Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang penolong
Nasib pilu yang dialami oleh Ayu karena kekerasan Lisa membuat wajahnya membengkak babak belur. Darah yang mengalir dari bagian pelipis kirinya merembes di sela-sela rambutnya dan membasahi pipi serta hidungnya tampak sudah mengering begitu juga darah yang keluar lewat celah-celah bibir kanannya hingga menimbulkan bau anyir.
Kedua netranya yang bengkak dan membiru masih terpejam, jari jemari kurusnya bergerak pelan turun naik tanda dia sudah bangun dari siuman.
"Aaaawww," keluhnya kesakitan sambil berusaha untuk bangkit dari tidurnya.
"Bunda... hiksss huuuu, bantu Ayu keluar dari sini hiksss hiksss huuuu. Ayu gak sanggup lagi." isak Ayu lirih sambil berlinang.
Ayu merangkak ke arah tempat tidur, dia menatap jendela kaca yang cukup lebar di kamar itu dengan mata bengkak nya yang menyipit. Perlahan dia terus merangkak mendekati jendela.
Saat ini harapannya cuma satu keluar dari apartemen ini dan pergi sejauh mungkin dari dua orang iblis yang menyiksanya atau dia akan jatuh dan mati dari lantai 7 apartemen Rudi.
"Ya Allah jika aku hidup akan ketemu ayah tapi jika memang Ayu harus mati bukan bunuh diri Ayu ingin ketemu Bunda dan de Queen. Maafin Ayu ya Allah." bisiknya lirih terus merangkak mendekati jendela.
Saat tangannya bisa menggapai handle jendela dia membukanya perlahan dengan tangan kurus penuh luka memar itu, dia berusaha sekuat tenaga untuk membuka jendela kamar yang lumayan cukup besar dan berat.
Dengan sisa tenaganya Ayu hanya berusaha naik melewati dinding untuk melompat keluar jendela. Ayu berjalan merambah dinding dengan berpegangan pada kabel WiFi. Setiap kali Ayu melihat ke bawah jantungnya berdegup kencang karena rasa takut luar biasa memenuhi pikiran dan juga hatinya.
"Bunda, hiksss Ayu takutt," rintih Ayu sambil bersandar di dinding apartemen tak berani memandang ke bawah.
Tapi tekadnya untuk kabur begitu kuat, dengan sangat hati-hati Ayu jalan merambat mencari pegangan dan pijakan untuk bisa turun ke bawah.
Matahari mulai bersinar di ufuk timur, tiupan udara dingin di atas lantai 7 membuat Ayu merasakan bulu-bulu di sekujur tubuhmu merinding dan jari-jarinya gemetaran memegang tali kabel wi-fi.
"Ya Allah, tolong selamatkan Ayu." ucap Ayu berdoa.
Wuzzzz
Angin kencang tiba-tiba datang menghempas tubuh Ayu hingga dia hilang keseimbangan membuat kakinya yang menginjak box AC salah satu apartment terpeleset.
"Aaaa!!!..uhh uhh!" teriak Ayu dengan nafas tersengal sambil bergelantungan pada kabel wi-fi.
Kini nyawa Ayu hanya bergantung pada kabel wi-fi yang terus dipegangnya dengan erat.
Krek ...krek
"Aaaa....," Ayu makin ketakutan saat kabel wi-fi terlepas dari dinding dan dia sekarang menggantung di udara.
Ayu sekuat tenaga memegang kabel wi-fi tapi beban berat tubuhnya membuat tangannya semakin licin dan akhirnya tangan Ayu terlepas dari kabel wi-fi hingga membuat tubuh Ayu terjun bebas ke bawah sambil berteriak.
Visual Ayu jatuh dari apartemen.
BYURRR
Tubuh Ayu yang jatuh terhempas di kolam renang menimbulkan bunyi yang cukup keras, begitu juga dengan cipratan air membentuk gelombang di sekitar kolam tepat di mana tubuh Ayu jatuh.
"Anjrrr! Apaan tuh!" teriak seorang gadis yang baru saja keluar dari lift melongo ke arah kolam renang apartemen yang letaknya di belakang.
Gadis dengan dandanan mencolok sapuan soft smokey eyes serta blush on pale pink bikin penampilan gadis ini jadi kelihatan attractive ditambah lagi gaya rambut messy yang dibiarkan terurai menambah kesan 90's yang kece maksimal sekaligus terkesan bad girl, apalagi di dukung pakaiannya yang serba ketat kurang bahan dan sepatu high heelsnya terlihat seperti gadis nakal kota metropolitan umumnya.
Wanita muda itu langsung bergegas berjalan menuju kolam renang, suasana di sekitar kolam sangat sepi. Mata bulatnya meneliti permukaan air renang yang masih bergelombang tak kurang dari 1 menit wanita muda itu melihat tubuh Ayu yang mengambang di atas kolam renang.
"Astaga!" pekik wanita muda itu langsung melepas sepatu high heels-nya dan terjun ke dalam kolam renang.
BYURRR
Wanita itu berenang mendekati tubuh Ayu dan saat sudah dekat, tangannya menggapai tubuh Ayu tepat di kerah baju dan menariknya sambil berenang ke tepi kolam renang.
Wanita muda itu mendorong tubuh Ayu naik dari kolam renang lalu dia pun meloncat keluar dari kolam renang.
"Hah..hah...hah," untuk sesaat wanita muda itu mengambil nafasnya yang ngos-ngosan.
"Masih hidup." gumam wanita muda itu lalu melakukan CPR untuk membantu menyadarkan Ayu.
"Hukk... uhuk uhuk." Setelah memuncratkan air dari mulutnya Ayu batuk tersengal-sengal.
"Syukurlah," ucapan wanita muda itu sambil bernafas lega.
Baru sebentar membuka matanya Ayu kembali pingsan.
"Heh! Bangun bangun!" seru wanita muda itu membangunkan sambil menepuk pipinya.
"Biadab siapa orang yang sudah membuat gadis ini babak belur dan terjun dari lantai atas!" geram wanita muda itu sambil menelisik wajah ayu yang terluka dan juga di sekujur tubuhnya.
Wanita muda itu menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari pertolongan orang di sekitarnya tapi suasana apartemen sangat sepi kan hari masih pagi. Wanita muda itu membopong tubuh Ayu tanpa kesulitan karena tubuh Ayu yang kurus hanya tulang berbalut kulit.
Saat berada di lobby apartemen bola matanya berputar mencari orang yang bisa dimintain tolong tapi sayang lebih apartemen pun terlihat masih sepi bahkan satpam yang biasanya stand by di meja resepsionis juga terlihat kosong.
"****! gak ada manusia satupun!" geramnya.
Tubuh Ayu mengejang di bopongan wanita muda itu membuat dia semakin panik, tangannya mulai gemetar tanpa berpikir panjang dia pun lari keluar apartemen sambil membopong tubuh Ayu yang kejang.
"TAXIII!" teriak wanita muda itu sambil berlari mengejar taksi yang baru saja melewatinya.
Taxi itu dan memundurkan mobilnya lalu seorang pria paruh baya keluar dari pintu sopri dengan terburu dan membukakan pintu belakang mobil.
"Cepat bawa ke rumah sakit terdekat Pak!" Perintah wanita muda itu dengan wajah cemas memeluk tubuh Ayu.
"I-iya," jawab sopir taksi itu lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota yang masih lengang.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya