdiri dan berjalan ke teras.
["Aku menemukan testpack dilemari. Sandra umpetin itu supaya tidak ketauan!"]
["Kamu yakin itu punya Sandra dan bukan punya Laras?"]
["Hm, kenapa kamu menyangka ke Laras?"]
["Maksudmu apa, Mira?"[
["Maksudku jelas Bobby. Kamu kan tau, kalau Sandra bulan kemarin itu waktu aku masih dirumah, dia kan masih mens. Moso sekarang hamil? Palingan baru dua minggu lalu aku pulang kembali ke rumahku. Kamu harus mulai pintar, Bob!"]
["Hm, iya juga ya, aku akan selidiki terus deh, soalnya dia memang mengaku kalau tespack itu memang punya dia!"]
["Kamu selidiki dulu, sebelum kamu memperistrinya!"]
["Iya Mira, terima kasih."] Bobby masuk ke dalam kembali dan duduk kembali di kursi makan.
"Siapa mas? Mbak Mira ya?" tanya Sandra sambil mengunyah makanan.
"Iya, dia titip salam ke Ibu dan kamu. Kaget dia kalau kamu hamil, dan ucapkan selamat katanya!"
"Mas yang penting kita menikah dulu. Makin lama kan kandunganku akan semakin besar. Nanti kalau menikah sudah membesar kita malu, mas!"
"Hm, ya deh, kita atur, tapi paling cepet juga dua bulan lagi. Aku akan sering keluar kota masalahnya. Proyek baru dari kantor skala besar, jadinya dua bulan ini aku akan super sibuk!" jawab Bobby.
...
...
BERSAMBUNG
mngkin bisa direvisi kembali atau untuk novel selanjutnya bisa lebih diperhatikan kembali untuk penulisannya supaya pembacs lebih nyaman 🙏🏻
terima kasih & tetap semangat menulisnya 💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹
atau bang mas? hehe